The Revengers

The Revengers
Eps.29



Selesai dengan kesibukan di kantor seharian. Akhirnya aku dapat kembali pulang ke kediaman rumah ku. Aku membeli apartemen untuk ku tempati selama di sini. Gedung apartemen yang ku tempati berdiri tidak terlalu jauh dari gedung perusahaan ku. Tempat yang sangat strategis walaupun berdiri di tengah perkotaan.


Selepas memarkir mobil ku dengan baik di garasi mobil yang tersedia. Aku beranjak turun. Yang di ikuti oleh Jerry anjing Samoyed robot yang aku beli tadi.


Anjing ini mengikuti ku masuk ke dalam gedung apartemen. Seperti layaknya anjing normal pada umumnya yang mengikuti majikan.


Setibanya di lantai 18 kaki ku melangkah keluar dari dalam Liv. Berjalan melewati lorong ini, untuk pergi ke apartemen 144 milik ku.


Baru ku buka sedikit pintu apartemen. Jerry langsung menerobos masuk lebih dulu, melompat layak anjing normal yang gembira dapat rumah baru.


"Kenapa tidak beli peliharaan robot saja, anjing normal sangat merepotkan."Basa basi salah seorang pria yang berpapasan dengan ku, dengan seorang robot pembantu yang berjalan beriringan dengan nya.


Aku yang terlalu malas untuk basa-basi berlalu begitu saja. Masuk ke dalam apartemen, dan menutup pintu apartemen tanpa memperdulikan tatapan kekecewaan itu.


Setelah menaruh kantung belanjaan keperluan Jerry di atas meja. Aku dudukkan pantat ku di Sova ruang tamu. Aku rehat kan tubuh ku sampai pandangan ku mendongak melihat langit-langit ruang tamu. Tanpa aku sadari Jerry tiba-tiba melompat ke atas pangkuanku.


Aku yang kaget mendudukkan diri sedikit lebih bener,"Apakah kau lapar?".Tanya ku yang hanya di balas oleh suara jenggong dan jilatan dari anjing ini.


Aku acak-acakan bulu-bulu lehernya yang sangat lembut, gemas. Sebelum akhirnya aku angkat tubuh untuk ku turunkan dari pangkuan ku.


Aku merogoh dalam kantong tas belanjaan keperluan Jerry. Tangan ku keluar dari kantor belanjaan dengan menggenggam botol berukuran sedang susu khusus untuk anjing robot.


Aku mengeluarkan wadah minum Jerry dan menuangkan susu itu ke dalam sana agar Jerry dapat segera meminumnya. Susu itu hanya bahan bakar untuk anjing robot yang di ubah layak seperti susu khusus untuk anjing robot.


Selepas itu kaki ku melangkah menjauh dari sana masuk ke dalam Liv apartemen ku untuk naik ke lantai kedua apartemen ku. Sampai di lantai dua, aku pergi ke salah satu kamar yang saat ini sudah menjadi kamar ku.


Ku longgarkan kerah dasi ku, melepaskan jas ku. Menaruhnya di kursi yang tersedia. Dan melonggarkan beberapa kancing kemeja ku. Aku sudah siap untuk mandi pun melangkah mendekat ke arah kamar mandi. Akan tetapi ku urungkan niat ku, karena suara nada panggilan yang masuk ke dalam ponsel ku.


Tersambung.


*Aku Harry. Aku sudah mendapatkan apa yang kau mau."


**B*ertemu sesaat lagi, aku akan kirimkan alamat nya."


Panggil berakhir.


Baru juga aku mengakhiri panggilan telepon. Zack juga menghubungi ku. Dan aku membalas dengan jawaban yang sama.


Aku bergegas bebersih diri sebelum akhirnya berganti pakaian dan pergi ke tempat pertemuan.


++++


Di sinilah aku sekarang. Berjalan seorang diri di tengah dinginnya suasana malam menjelang musim dingin. Langkah kaki ku berjalan cepat melewati beberapa jalanan yang gelap gulita tanpa pencahayaan lampu malam.


