
Memukul brutal lawan yang sudah tidak berdaya lagi untuk melawan Bruk....Brakk....Bukk...Bakkk....bruk..... Nazil menghajar habisan Yohan di belakang gedung rumah sakit.
Nazil tidak perduli sedikitpun dengan luka-luka dan banyaknya darah yang sudah Yohan keluarkan.
"Sejak awal seharusnya gue bunuh lu."Bruk....Nazil terus memukul Yohan. Emosi sangat mengendalikan dirinya, amarah nya sebagai seorang kakak tidak bisa di bohongi setelah melihat adiknya menjadi korban pelecehan.
Menarik Abang nya,"Sudah bang kau akan mengirim nya ke neraka lebih cepat."Fazil menarik tubuh abangnya agar menjauhi Yohan.
"Lepas, dia memang pantas pergi ke neraka."Nazil yang hendak mendekat kembali karena pelajaran yang ia berikan untuk Yohan belum cukup memuaskan.
Fazil menghentikan abangnya,"Sudah bang, Nana akan melakukan hal yang sama seperti yang aku lakukan jika saat ini Nana yang ada bersama mu."
"Tidak mungkin."Dingin Nazil menatap tajam atensi mara saudara kembarnya.
Aku yang sudah terduduk dengan sisa tenaga ku,"Kau bisa melakukan nya lagi jika itu bisa membuat ku di maafkan oleh mu dan Nana."Kata Yohan.
"Lu masih mengemis maaf!!".Marah Nazil bergerak cepat hendak menyerang Yohan. Fazil juga ikut bergerak cepat menghentikan saudara kembarnya. Menariknya paksa benar-benar menjauh dari sana.
Melihat kepergian mereka fisik ku yang tidak bisa berbohong terhuyat. Membuat tubuh ku kembali berbaring di bawah pepohonan di jalanan ini.
++++
"Lepas."Menepis tangan adiknya.
Fazil melepaskan nya dan berjalan sedikit menjauh dari saudara kembarnya.
+++
"Maaf menganggu. Yo....".Ian yang langsung nerobos masuk begitu saja ke dalam kamar rawat inap Nana. Setelah perjuangan nya untuk sampai di sini.
"Yohan datang ke sini?".
"Dia sudah pergi."Balas dingin Yudha.
Nana yang masih terjaga,"Yohan tadi kesini, apa saat aku belum siuman. Kenapa ayah tidak suruh dia menunggu ku?".
"Dia bukan laki-laki yang baik, jauhi dia mulai dari sekarang."Tegas Yudha.
"Bukan Yohan saja yang salah Yah, tapi....".Memotong ucapan putrinya,"....Bukan soal yang salah atau yang benar Nana. Jangan pernah bertemu dengannya lagi."Kata Yudha yang tidak bisa di bantah lagi.
Ian tersenyum miring tiba-tiba,"Saya pikir anda sama seperti yang ada di dalam cerita om Nathan."Kata Ian kecewa,"Permisi, selamat malam."Ian berlalu pergi meninggalkan kamar rawat inap ini.
Tepat di depan pintu keluar. Di lorong rumah sakit ini aku bertemu dengan kedua Abang Nana. Nazil langsung berlalu dari sana masuk ke dalam ruang kamar rawat. Yang di susul oleh Fazil,"Belakang rumah sakit."Ucap nada berbisik nya.
Mendengarkan pemberitahuan itu. Ian bergegas berlari keluar rumah sakit. Dan pergi ke halaman belakang rumah sakit.
+++
Sakit luar biasa mulai terasa di sekujur tubuh ku,"Aaahh......."Meringis merasakan sakitnya di sekujur tubuh ku. Seperti ini kah rasanya dikeroyok habis-habisan oleh seseorang. CK, baru kali ini aku tidak melawan saat seseorang menghajar ku habis-habisan.
Aku beranjak dari tempat duduk ku. Atensi ku terdiam saat melihat sepupuku yang terdiam di sana. Tatapannya terlihat sangat marah sekali, atensi nya tajam sekali menatap ku.
Selesai luka-luka ku di obati di dalam rumah sakit ini. Aku bersiap untuk meninggalkan ruangan. Ian yang baru saja dari ruang dokter datang menghampiri ku.
