The Queen of Different World

The Queen of Different World
Spirit Beast ; Warning From a Brother



"Hewan ini milik Welliam?!"


Lucy mengangguk, "Kalau tidak salah namanya, ah! Arcclaios Zymba Monuetase'rca."


"Susah sekali namanya!"


"Mana Lucy tahu, kak Welliam yang memberinya nama. Tapi Kak Aletha harus ingat ini, Zymba bukan hewan spirit biasa. Dia tercipta dari sihir Kak Welliam sendiri, Zymba bisa merubah bahkan meniru hewan best lain dengan kekuatan Spirit yang sama persis atau jauh lebih hebat."


"Sungguh? dia Spirit yang hebat."


"Apanya yang hebat, sekarang yang harus dipikirkan bagaimana menyelamatkan nyawa kita!"


"Kenapa? Dia hewan milik Welliam tidak mungkin membunuh keluarga Kerajaan."


"Masalahnya, Zymba hanya menuruti dan jinak dengan Kak Welliam saja. Dia tipe hewan spirit liar yang tak pernah mau menurut dengan bangsa mana pun, dengan kata lain dia hanya mengakui Kak Welliam sebagai Tuan nya. Bahkan yang bikin sebalnya, kekuatannya setara dengan To iliako Fos dan To fos tou fengariou. Mungkin itu sebabnya Kakak menolak menjadi Tuan dari Iliako fos karena dia sudah punya Zymba."


"Welliam menolaknya, bukan kah akan sangat baik bila Iliako Fos melindunginya?"


"Seperti yang sudah kakak ketahui, Lord adalah Matahari (iliako fos) dan Queen adalah Rembulan (fos tou fengariou) mereka yang terpilih akan menjadi tuan dari hewan legenda itu. Tapi saat iliako fos mengakui Kak Welliam, justru Kakak menolaknya dia bilang cukup hewan spirit dari sihirnya yang boleh melindunginya."


"Terdengar angkuh, tapi bagaimana tanggapan Lord Fedrick?"


"Ayah tidak mempermasalahkan, jika memang Kakak bisa bertindak dengan bijak dibawah wawasan pengetahuannya, kenapa tidak? Meski begiru tou iliako fos tetap mengakui kak Welliam, bila waktunya tiba dimana seluruh rakyat mengetahui siapa Lord yang sebenarnya. Saat itu juga to iliako fos akan menurun ke generasi Lord selanjutnya, yang ia akui sendiri."


Lord yang sebenarnya? Sepertinya dia juga punya satu rahasia besar yang bisa membuatku terkejut. Tidak heran bila dia sangat arrogant.


"GRUAAAA!!"


Zymba kembali menggerang dengan sangat kasar, kuku runcingnya begitu sangat menyeramkan. Dia mulai berjalan kearah mereka berduka, membuat Lucy dan Aletha berjalan mundur dengan perlahan.


Aletha harus cari cara untuk bisa melepaskan diri, dilihat dari sisi keganasan hewan ini. Dia bukan tipe yang mudah terpengaruh dengan sihir pengendali.


Bagus, sekarang peliharaanmu ingin membunuh Matemu ini, Welliam!!


Singa itu kian semakin terlihat buas, Lucy sudah ketakutan. Dulu Lucy dengar, kalau Zymba pernah berhasil menyerang Tetua Styvn saat patroli wilayah, bagaimana jadinya jika di tubuhnya ada bekas luka cakaran, NO!! Lucy tidak mau.


Aletha berfikir keras, bagaimana jika dia menggunakan kekuatannya? Tidak! Itu tidak boleh, masih ada Lucy disini. Tak lama Aletha merasakan pundak sebelah kanan terasa panas, lambang sebagai tanda kepemilikan Mate itu sedikit bersinar membuat Aletha tersadar akan sesuatu.


"Lucy tetap dibelakangku."


"Eh, apa maksud Kak Aletha?"


Dengan nekad Aletha berjalan mendekati Zymba yang masih dalam aura membunuh, Lucy panik saat melihat Aletha memilih untuk mendekatinya. Bagaiman jika Aletha dimakan? Oh tidak, Lucy harus menghentikan aksi gilanya.


