The Queen of Different World

The Queen of Different World
Coronation ; The Enemy King Has Returned



"Dan, pada hari ini, saya Briant Ston Ware. Sebagai Tetua Darkness World, menyampaikan dan menyatakan setegas mungkin kepada seluruh rakyat Kerajaan Lucifer. Berlututlah! Berikan salam hormat kalian kepada, Yang Mulia Lord, Welliam Coenelis Lorddarks!!"


" DEG! "


Mereka semua diam membisu, pernyataan Tetua Briant begitu mengejutkan jiwa dan raga. selama 400 tahun, mereka tidak menyadari bahwa kursi kekuasaan itu telah beralih ketangan sang Pangeran Demon.


Harusnya mereka para kaum bangsawaan sadar. Apa yang membuat Welliam begitu dibanggakan oleh Lord Fedrick. Ia sering turun tangan langsung dalam menangani urusan wilayah.


Menghabisi para bangsawan yang selalu bersikap berdusta di belakang Lord Fedrick, lebih parahnya mereka sering berbicara buruk mengenai sosoknya.


Tanpa sadar sikap angkuh mereka, menyeret paksa, mereka yang hanya menjadi penjilat tahta kehabisan kata-kata. Mungkinkah ini juga alasannya, kenapa seluruh keluarga Duke Efran di bantai habis oleh Welliam.


Pasti karena dia bersikap tidak sopan terhadapnya, dan juga bila mereka masih berfikir Lord Fedrick yang memimpin.


Itu bisa mempermudahnya dalam membaca status para bangsawan yang setia dan tidak setia, tanpa menunjukan mahkota yang sebenarnya.


Jadi begitu caranya dia, membongkar status Duke Efran sebagai bagian dari Carlitos! Kenapa juga mereka tidak sadar, bahwa sejak dia memasuki aula ini.


Welliam telah mengenakan mahkota penguasa, menandakan secara tidak langsung bahwa dia adalah Lordnya.


Sungguh sikap pemimpin yang sangat mengerikan!


Di dalam benak mereka, lebih baik mengambil jalan aman dari pada memberontak. Lagipula, cepat atau lambat, Welliam pasti akan menjadi penguasa. Sekarang, mereka hanya perlu membersihkan citra mereka dihadapan sang Lord.


Secara serentak seluruh bangsawan bertekuk lutut memberi hormat, dengan menatap Welliam yang dududk di kursi tertinggi, sebagai penguasa yang sebenarnya.


"Kami, memberi hormat kepada penguasa agung Darkness World. Paduka Lord, Welliam Cornelis Lorddark's!"


Tepat saat seluruh rakyat mengakui dirinya sebagai penguasa, mata Welliam berubah secara permanen. Menunjukan ciri khas mata Demon yang menjadi darah keturunan Lord.


Fedrick yang sejak tadi menyaksikan hal menarik dari acara pernikahan Putranya, begitu bangga kepada Welliam. Karena bisa membuatnya melihat para bangsawan arrogant itu, terlihat bodoh dengan pengakuan tak terbantahkan ini.


Sepertinya, Fedrick tidak jadi menyesal karena telah direpotkan Putranya dalam menggantikan posisinya, untuk menghadiri rapat para bangsawan yang cukup melelahkan setiap hari.


Briant yang mendapat isyarat dari Welliam, mempersilahkan para tamu undangan untuk kembali berdiri. Lalu dia pun undur diri dari posisinya di podium.


Namun sepertinya, diantara para bangsawan ada yang kurang puas dengan acara pernikahan ini. Seorang pemimpin dari keluarga Viscount Quandift menghadap Welliam.


"Salam Paduka Lord, saya Viscount Derry Hock Quandift, bangsa Vampire. Memohon izin untuk bertanya."


Ucapan dari Viscount Quandift menarik perhatian tamu undangan. Sedangkan Welliam tersenyum menang, sepertinya musuh yang bersembunyi diantara duta bangsawan Lucifer, mulai unjuk taring.


"Katakan." Ucap Welliam.


"Saya lihat, Permaisuri Aletha meninggalkan Altar Suci. Tidak kah seharusnya ada penobatan Queen untuknya?"


Umpan telah dipasang, kini waktunya Welliam dan Fedrick menangkap buruan besar. Fedrick turun dari kursinya, ia mengambil alih bicara menggantikan Putranya mengenai penobatan Aletha.


