The Queen of Different World

The Queen of Different World
End Of Everything



.........."*,oO🍁Oo,*"..........


Aku hanya bisa berharap, bahwa Tuhan benar-benar ingin kita terus bersama hingga akhir kisah kita, layaknya sebuah dongeng yang begitu indah untuk selalu diceritakan kepada anak cucu kita kelak ...


Jadi, cintailah aku tanpa pernah berkata


' Aku ingin kita berpisah! '


~ Andrea.Nl ~


................................................................


.


*Di Posisi Welliam.


Bagaikan makna dari gelar Dewa-nya, Katastrofi sungguh menciptakan bencana di padang peperangan ini. Sehingga ia menggila dan terus membunuh tanpa pandang bulu.


Katastrofi terus menargetkan Welliam yang hanya dapat melihatnya dengan tatapan tajam, meski ia berhasil membunuh prajurit Lucifer Kingdom. Tapi, dia tidak bisa mengalahkan Welliam, apalagi pedang hitam itu ada padanya!


Seperti merasakan dejavu, ingatannya mengenai pertarungan terakhirnya dengan Fedrick membuatnya bernostalgia dan merasakan kebencian seribu kali lipat saat berhadapan dengan Welliam.


Ia menyempurnakan serangannya dengan menyuruh puluhan gagak pemangsa menghabisi Welliam, namun, belum sempat mereka mengoyak Welliam. Zymba lebih dulu memakan habis burung-burung gagak yang terlihat santapan baginya.


Lagi-lagi Katastrofi ditampar dengan sangat keras, pasalnya seberusaha apapun ia menyerang hasilnya tetap nihil. Seolah Welliam tidak boleh kalah dari kursi singgasananya, hal ini tentu membuat amarah Katastrofi kian menggebu-gebu.


"Hancurkan mereka, Troll Gelimous !!"


Saat perintah dituturkan, ternyata Para Troll menyatu dengan alam. Mereka menjadi raksasa berlapis batu yang terangkat dari dalam tanah, seakan mereka telah memiliki kekuatan baru.


Para Troll menjadi lebih buas dan yang pasti mereka lebih mudah menyerang pasukan Lucifer Kingdom. Seakan yang diprediksi Aletha menjadi nyata, para Troll lemah itu ternyata benar-benar dijadikan bahan reset sihir.


Tahlia, menggunakan tubuh besar mereka sebagai miniatur yang paling pas pada peperangan ini. Para Troll yang berhasil merubah diri, mulai menghancurkan altar suci yang sudah rusuh sehingga kerusakan kian bertambah.


Pasukan Lucifer mencoba menyerang dengan sihir, tapi sihir itu berhasil di tepis seolah mereka mengenakan baju zirah terbaik. Separuh Carlitos yang hampir frustasi kini kembali membara.


Welliam yang melihat itu, begitu sangat tersanjung pada apa yang dilakukan Tahlia dan Katastrofi. Semua yang dilakukan mereka benar-benar membuatnya terhibur, seakan ia menonton sebuah pertunjukan tetaer terbaik yang pernah ia lihat.


"Cih, sungguh skenario yang sangat bagus!" Welliam memperhatikan lingkungannya.


"Lord, apkah anda ingin aku bantu?"


"Kau tidak perlu turun tangan Thana, karena aku memiliki rencana sendiri. Sampai aku memerintahmu, tetaplah di dalam pedang."


"Baik, Lord."


Meski Welliam begitu terkesima dengan aksi musuh, tapi dia jauh lebih bangga terhadap Mate nya. karena, semua yang terjadi di medan perang benar-benar sesuai dengan yang ia katakan. Jadi inilah sosokmu sebagai Polemou?


Troll bertubuh raksasa masih terus menyerang mereka, menginjak, memukul, hingga menyapu habis barisan mereka. Namun, tidak akan membuat seorang Lord bangsa Demon ini gentar.


"Alberd, Briant, Styvn! Apa semuanya sudah siap?"


Semua telah siap Paduka


"Bagus, lakukan sesuai dengan rencana Ratu."


Perintah anda adalah kemenangan bagi Darkness World, Paduka Lord!


Welliam memberi perintah lewat pikiran dan langsung ditanggapi dengan sangat tegas. Benar, dia juga harus segera menunjukan siapa sang Raja di dunia fana ini!


Hingga ....


DUMB!!


Welliam di hadang dan ditantang oleh Troll bertubuh raksasa dengan begitu kuat. Hanya satu, ya! Troll itu dengan sangat percaya diri berdiri beberapa jarak dari posisi Welliam tanpa ada rasa takut.


