
Aku dan Dion berlari sekuat tenaga melewati jalanan sempit sisi gelap dari Kota. Berlari untuk menghindar dari sekelompok pria gangster yang tengah berlari mengejar kami berdua.
Tap...Tap...Tap....Sett....Depp....Baik aku maupun Dion melompat bergerak lincah, menjadikan dinding sebagai pijakan kaki untuk kami melompat menghindari tumpukan sampah yang menghalangi jalan kami.
Bahkan saking terburu-buru nya kami sampai tidak menyadari kedatangan robot pembantu yang hendak menyeberang. Syukurlah kami berdua bergerak lincah menghindar. Dion mencengkeram kuat tiang lampu listrik membuat lompatan tinggi tebang di atas robot ini. Dan aku melakukan putaran 180derajat untuk menghindar dari robot-robot pembantu.
Sayangnya sekelompok pria yang mengejar kami justru menabrak robot-robot pembantu. CK sia-sia saja apa yang kami lakukan tadi.
Next....
Dorr....Dorr.....Tembakan timah panas ikut di luncurkan untuk mengehentikan pergerakan kami. Dan kami tetap pada jalan kami untuk terus berlari dari mereka yang tertinggal jauh dari kami.
Brekk.....Kami menghentikan lari kami bersamaan tiba-tiba. Karena dindin gedung di depan kami runtuh. Asap-asap tipis bekas reruntuhan dinding gedung belahan-lahan menghilangkan. Bersamaan dengan nampaknya sesosok wanita cantik berkaca berpakaian gaun ungu di sana.
"Apakah wanita itu yang menghancurkan dinding itu?".Heran Dion bertanya entah pada siapa.
Aku yang fokus pada tatapan tenang wanita itu,"Sial!Dia robot waspadalah."Ucap ku.
"Leyahlah kau penghambat."Teriak wanita ini bersamaan dengan mulutnya terbuka lepar mekar seperti bunga bangkai. Dari sana keluar rantai berbentuk lidah yang dilumuri cairan kental berminyak.
Rantai itu bergerak cepat menyerang kami. Begitu juga dengan sangat tubuh pemilik yang kedua tangannya berubah menjadi pedagang panjang. Aku tidak tau kapan tangan itu berubah menjadi pedang. Akan tetapi ini sangat mengerikan jika aku atau Dion kena sasaran nya.
Sleingg.....brekkkk......Ketiga senjata ini sangat tajam. Bahkan dinding yang terkena sedikit goresan langsung hancur. CK, jika salah satu dari kami lengah mungkin nasib kami berdua akan sama seperti bongkahan dinding-dinding itu.
Baik aku ataupun Dino terjebak di situasi yang sangat sulit. Padahal tujuan awal kami keluar rumah hanya untuk bertemu dengan seseorang. Sayangnya sebelum kami melakukan pertemuan seseorang yang akan kami temui sudah lebih dulu terbunuh. Dan apesnya lagi tempat pertemuan kami sudah di kepung oleh sekelompok gangster mafia.
Kami berdua berhasil meloloskan diri. Akan tetapi kami justru bertemu dengan wanita robot ini. Yang jauh lebih mengerikan dari sekelompok pria-pria gangster mafia tadi.
Sekarang apa yang kami lakukan hanya bertahan hidup dan mencari jalan keluar secepatnya untuk terbebas dari wanita robot ini.
Slamp......Pedang tajam hampir saja menusuk kening ku. Kini tertancap tepat di samping dinding sandaran ku.
"Aaa....,"Brakk.....Dino memukul kepala robot wanita ini dengan balok kayu. Sampai balok kayu itu hancur menyisakan separuh bagian saja.
Kepala robot ini bergerak berputar 180derajat ke belakang melihat si pelaku. Dion yang melihat itu,"Berakhir sudah."Ucap nya yang bisa saja ucapan terakhir nya.
Robot ini menjadi sangat marah. Rantai yang keluar dari mulut berubah menjadi merah menyalah. CK, Rantai itu menjadi besi panas menyalah.
Aku bergegas melarikan diri dari sana. Sayangnya robot itu menyadari bergerak ku. Ia melempar balok bongkahan dinding ke arah ku. Di barengi dengan menepis tubuh Dion sampai terbentuk jauh jatuh ke dalam bongkahan-bongkahan reruntuhan.
Rantai itu mengibas cepat ke arah ku. Manik mata ku membulat sempurna, aku melakukan gerakan manipulatif. Membungkukkan badan ku ke arah belakang membiarkan perhatian ku melihat rantai besi panas yang melintas mulus di atas ku.
"CK, tidak ada cara lain selesai mematikannya".Gumam ku yang sudah kembali berdiri dengan benar.
Aku mengambil ancang-ancang menunggu serangan berikutnya robot ini. Sayangnya sebelum aku berhasil mengalahkan robot wanita ini. Robot ini lebih dulu hancur karena tembakan roket bom yang langsung menghancurkan tubuh nya.
Dion yang tengah memperhatikan ku sejak tadi di belakang sana. Ia tetap berekspresi tenang saat melihat robot ini hancur. Ia justru mulai melangkahkan kakinya mendekat ke arah ku untuk ikut bergabung kembali.