"Penobatan Queen tetap diadakan. Hanya saja kalian tidak akan melihatnya. Demi kebaikannya, aku tidak bisa memperkenalkan menantuku secara langsung kepada kalian."


Seluruh tamu undangan mulai berbisik ria mengenai hal ini, untuk pertama kalinya penobatan Ratu dilakukan secara tak langsung. Ini bisa menimbulkan pendapat buruk untuk Ratu baru mereka.


Viscount Quandift melirik rekannya, sebelum Duke Efran menghadap Welliam. Mereka mengadakan perkumpulan rahasia bahwa Great Lady ingin menjatuhkan harga diri sang Pangeran Demon. Dan mereka sepakat, untuk tetap bersekutu dengan Carlitos.


"Kami tidak bisa menerima ini, bagaimana bisa penobatan Queen dilakulan secara tak langsung?!"


"Selama generasi Queen, hal ini sudah menjadi adat istiadat leluhur, untuk melakukan pengangkatan Queen dihadapan seluruh rakyat."


"Memangnya apa yang terjadi kepada Permaisuri? Apakah beliau sedang sakit?"


"Yang Mulia, anda mencoreng nama baik leluhur Lorddark_s. Rakyat berhak melihat sosok Ratu yang akan memimpin kami."


"Apa karena Permaisuri berasal dari kaum Manusia, jadi beliau memiliki fisik lemah?"


Satu demi satu anggota Carlitos yang bersembunyi di kalangam bangsawan, akhirnya menunjukan diri.


Selama ini mereka berpura-pura patuh di fraksin Lorddark's, permainan acting mereka hampir sempurna karena terus membaur tanpa dikenali.


Tapi sepintar-pintarnya mereka menyembunyikan bangkai, baunya akan tetap tercium. Satu hal yang Welliam sadari, tindakan mereka terlalu gegabah karena tidak berfikir sebelum bertindak.


Welliam sudah membaca semua data para Tetua terdahulu dan juga kalangan bangsawan yang tergabung dalam Carlitos.


Belum lagi, dia sempat menggeledah kediaman Duke Efran, sehingga daftar menyeluruh anggota musuh ada ditangannya.


Tinggal menunggu pengabsenan, untuk memenggal kepala mereka!!


Cacian dan ungkapan dari mulut mereka, membuat Welliam serta Fedrick hanya melirik bosan. Sudah bodoh tapi nekad untuk minta dibunuh.


Inilah rencana Welliam, selain demi keamanan Aletha ia juga ingin memancing keluar para bangsawan yang hidup seperti bunglon.


Bila penobatan Ratu dilakukan secara tak langsung, hal itu bisa memberikan celah bagi para fraksin musuh untuk mencoba menjatuhkan Welliam.


Tapi ia tak menyangka, mereka semua adalah bangsawan ternama yang selalu berwajah polos dihadapan para Lord dari tahun ke tahu.


Mulai dari Viscount Quandift, bangsa Vampir. Marquis Vernon, bangsa Witch. Grand Duke Rangcle, bangsa Mirach. Earl Howbour, bangsa Warewolf. Hingga Baron Sercount, bagsa Elf. Ikut tergabung dalam anggota Carlitos.


Tapi yang namanya telah menggila, tidak akan pernah bisa membaca situasi. Sehingga Welliam mau pun Fedrick dapat membaca gerakan mereka, dan kini pada masa era Welliam memimpin.


Mari kita habisi semua para bangsawan yang berkhianat, selunjutnya target Welliam adalah pemimpin Carlitos!


"Apa sebegitu lemahnya Permaisuri, sehingga ia tidak dapat menunjukan dirinya secara jelas dihadapan kami? Darkness World tidak membutuhkan pemimpin Ratu yang lemah, Paduka."


"Jika benar Beliau selemah itu, berarti gelar Ratu penguasa tidak layak untuk ia sandang!!"


Orasi tuduhan dari sekimpulan bangsawan yang mencoba menjatuhkan Aletha sebagai pendamping Welliam, menimbulkan suasana semakin ricuh.


Para tamu undangan bergosip hingga desas-desus mereka begitu mengganggu ditelinga Welliam.


Sebaiknya kali ini Fedrick tidak ikut campur, ia ingin lihat bagaimana Welliam mengatasi sekumpulan bangsawan bodoh itu.