"Bisa langsung pulang, katanya hanya luka memar biasa."Katanya dingin pada ku.
"Tidak bisa."Kata ku beranjak turun dari ranjang pesakitan.
Tatapan dingin Ian masih tertuju pada ku,"Mereka tidak akan membiarkan mu bertemu dengan Nana hidup-hidup. Kau akan bertemu dia di neraka jika kau bersikukuh."
"Terdengar gila, aku akan tetap menemui nya."Balas ku.
"Keras kepala."
"Aku harus mempertanggung jawabkan semuanya."
"Kau suka dengan Nana?".
Aku terfokus pada lawan bicara ku,"Tidak tau, yang ku pikirkan saat ini aku hanya ingin melindungi nya. Sebelum aku pergi ke New York."
"Masih tetap ingin pergi ke sana."Ian di susul senyum miringnya.
"Iya, aku harus mengakhiri semua. Aku sudah berjanji. Dengan kedua orang tua ku yang selalu ku peluk foto nya."Kata ku bersiap untuk pergi dari sana.
Menepuk bahu ku,"Seenggaknya lu pulang dulu, tidak mungkin kan lu datang dengan keadaan seperti ini."
Aku yang baru menyadari bagaimana kacau dan kotor nya pakaian ku. CK, ada bekas darah ku juga di sana. Dengan terpaksa aku harus pulang terlebih dahulu untuk berganti pakaian.
+++
Keluarga ku sudah hancur sejak lama. Akan tetapi om ku selalu menutupi semuanya dengan peran ganda nya. Menjadi sosok seorang ayah untuk ku, juga sosok seorang ibu untuk ku. Kedua orang tua ku yang sudah lama tiada dalam insiden kecelakaan, kata om ku.
Namun sudah empat tahun terakhir aku sudah tidak merasakan sosok peran ganda itu. Hilang nya sosok itu merubah banyak kepribadian ku. Aku semakin menjadi sosok yang dingin dan toxic.
Perubahan ini aku dapatkan setelah aku melihat jazad terbujur kaku om ku. Yang meninggal dengan sangat mengenaskan.
Aku tau om ku tengah sakit, dan penyakit nya adalah kangker otak stadiun akhir. Namun om ku pergi bukan karena penyakit yang beliau derita, melainkan karena di bunuh.
Om ku terlibat perkelahian dengan musuh-musuh nya. Yang sangat menginginkan saham keluarga ku sejak lama. Karena keluarga ku memiliki saham yang cukup fantastis tersimpan di bank. Tidak perlu panjang-panjang penjelasan, intinya mereka yang menyerang om ku menginginkan uang keluarga ku.
Mereka berhasil membobol separuh saham keluarga ku. Mereka mengambil 900 triliun dollar uang saham ku.
Amarah menguasai diri ku. Aku menghentikan mereka semua hanya dengan tangan kosong. Dengan jari-jari ku aku menyadap kembali saham milik keluarga ku, memperkuat sandi brankas.
Akan tetapi mereka yang sudah puas mendapatkan 900 triliun dollar telah membubarkan diri, menyembunyikan identitas mereka. CK, mereka pikir dengan mengubah identitas akan membuat mereka aman setelah mencuri uang ku tanpa meninggalkan sedikitpun bukti. Untuk ku bawa ke pihak berwajib.
Bagi ku sehebat apapun mereka menyembunyikan identitas. Aku adalah seorang Yohan yang akan tetap menemukan mereka membantai mereka semua.
Kalian pasti berpikir aku melakukan untuk mendapatkan uang ku kembali. Sayangnya pemikiran kalian salah. Karena walaupun 900 triliun dollar sudah berhasil di curi. Aku masih memiliki 7000 triliun dollar saham yang semakin hari semakin bertambah. Tapi ini bukan masalah banyak ataupun tidaknya uang yang ku punya.
Bukan uang yang butuhkan. Yang aku butuhkan adalah otak genius dan otot kuat untuk membalaskan dendam kematian om ku yang mereka hancurkan tubuhnya. Yang mereka potong kakinya, yang mereka potong tangannya, dan yang mereka injak kepalanya. Aku akan membalas semuanya.