
*Di ruang Keluarga Lorddark's.
Semua anggota keluarga Lorddark's berkumpul untuk membahas hal yang cukup menghebohkan Istana. Kecuali Lucy yang hadir sedikit terlambat, tapi tidak akan menghambat penjelasan Aletha mengani tamu tidak diundang ini.
Seakan melakukan kesalahan besar. Aletha merasa, posisinya persis sedang di introgasi mengenai sebuah kejahatan. Sedangkan wanita itu hanya duduk dengan angkuh disebelah Aletha.
"Jadi bisa kau jelaskan mengenai tamu ini, menantuku?" Tanya Fedrick.
"Siapa yang kau panggil menantumu, ha?!"
Aletha menyikut wanita itu untuk tidak bertindak ceroboh. Sepertinya dia harus mulai memperkenalkannya, sebelum terjadi kesalah pahaman.
"Itu.., aku minta maaf dengan sikap dia yang kurang sopan--"
"Kenapa harus Kakak yang memi--"
"Kau diam dulu!" Melihat tatapan dingin Aletha membuat wanita itu diam.
"Sebelumnya, aku pernah bilang kepada Welliam, bahwasanya aku memiliki seorang Adik perempuan. Tapi, karena ada alasan tertentu, aku tidak bisa memperkenalkannya secara langsung. Dan perempuan ini adalah Adik ku, Tahlia Wisteria."
Mendengar penjelasan Aletha dapat disimpulkan, bahwa tamu ini adalah Adik Aletha yang sudah lama tidak dia temui. Terakhir kali mereka bertemu, saat dia memutuskan meninggalkan Imorrtal.
"Jadi dia Adikmu?"
"Benar Ibunda suri, maaf telah membuat kekacauan."
"Tidak apa-apa, kami juga minta maaf karena kurang menyambutnya dengan baik. Nikmati lah jauman yang telah disiapkan."
Lezzy menyuruh pelayan menuangkan secangkir teh untuk Tahlia, dan beberapa cemilan kue yang telah disiapkan. Lalu beranjak pergi dari ruangan itu.
"Kalian memang harus meminta maaf kepadaku, dan juga tidak perlu repot menyajikannya. Aku tidak ingin meminumnya."
Tahlian masih bersikap sombong, mengingat bangsa Imorrtal masih menganggap kaum Darkness World adalah kalangan rendah.
"Kenapa kau tidak mau?"
Tahlia melihat Aletha. "Mungkin saja, mereka menaruh racun di dalam tehnya."
"Tahlia!"
"Oh Kakak, Tahlia kan bicara yang sebenarnya. Mereka juga bangsa Darkness World, bahkan mereka kaum Demon! Apa kakak sudah lupa? Kalau keturunan Lorddark's adalah makhluk paling berbahaya bagi Imorrtal, mereka bisa menghamm--"
Aletha buru-buru menutup mulut Adiknya, sebelum dia berbicara hal yang kurang enak untuk di dengar.
Memang sih, Darkness world adalah hal tabu di Imorrtal terutama bagi bangsa Demon yang telah lama di cap sebagai makhluk paling berbahaya.
Karena besar kekuatan mereka hampir mengimbangi para bagsa Imorrtal, atau garis besarnya, terutama mereka adalah mahluk yang suliit untuk dikendalikan. Sehingga mereka paling di benci bagi para Dewa.
Hal itu juga yang memicu para Dewa terobsesi dalam meningkatkan kekuatan, takut jika kalangan rendah mampu menunduki mereka.
Hingga saat ini, kekuatan mereka (para Dewa) pun menjadi semakin kuat karena ulah Octopus, entah apa yang dilakukannya kepada para Dewa yang menjadi bawahannya untuk bisa melampaui kekuatan milik bangsa Demon.
Jadinya, para Tetua tidak akan terkalahkan sekarang.
Aletha melirik kaku kearah keluarga barunya ini. Dia bisa mengerti kenapa Tahlia begitu waspada, karena dulu pun Aletha begitu waspada kepada Welliam yang menjadi keturunan murni bagsa Demon.
Tapi seiring berjalannya waktu, rasa arrogant kepada mahluk Darkness World telah berkurang.
Lagipula, Aletha dan Selini Thea juga tahu, sebenarnya mereka tidak berbahaya hanya saja kaum Imorrtal terutama Octopus selalu cari cara agar Darkness World menjadi kambing hitamnya.