"Kak berhenti, jangan dekati Zymba. Oh, ayolah Kak Aletha. Sebentar lagi hari upacara pernikahanmu, apa kak Aletha berniat merubahnya menjadi upacara pemakaman? Kak!!"


Peringatan Lucy diabaikan Aletha, dengan rasa khawatir Lucy mencoba mendekati Aletha. Namun...


"Gerr!!"


"Molie?"


Molie, sang hewan spirit Rubah putih milik Lucy seketika hadir, mencoba menghadang Lucy untuk mendekati Aletha. Seolah Molie mengetahui aksi Aletha dia pun memilih untuk melindungi Lucy.


Singa buas itu mendelik tidak suka saat Aletha kian semakin mendekat, apalagi dengan mengulurkan tangan kanannya seolah ingin menyentuh Zymba.


Saat tinggal beberpa langkah lagi, Aletha memejamkan matanya mencoba mempercayai apa yang menjadi pilihannya. Singa itu menggerang hingga perlahan Zymba mulai tenang, mata tajam itu mulai berubah menjadi membulat.


Melihat lambang kepemilikan itu bersinar membuat Zymba sadar bahwa wanita dihadapannya bukan musuh atau bisa dikatakan Tuan ke-2 yang harus ia hormati.


Dia membiarkan Aletha menyentuhnya, bagi Zymba sentuhannya begitu sangat hangat dan nyamana. Aletha tersenyum melihat singa ini menerimanya. Perlahan hewan spirit itu terselimuti siluet hitam, dan merubah dirinya menjadi hewan kecil yang begitu menggemaskan.


"Meow.."


Zymba berubah menjadi kucing manis yang sangat menggemaskan, bulunya yang berwarna hitam kemerahan begitu lembut. Aletha menggendong Zymba sembari mengelus hewan spirit imut itu.


Lucy diam terbengong melihat perubahan drastis dati hewan pling berbahaya di Darkness World.


"Kucing? Ha! Kau menakutiku setengah mati dengan wujud menyeramkanmu, tapi menjadi hewan imut hanya dalam sekali sentuh ditangan Kak Aletha?! Hewan dan majikan sama-sama menyebalkan! Bahkan kau tidak pernah melihatmu bermanja seperti itu kepadaku."


"Ahaha.., aku mengerti kenapa namamu seperti itu. Arcclaios yang berarti perubahan wujud sihir, Zymba adalah nama yang di peruntukan untuk Raja bagi hewan spirit, Monuetase'rca nama lain dari Monucqui yang berarti Spirit keagungan kaisar. Berarti nama sihir untuk pemanggilan jiwa spirit best mu adalah Arcslan, benar Zymba?"


"Meow,"


Sesekali Zymba mendekur manja saat Aletha mengelusnya. Melihat itu membuat Lucy kesal, selama ini dia selalu dipandang sebagai buruan santapannya. Tapi saat di tangan Aletha justru malah bermanja, apa benar dia spirit best lagend yang buas itu?


"Tidak heran jika kalian menjadi pasangan Mate, sangat se--aw!!"


Lucy merintih saat Zymba kembali merubah wujudnya menjadi elang gagah, yang saat ini berdiri dengan sangat angkuh diatas kepalanya. Sesekali Zymba mematuki kepala Lucy.


"Hei, hentikan itu sangat sakit! Turun dari atas kepala--aw! Molie cepat tangkap burung ini, biar kupanggang dia nanti!!"


Zymba terbang membuat Molie mengejarnya, bagi Aletha kedua hewan itu malah terlihat sedang bermain.


"Menyebalkan, kuharap to fos tou fengariou memilih Kak Aletha sebagai Tuannya. Setidaknya kakak selalu di lindungi, walau sekarang Kakak menjadi bagian dari Darkness World karena penandaan Mate. Tapi Kak Aletha harus menjadi penerus Ibu sebagai penguasa Ratu."


"Kurasa dia memang sudah memilihku, tapi tidak bisa melindungi ataupun menuntunku."


"Hah?"


"Lupakan, kita harus segera pergi sebelum senja datang."


