The Queen of Different World

The Queen of Different World
Your Enemy Is Your Closest Person !!



*Beberapa jam sebelum Great Lady Menyelinap di malam hari.


"Tadinya, ini mau kusimpan sendiri sebagai keterdugaanku, tapi masalah sudah sampai serumit ini. Sepertinya kalian juga harus tahu."


"Mengenai?"


"Carlitos, bukan! Tapi, Pemimpin Carlitos."


Fedrick dan Welliam saling melirik, jika Aletha bisa menunjukan eksperi serius yang begitu dingin. Sepertinya ini masalah serius.


"Aku mencoba mencari tahu semua data tentang Carlitos yang sepertinya berkaitan dengan Imorrtal. Mengingat Katastrofi bagian dari dunia kami, itu berarti semua telah terencanakan sejak lama. Hanya saja, dalang yang menggerakan naskah masih dalam keterdugaan." Lanjut Aletha.


"Kau mencari tahu mengenai Carlitos?" Tanya Welliam kepada Aletha dihadapannya.


"Ya, terutama untuk sosok Great Lady."


"Bagaimana kau tahu mengenai perempuan itu?"


"Itu akan ada kaitannya dengan seseorang yang mungkin adalah dalang dari ini semua."


"Jelaskan!" Fedrick mulai kembali pada puncak keseriusannya.


Ctak!


Aletha menjetikan jari, lalu beberapa jamuan diatas meja tadi kini telah berubah dengan setumpuk laporan Carlitos beberapa tahun ini, menurut hasil observasinya.


"Berap lama kau mengumpulkan berkas sebanyak ini?" Welliam nampak bingung. Karena banyak data yang masih belum mereka ketahui mengenai Carlitos.


"Kurang lebih 1 hari."


Fedrick dan Welliam saling melirik. "Bagaimana kau mendapatkannya?"


Mendengar ucapn Fedrick, membuat Aletha melipat kedua tangannya di depan dadanya.


"Bukannya aku mau bersikap sombong, hanya saja, jangan remehkan seorang Aletha Wisteria!"


"Cih, lihat lah sifat arrogant mu itu, sayang. Sungguh, tidak jauh bedanya dengan kaum Imorrtal."


"Mau bagaimana pun, aku memang bagian dari bangsa egois itu."


"Baiklah, langsung ke intinya." Ucap Fedrick.


Aletha mengambil nafas panjang, lalu melihat kedua penguasa Demon itu dengan tatapan serius.


"Kurasa, Tahlia adalah bagian Carlitos, dan juga...." Aletha sempat berhenti dengan menggigit kecil bibir bawahnya.


"Dia adalah Great Lady."


"Apa?!"


Welliam serta Fedrick begitu terkejut, bagaimana bisa Adik Aletha adalah Great Lady?


Bahkan tadi mereka sempat berbincang dengan begitu santai, dan reaksi Aletha tidak menunjukan tanda-tanda curiga. tunggu, tapi memang mereka sedikit merasa aneh saat Aletha berinteraksi dengan Adiknya.


"Apa yang membuatmu mencurigai Adikmu? Padahal kalian baru saja bertemu?"


"Aku tidak tahu apakah tebakanku salah atau benar. Tapi, aku akan membuat kalian berfikir keras mengenai semua yang terjadi selama ini."


"Pertama dimulai dari perempuan ini.." Lanjutnya.


Aletha memberikan dua buah foto dengan satu orang perempuam yang sama, hanya saja berbeda penampilan.


Fedrick muak melihat wajahnya, sehingga tanpa sadar dia sudah membakar habis foto ditangannya.


"Kenap kau menunjukan wajah wanita jal*ng ini?!"


"Tenang lah Yang Mulia," Aletha sudah menebak ekspresi yang akan diperlihatkan Fedrick.


"Perempuan itu adalah tangan kanan ke-2 Katastrofi, selama penantian untuk melanjutkan rencana. Erca menyamar menjadi Elinna dan menjadi Putri serta Adik lugu dari Tetua Styvn, namun dia mati ditangan Kakak angkatnya sendiri. Karena terbongkarnya sifat aslinya.."


"Aku memang tahu, lalu apa hubunganya dengan Adikmu?"