"Ma-maaf, Tahlia tidak ber--"
"Tidak masalah, karena sejak dulu pun bangsa Demon tidak pernah sependapat dengan kaum seperti kalian. Malah, kami menganggap dunia Imorrtal adalah hal halu." Jawab Fedrick.
Aletha melepaskan tangannya dari mulut Adiknya. Karena sudah merasa lega, buru-buru Tahlia mengatur nafasnya.
Apa-apaan ini, sejak kapan kakaknya jadi selembut ini? Dulu saja dia tidak pernah menunjukan ekspresi damai seperti ini. Justru malah terlihat dingin dan tak berprasaan, apa benar dia Kakaknya sang Polemou?
Tahlia terus melihat perubahan sikap pada Kakaknya yang jarang malah tidak pernah dia lihat. Apa ini pengaruh bangsa Demon? Atau Kakaknya telah dicuci otak?
Beberap fikiran negatif selalu memenuhi isi kepala Tahlia. Setelah mendengar kabar yang beredar, dengan cepat dia mengambil kesempatan untuk bisa menyelinap datang ke dunia bawah ini.
"Walau aku sendiri kesal dengan sikap angkuhnya, akan kucoba maklumi." Lanjut Welliam.
"Aku tidak butuh perhatianmu, Demon."
"Tahlia! Apa selama ini yang kau pelajari hanya sikap buruk saja? Wisteria tidak pernah bersikap tidak sopan."
"Tapi itu untuk kaum Imorrtal, saat ini kita sedang berhadapan dengan makhluk rendah yang begitu hi--"
"Jaga sikapmu Tahlia, Kakak tidak pernah mengajarkanmu berkata seperti itu. Sekarang minta maaf."
"Tidak mau, mau bagaimana pun kita ini bangsawan Wisteria. Kakak adalah Dewi tertinggi di Imorrtal, bagaimana bisa Kakak memilih menikahinya? Mungkin, di Darkness World Mate hadir dengan timbul perasaan satu sama lain, mereka bisa merasakan dan menerima Matenya walau berbeda kedudukan."
"Tahli--"
"Tapi, di Imorrtal Mate ditentukan dari kasta bangsawan dan kekuatan mereka. Tahlia tidak akan merestui ini, aku tidak mau mengakuinya, dia terlalu lemah untukmu Kak." Unjuk Tahlia masih bersikukuh pada pondasi keteguhan bangsa Imorrtal.
"Tapi aku masih akan tetap memilihnya, Tahlia."
"Apa Kakak sadar dengan tindakan Kakak ini?"
"Aku sadar, dan aku tidak akan menyesalinya."
"Ini tidak seperti dirimu, Kakak ku bukan perempuan yang bertindak ceroboh. Kau adalah Dewi paling disegani di Imorrtal, semua salah Manusia itu.."
"Cukup,"
"Jika saja Kakak tidak mengabulkan keinginan Sof---"
"Aku bilang cukup! Selagai aku berbicara baik-baik, sebaiknya kau tidak membahas mengenai itu, Tahlia."
Deg!
Seketika Tahlia diam gemetaran, saat Aletha melirik dingin dengan aura membunuhnya yang begitu familiar. Ini adalah sikap polemou saat dia tidak suka diusik atau mengungkit sesuatu hal yang tidak disukai Aletha.
"Sepertinya, selama aku pergi. Kau hanya dimanja saja di kediaman Wisteria."
Sejak tadi mereka hanya menjadi penonton dari perdebatan kedua saudara ini, meski tidak mengerti dengan alur pembicaraan. tapi, mereka mengetahui sekilas sosok Aletha yang begitu berbeda atau bisa dikatakan dia sangat kuat.
Sadar karena dia hampir menunjukan sifat aslinya, dengan cepat Aletha mencoba menenangkan dirinya. Entah mengapa dia paling tidak suka jika ada yang berfikiran buruk mengenai Sofia.
"Ha.., maaf. Kakak sudah berlebihan.."
Tahlia menundukan kepalanya "B-bukan Kakak, tapi Tahlia yang harusnya meminta maaf. Harusnya aku tidak membahas itu, aku hanya tidak tahu harus bagaimana, saat berbicara dengan Kakak setelah sekian lama. Tahlia berfikir, setelah bertemu aku bisa membawa Kakak pulang..maaf, Tahlia terlalu egois."
