The Queen of Different World

The Queen of Different World
Instructions; Lorddark's Zone Area III



Fedrick mengangkat pedang itu dan bersiap menikam jantung Aletha, lalu dengan cepat Fedrick menggerakkan pedangnya dengan sangat cepat kebawah.


Aletha memejamkan matanya menunggu sisa waktu hidupnya.


Welliam.....


Tcring!


Wush.....


Hening.


Dalam 10 detik Aletha tidak bisa merasakan apa pun, bahkan susana sangat terasa sunyi. Dia tidak bisa mendengar apa pun, meski itu hanya hembusan angin dan gesekan dari ranting pohon yang saling bergerak.


Aletha membuka matanya perlahan dan alangkah terkejutnya, saat melihat hanya tinggal 2 centi lagi, pedang itu akan menembus jantungnya. Tapi sang Lord menghentikan aksinya, bukan.. bukan dia yang berhenti melainkan waktu.


Aletha melihat keseluruh lingkungannya, bukannya hanya Fedrick yang diam seperti patung, bahkan beberapa daun yang jatuh dari rantingnya ikut berhenti, seolah sedang melayang di tengah udara.


Apa yang sebenarnya terjadi, Aletha tidak memiliki Manna yang banyak untuk bisa menggunakan sihir penghenti waktu.


Tring...


Tring...


Suara itu hadir lagi, suara lonceng yang sama persis seperti suara lonceng yang ada di pita merahnya. Aletha melihat ke kanan, Rusa putih yang bercahaya terang kembali memperlihatkan wujudnya lagi. Mungkinkah Rusa itu yang telah menghentikan waktu?


Rusa itu berjalan menuju ketempat Aletha, setiap langkah Rusa itu tumbuh Jamur cranoss yang bisa bercahaya diwaktu malam. Seolah jamur itu ingin menerangi jalan di tengah hutan pengap dan gelap.


Jemari Aletha bergetar kecil, ia rindu dia benar-benar rindu dengan pemilik dari Rusa ini. Angin bertiup lembut, beberapa kelopak bunga Wisteria kembali hadir, ribuan kelopak bunga itu menyelimuti Aletha.


Rusa itu melihat lembut kearah Aletha, saat Aletha ingin menyentuh Rusa itu..


Boom


Kretak!


Fedrick berhasil menghunuskan pedangnya hingga menembus kedasar tanah.


Tapi Fedrick tidak melihat sosok berjubah hitam itu dihadapannya, tidak ada siapa-siapa di hutan ini kecuali dia seorang. Fedrick terlalu kuat menekan pedang itu hingga membuat beberapa retakan besar pada dasar tanah.


"Kemana perginya dia?!"


Fedrick menggeram kesal menyadari target musuhnya telah hilang, padahal menurut prediksi dari segi kecepatan harusnya dia tidak bisa mengelaknya.


"Lord mohon anda tenangkan diri anda dulu, sosok itu bukan lah musuh kita. Dia bukan bagian dari Carlitos."


"Alexa? Bagaimana bisa kau begitu yakin, padahal kau sendiri belum pernah melihatnya."


"Lord, dia bukan musuh tapi dia yang akan mengakhiri semua kekacauan ini bersama Yang Mulia Welliam."


"Aku tidak akan mempercayainya lagi. Bagaimana jika sosok yang kau anggap teman malah menjadi lawan. Bisa saja, dia seperti Elinna yang menyamar sebagai Adik Styvn tapi padahal dia mata-mata sekaligus tangan kanan Katastrofi. Apa kau ingin kejadian dulu terulang lagi Alexa!!"


"Mohon ampun Lord, tapi anda harus mempercayai dengan apa yang saya katakan. Jika anda bertindak gegabah, bisa saja ini semua malah menguntungkan bagi lawan."


"Kalau dia bukan pemimpin Carlitos lalu siapa dia?!"


"Hamba tidak bisa mengatakannya. Walau begitu, dia lah yang harus kita lindungi. Lebih baik anda tenangkan diri dulu, saat ini kita aman karena pedang itu masih bersama kita bahkan bentuknya pun telah sempurna."


"Baiklah, untuk kali ini akan kulepaskan dia. Tapi jika aku bertemu dengannya lagi biar aku sendiri yang menilainya!"


Fedrick pergi meninggalkan hutan Lorddark's Zone. Tak ada yang tahu apa yang terjadi dan siapa pelaku yang telah mengguncangkan tanah Lorddark's Zone. Hanya hutan belantara yang menjadi saksi bisu diantara pertarungan singkat itu.