Seperti merasakan dejavu, dulu pun para Tetua terdahulu menolak keras Lezzy sebagai Ratu. Kini giliran kurcaci bangsawan yang mencela menantunya.


Sepertinya gerbang kematian menunggu jasad mereka, Fedrick pun kembali duduk dikursinya tadi. Sedangkan welliam menatap tajam kearah bangsawan yang terus membual.


"Sudah selesai?"


Mereka terlihat gusar, mendengar ucapan Welliam yang membawa tekanan kuat bagi para rakyatnya.


"Kenapa kalian begitu bersemangat untuk minta dibunuh?"


Seluruh tamu undangan merasakan aura penguasa yang sangat kuat, membuat mereka kembali menundukan kepala.


Dapat dihitung bangsawan yang terus berbicara omong kosong, berjumlah sedikitnya 18 bangsawan ternama dari berbagai Wilayah ras bangsa. Sisanya?


Tentu saja telah Welliam habisi diruang bawah tanah. Ia tidak bisa membunuh mereka di Castle Violence, karena saat ini Castle Violence penuh dengan kenangannya bersama Aletha. Akan sangat sayang bila di nodai darah mereka!


"Ratuku tak selemah yang kalian bayangkan. Bahkan, Tetua Briant mampu dia buat bertekuk lutut dalam sekali tarian pedangnya. Jika kalian bilang dia tak layak untuk bersanding denganku? Maka jawabannya dia sangat layak! Jauh lebih layak dari para Putri bangsawan kalian."


Keadaan kembali hening bahkan membawa hawa ketakutan yang begitu kuat.


"Dari pada membahas layak atau tidaknya Aletha sebagai Ratuku. Kenapa tidak membahas, layak atau tidaknya kalian hidup di duniaku. Bagaimana keadaan pasukan Carlitos saat ini Viscount Quandift?"


Satu pertannyaan yang cukup menyekat suara mereka. Kali ini mereka begitu bodoh, karena terpancing dengan jebakan yang telah dibuat oleh Lord Welliam.


Bisa-bisanya mereka dengan lantang, menyeruakan keangkuhan mereka dihadapan seorang Lord.


"Ya-yang mu---"


"Beraninya kalian bersandiwara dengan sangat sombong dihadapanku!! Mencoba bersikap patuh tapi nyatanya pengkhianat! Tak puaskah kalian dengan kebebasan yang Lorddark's berikan? Kubiarkan kalian memiliki wilayah ditanah pertiwiku, dengan mendirikan pemimpin kalian sendiri. Kekuasaan, kekayaan, kedamaian, kebebasan. Telah aku berikan, tapi kalian masih saja tamak! Apa kalian sudah lupa siapa penguasa yang sebenarnya di Darkness World ini?!"


Seluruh para bangsawan diam, mereka mengakui bahwa bangsa Demon adalah yang terkuat. Bahkan, kekuasaan mereka adalah sesuatu hal yang tak terbantahkan.


Kehidupan mereka jauh lebih baik ketika bangsa Demon yang memimpin, terutama saat era Fedrick dan Welliam yang memimpin. Sungguh bodoh para bangsawan yang mencoba memberontak, kepada kekaisaran Lorddark's.


"Jika kalian sudah mengerti, diam dan jangan banyak tanya. Dan untuk kalian!!" Welliam menatap dingin kearah bangsawan yang sejak tadi membuat kegaduhan.


"Sudah cukup permainan kalian. Semua yang bersekutu dengan Carlitos, harus di hukum mati! Tangkap semua yang berkaitan dengan mereka, aku mencabut gelar bangsawan kalian dan mulai hari ini mereka adalah pengkhianat Lucifer Kingdom!!"


Para Asassin muncul dan membekukan pergerakan para bangsawan yang menjadi target Welliam. Dengan tatapan penuh ketakutan, ke-18 bangsawan tadi mencoba meronta hingga meminta pengampunan kepada Lord Welliam.


Tapi itu sia-sia, Welliam paling benci makhluk sombong seperti mereka hidup di dunianya. Segera para Asassin itu membawa mereka keruang bawah tanah untuk di introgasi.


Tidak lama setelah keadaan gaduh tadi, Queen Alicia dan Putri Lucy kembali memasuki aula singgasana. Lezzy mengangguk kecil kearah Welliam, menandakan penobatan telah selesai.