Melihat Tahlia yang murung membuat Aletha merasa bersalah, meski dekat tapi dulu Aletha tidak bisa bersikap sebagai Kakak yang penuh sayang.
Dia memang memperhatikan Adiknya, tapi dalam jarak komunikasi itu masih sulit.
Intinya dia hampir mirip seperti Welliam dalam memperlakukan Adiknya, hingga akhirnya dia bertemu dengan Sofia. Sedikit demi sedikit dia bisa belajar arti perasaan penyayang.
"Tidak apa, hanya saja aku memang tidak memiliki harapan untuk kembali. Kau pun tahu, aku yang memutuskan untuk meninggalkan Imorrtal."
"Mes..meski begitu, Tahlia tidak mau Kakak dianggap pengkhianat...hiks.."
"Jangan khawatir, disini Kakak akan baik-baik saja.."
Melihat wajah lembut Aletha membuat dia sadar, mungkin Aletha memang cocok berada disini dari pada di Imorrtal. Tahlia pun tersenyum, lalu melihat kearah mereka.
Lezzy, Fedrick dan juga Welliam sedikit kaget saat ditatap Tahlia. Karena sejak tadi mereka hanya bisa diam melihat pertengkaran kecil mereka.
"Aku.., ak--maaf untuk sikapku yang kurang sopan."
Lezzy tersenyum dia berpindah tempat menjadi duduk disebelah Tahlia, dengan begitu Tahlia bisa melihat dengan lebih jelas wajah Lezzy.
Wajahnya, begitu mirip dengan....
"Tahlia, kau datang kemari pasti ingin menyampaikan sesuatu bukan?"
"Ah, Tahlia hampir saja lupa. Kakak kedatanganku kesini, untuk memberitahukanmu bahwan pihak Imorrtal telah mengetahui keberadaanmu. Terlebih untuk kabar mengenai kau menikahi Pangeran bangsa Demon, beritanya sudah menyebar. Awalnya aku tidak percaya, tapi aku bertekad untuk melihatnya sendiri."
Tidak kusangka, kau menggunakan situasi ini sebagai senjata untuk menjatuhkan ku. Meski begitu aku masih perlu bukti untuk mempercayainya, bahwa dia benar pelakunya.
"Aletha, ini gawat. Kau dalam bahaya, sekarang mere--"
"Jangan khawatir Ibunda, aku sudah bilang semua akan baik-baik saja.." Aletha mencoba menenangkan Lezzy.
"Kalau begitu, bagaimana situasi di Imorrtal saat ini? Terlebih untuk Dewi Seleni Thea."
Tahlia terlihat ragu untuk mengatakannya, "Se-semenjak Kakak pergi, keadaan Imorrtal sudah begitu buruk. Octopus semakin semena-mena dalam mengatur tata kehidupan Alam, bahkan dia berniat menyingkirkan Yang Mulia Selini."
"Tapi harusnya Dewi Selini tidak akan tinggal diam?"
Tahlia menggeleng, "Aku tidak tahu apa Kakak sudah mendengarnya atau belum. Bahwa Dewi melakukan pelanggaran yang paling ditentang di Imorrtal, beliau memiliki ikatan khusus kepada seorang Manusia lalu para Tetua pun murka. Akhirnya Dewi dihukum--"
"Apa hukuman yang dia dapatkan? Apakah Selini Thea disiksa?" Lezzy yang mulai tertarik dengan pembahasan, mencoba mencari tahu kejadian lebih detail mengenai kedua orangtuanya.
Tahlia melirik Aletha, "Apa tidak masalah membahasnya disini?"
"Kurasa tidak masalah, mereka sudah tahu siapa aku. Kau juga telah membawa Imorrtal dalam pembicaraan kita, jadi tidak masalah. Lagipula Queen Alicia adalah Putri Dewi Selini."
Tahlia terlihat terkejut dengan pengakuannya, meski dia sudah mendengar bahwa Putrinya masih hidup. Tapi, ini pertama kalinya dia melihat secara langsung.
"Anda sungguh Dewi Alice?"