.


.


.


Di sisi lain, Aletha duduk diatas kasurnya. Beberapa kelopak bunga Wisteria masih sedikit berhamburan dilantai, ia baru saja dipindahkan secara paksa oleh Rusa putih itu dengan sihir perpindahan tempat.


Rasanya dadanya terasa perih, bukan karena serangan sang Lord. Tapi itu adalah perasaan rindu setelah melihat Rusa putih itu. Pertemuan antara disengaja atau memang sudah menjadi jalannya takdir.


Kilas ingatan di masa lalu kembali memenuhi otak Aletha. Ia tidak mengerti, semua semakin membingungakan seolah semua perinstiwa yang terjadi di Darkness World berkaitan dengannya.


Tapi apa? Selama ini dia selalu bersembunyi sebagai manusia, untuk menutupi dosa dimasa lampau. Aletha meraih buku itu, jadi kisah dibuku ini benar-benar diambil dari kisah nyata?


Jika Dewa Pembawa Bencana adalah Katastrofi dan pedang yang dimaksud adalah pedang yang ia lihat di hutan itu. Terlebih untuj nama Dewi Bulan adalah sosok yang sama dengan Dewi Agung, lalu siapakah Vasilissa yang dimaksud di kisah ini?


Aletha mengusap judul buku ini. Ia masih kepikiran dengan Rusa putih di hutan tadi, bukankah itu lambang Soul Of Life milik seorang Dewi Selini Thea?


Apa mungkin beliau sudah mengetahui kehadiran Aletha di dunia Darkness World, meski tanpa ketidak sengajaan.


"Hingga detik ini, apa yang ingin kau tunjukan kepadaku, Dewi..."


Aletha melihat bulan dilangit malam berangin kencang, seolah tengah berbicara dengan sosok Dewi Bulan.


--.o☘o.--


*Lucifer Kingdom.


Lezzy masih setia berada di balkon, ia menatap bulan seolah melihat cerminan darinya. Vasilissa itulah sebutannya sebagai Makhluk setengah Dewi, tapi Lezzy tidak pernah mau menjadi seorang yang serakah.


Jika dunia ini aman dan keluarga tetap baik-baik saja. Itu sudah cukup bagi Lezzy, tapi ia tidak menyangka jika pasangan Putra dan Putrinya pun mungkin saja akan meiliki kisah serupa dengannya.


Takdir memang memiliki rencananya sendiri meski itu pilihan yang sangat menyakitkan.


"Apa yang sedang anda pikirkan, Alice?"


"Luna, aku masih memikirkan Aletha."


"Apa yang kau khawatirkan?"


"Luna, aku tidak pernah tahu.. bahwa sebenarnya masih ada orang lain yang kisah hidupnya, jauh lebih menyakitkan dari pada kisahku sebagai Vasilissa. Apa selama ini Aletha selalu merasa kesepian? Dia menempuh hidupnya yang sangat panjang hanya dengan seorang diri?"


"Alice, setiap makhluk punya kisah dan perannya masing-masing. Bahkan itu pun akan berlaku kepada seorang Dewa atau pun Dewi. Tapi Aletha adalah pengecualian, dialah alasan dibalik semua tragedi yang ada selama berabad-abad. Bukan berarti dia pelakunya, hanya saja takdir ingin memutar balikan fakta dan melihat tanggapan Aletha jika mengetahui bahwa dia penyebab dari ini semua. Satu ketamakan akan menimbulkan sejuta bencana."


"Maksudmu, Aletha ada kaitannya dengan semua peristiwa di masa laluku? Tapi apa yang membuatnya ikut terlibat, bukankah dia baru saja kita kenal?"


"Anda akan mengerti Alice, semua konflik ini akan terselesaikan oleh Aletha dan Welliam. Tugasmu dan Lord sebagai penguasa masih belum sempurna Alice."


"Maksudmu?"


"Ingatkah bahwa kau pernah mendapatkan tugas untuk menemukan 3 Crystal yang melindungi Darkness World?"


"Ya, tapi bukan kah semua telah kuselesaikan?"