Kedua mata merah yang menatap buas kepada sang Raja malam, tak sedikitpun membuat seorang Welliam takut.


Welliam hanya dapat menghela nafas, karena sejak dulu mainan hidup ini terus mengusik kehidupan dunianya. Tak cukupkah dia membantai para Goblin? Dan kini malah hadir Troll sampah baru lagi.


Langit malam begitu sangat mencolok dengan warna hitam pada kerusuhan peperangan, kabut dan asap menjadi teman yang sangat ideal saat ini.


Welliam ...


Ditengah ia meratapi situasi, sebuah melodi paling merindukan terdengar hingga menusuk sukmanya.


Aletha mencoba berkomunikasi dengannya lewat selubung hati dari pasangan Mate, sehingga suara itu begitu jelas terdengar.


Sepertinya Aletha mencoba mengakhiri mereka secara bersamaan tapi dalam tempo waktu yang berbeda, sejujurnya Welliam juga sedikit kesal. Karena sejak Katastrofi kembali menjadi dirinya yang sebenarnya.


Welliam tidak bisa membunuhnya, mungkin karena dia terikat kontrak jiwa dengan Tahlia sehingga hal itu tidak bisa membunuhnya, jika kita tidak menyingkirkan Tuan nya terlebih dahulu.


Meski ia yakin Aletha dapat melakukan tugasnya dengan sangat baik, tapi Welliam tetap resah dengan wanitanya yang ada disana. Sebuah perasaan yang begitu mengganggunya terus membuatnya khawatir.


Tidak! Welliam tidak boleh ragu, ia yakin semua akan baik-baik saja. Callister, sang Naga dari Matenya saja masih terus mengamuk dengan tenang, itu berarti tidak ada yang perlu dikhawatirkan mengenai Aletha.


Welliam tersenyum rindu pada perintah Ratu tersayangnya, baru saja mereka berpisah beberapa jam kini dia sudah merindukannya.


" ....kau bisa mengandalkanku, percayalah bahwa aku akan membawa kemenangan untuk dunia kejam ini. Dan untukmu Queen ku, bagaimanapun situasinya kau harus kembali kesisiku! "


Untuk beberapa saat Welliam bingung karena Aletha tidak mengatakan sesuatu.


' Yes My Lor-- '


BOOM!!


Karena Troll itu menyerangnya, Welliam jadi tidak dapat mendengar dengan jelas ucapan yang paling dia sukai dari Ratunya ini!


" Beraninya kau menggangguku, dasar mahluk rendahan! "


Troll itu berteriak dengan suaranya yang begitu nyaring, bahkan bisa membuat ultrasonik pendengaran yang mampu memecahkan gendang telinga.


Cukup! Welliam kesal melihat wakah jelek Troll itu. Dengan sangat sinis, Welliam mengarahkan jari telunjuknya kearah Troll dihadapannya, membuat ukiran pola sihir kecil pada jemarinya. Seakan marah, Troll itu kembali bersiap menyerang Welliam hingga dentuman keras pun terjadi.



( Illustrasi )


.


Welliam lebih dulu menyerang Troll biad*b itu dengan sihir mematikannya. Hanya satu jari yang terarah kepadanya dan itu mampu melubangi tubuh raksasa Troll yang telah termanipulasi dengan sihir hitam temuan Carzie.


"Maninanmu cukup menghiburku, Katastrofi!" Sindir Welliam dengan tatapan mematikannya.


Katastrofi yang merasa direndahkan begitu marah, dia menyerang Welliam dengan brutal. Tentu saja dengan senag hati ia akan melayani tantangan dari musuh keluarga Lorddark's.


Mulai dari sihir hingga kekuatan fisik terus dilakukan Katastrofi untuk menjatuhkan Welliam, tak jarang keduanya berhasil melukai diri walau itu hanya segores luka, tapi tetap saja mereka tidak akan mengalah hingga alam benar-benar menyaksikan satu diantara mereka berdua MATI.


"Pedang itu milik ku!"


"Sungguh? Tapi kenapa Thana tidak mengakui bahwa kau adalah Tuannya?"


"Thana? Maksudmu roh yang ada di pedang itu?"


"Dengar Katastrofi, kau pasti tahu pedang ini bukan milikmu melainkan milik Aletha. Sejak awal juga kau hanya meminjam bukan memiliki, maka kesimpulannya, kau tak punya hak untuk mendapatkannya!"


"Brengs*k !!"