"Aku tidak tahu apakah pantas memperkenalkan diriku sebagai Dewi kepadamu, karena aku sendiri memiliki setangah darah Manusia. Tapi, aku sungguh ingin tahu mengenai kejadian orangtuaku."
Tahlia melihat wajah penuh harap dari Lezzy, terlihat dia sedikit tersenyum.
"Benar, sebaiknya anda tahu. Lagipula untuk apa ditutupi lagi, akan kuberitahu. Ibunda Dewi Alice adalah Selini Thea, beliau seorang Dewi Bulan yang menjadi Maharani dengan bangsawan berclaster II di Imorrtal. Namun suatu hari, dia pernah pergi ke Bumi untuk melihat kehidupan dunia Manusia. Selama sebulan dia selalu rajin pergi kesana, dan ternyata beliau jatu hati dengan Manusia bernama Carzie Manhive, yang tidak lain adalah Ayah anda Dewi.."
"Ayahku bernama, Carzie Manhive? Setelah sekian lama, akhirnya aku mengetahui nama Ayahku.."
"Mungkin karena demi melindungi anda, nama Carzie Manhive dilarang disebut."
"Seperti apa Ayahku?"
"Tuan Carzie adalah seorang Manusia yang cerdas, beliau juga seorang jurnalis dan ilmuan. Dulu beliau suka meneliti sesuatu hal yang mustahil bagi Manusia, tapi setelah pertemuannya dengan Dewi dia berhasil mengembangkan sebuah temuan yang sangat luar biasa untuk kaum fana seperti kami."
"Temuan yang seperti apa?" Fedrick mulai penasaran.
"Tuan Carzie meneliti kandungan sihir dari Crystal Manna Dewi Bulan dan mencoba menggabungkannya dengan unsur kehidupan Alam, lalu tercipta sebuah ramuan atau rangkaian pola sihir, yang mampu membuat kekuatan seseorang bertambah 10 kali lipat. Bahkan dia juga menciptakan, tabung sihir yang mampu menyimpan energi kehidupan seseorang sebelum dibangkitkan.
"Apa benar dia Manusia?" Aletha kian penasaran.
Tahlia mengangguk kecil, "Mungkin, jika disamakan dengan dunia kita. Dia adalah Manusia pertama yang menajdi Alkemis Sihir Fisika. Hanya saja dia lebih pintar dalam bidang teori fisika alam, dari pada Filsavat sihir. Lagipula, Manusia memang tidak memiliki Manna jadi temuannya hanya bisa dicoba bagi kaum fana seperti kita, bukan di Bumi."
"Lalu apa yang terjadi setelahnya?"
"Tak lama, hubungan asmara mereka terbongkar. Karena sang Dewi pun telah melanggar peraturan nomor 1 di Imorrtal, Tuan Carzie di jatuhi hukuman mati dan semua yang berkaitan dengan data sihir temuannya harus dibakar. Karena dapat mengancam dunia Imorrtal, sedangkan Dewi Selini Thea tidak di jatuhi hukuman mati."
"Kenapa, dia tidak dijatuhi hukuman mati?"
Kini giliran Welliam yang mulai tertarik, lagi pula dia jadi tahu bahwa ternyata Nenek nya seorang bangsa Imorrtal.
Mungkin ini lah yang ingin dia sampaikan waktu itu, sungguh tidak menyangka.
"Hari itu beliau tengah mengandung Dewi Alice, dan karena gelar bangsawan Maharaninya beliau hanya diturunkan dari tahta. Meski begitu dia masih dihormati hanya saja beliau tidak punya hak memerintah di Imorrtal, dan juga demi menjaga anda, beliau harus menerima hukuman untuk mengasingkan anda dari pelukannya.."
Lezzy memang sudah tahu mengenai kisah orangtuanya, hanya saja Ibunya tidak menceritakan secara detail.
Jadi ini yang sebenarnya terjadi, rasanya begitu menyakitkan saat kedua orangtuanya harus bernasib malang demi melindunginya.
"Sejak saat itu, Imorrtal memasuki kekosongan kusri tahta."
"Tidak ada yang berkuasa? Bukan kah masih ada satu orang yang bisa menduduki tahta penguasa, selain Dewi Selini Thea?"
"Kakak benar, bangsawan tertinggi dengan posisi claster I di Imorrtal. dia adalah Yang Mulia, Kendric Athananysus Helios."
--.o🍁o.--