The Revengers

The Revengers
Eps.52



Malam itu juga. Tepat jam satu malam. Aku dan Ian sudah bersiap berangkat, setelah menyusun rencana untuk menyergap Daji.


Akan tetapi belum juga niat kami terlaksana. Seseorang pemuda menghentikan pergerakan kami.


"Dani".Seru Ian.


"Video yang kau kirimkan cukup memuaskan".Ucap Dani tanpa mengubah ekspresi wajah datar nya pada ku,"Karena video itu aku memutuskan untuk ikut bersama mu, terimakasih sudah membalaskan dendam ku".


"Aku tidak membutuhkan anak buah,"Balas ku dingin,"Ayo Ian".Bergegas berlalu melewati Dani.


"Aku akan tunjukkan aku layak ikut bergabung dengan anggota mu".Gumam Dani masih terdiam di tempat nya berpijak.


+++++


"Tempat ini sangat ramai dan mengerti, juga apek,"Ujar Ian yang berjalan di belakang ku.


Kami telah masuk ke dalam area kandang serigala. Di mana para anak-anak brandal, gangster berkumpul.


Brukk......Tanpa sengaja Ian menabrak seseorang sampai seseorang itu terjungkal.


Merasa bersalah Ian langsung bergerak untuk membantu seseorang pria ini. Karena kesalahan nya, Ian dan pria ini menjadi pusat perhatian orang-orang di sana.


"Sumimasen, sumimasen, aku benar ceroboh,"Berniat baik ingin membantu pria ini justru menepis kasar tangan Ian.


"Aku meminta maaf loh, aku benar-benar tidak sengaja".Ian yang masih terdiam di tempat nya semula. Sembaring memperhatikan pria yang sudah beranjak dari tempat nya tersungkur.


"Makanya punya mata itu di pakai baji***ngan,"Pria ini bergerak cepat ingin meninju Ian.


Cepat menyadari Ian bergerak lincah menghindar dari serangan pria ini. Yang karena tidak tetap sasaran hampir terjungkal kembali.


Semakin kuat mengepalkan tangannya, pria ini tersenyum miring. Dan kembali mengayunkan serangan pada Ian yang terus menghindari semua serangan yang ia terima.


Selama itu juga. Atensi Ian melihat Yohan yang hanya terdiam di barisan kerumunan tanpa ada niatan sedikit pun untuk ikut melerai membantu Ian.


"Kalau aku tidak sekarat mana mungkin Yohan membantu sekalipun aku memasang wajah memelas...,"Batin Ian tersenyum miring,"CK sialan!!".Umpatnya.


Stepp.....Tangan mengepal kuat lewat dengan mulus di samping pipinya,"Mate, mate, mate, Chotto matte kudasai".Ian yang memohon untuk pria ini berhenti menyerangnya.


"Hey!!".Stapp.....Brukk.....Menggenggam tangan yang terus saja memberikan serangan, di susul meninju pipi kanan pria ini kuat.


Mencengkram kuat kerah pakaian pria ini,"Berhenti bang**sat!!".


Mereka semua yang awalnya bersorak riuh seketika menjadi hening karena tindakan yang ku ambil.


Menyadari itu, Ian langsung melepas cengkraman tangan nya,"Sumimasen, maafkan aku, aku benar-benar meminta maaf, aku tidak bermaksud mencari keribu.....,"Krekk.....Sett....Tapp.....Sebelum juga menyelesaikan ucapannya. Tiba-tiba terdengar suara keras dari atas dinding bangunan yang jebol. Dan menjatuhkan seseorang dari atas nya.


Seseorang yang jatuh dari atas sana, mendarat dengan baik di bawah setelah melakukan gerakan memukau di udara.


Seseorang pria yang jatuh dari sana seperti sangat marah sekali pada Yohan di atas sana. Tatapan tajam elangnya tersorot lurus ke atas sana.


Seketika itu. Dengan gerakan parkour Yohan beranjak turun dari atas sana ke bawah tempat yang lain berkerumun hening.


Mereka semua yang ada di bawah langsung terdiam melihat kejadian yang baru saja terjadi. Sangat mengerikan sekali untuk mereka yang sudah mengenal betul siapa seseorang pria yang baru saja di jatuhkan Yohan dari atas sana.


Aku yang telah menyatukan seseorang pria ini,"Masih menolak untuk berbicara baik-baik".Aku yang melontarkan pertanyaan pada seseorang pria ini.


"Tidak akan pernah bang***sat!!".Bergerak lincah menyerang ku.


Meloncat tinggi memutar kaki kanannya untuk menyerang ku, Stapp.....Menahan serangan pria ini membuat tubuh ku sedikit terhentak mundur.


Pria ini tersenyum miring, dan kembali menyerang ku dengan punggung kakinya satunya. Gerakan serangan tungka dengan power kuat pada ku.


"Yang gelut sama pria itu siapa?".Tanya Ian pada pria yang baru saja berkelahi dengan nya.


"Yang satu Tuan Daji, yang satu aku tidak tau".Balas pria ini terfokus pada pertarungan sengit di depannya.


"Jadi dia Daji".Batin Ian dengan atensi yang tetap terfokus menonton perkelahian sepupunya dan Daji.


Aku menggenggam pergelangan kaki pria ini. Bergerak lincah memutar bergerak membanting tubuh Daji. Dapp.... Sayangnya Daji yang tidak mau kalah, langsung melayang tinju nya pada ku.


Brugkk.... Lagi-lagi kalah cepat, aku bergerak cepat melayangkan tendang ujung kaki pada Daji yang tidak terlalu kuat sehingga hanya membuat tubuh Daji terdorong sedikit saja.


Tatapan elangnya masih tertuju pada ku membunuh Juhh.....Daji meludah kan darah sudut bibir nya yang akan tertelan oleh nya.


Aku kembali mengambil ancang-ancang untuk melayani permainan nya kembali,"Lanjut".Tawar ku pada nya. Entah kenapa aku merasa senang, karena untuk pertama kalian aku mendapatkan lawan yang imbang.


"Sik!!".Daji yang tersenyum miring tipis, sembaring bergerak melongo otot-otot pergelangan tangannya. Ia mulai bersiap kembali menyerang ku kembali.


Shett.....Brakk.....Daji melesat kearah ku, aku yang memang sudah mengambil ancang-ancang melawan serangan nya. Justru kalah cepat. Aku mendapatkan serangan tinjuan kuat di pipi ku sampai tubuh ku terpental membentur bangkai mobil rosokan di sana.


"Bangun Tuan",Ucap Daji,"Aku akan mendengar mu dengan baik saat kau berhasil mengalahkan ku".Kesepakatan yang Daji buat pada ku.


Dengan berpegangan pada dinding mobil ini, aku kembali bangkit. Dan yang kali ini aku sudah tidak bermain-main lagi.


"Ayo Tuan Daji hajar dia!!".


"Bunuh dia tuan!!".


"Bunuh!!Bunuh!!!".


Teriak mereka semua yang mulai kembali riuh.