The Queen of Different World

The Queen of Different World
The Destruction Of Carlitos !!



"Katastrofi, waktunya mengakhiri ini semua!!"


Zymba dan Callister yang masih terbang di angkasa, membuka rahang mulut raksasa mereka, mencoba membuat pijaran lahar api yang menyatu dengan sihir Thana.


Serangan mereka menghancurkan pola sihirnya lalu berubah menjadi bola api yang super besar, layaknya batu meteor yang siap menghantam tanah.



( ilustrasi )


.


Semua pasukan Carlitos dibuat ketakutan sehingga mereka berusaha kabur dari serangan maut itu, bagaikan semut yang akan dihantam hujan.


Mereka saling meng-rusuh untuk dapat lepas, namun sayang dinding sihir Wisteria tidak mengizinkan mereka untuk keluar dari lingkaran itu walau hanya selangkah.


Melihat itu, Katastrofi menatap benci. Dilihat dari posisi bola api itu, sepertinya akan jatuh dalam waktu 15 detik lagi. Satu-satunya cara dia harus mengalahkan Welliam, lagi pula dia ikut terjebak juga di dalam kurungan ini.


Bagus, jika ingin aku mati maka dia juga harus mati !


Katastrofi kembali menyerang Welliam tapi ini yang diinginkan nya, disaat Katastrofi merasa terburu-buru pergerakannya akan mudah dibaca.


Dan benar saja, welliam menahan tangan Katstrofi memutar tubuhnya lalu menendang tubuh katastrofi hingga terhempas, takut akan serangan lainnya Katastrofi segera mengimbangi diri kemudian terbang keatas mengambil jarak aman.


Tapi Welliam tidak mau terus bermain kejar-kejaran, dia mengaktifkan mata Demon nya sembari menunjukan sayap hitam perkasanya. Kedua taring terlihat diantara senyum penuh makna.


Sial! Kenapa aku gemetaran melihatnya menjadi buas!


Pikiran Katastrofi menjadi kacau, ia menatap langit yang telah melukis bola api dari serangan hewan best, tinggal 7 detik lagi Katastrofi ha---Tunggu, Welliam sudah ada dibelakang Katastrofi secepat itu?


Padahal, tadi saat Katastrofi lihat, dia masih dibawah sana dan sekarang dia sudah sedekat ini, apalagi ia terlihat sangat siap untuk memenggal kepalanya.


Kuku yang meruncing tajam dari jemari Welliam mencakar tubuh Katastrofi, membuat pakaiannya terkoyak dan lebih parahnya Welliam mengukir tiga cakaran dalam pada dadanya.


Ketemu!


Welliam sengaja mencakar Katastrofi untuk dapat melihat lambang kupu-kupu di dada Katastrofi, sebagai titik ampuh yang dapat melenyapkan Katastrofi dan mematahkan kontrak kehidupan dari Tahlia.


"THANA!"


Pedang hitam kembali berada di tangannya, disaat Welliam memanggil nama asli dari pedang kematian itu. Seakan perasaan dejavu Katastrofi terasa nyata, ia mengingat bagaimana Fedrick pernah menebas dirinya menggunakan pedang abadi pada akhir pertarungannya dulu.


Dan kini dia pun melihat hal yang sama dari Putra Vasilias itu, gerakan Welliam begitu sangat persis! Ini bahaya, jika dia berhasil melakukannya maka semua akan berakhir!


"Kepar*t! Kalian bangsa Demon bena--Ugh!!"


Tanpa aba-aba, Welliam menghunuskan pedangnya ke jantung Katastrofi, sembati menekan dan mendorong tubuhnya dengan sangat kuat sehingga mereka berdua jatuh kebawah bersama, tapi sebelum mereka menghantam tanah Welliam menarik pedangnya kembali.


Kemudia ia jambak rambut Katastrofi tanpa ampun sambil mengangkat pedangnya, bersiap mengakhiri kehidupan sang Dewa Bencana.


"Inilah akhir dari sejarahmu, Katastrofi !!"


BOOM !!


Detik selanjutnya, serangan bak meteor itu berhasil jatuh dan menghantam tanah membuat ledakan jutaan kali lipat dari ledakan biasanya, sehingga gulungan api yang merusung tsunami melahap seluruh pasukan Carlitos.


Jeritan !


Tersiksa !


Permohonan ampun !


Bahkan, Rasa Saki !


Terdengar jelas bagi seluruh pasukan Lucifer Kingdom yang melihat pembantaian paling gila dan menyeramkan, mereka saja tidak kuat membayangkan bagaimana jadinya jika itu adalah mereka.


Alberd, Briant, dan juga Styvn berkumpul kembali. Sudah puluhan abad mereka melayani kaum Demon sebagai Kaisar dunia kegelapan, tapi baru kali ini mereka juga melihat hal yang tak dapat dipercaya.


Kali ini pasangan Lord dan Queen Darkness World pun, tak jauh mengerikannya juga dengan Lezzy, Fedrick dulu.


"Salam, Tuan Tetua."


"Bukankah kau Rubah milik Putri?" Ucap Alberd.


"Benar, saya datang untuk menyampaikan pesan Putri mengenai Yang Mulia Ratu."


"Ah! Aku ingat, apa Putri berhasil menemukan Queen Althenia? Bagaimana dengan Yang Muli-maksudku keadaan kandungannya?!" Ujar Styvn sangat panik.


"Sebentar, siapa yang kau maksud mengandung?" Briant terlihat penasaran.


