The Queen of Different World

The Queen of Different World
Hints That Tear Memories



"Akhirnya, kalian menemukan juga tempat ini."


Mendengar itu, secara sepontan Welliam menarik Aletha kebelakang tubuhnya, mencoba melinduginya dari serangan musuh.


Tapi...


"Reaksimu sangat bagus dalam melindunginya, putraku."


Welliam dan Aletha diam mematung saat melihat Lezzy dan Fedrick duduk menikmati teh bersama seorang wanita yang tidak dikenal.


Hah? Kenapa ada mereka disini?


"Ayah, Ibu. Apa yang kalian lakukan disini?"


"Tentu saja menikmati teh hangat, Welliam. Ibu tidak menyangka kalian akhirnya bisa menemukan tempat ini."


"Duduk lah, Paduka Welliam dan juga Lady Aletha."


Sesosok wanita rupawan bergaun kerajaan hitam menyapa mereka dan menyambutnya. Siapa wanita ini? Sepertinya Welliam tidak ingat ada wanita ini di Kerajaannya.


Terlebih, sejak kapan altar suci menjadi party tea? Welliam duduk disebelah Fedrick, sedangkan Aletha diantara Lezzy dan wanita itu.


"Bisa kita bicara langsung ke intinya?" Ucap Welliam yang sudah bosan dengan semua petunjuk yang semakin membingungkannya.


Wanita itu mengeluarkan buku yang berjudul Darkness World.


"Buku ini!" Aletha terlihat terkejut.


Lezzy menatap Aletha "Kau benar Aletha, akan kujelaskan secara singkat karena kalian juga telah membacanya. Buku yang kutulis adalah garis besar dari kisah kami, kukira dengan berhentinya perang itu semua masalah telah berakhir. Tapi sayang, ternyata masih ada beberapa masalah yang tidak bisa kami selesaikan. Aku harap kalianlah yang menghentikan semua pertikaian ini, mungkin tidak bisa membantu banyak hanya saja dengan adanya buku ini kalian bisa memahami arti seorang pemimpin."


"Ini bukan lagi era kami, masa kejayaan kami hanya sebatas membukakan jalan untuk kalian. Berikan kebebasan yang sebenarnya untuk dunia ini, Welliam. Para Carlitos akan semakin berbahaya untuk kita, mereka akan terus mendesak hingga ketitik yang mereka inginkan. Terutama untuk wanita itu (Great Lady) dia yang paling tidak boleh hidup!!" Lanjut Fedrick.


"Aku mengerti, Ayah jangan khawatir."


"Maaf, jika saya tahu anda siapa?"


Aletha memberanikan diri intuk mengajak bicara seorang wanita asing disebelahnya, jujur saat pertama kali melihatnya perasaannya terasa aneh.


Wanita itu tersenyum, "Salam, perkenalkan namaku Rechyla Melwar. Aku pemilik buku ini." Ucapnya sembari mendorong kecil buku Darkness World kearah Welliam.


Welliam meraih buku itu, "Melwar? Bukankah itu marga dari Rechard Melwar?"


"Anda benar Paduka, Rechard gabungan dari namaku dan suamiku. Rechyla dan Ardsekar."


"Ardsekar?"


"Rasanya aku merasakan deja vu saat menjelaskan ini." lirih Rechyla yang dulu pernah menjelaskan hal ini kepada Lezzy maupun Fefrick.


"Welliam, sepertinya kau sudah paham siapa dia."


Fedrick tahu apa yang membuat putranya begitu terkejut karena dulu pun dia pernah bereaksi seperti itu.


"Jadi, kau adalah Ratu pertama Darkness World yang tidak pernah diketahui sosoknya."


