The Revengers

The Revengers
Eps.51



Saat ini. Di malam yang tidak pernah terbayang akan terjadi. Aku tengah, aku tengah duduk menemani seseorang perempuan yang tengah menikmati menu makan malamnya.


Tidak tau kenapa aku kembali bertemu dengan nya. Pertemuan yang sama aneh. Seperti pertemuan pertama kami berdua bertemu.


"Hy!!Yohan".Ujar Nana membuyarkan lamunanku yang sembaring tadi terdiam memperhatikan nya makan,"Kau kenapa?Tidak pesan makanan, jadi aku sendirian yang makan di sini".


"Aku tidak lapar".


"Hem".Dehemnya,"Aku sudah selesai".


"Duduk saja dulu, setelah itu aku antar kau pulang".


"Tidak perlu, nanti urusan kamu akan tertunda".


"Aku baru bisa melanjutkan urusan ku, setelah kau berada di tempat yang aman".


Menghela nafas kasar panjang.


"Ambil jurusan apa?".


"Aku?....Aku ambil kedokteran".


"Dokter?".


"Iya...kenapa?Kau tidak percaya perempuan galak seperti ku bisa jadi dokter yang lemah lembut".


"Tidak!Bukan begitu",Aku yang menunjukkan ekspresi nyaman,"Aku bangga ternyata nyonya Yohan memiliki cita-cita yang bagus".


"Aku emang baik dan mulia, jangan lupakan itu, jangan tanya-tanya lagi soal itu".


"Kuliah di Universitas mana?".


"Harumi Gu".


"Baguslah! Universitas itu cukup sulit untuk di masuki pada brandal".Batin ku bernafas lega,"Di antar jemput kalau pulang".


"Iya..,"Menyangga dagunya,"....Kau tau kan betapa posesif nya Abang ku".


"Baguslah!!".


"Bagus apanya?".Nada suara sedikit tinggi Nana.


Tertawa renyah sekilas,"Hahaha....baguslah, soal kalau gini jadi tidak ada lagi korban seperti ku. Di hajar abang-abang mu".


"Hey!!Kau pernah di hajar Abang ku?".


"Mereka tidak cerita,"Basa basi ku. Melihat Nana yang merasa bersalah pada ku,"Ayo pulang sebelum Fazil khawatir".Ajak ku beranjak dari tempat duduk ku.


++++++


Sesampainya di depan rumah apartemen. Seseorang langsung membukakan pintu dari dalam setelah Nana menekan tombol bel rumah sekali.


"Dari...".Ucap Fazil langsung terhenti saat melihat kehadiran ku.


"Eehh....jangan salah faham dulu!Aku tadi tidak sengaja ketemu Yohan di jalan, terus dia ajak aku makan. Aku mau saja karena aku lapar".


"Masuk,"Fazil menatap dingin Nana.


Menghela nafas pasrah,"Selamat malam, terima kasih makan malam nya".Ucap Nana pada ku sebelum berlalu pergi masuk ke dalam rumah apartemen.


Yang ku balas dengan senyuman hangat.


"Jangan harap karena kau sudah mendapat restu ayah dan mama, kau bisa seenaknya lagi sama adik ku,"Fazil yang belum menyukai kehadiran ku,"Pergi!Jangan temu adik ku".Menutup pintu rumah apartemen kasar. Tanpa memberikan ruang untuk ku mengatakan sesuatu terlebih dahulu.


Aku langsung berlalu pergi dari sana. Kembali turun untuk menyelesaikan urusan ku yang tertunda.


+++++


Tadi aku sempat mendapatkan panggilan telfon dari Kazuo yang ingin memberitahu ku informasi yang telah ia dapatkan. Aku menyuruh nya langsung pergi ke rumah.


Dan aku yang sudah memastikan sendiri informasi nya, saat ini aku tengah mengendarai mobil dengan kecepatan di atas normal untuk sampai di rumah lebih cepat. Untuk mengatakan suasana rencana ku.


++++


Telah sampai di kediaman rumah ku. Aku bergegas beranjak turun untuk melangkah kan kaki ku masuk ke dalam rumah.


Di ruang tamu aku sudah di tunggu oleh Ian, Kazuo, dan Kenichi. Aku berlalu duduk di Sova yang masih kosong.


Melihat aku sudah duduk dengan baik. Kazuo langsung memulai pembicaraan. Untuk mengatakan apa tujuan nya menemui ku.


+++++++


++++++++++++


Masih terlalu pagi. Akan tetapi kedua tangan ku sudah berlumuran warna merah pekat berbau amis. Jangan lupa dengan senapan angin otomatis yang masih dalam genggaman tangan kiri ku.


Aku yang tengah berdiri sejajar dengan Ian,"Kau tau?Logika ku selalu mengatakan bunuh, bunuh,"Menjedah ucapan nya,"Tapi batin ku. Jangan!Tidak akan adil jika kau membunuhnya lebih cepat".


"****!!Psikopat".Ujar Ian di susul senyum miringnya.


Pertanyaan polos kembali terucap dari mulut ku,"Jika aku psikopat. Kau apa?".


"Aku?....Hemm.....,"