Welliam berdiri dari kursi kekuasaannya, dia mengambil segelas Wine yang telah tercampur oleh darah, lalu kembali menatap seluruh rakyatnya.


“Aku, Welliam Cornelis Lorddark’s. Raja diatas segala Raja, penguasa tertinggi dunia Darkness World. Memberitahukan kepada kalian sebagai Rakyatku, bahwa Permaisuri Aletha telah menggantikan Queen Alicia Of Wisdom, Ibunda suri. Sebagai Ratu Penguasa, dengan gelarnya, Queen Althenia Of Justice. Yang berarti Ratu yang menjunjung keadilan, Queen Althenia akan menjadi Ratu penguasa yang baru untuk kalian dan juga Darkness World!"


Semua menunduk hormat, "Kami memberi hormat kepada, Yang Mulia Queen Althenia. Berkahila kami dengan keadilanmu yang agung, wahai Rembulan Darkness World."


"Ku ucapkan terimakasih, atas kehadiran kalian di hari besarku, nikmatilah perjamuannya."


"Terima kasih, atas kerendahan hati anda Paduka Lord."


Ajaibnya semua para tamu undangan kembali membaur dan beraktivitas semestinya, seolah kegaduhan tadi bukanlah sebuah masalah besar yang dapat menghambat acara pernikahan ini.


Welliam turun dari singgasananya menuju kedua orang tuanya. "Acara ini kuserahkan kepada Ayah." Lalu beranjak pergi.


"Bukankah ini pestanya? Kenapa aku masih harus mengurusnya?"


"Biarkan saja Fedrick, ini yang terakhir kalinya. Mau sampai kapan kau terus merajuk, hm? Sebaiknya kita sambut para tamu."


Lezzy dan Fedrick turun kelantai dasar menyambut dan berbaur para tamu undangan dari berbagai bangsawan.


Lucy tersenyum, untunglah acara Pernikahan Kakaknya kembali menjadi normal. Lucy mengalihkan perhatiannya kearah sekumpulan tamu undangan, mencoba mencari sosok yang telah lama ia rindukan.


Namun sepertinya harapannya sirna. "Bahkan, kau juga tidak menghadiri acara ini, Harlie.."


.


.


Di sudut lantai dua aula singgasana, seorang wanita jelita berpakian glamor berwarna hitam dan sedikit terbuka, dengan beberapa perhiasan emas yang menjadi pengindah gaunnya. Menatap penuh puas.


Rasa ingin tahunya telah terbayar. Tak perlu ditunjukan, tak perlu ditutupkan. Karena hanya dengan melihat saja, dia tahu bahwa pengantin wanita yang saat ini telah menyandang gelar Queen Althenia, adalah sosok yang selama ini menjadi obsesi terbesarnya dalam menjalankan rencana utamanya.


Wajah jelitanya tertutup cadar hitam bertransparan, dengan beberapa hiasan permata. Menambah karisma kecantikannya sebagai seorang Dewi.



"Ini sungguh menarik. Selama 98 abad kau menghilang, menutup dalam nama Dewi mu. Mencoba membuat berita bahwa kau telah mati, tapi ternyata selalu bersembunyi. Kau sungguh mengejutkanku Aletha."


Great Lady hadir keacara besar musuhnya, semua ini berkat Raja ikan itu. Dia tidak ingin hadir, tapi ini bisa menjadi kesempatan emas untuk memasuki sarang lawan tanpa dicurigai.


Belum ada yang tahu wujud aslinya, dengan berpura-pura sebagai senat kaum Merrmaid yang menggantikan kehadiran Raja. dan juga menghilangkan hawa keberadaannya, adalah penyamaran paling sempurna.


Meski begitu Great Lady tidak bisa melangkah lebih jauh, atau pun sekedar mengeluarkan sihirnya. Itu akan membuat pihak musuh membaca keberadaannya.


Tak masalah, kita gunakan waktu lain untuk membunuh mereka dari dekat.


Great Lady pergi meninggalkan Kerajaan Lucifer, dalam sekali langkah dia berpindah tempat ke hutan yang melindungi benteng tua, sebagai markas Carlitos.


Karena selama Great Lady ada disana, tak mungkin Hugo si kupu-kupu hijau menemaninya, jadi dia baru bisa hadir saat Great Lady meninggalkan Kerajaan.


