The Queen of Different World

The Queen of Different World
Aletha figure revealed?



"Aletha Wisteria. Kau berasal dari bangsa Imorrtal, dunia para Dewa."


Prang!!


Cangkir teh ditangan Aletha jatuh, saat dia hendak meletakan kembali diatas meja. Tangannya bergetar kecil, perlahan Aletha menatap sang Ratu, raut wajahnya terlihat sangat terkejut.


"Yang Mulia.."


"Kau tidak akan sendirian lagi, Aletha."


Apa yang harus Aletha lakukan sekarang? Benarkah dia mengetahuinya? Atau ini hanya sebuah tebakan saja?


Tidak! Dia tidak boleh panik, di lihat dari wajah dan ucapannya memang tidak ada kebohongan. Mungkin saja Ratu memang sudah mengetahuinya, dan bila di ingat lagi saat pertemuan pertamanya dengan sang Ratu, banyak pesan tersirat setiap ucapannya.


Tapi apa yang membuatnya seyakin itu untuk mengetahui sosok Aletha?


Aletha meraih serpihan dari cangkir teh yang pecah, lalu meletakannya diatas meja. Ada begitu banyak kecemasan dalam benaknya, tapi apa yang harus Aletha katakan terlebih dahulu untuk menjelaskannya.


"Aletha..."


"Yang Mulia sudah tahu mengenai saya?"


"Aku tahu.."


"Seberapa banyak? Apakah anda tahu siapa gelar nama Dewi ku?"


"Aku memang tahu kau berasal dari Imorrtal, tapi mengenai sosokmu dan siapa nama Dewi mu. Aku masih belum tahu.."


Aletha menghela nafas lega, untunglah saat dia masih aman "Syukurlah."


"Ada apa denganmu, Aletha?"


"Tidak ada, Yang Mulia."


Karena saat ini dia hampir ketawan, lebih baik Aletha membuat kesepakatan dengan Ratu. Agar keberadaannya tetap dirahasiakan.


"Saya akan memberi tahu semua, tapi tidak bisa begitu detail. Saya memang bagian dari Imorrtal dan juga saya seorang Dewi berdarah bangsawan. Dan untuk siapa diriku, mohon ampun Ratu saya tidak bisa mengatakannya. Dengan anda mengetahui asal tinggal saya itu sudah cukup."


"Apa yang membuatmu meninggalkan Imorrtal?"


Itu terlalu jauh, rasa ingin tahu Lezzy begitu menyulitkan Aletha. Aletha tetap tidak bisa mengatakannya kepada siapa pun, hanya orang terpaca Dewi Selini Thea dan dirinya saja yang boleh tahu.


"Saya tidak bisa menceritakannya, ada beberapa kesepakatan yang tidak boleh orang luar ketahui kecuali orang terdekat Dewi Selini Thea."


"Selini Thea?"


Mungkin ini juga bagian dari rencananya untuk mengirimkan Aletha sebagai bagian hidup Welliam.


Mungkin Ibunya ingin Lezzy memahami seseorang yang sudah lama tertelan oleh kegelapan hatinya, sehingga Aletha enggan untuk meraih setitik cahaya di langit malam.


"Kau tidak perlu takut, Aletha."


"Saya tidak bisa, anda tidak ada kaitannya dengan ini. Dunia Imorrtal juga adalah hal yang begitu jauh utnuk anda pahami."


Lezzy tersenyum "Baiklah, bagaimana jika kita mulai dari perkenal diri lagi? Kalau tidak salah aku belum memberi tahu namaku, apa kau sudah tahu?"


Aletha menggelengkan kepala dengan pelan. Ini aneh kenapa sekarang malah pembahasan perkenlan, apa Lezzy tidak paham dengan apa yang Aletha katakan.


Lezzy bangkit dari duduknya lalu berjalan dan duduk disebelah Aletha, dia mengelus lembut wajah cemas Aletha mencoba memberikan ketenangan untuknya.


"Izinkan aku memperkenalkan diri, Aletha. Namaku, Pricilia Lezzy Crownsiamoer."


"Crownsiamoer?!" Seketika Aletha bangun dari duduknya, ini jauh lebih mengejutkan dari pengakuan sebelumnya.


"Aku putri dari Dewi Seleni Thea, meski aku bukanlah seorang Dewi yang sempurna. Tapi aku memiliki Gelar, dengan sebutan Dewi Alice."


Sungguh? Ini mengejutkan. Dewi Selini Thea adalah Ibu dari Ratu Alicia? Tunggu, kalau tidak salah semua petunjuk datang secara silih berganti saat Aletha memasuki dunia Darkness World.