"APA ?!!"


Alberd dan Briant kaget dengan mulut yang melongo. Molie melirik kesal, apa sebaiknya dia beritahu langsung ke Lord saja mengenai pesan Lucy.


Pasalnya Molie yakin ketiga Tetua ini pasti akan berdebat dulu, sungguh menghambat waktu.


.


.


Di sisi lain, pada lautan api yang telah melulu-lantahkan seluruh pasukan Carlitos hingga menyisihkan tengkorak yang hampir menjadi abu.


Terdapat seseorang yang berhasil selamat dari tragedi pembantaian mengerikan itu, dia adalah Putra Matahari Darkness World sekaligus Lord Demon yang penuh ambisi kepimpinan.


Welliam Cornelis Lorddark's, berdiri tenang ditengah api yang masi menyalak, sembari memegang sebuah kepala yang berhasil ia penggal.


Welliam menatap sinis pada satu tubuh yang hangus lalu perlahan hancur menjadi kepingan debu tanpa tersisa. Dengan senyum penuh merendahkan, Welliam melempar kepala Katastrofi yang tadi ia tebas sedetik sebelum ledakan dari bola api melahap semuanya.


Membiarkan api memakan habis kepala Dewa yang begitu tinggi hati, sehingga menyisihkan suara pertikaian api yang meretakkan tulang sebelum akhirnya bergabung menjadi abu, tanpa terkecuali.


Ia melirik rembulan yang sejak tadi bersembunyi dibalik kebulan asab hitam. Rasanya sunyi dan begitu menenangkan, disaat ia tak lagi mendengar suara jeritan musuh.


Welliam menghela nafas lega, akhirnya setelah sekian abad yang melewati generasi Lorddark's. Darkness World dapat terbebaskan dari pengkhianatan dan pemberontak pada sistem Carlitos kepada kekaisaran.


Puluhan korban dan dendam kebencian yang tak pernah terputus, dapat terpatahkan oleh Welliam sebagai Lord yang mengemban kewajiban menciptakan kehidupan lebih baik, bersama Ratu nya untuk kedamaian dunia.


"Akhirnya, semua masalah di Darkness World selesai juga ... " Welliam memejamkan matanya menenangkan kembali dirinya yang sempat terbawa emosi.


"Cukup, padamkan apinya Thana."


Perintah Welliam direapon baik oleh Thana, dan seketika lautan api itu meredam dengan sendirinya menyisihkan lubang besar dengan tumpukan abu dari sekumpulan tubuh Carlitos.


Tak lama setelahnya Wisteria yang tumbuh melingkar diarea peperangan, bersinar lalau berkumpul menjadi satu ditengah lubang. Secara perlahan membentuk kembali satu pohon Wisteria yang begitu besar.



Seakan bunga itu ingin mensucikan aura alam yang tadinya penuh kebencian berubah menjadi sejuk. Tanah tandus dan tumpukan abu, mulai ditumbuhi rerumputan hijau dan tumbuhan alam kembali.


Melahirkan Fairy alam yang baru untuk menutupi wilayah bekas perang menjadi tempat indah dan layak, angin bergerak lembut dan begitu menyejukkan hati.


Welliam hanya dapat diam menyaksikan hal menakjubkan lainnya dari tempat asing ini, hingga seekor Rusa putih yang tersinari rembulan malam mengalihkan perhatiannya.


Welliam tersenyum kearah Soul Of Life milik sang Selini Thea, seakan jiwanya masih bersama mereka meski raga telah hancur. Menyaksikan sendiri, bagaimana perjuangan Putra Putri pilihan alam, mengakhiri ini semua.


"Kau sudah tidak perlu khawatir lagi, semua telah selesai. Darkness World telah aman ..." Lirih Welliam menyambut jiwa terpendam sang Nenek.


Rusa itu tidak menjawab ucapannya, ia hanya melompat dengan lincah di ikuti siluet cahaya biru bersamanya. Lalu menghilang, disaat itu juga bunga Wisteria bercahaya terang.


Bentuknya yang melebat jatuh kebawah layaknya tirai-tirai alam sembari menaburkan kelopaknya ke dasar tanah. Mengingatkan Welliam dengan pertemuan pertamanya dengan sang Mate tercinta.


Waktu itu juga bunga Wisteria begitu indah apalagi saat melihat wajah rupawan milik Aletha, sungguh sangat menyenangkan apalagi itu membuatnya semakin merindukan sosoknya.


Tak mau banyak berfikir, Wellian ingin segera berbagi rasa lelahnya pada perang ini, sembari memeluk rindu tubuh sang Istri. Benar, sebaiknya dia menemui Aletha sekarang.


"Paduka Lord !" Welliam melirik. Melihat Alberd datang dengan sangat terburu-buru kearahnya.


"Paduka, saya mendapat kabar. Bahwa, Yang Mulia Althenia saat ini dalam keadaan kritis !"


"Apa? Aletha KRITIS !!"


---. oO 🍁 Oo.---



Hai, terimakasih atas dukungan dan penantian kalian dalam menunggu Novel ini Tamat.


Jangan khawatir cerita ini tidak akan membuat kalian menyesal kok, malah menambah efek kecanduan untuk terus membaca berkali-kali atau bahkan malah nambah chapter hehehe😅


tapi terimakasih banyak ya 😍


oya, jangan lupa tinggalkan jejak di kolom comentar serta like kalian.


Salam Manis


Author ❤