"Bacalah dengan teliti data dirinya. Pertama nama lengkapnya adalah Wisteria Erca.."


"Wisteria? Apa dia...."


"Wiateria hanya memiliki 2 orang Putri sebagai keturunanya, walau sebenarnya Aku dan Tahlia bukan saudara kandung. Hanya saja sejak kecil dia menjadi saudara sepersusuan dengan Ibuku, Ayah juga cukup menyayanginya sehingga dia diangkat sebagai Adik ku."


"Kalau begitu, siapa Erca ini?" Fedrick masih terus membaca dokumen yang ada diatas meja.


"Saat aku menyelidiki semua data Carlitos dan melihatnya, itu cukup membuatku terkejut. Karena sebenarnya Erca aalah Maidery dikediaman Wisteria.."


"Maidery?"


"Maidery sebutan untuk pelayan yang melakukan sumpah setia dengan Tuannya, sehingga mereka akan diberikan marga dari Tuannya. Itu sebabnya Erca masih menggunakan nama Wiateria, hanya saja aku tidak menyangka Adik ku menggunakannya sebagai pion bantuannya."


"Adikmu menggunakannya?"


"Karena sebenarnya Erca adalah Maidery yang menajdi pelayan setia milik Tahlia, dulu saat usianya memasuki batas kedewasaan. Menurut analisis yang kudapat, awalnya Erca membantunya dalam mengawasi Rencananya tapi ternyata Erca justru malah jatuh hati kepada Katastrofi. Dan kalah karena kebodohannya sendiri.."


"Sungguh diluar dugaan.." Fedrick menatao tidak percaya dengan semua permainan yang telah disusun dengan sangat rapih ini.


"Alasan kedua adalah pengakuan Rechyla. Ingatkah hari itu aku pernah bertanya mengenai jenis kupu-kupu? Setiap para Dewa atau Dewi, mereka memiliki Soul Of Life untuk menggantikan mereka dalam mengamati dunia bawah. Dan Soul Of Life milik Tahlia adalah kupu-kupu,"


"Tapi kupu-kupu itu berwarna Hijau, sedangkan Great Lady berwarna Emas."


"Itu karena kalian tidak tahu, bahwa kupu-kupu emas itu bagian dati kupu-kupu hijaunya. Kupu-kupu hijau itu bernama Hugo. Hugo dapat memecah dirinya menajdi ribuan bahkan milyaran kupu-kupu, dengan warna yang berbeda sesuai dengan tingkatan kekuatannya. Dan sepertinya, semua peristiwa yang terjadi kepada Rechyla adalah perbuatannya.."


Welliam juga ingat, waktu mereka bertarung, Great Lady di datangi kupu-kupu hijau yang dia panggil Hugo. Apa benar ini bukan sebuah kebetulan?


"Aletha, aku pernah bertarung dengan Great Lady dan dia sempat melihat kalungmu yang ada padaku. Dia bertanya, apakah pemilik kalung itu masih hidup? Mungkinkah Tahlia sudah merencanakan semua ini?"


"Entah lah, tapi mungkin itu memang sedang ia lakukan. Karena, sungguh aku masih belum menyangka bahwa dia melakukan tindakan buruk seperti ini. Aku juga baru tahu, saat aku berhasil terlepas dari sihir mimpi buruk. Mantra itu pun berasal dari Manna Tahlia..."


BRAK!


"Beraninya dia! Akan kuseret dia sekarang juga!" Welliam mulai marah, dia memggebrak meja lalu berniat mencari Tahlia.


"Tunggu Welliam, jangan bertindak dul--"


"Welliam, dengar---"


"Tidak! Kau tidak tahu, selama ini Adikmu telah banyak merugikan duniaku, bahkan memprofokasi rakyatku untuk memberontak kepada Kerajaan!"


"Kumohon dengar.."


"Aku akan mencari---"


"Welliam! Berhenti bertindak gegabah!" Untuk pertama kalinya Fedrick, meninggikan nada bicaranya saat bebicara dengan Welliam.


"Tidak kah kau sadar, Tahlia adalah Adik Aletha? Dilihat dari ini semua, Aletha pun baru mengetahuinya. Dia masih dalam bentuk dilema dalam mengambil keputusan saat ini, tenangkan dirimu..biarkan Aletha yang mengambil tindakan selanjutnya."