Nama Alicia yang di peruntukan dari bahasa latin Alice, yang berarti Bijaksana. Nama depan dan belakang Ratu membuat Aletha berusaha keras mengingat hal mengganjal pada sesuatu.


Crownsiamoer adalah marga dari bangsawan Maharani di Imorrtal. Hanya keturunan Dewi Bulan lah yang bisa menyandang nama itu, karena arti nama itu juga berarti Mahkota Ratu Penguasa.


Lalu Pricilia, bukankah itu nama tokoh utama perempuan di buku sang Ratu. Jadi nama Dewi Bulan, Dewa Malapetaka, Vasilissa itu sungguhan? Tidak, itu bukan sekedar kisah dongeng saja, tapi Itu dari kisah nyata yang diangkat dari kehidupan seseorang.


Dan dia adalah Ratu Alicia Of Wisdom, sang Ratu yang memiliki gelar Aliki Vasilissa.


Mungkinkah ini ada kaitannya dengan pedang hitam itu, yang seharusnya berada di Imorrtal tapi malah tersimpan di Darkness World, terlebih benda itu pernah digunakan oleh Katastrofi.


Jadi itulah yang membuat Aletha merasa deja vu dengan wajahnya yang begitu mirip dengan Dewi Bulan.


Oh tidak, apa yang telah terjadi selama aku meninggalkan Imorrtal? Tapi kenapa aku juga tidak tahu, kalau Dewi Selini Thea telah memiliki seorang Putri.


"Jadi kau sudah membacanya. Seperti yang kau duga, Pricilia itu adalah aku dan semua kisah di buku itu adalah hidupku."


Jadi ini yang membuat Welliam ingin Aletha membaca buku itu, agar Aletha bisa memahami tiap permasalahan yang mungkin berkaitan dengan masa lalunya.


Alasan Ratu menulis cerita itu, agar dia bisa memberikan gambaran dari pertikaian yang masih belum sempurna di Darkness World.


"Jadi Aletha, bisakah kau mempercayaiku?"


Aletha menghela nafas "Namaku Aletha Wisteria, aku lahir sebagai salah satu Dewi tertinggi di Imorrtal. Meski begitu kedudukanku masih dibawah Dewi Vasilissa Selini, aku yang mengabdi sebagai tangan kanan Dewi Selini Thea selalu setia berada dipihaknya. Berdarah bangsawan murni dengan claster tingkat III dan menjadi panutan di seluruh penjuru Imorrtal.."


"Lalu apa yang membuatmu berada disini?"


"Mengenai itu, saya sungguh minta maaf Yang Mulia."


Melihat wajah Aletha yang kian semakin pucat, membuat Lezzy berhenti untuk tahu lebih dalam mungkin ada sesuatu yang masih belum bisa Aletha katakan.


Baiklah, Lezzy akan memberinya waktu hingga Aletha siap untuk mengatakannya sendiri. "Baiklah, kita ubah topik pembicaraannya."


Aletha kembali duduk disebelah Lezzy. "Aku ingin tahu seperti apa dunia Imorrtal, boleh aku tahu?"


"Dunia Imorrtal dan Darkness World, memiliki banyak sekali perbedaan. Jika disini maklukh Roh malam bisa hidup dalam satu lingkup yang sama di sana hanya para Dewa yang boleh tinggal di Imorrtal. Meski begitu mereka di bagi menjadi dua, bangsawan tingkat atas dan bangsawan tingkat rendah. Untuk Dewa atau Dewi keturunan pemimpin akan mendapatkan gelar Dewi Maharani dan Dewa Maharaja. Tapi kedua Gelar pemimpin itu hanya ada satu yang bisa memimpin sebagai penguasa sedangkan yang satunya akan menjadi bayangan, namun Dewa yang menyandang gelar Maharaja tidak mau menduduki tahta alasannya masih belum diketahui, sehingga sang Maharani lah yang duduk di kursi penguasa. Beliau adalah Dewi Selini Thea yang ternyata memiliki darah Vasilissa, penguasa diatas segala kekuasaan."


"Sepertinya disana cukup damai."


"Tidak, sistem hukum disana jauh lebih buruk dari pada disini. Para Dewa yang mengatur segala peraturan begitu sangat kejam Yang Mulia, para Tetua membuat aturan sistem alam sangat kacau sehingga banyak perselisihan dan rasa keegoisan karena mereka merasa bahwa mereka adalah sang pencipta. Padahal kita hanya makhluk biasa dimata sang pencipta. Jujur saja aku cukup terkejut dengan sistem kepemimpinan Lord, padahal ada banyak kaum yang berbeda-beda tapi bagaimana bisa mereka hidup rukun. Sedangkan kami yang hanya satu makhkuk masih saling berdebat karena masalah kedudukan kekuatan."