Sementara aku berpaling ke arah datangnya roket bom tadi. Roket bom itu datang dari tempat Mark yang tengah bersama dengan Zack. Di ujung jalan yang berseberangan dari tempat ku berdiri saat ini.
++++
Sudah selesai dengan hambatan tadi. Kini aku sudah berkumpul di tempat yang sama. Di kamar hotel tempat aku membawa Herry kemarin. Iya, aku memutuskan untuk menjadikan kamar hotel ini sebagai markas. Di kala aku menyadari tempat berdirinya hotel ini sangat strategi jauh dari keributan di luaran kota sana. Karena hotel ini berdiri jauh dari berbatasan kota New York.
Iya, saat aku dan Dion sampai di sana. Aku dan Dion hanya melihat tubuh tergeletak tanpa kepala. Sungguh kejam tapi itulah hukuman yang pantas untuk anggota mafia yang berkhianat.
Bisa di bilang seorang pria yang ingin memberitahu ku informasi tentang situasi di dalam masih menjadi anggota salah satu mafia. Karena kesalahan nya yang menjual informasi keluar are daerah. Anggota mafia yang ketahuan itu langsung mendapatkan hukuman mati.
+++
"Masih ada cara lain".Ucap ku.
Zack yang sudah terfokus pada ku,"Mereka berdua adalah dua mafia yang paling kejam di kota ini. Bahkan kami sebagai detektif profesional selalu gagal mencari bukti untuk menghentikan penggerakan mereka."
Atensi ku yang tertuju pada Zack,"Karena kau mengunakan otot bukan otak untuk menangkap mereka".Sekat mad. Aku membuat pria yang banyak omong ini terdiam.
"Geng BM di ketua Johan, genius dengan 20 gelar sarjana. Geng FD di ketua Daniel king master."Kata ku,"Keduanya adalah sahabat akrab, dan!!".Aku menyudahi ucapan ku.
"Hah?".Felix dan Zack yang paling kaget mendengar perkataan terakhir ku.
Geng Mafia BM (break Master) Yang di ketuai oleh si genius Johan. Dan Geng Mafia FD (Forbidden District) Yang di ketuai oleh King master Daniel.
"Daniel membuat kekacauan di kota, dan Johan mengatur penjualan barang legal di pelabuhan setiap jam 11 malam transaksi selalu berjalan dengan lancar."Jelas ku kembali.
"Sekarang jam set 11".Ujar Felix membuat Zack bergegas beranjak dari tempat duduknya. Berlalu meninggalkan ruangan ini untuk menghubungi seseorang di seberang sana.
Herry yang saat ini sudah terfokus pada ku,"Bagaimana kau mengetahui semuanya?".
"Entahlah".Balas ku enteng,"Sayangnya tujuan kita bukan untuk menghentikan perseteruan kedua geng itu."
Herry yang masih penasaran dengan cara pikir rumit ku terus memperhatikan ku dengan banyaknya pertanyaan yang tidak ia katakan. Begitu juga dengan Felix dan Dion. Bahkan Mark sekertaris ku ikut bingung dengan cara berpikir ku. Dengan tujuan ku yang sebenarnya sampai mengambil resiko datang ke Kota yang tengah terancam ini.
"Aku ingin Yohan dan Daniel ikut bergabung dengan kelompok ku."
Terfokus kaget pada ku,"Tuan sudah gila?Maksud ku tidak mungkin mereka mau. Tuan akan di habiskan lebih dulu oleh mereka sebelum Tuan berhasil menjadikan mereka budak Tuan."Kata Mark.
Aku yang tetap terlihat tenang tanpa beban,"Selama aku bernegosiasi dengan mereka. Kalian akan aku berikan tugas lain."
"Kami tidak ikut mambantu mu?".Tanya Felix pada ku.
"Jika kalian mau mati lebih cepat kalian bisa membantu ku."Ucap ku bernada dingin pada mereka.
Di tengah-tengah keheningan setelah mendengar perkataan toxic ku. Zack yang selesai dengan urusan kembali ikut bergabung dengan kami.
"Bagaimana kau mengetahui pegerakan rahasia mereka?".Tanya Zack pada ku.
"Dengan mata ku."Aku yang membalas ucapan dengan mudah dan singkat.
Tersenyum miring pada ku. Atensi yang masih tertuju pada ku,"Sebenarnya aku sangat ingin sekali menangkap mu. Akan tetapi berkat diri mu. Transaksi penjualan berlian yang telah di curi berhasil di gagalkan. Sepertinya membiarkan mu bebas dengan pengawasan langsung dari ku jalan satu-satunya agar kau tidak tertangkap."
Mendengarkan perkataan Zack. Aku hanya terdiam tenang tidak perduli. Bagiku kehidupan di penjara ataupun di luar penjara sama saja. Aku berkata seperti itu karena aku pernah mengalami menginap di dalam penjara KFP (Kekerasan Fisik Psikis).
Sebuah tempat para penjahat kelas kakap berkumpul di satu gedung penjara KFP yang berdiri di tengah lautan Amerika yang pulaunya di kelilingi oleh sumber-sumber arus kuat yang siap menyimpan jasad penjahat yang ingin melarikan diri ke dasar laut.