"Belum Alice, masih ada satu Crystal yang belum kau temukan. Aku pernah memberitahu ketiga jenis Crystal itu, tepat di hari pernikahanmu. Tiga Crystal itu diberikan oleh tiga para Dewa yang sangat kuat dan berpengaruh di Imorrtal. Crystal pertama berbentuk mawar hitam, Triantafyllo tis Aioniontitas berarti Kehidupan. Crystal ini di turunkan oleh Dewi Selini Thea. Kedua Crystal berbentuk Lily berwarna emas, Lily to Pepromeno tis Aioniontitas berarti Keabadian. Crystal ini di turunkan oleh Dewa O Theós tis Megaleiótitas, dia disebut juga sebagai Dewa yang berhak berkuasa di Imorrtal, atau orang kedua yang bisa memimpin sebeagi penguasa setelah Dewi Selini Thea. Dan yang terakhir Crystal berbentuk bunga Lycoris berwarna merah seperti biji delima, Ekdikisi Tanatho berarti Dendam Kematian. Crystal ini di turunkan oleh seorang Dewi perkasa yang berdiri di paling depan sebagai wanita tangguh, Dewi Thea tou Polemou. Mereka bertiga sepakat membuat tiga Crystal itu untuk melindungi Darkness World dari serangan kaum Imorrtal yang begitu angkuh, hal ini juga tidak diketahui oleh para tetua di dunia Imorrtal. Tapi sayang, ada seseorang yang mencoba berfikiran jahat dan menjadikan Darkness World sebagai bidik catur pling tepat untuk melawan Imorrtal."


"Apa itu para Carlitos?"


"Benar Alice, dan kau masih belum menemukan Crystal yang ketiga."


Lezzy ingat, waktu itu saat dia menemukan Crystal yang ke-2 dari Recyla. Kejadian tak terduka menimpanya, ia diculik dan perang besar pun terjadi bahkan dia sempat dipulangkan oleh Fedrick. Tanpa sadar waktu berjalan dengan sendirinya. Kenapa dia bisa melupakan hal itu?


" Lalu apa aku telah gagal? Itu sebabnya kenapa masih banyak pertikaian di dunia ini?"


"Konflik selalu tidak pernah lepas dari hidup seseorang. Ketidak sempurnaanmu akan dilanjutkan oleh anak-anakmu Alice, dengan memberikan Putra dan Putri yang akan merubah kedua dunia dengan kisah dan masalah yang berbeda. Bukan berarti tidak ada yang namanya kedamaian, mereka lah yang akan merubah sistem alam yang begitu kejam ini. Meski berat tapi ini adalah takdir hidup mereka sebagai seorang penguasa, kau harus selalu mendukung mereka apa pun yang terjadi termasuk untuk Aletha juga, Alice."


"Aku selalu berharap, kisah mereka tidak akan seberat takdirku. Tapi ini rencana-Nya, kita hanya bisa melewati semua rintangan dengan hati yang tenang, bukan kebencian. Kuharap Aletha dan Welliam memahami hal ini juga.."


"Anda jangan khawatir Alice, mereka berdua adalah pasangan yang telah terpilih untuk menyelesaikan semua pertikaian ini. Kisah hidup kepedihan yang saling terhubung, akan membuat mereka menjadi seorang penguasa yang bijak dan menumpas habis semua kejahatan yang di dasari oleh ketamakan."


"Yah..., semoga saja mereka bisa melewatinya tanpa ada yang harus berpisah seperti aku dan Fedrick dulu."


--.o🍁o.--



INFO NOVEL❣


Mulai dari sini, persiapkan diri kalian untuk tidak terlalu emotional dalam membacanya. Kerena tidak kuat menerima kenyataan dari sebuah konflik yang masih belum terpecahkan.


Kira kira siapa ya Aletha?


siapakah sosok pemimpin Carlitos yang sebenarnya?


Apakah semua berkaitan dengan Dewi Selini Thea. Tunggu kisah mereka yang benar-benar membuat greget abiss...


Salam Manis


~Author😘


__.🍁.__


"DI BALIK LAYAR SELAMA AUTHOR MENGERJAKAN NASKAH"


Welliam : "Kau sungguh Author yang kejam, membiarkanku berpisah selama seminggu dari Aletha. Bahkan aku tidak muncul satu chapter penuh!!"


(Author Digantung oleh Welliam di ruang bawah tanah.)


Aletha : (; ̄^ ̄)ん~


Author : "Berisik! Nantikan di Chapter selanjutnyakan, kalian akan saling mengungkapkan perasaan ih ٩( 💢•̀ з•́)و"


Welliam : (Melirik Aletha dengan nabsu tinggi) (♥´∀`)/


Aletha : (Menggelengkan kepala sembari berjalan mundur.(。>﹏<。)


Author : "Ada yang bisa turunkan Author?" (ノ_-;)...


__.🍁.__


Tunggu Chapter Selanjutnya ya.


❤(*>ω<)ω<*)❤