"Maaf, aku tidak bermaksud membuat kalian bertengkar. Aku juga tidak tahu bahwa Tahlia banyak melakukan dosa yang menarik banyak nyawa tak bersalah, tapi sungguh aku pun tidak tahu harus bagaimana. Maksudku, dia satu-satunya keluarga yang kumiliki, ada begitu banyak rasa kepercayaan yang kutanam untuknya.."


Welliam kembali sadar dari sikap egoisnya, dia tidak berfikir bagaimana perasaan Aletha yang jauh lebih tersakiti. Karena saat ini, dia adalah korban pengkhianatan dari orang terpercayanya.


Welliam duduk disebelah Alteha, "Lalu kau akan membiarkan Adikmu begitu saja?"


"Tentu saja tidak! Mau tidak mau aku juga harus mengadilinya, aku harus bersikap adil kepada semua mahluk meski berbeda alam. Tapi, jika sungguh Great Lady adalah dia, biarkan aku melihatnya dengan kedua mataku sendiri. Jika bukan dia, aku juga akan tetap mengadili musuh."


"Apa kau sudah tahu, kalau Tahlia akan mendatangimu?" Tanya Fedrick.


"Aku tidak tahu bahwa dia akan datang, hanya saja aku sudah diberitahu bahwa saat ini posisiku sedang dalam bahaya."


' Diberitahu? '


"Aletha, mungkinkah pesan dari teman lamamu yang memberitahunya?"


Aletha mengangguk kecil.


Fedrick tidak habis fikir, semua maslah ini terus berputar-putar, menarik sana-sini pemeran baru, walau titik dendamnya berada pada satu orang yang sama.


Terlebih, kenapa musuhnya harus adik dari menantunya sendiri! Tidak puaskan takdir menguji mereka dengan berbagai konflik yang hampir saling berselisih paham.


Mereka, akan terus ditekan untuk mencoba menebak mana musuh yang bersembunyi dari sekeliling orang-orang terpercaya disisi mereka.


Sekali lagi mereka harus dibuat sadar bahwa..


MATA TIDAK BISA MEMPERLIHATKAN KEBENARAN YANG SEBENARNYA!!


"Apa kau tahu, apa yang diinginkan Adikmu?"


"Aku belum tahu motif kejahatannya untuk apa. Karena saat aku keluar dari Imorrtal Katastrofi masih tinggal disana, mungkin pengasingan Katastrofi terjadi setelah aku keluar. Sehingga akupun buta akan kejadian di Imorrtal, tapi yang aku ketahui sepertinya untuk sekarang,Tahlia menginginkan Pedang hitam itu kembali.."


"Pedang hitam? Benar, dia juga selalu bertanya mengenai pedang itu." Welliam mencoba berfikir.


Mumpung masih dalam satu lingkup pembahasan, sepertinya Fedrick harus bertanya mengenai pedang itu.


"Aletha, mengenai pedang itu, apakah mungkin kau...."


"Pedang itu milikku, dia salah satu dari senjata artefak Dewiku. Aku Dewi pengguna senjata pedang ganda, yang satu adalah Pedang Kehidupan dan keadilan, dan yang satunya bencana dan kematian. Nama asli pedang itu Arcgreo Die, sebelumnya pedang hitam itu aku berikan kepada Dewi Selini Thea. Pedang itu tidak akan bisa digunakan oleh siapa pun jika bukan akau sendiri.."


"Tapi pedang itu, tadinya berada di Katastrofi bahkan dia bisa menggunakannya?"


"Itu juga yang sempat membuatku bingung, tapi aku menemukan jawabannya. Pertama Tahlia yang memberikannya kepada Katsrofi, kedua mungkin karena Crystal Ekdikisi Tanatho."


"Ekdikishi Tanatho? Bukankah itu salah satu Crystal yang melindungi Darkness World bagaimana bisa Crystal itu ada bersama pedangmu?"


"Karena aku yang menciptakan Crystal itu. Aku tahu kalian bingung, tapi sebenarnya kami para 3 Dewa dan Dewi tertinggi, mencoba melindungi Dunia Darkness World dari para Tetua Agung yang serakah, tanpa sepengetahuan siapa pun."