Lucy mengikuti Aletha berjalan menuju danau yang terdapat di belakang Villa Welliam.


Aletha pun telah sadar, kalau dia menajadi pasangan Welliam. Maka Luna pasti akan memilihnya, hanya saja Luna tidak akan menuntun ataupun mengikat kontrak darah dengan generasi Queen penguasa kepada Aletha.


Karena Alwtha sendiri murni seorang Dewi, dia yang bergelar di posisi nomor III. Pastinya memiliki best hewan spiritnya sendiri yang sejak lahir telah menajadi pelindung yang setia kepadanya, sedangkan Luna hanya hewan spirit yang akan melindungi setiap generasi Vasilissa yang menjadi Queen di Darkness World.


Itu lebih cocok untuk Lucy dari pada dirinya, tapi takdir tidak ada yang tahu. Bisa saja masa depan dapat berubah, tergantung pada siapa Alam menyeleksi kaum yang dia anggap pantas untuk di akui.


Begitu juga sebaliknya untuk to iliako fos. Welliam berhak memilih, tapi Welliam juga tidak berhak menolak pilihan to iliako fos, karena Dewi Selini Thea ingin to iliako fos menjadi penuntun bagi setiap generasi Lord yang di akui, olehnya.


--.o☘o.--


*Wilayah Merrmaid.


~Lautan Neptuna.


Lautan yang membentang luas di seluruh samudra Artlantisca dunia Darkness World, adalah wilayah perairan yang menjadi kekuasaan dibawah kendali kaum Merrmaid.


Lautan Neptuna, memiliki kedalaman maksimum 10.911 meter (35.798 kaki) di bawah permukaan laut. Berjarak 6.366,4 km dari pusat daratan Darkness World. Di bagi menjadi tiga lapisan perairan.


Lapisan pertama untuk kaum Mertona, sebutan untuk daerah bangsa Merrmaid yang memiliki darah campuran ras lain.


Lapisan kedua untuk kaum Mermaintis, sebutan untuk daerah bangsa Merrmaid yang tidak memiliki gelar bangsawan.


Lapisan ketiga berada dipaling dasar lautan, untuk kaum Merrmayseidon. Sebutan untuk bangsa Merrmaid dari kalangan yang memiliki keturunan murni darah bangsawan, pada wilayah Kerajaan Neptuna.


Lautan samudra yang menjadi cerminan dari langit biru Darkness World, sering menghadirkan butiran kilauan indah saat cahaya mentari maupun rembulan menyinari permukaannya.


Perlahan permukaan air laut yang menggelombang tenang, mulai berkecamuk liar. Ombak yang mencoba menggapai pesisirnya mulai surut, namun surutnya air laut bukan karena akan terjadi sebuh bencana.


Tetapi lautan itu membelah diri membuat sebuah jalanan yang menampilkan daratan dasar terdalam yang selalu terselimuti air laut.


Di sisi kanan dan kiri jalanan pasir itu, lautan membentuk ombak tinggi namun tak menjatuhkan airnya. Terlihat seorang pria berjalan dengan sangat santai ditengah-tenganya.


Seolah tak ada rasa takut atau berfikiran, bagaimana jadinya bila gelombang air laut yang membentuk dinding di sisi jalanan menutup dan menelannya. Tapi Welliam pun tahu itu tidak akan terjadi jika bukan dia sendiri yang memerintahkannya.


Daratan, langit atau pun lautan mengetahui dan mengakui siapa penguasa sebenarnya saat ini. Hanya karena mereka menjadi air yang di kendalikan kaum Merrmaid, bukan berarti air mampu menyerangnya.


Perlu diketahui kepada kalian para makhluk yang berbeda, bahwasanya Alam tidak pernah berkhianat. Justru mereka yang berpijak diatas ataupun di bawahnya lah yang selalu mengkhianati, karena kaum sombong sering memperlakukan alam dengan cara yang salah.


Maka alam pun berhak mengadu kepada dia yang paling tinggi, untuk memberikan izin kepada alam agar menghukum para kaum yang sombong.