"Benar, aku seorang Manusia biasa. Karena sebuah kesalah pahaman, Katastrofi membunuhku yang berujung dengan kemurkaan Ardsekar hingga melibatkan Dewa Alam, membunuhnya tapi tidak dengan Katastrofi. Dia melakukan ide liciknya untuk tidur selama 2000 tahun dan kembali mengulangi aksinya lagi, bahkan berniat membunuh Lord Fedrick dan juga Ratu Alicia. Aku membecinya!"


Terdengar dengan sangat jelas, setiap nada yang ia ucapkan begitu penuh emosi. Dia sudah kehilangan Ardsekar tapi tidak dengan Katastrofi, bukankah mereka dihukum secara bersamaan? Ini semua ulah para Tetua terdahulu.


Welliam mendengarkan kisahnya sembari membaca tiap halaman pada buku Darkness World. Pasti Katastrofi bukanlah musuh yang mudah untuk disingkirkan, terutama wanita yang bertarung dengannya di hutan beberapa hari yang lalu.


"Anda sungguh seorang Manusia?" Tanya Aletha mencoba memastikan perasaannya.


Rechyla mengangguk kecil, "Benar, Lady."


"Lalu, bagaimana caranya kau memasuki dunia ini?" Aletha terus mendesak Rechyla, membuat Lezzy, Fedrick dan juga Welliam menatap bingung.


"Em, entahlah. Waktu itu tiba-tiba saja aku terhisab sebuah portal yang menghubungkan dunia ini."


Tidak mungkin!


Seorang Manusia bisa memasuki dunia fana itu sangat mustahil. Ada batasan yang tidak bisa dilakukan seorang Manusia, sudah hukumnya Manusia tidak bisa menginjakan kakinya di tanah selain dunianya bahkan mereka juga tidak akan bisa selamat untuk bisa melewati portal dimensi. Hanya bangsa Imorrtal yang mengetahui hal ini, karena memang kaum mereka yang membuat sistem peraturannya.


Ratu Alicia bisa memasuki dunia ini karena dia tidak sepenuhnya Manusia, apalagi darahnya yang mengalir gen Vasilissa. Bahkan Aletha yakin, sebelum Lezzy mengetahui jati dirinya dia pasti akan merasa pusing saat melewati portalnya. Sedangkan untuk Aletha sudah jelas, bahwa dia memang seorang Dewi.


Olyfia juga bercerita Ayah Lezzy tidak mendatangi dunia Imorrtal, melainkan Dewi Selini Thea sendiri yang datang ke dunianya karena rasa ketertarikannya dengan Bumi.


Lalu bagaimana dengan Rechyla?


Ada yang tidak beres, pasti ada yang merencanakan sesuatu sejak awal.


"Ratu Rechyla, anda yakin portal itu terbuka sendiri? Maksudku, adakah hal aneh sebelum anda terhisap kedalam portal itu?"


Rechyla terlihat sedang mengingat kejadian dulu, Aletha begitu tidak sabar menunggu jawaban Rechyla. Welliam terus menatap curiga kearah Aletha, sepertinya semua masalah ini seling berkaitan tanpa terduga.


Apalagi ia melihat Aletha sangat berambisi dengan masalah kali ini, mungkin kah hal ini ada kaitannya dengan masa lalunya?


"Aku ingat, sebelum aku terhisab masuk.., aku mengikuti seekor kupu-kupu, ya! Kupu-kupu yang begitu menarik perhatianku.


DEG!


Fedrick, Welliam, dan juga Aletha. Mereka bertiga menegang saat mendengar ucapan Rechyla.


"Apa warna kupu-kupu itu?!!"


Fedrick dan Welliam bertanya secara bersamaan. Mereka ingin memastikan apakah dugaan mereka benar.


"Wa-warna? Kupu-kupu itu berwarna hijau dan juga dia bercahaya."


Bukan, kupu-kupu itu berbeda dengan apa yang mereka lihat. Mereka kira warna kupu-kupunya sama dengan milik Great Lady, berwarna emas. Sepertinya dugaan mereka salah.