"Bagaimana dengan dia?"


"Itu sungguh Aletha, dia masih hidup."


"Lalu bagaimana rencanamu?"


"Tentu saja berlanjut!"


"Bukankah dia yang paling merepotkan?"


"Bagaimana, jika kita sebarkan berita di Imorrtal bahwa Aletha masih hidup. Aku ingin tahu, apa reaksi Dewi Bulan bila dia mendengar kabar bahwa Tetua Agung akan segera menghukumnya! Bukankah ini seru?"


"Kau ingin membunuhnya tanpa menodai tanganmu?"


"Tentu saja, aku tidak boleh terlalu muncul di depan layar. Dalam sebuah drama, bukan para akthor yang paling berkuasa diatas panggung. Tapi dia yang menjadi dalang pengatur teks ceritanya."


"Sungguh licik."


"Apa kau sudah bisa mencari keberadaan, pedang itu?"


"Tidak, kita harus menggunakan cara lain. Untuk bisa mendapatkannya, kita perlu memasukinya secara terang-terangan tapi tidak diketahui!"


"Secara terang-tetangan, itu sangat berbahaya. Tapi aku punya rencana lain! Sebelum itu. Hugo, jangan biarkan para bangsawan bodoh itu membuka mulutnya mengenai rencanaku. Mereka sungguh lemah, seperti itu saja mudah terjebak kedalam tangan Putra Demon itu!!"


"Jangan khawatir, aku telah menanamkan benih sihir kupu-kupu pembunuh. Jika mereka mencoba mengatakannya, mereka akan mati karena dimakan habis oleh saudara kupu-kupuku."


"Hanya orang mati, yang paling setia di dunia ini. Lalu, apa ada perkembangan selama aku pergi?"


"Sekarang kita sudah harus mulai bergerak. Karena dia telah kembali."


Great Lady berhenti. Senyum penuh kelicikan tercetak sempurnah di bibir ranumnya, dia begitu sangat senang mendengar berita baik ini.


Tak mau menunggu lama, dengan cepat Great Lady pergi menemui salah satu pion terbaiknya dalam permainan bidik catur.


Pintu utama yang menunjukan sebuah ruangan reset rahasianya, perlahan terbuka menampilkan ruangan remang cahaya dan beberapa alat sihir yang terpasang rumit disetiap sudut benteng.


Great Lady melihat sinis kepada Pria yang sepertinya baru saja keluar dari tabung sihirnya, berdiri sembari menatap tak jauh darinya.


Harlie dan Karlos datang dengan tergesah-gesah, ia menatap tidak percaya dengan apa yang dia lihat dihadapannya. Kebahagiaan memenuhi raga Harlie saat melihat, dia yang paling di agungi telah kembali dari tidur panjangnya.


Harlie memberikan hormat kebanggaannya kepada pria itu. "Selamat datang kembali, Tuanku."


Sosok yang dipanggil Tuan oleh Harlie, melangkah maju kearah Great Lady. Beberapa luka bekas pertarungannya dulu, masih terlukis permanen.


Great Lady mampu mengembalian fisiknya meski tidak secara sempurna, mengingat sebagian sihirnya masih tersegel oleh Dewi Bulan.


Pria itu bertekuk lutut dihadapan Great Lady, banyak hutang yang harus dia bayar kepada wanita itu.


Setelah pengasingannya, hanya wanita itu yang menjadi panutan hidup untuk bertahan di lembah keputusasaan ini.


Belum lagi wanita itu membantunya dalam menjalankan balas dendamnya kepada sang Vasilissa Bulan. Tapi bagi Great Lady, dia adalah pion Ratu terpenting untuk rencananya.


Dan lihatlah, siapa yang memanfaatkan siapa!


"Setelah sekian lama atas bantuanmu, kepadaku. Aku menjunjung tinggi anda, Dewiku Theá tis Timorías."


Great Lady tersenyum puas, saat dia yang menjadi kelinci percobaannya memanggil gelar Dewi agungnya.


Yang tidak pernah dipandang baik, di Imorrtal, karena harus terhalau nama Aletha yang begitu bersinar di hadapannya.


"Kau bangun di waktu yang tepat, Zetrix Katastrofi."


"Aku, O theo this Katastrofi. Telah kembali!"


--.o🍁o.--