Sebenarnya akan sangat berbahaya untuk ku keluar malam-malam seorang diri di kala keadaan Kota sedang kacau. Dan semakin banyaknya kasus kejahatan demi mendapatkan uang. Namun aku tidak perduli dengan perubahan itu, aku tetap pergi walau nyawaku akan menjadi taruhannya.


Setibanya di tujuan. Lebih tepatnya di sebuah kedai rumah makan sederhana yang berada di pelosok terpencil Kota. Di stasiun kereta terbengkalai lebih tempat nya. Yang sudah lama tidak berfungsi lagi. Aku memilih tempat rawan kejahatan ini sebagai tempat pertemuan ku dengan Zack dan Herry.


Aku berjalan ikut bergabung ke meja tempat mereka berdua duduk.


"Iya."Aku merogoh saku jaket dalam ku. Memperlihatkan dua lembar kertas cek,"Aku kan memberikan jika aku sudah mendengarkan buktinya."


"Jika bukti itu tidak terlalu penting untuk ku. Aku akan bayar tunai tidak sesuai jumlah, untuk menghargai keringat kalian. Jika penting aku bayar dengan cek".Negoisasi ku pada mereka berdua yang terdiam mendengarkan ku.


"Agree."Ucap Zack menyetujui negoisasi ku.


Atensi ku tertuju pada Herry yang masih terdiam,"Ya."Ucapnya ikut menyetujui negoisasi ku.


Zack menyodorkan ponselnya lebih dulu kepada ku, untuk membiarkan aku mendengarkan bukti yang berhasil ia dapatkan. Aku memasang headset untuk kudengar secara pribadi.


Next....


Selesai mendengar kedua rekaman suara juga rekaman suara video yang mereka dapatkan. Aku yang terdiam sesaat untuk mencerna kedua informasi yang baru saja aku dengar kan.


"Aku membeli informasi Zack dengan harga cek, dan aku membeli informasi mu dengan harga tunai."Kata ku,"Dan aku tidak ingin setelah ini kalian ikut beker.....".


"Mafia!!!Lari!!!".Teriak salah seorang pria berlari dengan penuh luka di tubuhnya.


Baik aku ataupun Zack dan Herry segera beranjak dari sana. Berlari menjauh dari sana. Meninggalkan tempat yang sudah mulai kacau balau ini.


"Kenapa lari mereka membutuhkan bantuan?".Tanya Herry sosok misterius yang mulai terlihat.


Aku menghentikan langkah ku, berpaling ke arahnya,"Bukan keluarga kenapa harus repot-repot."Balas Zack toxic.


Marah mendengar respon toxic dari Zack,"Keluarga ataupun bukan, saat kita mati orang lain yang mengurus jazad kita bukan keluarga."Herry berlalu pergi dengan ekspresi wajah marah. Ia bermaksud kembali ke tempat tadi untuk menolong orang yang bisa ia tolong.


Sementara aku dan Zack masih terdiam di tempat yang sama. Memperhatikan kepergian nya.


"Kau bawa senjata?".


"Pistol."Menunjukan satu senjata api. Lalu di susul dengan memberikan pisau kecil kepada ku.


Aku mengambil pisau itu, dan bergerak mengambil tombak besi yang aku lihat berceceran di jalan. Kaki ku kembali melangkah mendekati seorang anak laki-laki kecil yang tengah memperhatikan ku dan Zack.


Aku berjongkok di depannya,"Boleh pinjam talinya?".Tanya ku pada anak laki-laki ini.


Anak ini membelikan tali kain yang ada dalam genggaman tangannya. Sembaring berkata,"Tolong selamatkan ibu ku. Dia memakai gaun yang sama seperti kain ini."Kata Anak laki-laki ini.


"Kau akan kembali?".Tanya Zack pada ku.


"Iya, karena aku memiliki hutang pada seseorang pria gila yang ada di sana."Kata Ku sibuk mengikat kuat tali ini pada tongkat kayu besi. Selesai membuat tombak. Atensi ku tertuju pada Zack,"Jika kau takut uang mu hilang aku bisa berikan sekarang."


"Berikan setelah urusan mu selesai."Kata Zack,"Aku akan menunggu di sini bersama anak ini."


Aku yang sudah selesai dengan bersiap ku pun kembali berjalan masuk ke dalam stasiun kereta lama.