The Revengers

The Revengers
Eps.65



Pada akhirnya aku pun mengajak dia yang ku temui di tangga taman tengah Kota. Di kala ini bukan kali pertama aku berkerjasama dengannya. Untuk melumpuhkan penjahat kelas kakap.


Siapa lagi pria itu kalau bukan Zack. Seorang mantan detektif rahasia. Atau kurang lebih masih menjadi anggota resmi organisasi mata-mata rahasia yang memburu buronan penjahat kelas kakap yang mengancam keamanan negara.


Bergerak di organisasi gelap bergerak sendirian. Sangatlah beresiko untuk Zack. Dengan didik yang matang saat ia masih berusia 7 tahun. Membuat ia tidak memiliki rasa takut untuk bergerak anonim menerobos masuk ke dalam markas besar musuh yang bisa saja membuat diri tidak dapat keluar dalam keadaan hidup-hidup.


Next....


Yohan akhirnya membawa Zack ikut bersamanya. Ia melakukan tanpa ragu, di kala ia sudah mengetahui betul identitas sebenarnya Zack.


Di ruangan yang tidak terlalu luas ini. Zack mulai menceritakan apa yang sudah ia ketahui tentang seseorang yang saat ini ingin di jadi alat untuk menghancurkan Zaken.


Namum belum juga usai menceritakan jika alat Yohan adalah bom nuklir berbahaya. Tiba-tiba saja nada panggilan telepon masuk ke dalam ponsel Yohan.


Yohan merogoh kantong celana nya untuk mengambil benda pipi yang bergetar-getar. Sampai akhir ia terhubung dengan panggilan telfon di seberang sana.


*Permainan mu sangat lucu Tuan. Terimakasih sudah memberi ku ruang untuk membunuh seseorang".


Tutttutt....... panggilan langsung di akhir sepihak oleh seseorang di seberang sana.


"Ada apa Tuan, Neymar baik-baik saja kan?"tanya khawatir Messi sebagai rekan dekatnya Neymar.


Aku berpaling melihat sumber suara,"Tidak baik-baik saja, dia sudah terbunuh".


"Wanita itu benar-benar licik tidak jauh berbeda dari ayahnya"Zack mengepalkan kuat tangannya geram."Sekarang apa rencana mu?".


"Kau harus mendapatkan rencana yang baik Yohan. Neymar sudah mengorbankan nyawa nya"Messi menatap sangat marah. Melebihi marahnya Zack setelah mendengar kabar kematian sahabat dekatnya.


++++++


++++++++++


Melambaikan tangan,"Nova".Panggil seorang pria berpakaian santai kemeja batik lengan pendek berpadu kaos hitam.


Berpaling ke arah sumber suara untuk melihat seseorang yang tengah berjalan ke arahnya.


"Dari mana?".


"Kau tanya aku?".Menunjuk diri nya sendiri kaget.


"Iya, kamu dari aman Nov?".


"Keliling cari makanan sore".


"Kau kenapa jadi berubah?",Nova yang mengembalikan pertanyaan lain pada perubahan sifat Yohan pada nya.


Berubah menjadi datar dan dingin,"Salah kalau aku berusaha akrab seperti dulu?".


"Ehm...tidak juga sih",Nova mulai melanjutkan perjalanan nya."Iya sudah seperti tadi saja aku suka".


"Sudah dapat makan?".


"Belum".


"Beli di restoran biasa saja".


"Okay".


++++++++


"Bagaimana keadaan pria itu?",tanya Messi pada Zack yang masih berusaha untuk membuat pria tenggelam ini kembali bernafas.


"Sudah mati".


"Sial hilang sudah semua buktinya".


"Masih ada cara lain",Zack beranjak dari tempat duduknya."Bawa pria ini ke suatu tempat entah di mana. Aku butuh tempat yang aman untuk mengotopsi jazad pria ini. Seperti mengambil otaknya yang masih cukup bagus untuk melihat isi memori nya".


Jaman yang semakin membuat Zack tidak akan kehabisan akal. Terutama memanfaatkan tubuh seseorang yang sudah tidak bernyawa lagi sekali pun.


Next...


Tersenyum manis memperhatikan wajah tenang seseorang pria yang duduk di depannya,"Senang rasanya mendapatkan perlakuan seperti ini dari mu",ujar Nova.


"Habiskan makanan mu hanya dengan melihat ku makanan mu tidak bisa habis sendiri",ucap ku bernada dingin bodoamat.


"Aku sudah merasa kenyang melihat mu".


Aku menghentikan kegiatan makan ku, mendongak membalas menatap Nova. t


"Aku serasa ingin mut'ah melihat mu", toxic mulut ku.


Di susul beranjak dari tempat duduk ku,"Lebih baik lanjut jalan-jalan jika kau tidak mau makan",ajak ku masih bernada dingin juga kasar.


"Iya",balas singkat Nova beranjak dari tempat duduknya.