"Maksudmu?" Welliam dan Fedrick kian penasaran dengan semua masalah yang berkaitan.


"Baiklah akan kuberitahu. Karena kalian sudah tahu mengenai fungsi Crystal itu, maka akan kuberitahu singkat ceritanya. Sebelum adanya Lord yang memimpin Dunia ini, kami lah yang melindungi dunia kegelapan ini. Tapi kami sadar, kami tidak dapat berbuat banyak karena posisis dan situasi yang tidak bisa terus-terusan berada di Darkness World. sehingga kami meninggalkan Crystal berbentuk bunga, yang akan memilih Tuannya dari salah satu generasi Lord & Queen, lalu membimbing pemimpin itu untuk melindungi dunia bawah dari dunia atas agar terjadi keseimbangan dunia."


"Siapa saja para Dewa yang membuat Crystal itu?" Ucap Welliam.


"Yang pertama adalah Crystal Lily to Pepromeno tis Aioniontitas berarti Keabadian, benruknya bunga lily emas. Crystal ini dibuat oleh Kendric Athananysus Helios, Tahlia sudah mengatakan tentangnya secara songkat. Kedua ada Dewi Selini Thea, yang membuat Cryatal Triantafyllo tis Aioniontitas berarti kehidupan. Dan yang terakhir adalah Crystal Ekdikisi Tanatho berarti Dendam Kematian. Aku yang menciptakan Cryatal itu dari sekumpulan darah yang membentuk bunga Lycoris. Saat ini sudah ada 2 yang menjadi Tuan dari Crystal itu, tapi untuk Crystal Ekdikisi Tanatho masih belum ada Tuan nya."


"Siapa saja."


"Queen Alicia, sebagi tuan dari Crystal kehidupan. Dan untuk Crystal keabadian, sepertinya dia telah memilih anda Lord Fedrick."


Fedrick berfikir sejenak, kalau tidak salah saat dia bertarung dengan Katastrofi, Crystal emas bunga lily berubah menjadi pedang emas dan terukir jelas namanya dalam bahasa arclanta.


Fedrick menggerakan jemarinya, lalu muncul pedang emas itu ditangannya.


' Sudah kuduga, Crystal itu telah memilihnya. Hem, apa Kendric menyadarinya juga? Sepertinya tidak.'


"Kalau begitu Crystal terakhir telah memilih Katastrofi." Tanya Welliam.


"Crystal ku, belum memilih Tuannya hingga saat ini. Katastrofi bisa menggunakan pedangku katena Crystal itu. Dia yang menjadi Dewa Bencana mencoba meminjam kekuatan dari Crystal Ekdikisi Tanatho. Tanpa sadar dia akan menerima bayaran karena Katastrofi bukan Tuan nya."


"Bayaran yang seperti apa?"


"Semakin besar kekuatan yang kau pinjam, maka semakin besar pula energi kehidupan yang akan diserapnya. Sehingga jangka waktu kematian dari kehidupan panjangmu akan terus terkikis. Sepertinya yang di incar Tahlia adalah Crystal-nya, tapi bila dia mendapatkan pedangnya juga itu akan menguntungkannya. Karena, dia berfikir aku akan kehilangan sebelah sayap Dewiku, padahal itu tidak akan berpengaruh."


"Kenapa kau harus membuat Crystal mengerikan itu, apa kau Dewa Kematian, ha?!"


"Aku bukan Dewa sesadis itu! Yah.., walau aku juga kadang sering mencabut nyawa banyak...."


Dimedan perang-,


"Baiklah, sekarang apa yang akan kau lakukan untuk meyakini bahwa Tahlia sungguh Great Lady?" Ucap Fedrick.


"Sebentar lagi, kalian akan mengetahuinya.."


Welliam maupun Fedrick mendelik bingung. Tak lama disebelah Aletha, muncul siluet cahaya biru, yang kelamaan membentuk seekor burung Canaria yang begitu indah dan berkilau.


Cuit..cuit..cuit..


Mereka sedikit terpana dengan keindahan warna dan jenis burung yang begitu berbeda dengan burung Canaria yang ada di Darkness World.


"Kuperkenalkan, burung ini adalah Soul Of Life milikku, Carina."


--.o🍁o.--