Welliam menghela nafas lalu ia melihat Matenya, tunggu, ada yang aneh dengan Aletha. Dia terlihat sedang ketakutan belum lagi wajahnya pucat tubuhnya bergetar kecil


"Aletha kau baik-baik saja?"


Semua tertuju pada Aletha. Tidak, dia tidak baik-baik saja, Aletha tahu betul siapa kupu-kupu hijau itu. Hanya ada satu orang yang menjadi Tuan dari kupu-kupu itu, dia berasal dari Imorrtal tapi tidak mungkin jika dia yang melakukannya.


Sudah Aletha duga, semua masalah ini ada kaitannya dengan bangsa Imorrtal. Orang itu yang mencoba membawa Rechyla ke dunia kegelapan, tapi apa rencananya? Terlebih ia masih tidak percaya jika orang itu pelakukanya.


Aletha butuh kepastian, ia butuh bukti kuat.


"Pergi!"


DEG!


Aletha mencengkram kuat kerah gaun tidurnya saat mendengar bisikan suara. Jantungnya terasa sakit, nafanya sesak. Kepalanya menjadi pusing. Lezzy khawatir dia mencoba meraih Aletha.


"Jangan sentuh aku!"


Aletha menepis tangan Lezzy, mata birunya berkilat terang dengan sangat dingin.


"Akh!" Aletha merintih sakit pada kepalanya yang berdenyut perih.


Kalung Aletha yang ada pada Welliam bersinar terang, membuat mereka mengalihkan perhatian dari Aletha.


Rasanya panas jantung ini terasa perih dan juga sesak. Aletha tidak tahu apa yang terjadinya kepada dirinya.


DEG!


DEG!


"Kak Aletha..."


"Sofia!!"


DEG!


"Kau seorang pembunuh! Pergi!!"


DEG!


"Tinggalkan Imorrtal, itu jauh lebih baik Aletha"


"Tebuslah kesalahanmu.."


DEG!


"Aku memutuskan untuk meninggalkan Imorrtal, Dewi."


"Jika itu keputusanmu, ingatlah ada satu syarat yang tidak boleh kau langgar...."


"Tidak!"


"Jangan beritahu jati dirimu kepada siapa pun..."


"Tidak, jangan!"


"Atau kau akan...."


DEG!


"Mati."


"Tida--argh!"


KRETAK!


Kalung Aletha retak meski tidak sampai hancur. Saat itu juga Aletha berteriak sakit saat jantungnya terasa nyeri yang begitu menyesakkan, lalu perlahan kesadaran Aletha hilang.


Semua yang melihat itu panik, dengan cepat Welliam meraih tubuh wanitanya, memeluknya dengan sangat erat.


"Aletha! Aletha buka matamu!"


Welliam panik bahkan ia sedikit takut saat ia merasakan tubuh Matenya mulai dingin, wajahnya pucat. Apa yang terjadi kepadanya? Apa dia tahu mengenai kupu-kupu yang dimaksud Rechyla?


"SIAL!!"


Welliam mengangkat Aletha lalu dengan sangat cepat pergi meninggalkan tempat itu. Lezzy shock dengan apa yang dia lihat, bukan karena tepisan dari Aletha tapi ia khawatir. Tidak mungkinkan ini karena hukumannya karena identitasnya?


"Kita juga harus pergi, Lezzy."


"Kau benar, aku pergi dulu Rechyla."


Lezzy dan Fedrick pun menyusul Welliam yang sudah kelewat khawatir dengan kondisi Aletha.


"Sebenarnya, apa yang terjadi? Apa tujuanmu Dewi?"


Tring...


Seekor Rusa putih hadir lalu merubah dirinya menjadi wanita cantik yang begitu berwibawa. Selini Thea hadir, ia terlihat begitu khawatir saat melihat Aletha yang terlihat begitu tersiksa dengan takdirnya.