Welliam berjalan dengan sangat gagah, baju kebangsawanannya dengan beberapa aksesoris lencena emas, menggelantung dengan begitu berwibawa.


Ia membaca tiga lembar dokumen yang berhasil dia dapatkan disebuah tempat tersembunyi daerah Neptuna. Mata Demonnya begitu teliti membaca tiap paragrafnya, dokumen itu sepertinya telah lama tersimpan, melihat dari bentuk kertas usang dan tinta yang mulai memudar.


Tangan kiri Welliam terselimuti cahaya siluet hitam yang menampilkan sebuah buku yang berjudul 'Darkness World'. Membuat Welliam mencocokan beberapa kata yang ada di kertas dokumen dan halaman pada buku itu.


Terlihat Welliam tersenyum smrik saat menemukan jawaban dari rasa gelisahnya, melihat dan membaca sendiri kini Welliam paham dengan apa yang terjadi pada Darkness World selama ini.


Meski begitu dia tidak boleh bertindak gegabah, biarkan lawan yang menuntun alur maka dia yang akan menjadi puncak kelimaksnya.


Berjarak 10 meter darinya, terlihat seorang King dan Beta bangsa Merrmaid berdiri menunggunya di pesisir. Welliam berdecih senang, sepertinya ia mendapat tamu terhormat.


Segera Welliam menghilangkan dokumen dan buku yang ada ditangannya, lalu berjalan menghampiri sekutu atau fraksin musuh?


"Salam hormat untuk anda, Yang Mulia Welliam. Sang putra matahari Darkness World, semoga anda selalu berjaya."


Harlie dan Karlos memberi hormat kepada Welliam. Di susul oleh Loise dan Styvn, yang berada di belakang Harlie dan Karlos.


"Hn."


Harlie kembali berdiri tegak, ia menatap curiga saat melihat beberapa noda darah terlukis di pakaian sang Pangeran Demon. Menyadari tatapan Harlie, Welliam melepas jass bangsawannya yang telah ternodai oleh darah kaum Merrmaid. Ia melempar kedasar tanah lalu membakarnya begitu saja.


"Kau memerlukan prajurit yang kuat untuk menjaga sebuah barang penting, King Harlie."


"Yang Mulia, apa yang telah anda lakukan kepada mereka?"


"Hanya sedikit menyapa, tapi sungguh prajuritmu tidak memiliki etika kesopanan terhadapku. Jadi aku mengajari mereka untuk mengenali siapa yang harus di hormati."


Harlie tahu, untuk mengajari para kaum yang tidak berprilaku sopan kepada Pangeran Demon ini, adalah kematian. Tapi sepertinya bukan prajurit kerajaan yang ia bunuh, bila barang penting yang dia maksud, mungkinkah daerah itu?!


"Apa anda datang untuk dokumen laporan wilayah, Yang Mulia?"


"Apa gunanya dirimu sebagai King, jika aku datang sendiri hanya untuk sebuah dokumen laporan. Coba tebak apa yang kubutuhkan di Neptuna?"


Tidak salah lagi, pasti dokumen rahasia milik Tuannya, Katastrofi. Harlie menggeram tertahan, ia mengepalkan jemari tangannya. Tapi untunglah dokumen itu tidak tertulis rencana atau nama Carlitos serta dirinya.


"Apa kau pernah berfikir, untuk berniat mengkhianati Lorddrak's lagi, Harlie?"


"Keluarga Neptun, tidak akan pernah berkhianat. Hamba sangat bersyukur dengan apa yang diberikan Queen Alicia dulu, anda jangan khawatir Yang Mulia."


"Cih, kuharap ucapanmu itu sungguh tulus."


Ctak!


Welliam menjetikan jarinya, membuat lautan yang terbelah dua di belakangnya menutup sehingga menimbulkan gelombang ombak yang berkecamuk. Untung lah air laut tak menghempaskan mereka, karena tertahan oleh sihir Welliam.


"Apa kau kesal, aku membunuh prajuritmu?"


"Mereka pantas mati, karena telah bertingkah tidak sopan kepada anda Yang Mulia. Tapi, bolehkah saya tahu. Apa yang anda lakukan di wilayahku?"


