The Revengers

The Revengers
Eps.68



Sementara Zack di sibukkan membuka pintu penjara yang masih terkunci untuk menyelamatkan beberapa orang di dalam sana. Sekumpulan orang yang sejak tadi memperhatikan keributan nya dengan Nova di dalam penjara. Mereka semua yang terlibat sangat kurus-kurus terlihat sangat gembira. Di kala akhirnya setelah penantian panjang ada seseorang yang datang membantu mereka keluar dari penjara pengap ini.


Brakk....Tendangan kuat Yohan ayunkan dengan baik pada Nova yang sedikit lagi akan menusuk Zack dari belakang.


Belum puas melihat tubuh Nova ke sakit di sana. Yohan yang tetap berdiri di atas pendirian menghampiri Nova. Ia mengayunkan pedang nya tanpa ragu untuk menusuk-nusuk tubuh Nova. Terus-terusan dan berkali-kali sampai tubuh itu bersimbah darah.


Sudah cukup puas, atau memang sudah berhasil membuat Nova tiada. Yohan membalikan tubuh nya menghadap Zack dan yang lain yang terdiam ketakutan menatap nya. Jauh berbeda dengan Zack yang seperti sudah terbiasa melihat kejadian seperti itu.


"Kalian harus segera berlari keluar jika kalian tidak ingin meledak hancur bersama mereka",peringatan ku yang langsung membuat mereka semua terburu-buru berlari menaiki tangga untuk pergi ke lantai atas rumah ini.


Di sini suasana hal yang membuat Zack benar-benar sangat panik. Yaitu pintu keluar dari ruang bawah tanah ini terkunci dari luar. Sementara waktu di luar terus di berputar yang menandakan bom itu tidak akan berhenti menunggu mereka semua benar-benar berhasil keluar dengan selamat.


Jauh berbeda dengan kepanikan yang Zack rasakan. Yohan yang masih terlihat sangat tenang, berjalan mendekati pintu itu. Ia memasukkan pedangnya ke dalam selah pintu ini. Di susul membuat gerakan menaikan pedang berlahan-lahan.


Selesai menahan, Yohan merai gagang pintu ini dan membukanya dengan mudah.


"Ko bisa".


"Bodoh",menatap datar Zack sebelum akhirnya berjalan keluar lebih dahulu."Cepat kalian lari sejauh mungkin dari tempat ini",kata Ku.


Sementara yang lain lari keluar lewat pintu utama. Yohan dan Zack justru mengambil jalan lain. Yaitu dengan jalur udara yang akan membawa mereka berdua pergi jauh dari daerah ini jauh lebih cepat.


Iya, Yohan meminta salah satu anak buahnya untuk m mempunyai dirinya dan Zack menggunakan helikopter.


Sementara Zack dan Yohan masih berusaha naik menggunakan alat bantu tangga gantung. Salah satu bom sudah meledak di bawah sana. Menghancurkan pekarangan taman indah kediaman rumah Zaken.


Berhasil duduk dengan baik di atas helikopter. Yohan sudah tidak memperdulikan lagi dengan apa yang terjadi bawah sana. Hanya Zack seorang yang tetap memperhatikan keadaan kediaman rumah itu yang sedikit demi sedikit rata dengan tanah.


+++++++


+++++++++++


Messi menepati kediaman rumah Yohan, menghabisi sisa hidupnya untuk merawat kediaman rumah Yohan.


Dan Yohan sendiri tengah dalam perjalanan pulang. Untuk bertemu dengan seseorang yang tengah menanti-nanti cukup lama kepulangan nya.


"Jerry",panggil Nana yang langsung di tanggapi oleh Anjing nya yang secepat mungkin berlari ke arah nya. Memeluk erat tubuh majikan nya menjilat-jilat layaknya anjing pada normalnya.


Nana pun memperlakukan Jerry seperti anjing pada normalnya. Walaupun makanan Jerry jauh berbeda dengan anjing pada umumnya.


"Ko pulang. Kuliahnya gimana?",tanya Nazil pada adiknya.


"Belum lihat chat dari bang Fazil iya",Nana memanyunkan bibirnya kesal.


Lantas Nazil segera merogoh kantong celana panjang nya untuk melihat notifikasi chat yang terkirim. Baru akan membaca tiba-tiba Alyah datang menghampiri.


"Dedek ambil mata pelajaran singkat Bang. Dan Alhamdulillah nya adek lulus dalam ujian itu. Sehingga ia dapat pulang lebih cepat, dan lulus lebih singkat dari yang lain",jelas singkat Alyah melepaskan kerinduan nya pada putrinya sematawayangnya dengan memeluk erat Nana.


"Berarti sudah jadi dokter dik".


"Iya aku akan jadi dokter spesialis anak".


"Tapi kan....,"memotong ucapan abangnya."Aku mau jadi teman cerita mereka bang. Masak dokter bedah organ tidak boleh alih profesi menjadi dokter Psikologi".


"Baiklah terserah kamu dik".


"Ayah mana ma?".


"Ada di halaman belakang sedang terapi jalan-jalan".


"Ayah sakit ko tidak ada yang memberitahu ku",Nana berubah marah, ia langsung meninggalkan keduanya masuk ke dalam rumah terlebih dahulu untuk pergi ke taman belakang rumah.