"Ini keputusannya, dia sendiri yang bertekad untuk merubah dan menemukan jawaban masalah dikedua dunia. Maka dia harus siap dengan kebenaran yang mungkin bisa membunuhnya secara perlahan, jika dia tidak bijak dalam menanggapinya."


"Tidak kah ini terlalu kejam Dewi? Maksudku, kukira masalah ini akan selesai saat Queen Alicia dan Lord Fedrick yang memimpin. Tapi kenapa mereka juga harus ikut terseret?"


"Sama halnya dengan aku yang tidak kuat untuk merubah sistem alam ini. Lezzy dan Fedrick pun masih belum cukup, karena musuh yang sebenarnya belum menunjukan diri. Inilah takdir mereka, Aletha Wisteria dan Welliam Cornelis Lorddarks. Mereka berdua yang akan menyempurnakan Darkness World, membongkar semua masalah yang masih tak terlihat meski harus melewatinya dengan penderitaan."


"Lalu apa yang terjadi kepada Lady Aletha? Siapa dia sebenarnya?"


"Dia seorang Dewi. Sosok terkuat yang menduduki peringkat III dunia Imorrtal, tapi masa lalunya harus membuatnya mengubur dalam gelar agungnya. Dari pada itu, aku lebih khawatir jika dia mengetahui sosok musuh yang sebenarnya."


"Musuh yang sebenarnya?"


"Mungkin kau tidak tahu Rechyla, musuh kita yang sebenarnya adalah .............."


Rechyla menutup mulutnya dengan kedua tangannya, dia benar-benar terkejut dengan perkataan terakhir sang Dewi Bulan.


"Ini tidak mungkin!"


--.o☘o.--


Disisi lain.


*Markas Carlitos.


Great Lady tengah bermain dengan lima kupu-kupu emasnya. Semenjak pertarungannya dengan Welliam dia memilih untuk memulihkan diri dan berfokus pada misi pertamanya, tapi beberapa hari ini juga dia terus gelisah karena memikirkan pemilik kalung itu.


Bagaimana bisa Putra Mahkota Lucifer memiliki kalung dari salah satu Dewi Agung tertinggi di Imorrtal.


Apa dia masih hidup?


"Kau masih memikirkannya?"


Kupu-kupu hijau hadir sembari terbang memutari tubuh Great Lady.


"Tidak, kali ini apa beritamu, Hugo?"


"Dia sudah tiba."


Great Lady membuka tudung hitamnya, menampilkan wajah jelita bermata permata alamnya. Ini sungguh berita bagus.


Tidak mau buang waktu lagi, Great Lady menggunakan sihir teleportasi untuk menuju ketempat tamu menariknya.


"Senang bertemu denganmu King Harlie." Sambut Great Lady.


"Aku tidak punya banyak waktu, katakan dimana hadiah yang kau maksud."


"Jangan terburu-buru. Akan kutunjukan jika kau mau bekerja sama denganku?"


"Tuanku hanya Katastrofi, kita pergi Karlos."


Harlie berjalan melewati Great Lady. Mereka sungguh tidak punya sopan santun, hanya ini satu-satunya cara agar dia mau bekerja sama.


Harlie dan Karlos dihadang dengan puluhan kupu-kupu emas, lalu tak lama mereka menatap tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Kupu-kupu itu membawa sesuatu. Sebuah tabung sihir yang didalamnya terdapat seseorang tengah tertidur, apakah ini sungguh? Harlie menatap tidak percaya.


"Bagaimana, kau bergabung?"


Great Lady berbisik ditelinga Harlie seolah menghipnotisnya untuk mau bekerja sama.


"Baiklah, aku juga masih memiliki dendam dengan mereka. Aku bergabung!"


Great Lady tersenyum penuh kemenangan, kini giliran dia yang akan bermain. Dia sudah lelah menunggu, lihat ini baik-baik bagaimana aku menghancurkan kalian.


"Permainan, dimulai!"


--.o🍁o.--



-.❤.-