"Wilayahmu? Harus kubenarkan dari kalimatmu, King Harlie. Yang benar wilayahku bukan wilayahmu, kau hanyalah Raja yang mengendalikan air tapi bukan penguasa yang memerintah lautan. Apa yang aku lakukan dan aku inginkah di lautanku, tak perlu kau ketahui!"


Harlie semakin geram namun dia mencoba menahannya, "Maaf atas kebodoham saya, Yang Mulia."


Welliam hendak berjalan pergi namun ia kembali tersirat sesuatu yang membuatnya marah.


"Harlie, ada yang ingin aku katakan."


"Mengenai ap---"


Brukh!!


"Uhuk!!"


Harlie menyeka darah segar dari mulutnya. Tanpa aba-aba, Welliam menyerang Harlie hingga membuatnya terhempas dan menghantam batu karang dengan sangat kasar.


Loise, Styvn, dan juga Karlos begitu terkejut dengan serangan tiba-tiba itu. Apa yang membuat Welliam menyerang Harlie?


Tap!


Kreet!!


Welliam menekan tubuh Harlie menggunakan salah satu kakinya, mencoba menahan agar Harlie tidak bangun dari posisi terpuruknya.


"Yang Mulia, apa yang anda lak--"


"Apa aku menyuruhmu untuk berbicara, Karlos?"


"Saya mohon ampun, tapi King Harlie sudah bilang tidak akan berkhianat. Lagipula dia telah menebus dosanya dengan mengabdi kepada Kerajaan Agung."


"Ya, Harlie memang banyak berjasa dalam mengurusi wilayah Neptuna. Tapi serangan ini untuk apa yang telah kau lakukan kepada Lucy, Harlie!"


"Ugh! Se-sepertinya, Putri Lucy punya kebiasaan buruk dalam membicarakan orang lain." Harlie sedikit tersengal mencoba menahan rasa sakit pada dadanya.


"Jadi seperti itu caramu menilai Lucy, sungguh sangat disayangkan. Ternyata Kau tipe pria breng**k, Harlie. Tanpa dikatakan olehnya, aku pun tahu semua yang kau lakukan kepada Lucy! Jadi bagaimana caraku memberi pelajaran kepadamu, hm?"


Welliam kian menginjak Harlie dengan kuat, membuat Harlie benar-benar kesakitan.


"Argh!!"


"Ya-yang Mulia, mohon anda tenangkan diri anda. Jika anda bersikeras menyiksanya, itu juga tidak baik untuk Putri Lucy."


Mendengar permohonan Karlos membuat Welliam terpaksa melepaskan Raja lakn*t ini. Setelah terlepas akhirnya Harlie pun dapat bernafas legah, meski bisa ia rasakan sepertinya tulang rusuknya retak.


"Kali ini kuampuni kau. Jangan pernah berfikir, hanya karena kau Matenya, bukan berarti aku tidak bisa membunuhmu. Air mata Adik ku terlalu berharga hanya untuk menangisi Pria sepertimu! Ini peringatan terakhirku!!"


Welliam pergi menggunakan sihir teleportasi, di ikuti Styvn dan Loise setelah memberi salam. Karlos membantu Harlie berdiri, walau sedikit tertatih tapi Harlie mencoba sekuat mungkin menahan rasa sakit yang hampir meremukan seluruh tulang rusuknya.


"Kalian lihat saja, siapa yang akan membunuh siapa. Tuanku akan kembali, dan kalian akan kuhancurkan!!"


"King, sebaiknya anda jangan membuang tenaga untuk berbicara, kondisi anda---"


"Diamlah! Sekarang juga ambil semua berkasnya dan kembali ke markas Carlitos."


"Tapi jika kita kembali, bagaimana dengan undangan pernikahan Pangeran Welliam, King? Akan sangat terlihat jika anda tidaj hadir, sebagai King Merrmaid."


"Aku tidak perduli, kurasa Demon itu juga tidak menginginkan kehadiranku di acara besarnya itu!!"


"Baik, King."


"Kalian tunggu saja, kali ini periode Lorddark's sebagai penguasa akan benar-benar berakhir!!"


--.o🍁o.--