"Tapi Ibuku pasti bisa membuatnya menjadi damai, bukan?"


"Dewi Selini Thea adalah wanita yang anggun dan kuat beliau memimpin yang cerdik, berkatnya rasa egois dalam diri para Dewa bisa sedikit diatasi. Tapi tetap saja masih sangat sulit untuk mengendalikan para kaum yang merasa dirinya hebat. Jadi masih banyak yang belum sempurna, hal itu juga yang memicu para bangsa Imorrtal begitu memandang benci kaum Darkness World terutama untuk keluarga Lorddarks yang bisa menjadi ancaman. Mereka kira dunia kegelapan bisa saja melakukan perlawan hanya untuk merebut kursi paling tinggi, tapi saya percaya hal itu tidak akan terjadi selama Lord bisa memimpin dengan sangat bijaksana. Itu sebabnya Dewi Selini Thea menurunkan Luna dan Alexa sebagai To fos tou Fengariou dan To iliako Fos, yang akan menuntun penguasa di Darkness World."


"Jadi begitu, entah mengapa aku jadi mengerti dengan ini semua.."


"Sebenarnya ada tiga Dewa dan Dewi yang menitipkan 3 Crystal yang menjadi penjaga Darkness World, benda yang hanya boleh di pegang oleh penguasa tertinggi. Tapi hal itu masih dilakukan secara diam-diam karena ketiga Dewa itu takut membuat Tetua marah dan berniat menyerang dunia ini, beberapa daerah disini juga ada yang dianugrahkan kekuatan oleh para Dewa. Seperti Wilayah Merrmaid, Fairy, dan Warewolf. Tapi itu terjadi sebelum ada Lord yang memimpin disini, sehingga itu hanya dianggap sebagai kisah mitos."


"Aletha.., kau begitu memahami arti kedamaian dan juga tentang memimpin dengan sangat bijak, mungkin ini yang mengikat kalian berdua sebagai pasangan Mate. Bahwa takdir ingin kalian menyempurnakan dunia yang masih belum sempurna.."


"Aku tidak tahu apakah ini bisa dikatakan takdir, karena menurutku mungkin saja takdir justru malah tidak ingin kami bersama."


"Apanya yang tidak mungkin? Dengar Aletha, kau hanya masih terjebak dalam kedilemaan pada hatimu. Ini hal yang baik untuk kalian, lalu apakah Welliam sudah tahu mengenai dirimu?"


"Sejak awal Welliam sudah menyadari keganjalan dari diriku, karena itu dia selalu berfikir aku bukan seorang Manusia. Tapi, hingga saat ini dia masih belum tahu mengenai jati diriku, Ratu."


"Kalau begitu kenapa tidak kau kasih tahu? Atau mau aku saja yang beri tahu, ini tidak boleh di tunda setidaknya biarkan Welliam mengetahui sosokmu."


"Apa? Tunggu, Yang Mulia--"


"Ayo kita kembali dan bertemu dengan Welliam."


Lezzy berdiri dan segera berjalan menuju arah jalan keluar. Tidak! Aletha harus menghentikannya, Lezzy tidak boleh memberitahukan ini kepada Welliam.


"Yang Mulia anda tidak boleh memberi tahukan hal ini, ada bebe--"


"Kenapa? Kau masih ragu, tenanglah tidak akan terjadi apa-apa aku yakin Welliam bisa menerimamu apa adanya."


"Bukan begitu, masalahnya masih ada hal yang--Yang Mulia!"


Lezzy tidak mendengarkan ucapan Aletha dan kembali berjalan.


Bagaimana ini, apa yang harus Aletha lakukan untuk menghentikan Lezzy. Aletha juga ingin memberitahukan siapa dia sebenarnya, tapi masih banyak hal yang harus Aletha selesaikan dulu.


Lezzy menggerakan jemarinya lalu terbuak semacam portal dimensi, oh tidak Lezzy semakin berjalan mendekati portal itu. Haruskah Aletha mengatakan itu agar sang Ratu berhenti dan mau mendengarkan penjelasannya?


Dia semakim dekat, argh! Sudah tidak ada waktu lagi. Aletha harus mengatakannya sekarang juga!


"Dewi Alice, jangan beritahu siapa pun mengenai ini. Jika mereka tahu lalu jati diriku terungkap maka..maka.., aku akan mati."


Tap!


Lezzy berhenti melangkah, perlahan Lezzy membalikan tubuhnya lalu menatap Aletha dengan sangat terkejut.


"Aletha..."


"Dewa Alam akan mengeksekusi mati diriku, Yang Mulia.."


--.o🍁o.--