Mereka kembali bertarung habis-habisan. Sedikit lagi, Welliam hanya perlu mengulur hingga waktunya tiba. Alberd, Briant dan Styvn juga telah berada di posisi untuk dapat melakukan rencana tersembunyi yang telah Aletha siapkan.


Setelah hampir menunggu lamanya 30 menit, Welliam dapat tersenyum puas. Bahwa ia yakin Aletha telah berhasil mengalahkan Tahlia, karena saat ini dia serta yang lainnya dapat melihat bagaimana Troll dan goblin hancur lebur menjadi kupu-kupu merah yang jatuh berserakan di tanah.


Seakan sihir pengikat mereka telah lepas dari Tahlia dan kupu-kupu itu kehilangan cahaya kehidupannya. Menandakan bahwa, Tahlia benar-benar telah mati!


"Apa yang terjadi kepada mereka? Dasar tidak berguna, cepat bangkit dan hiduplah kembali Troll bodoh !!" Katastrofi mulai tidak fokus pada pikirannya, sebenarnya apa yang terjadi kepada mereka?


Welliam tersenyum sakarstik, "Sudah waktunya!"


"Apa maksudmu? Waktu apa yang kau maksud?!"


"Tentu saja, waktunya kematian kalian semua! Tidurlah dengan tenang O theo tis Katastrofi !!"


Welliam mengangkat pedangnya keatas tepat disaat itu pedang yang terdapat ukiran nama Welliam sebagai Raja penguasa bersinar pekat, membuat Crystal Thanato kian menderang tajam.


"Nobastellium !"


Sedetik kemudian, pedang hitam milik Aletha berubah menjadi Fairy kecil bercahaya merah, yang saat ini telah terbang tinggi keatas mencoba menggapai angkasa tertinggi.


Langit malam yang begitu gelap membuat Thana menjadi mencolok, apalgi ia terbang dengan sangat cepat sehingga membentuk garis vertikal merah, karena hal itu banyak menarik perhatian semua yang ada di Agra.


Zymba dan Callister yang melihat isyarat sang Lord, terbang beriringan mengikuti sanga Fairy Thanato (Thana). Tentu hal ini semakin membuat Katastrofi maupun Carlitos menatap bingung.


Dan disaat Thana berada di titik tertinggi, ia berubah menjadi pola sihir merah yang begitu besar di langit malam, ukiran pola sihir aneh itu semakin membuat musuh terheran dan merasa waspada.


Sedetik kemudian, dari dalam tanah tumbuh bunga Wisteria yang melingkari batas gerak mereka dalam jarak kecil. Seolah bunga itu adalah sihir benteng yang tidak akan membiarkan Carlitos maupun Katastrofi lari dari titik target kemusnahan.


Apalagi mereka baru sadar bahwa pasukan Lucifer telah berada di luar dinding sihir, karena Carina yang membagi dirinya untuk di sisi pasukan kerajaan, melakukan perpindahan tempat kepada mereka dengan sihir teleportasi.


Sehingga hanya Catlitos, Katastrofi dan Welliam saja yang ada di dalam kurungan sihir Wisteria. Jadi begitu, Katastrofi akhirnya paham. Pasti Welliam ingin menghabisi mereka dalam satu serangan mematikan yang sangat gila menurutnya.


Cih, aku tidak bisa merasakan keberadaan Tahlia. Apa mungkin dia telah kalah? Kurang ajar !!


Benar! Inilah rencana rahasia yang telah Aletha siapkan matang-matang. Dia membagi dua pasukan kerajaan agar dapat berjalan sesuai rencana, sebagian pasukan tidak akan berada di medan perang.


Tapi mereka diam diam menanamkan bunga Wisteria secara memutari area yang menurut mereka pas, lalu bergabung dengan pasukan Vampire di hutan, agar dapan memancing pasukan Carlitos yang ada di hutan untuk bisa memasuki batas sihir, dan akhirnya mereka pun berhasil terjebak di dalam lingkaran sihir Wisteria.


Sedangkan Alberd, Styvn, dan juga Briant. Mengomando pasukan agar semua berjalan sesuai rencana, tanda pertama adalah saat Welliam membentuk bendera Lucifer di langit Agra.


Itu adalah langkah awal bagi mereka untuk berpencar dan menanam bunga Wisteria agar bisa tumbuh, saat Thana mengaktifkan sihir kematian dari Crystal Thanato.


Dan hasilnya sesuai rencana, Alberd sendiri tidak menyangka bahwa ia dapat melaksanakan strategi gila ini. Ia ingat dengan kertas yang diberikan Ratu nya saat pembahasan strategi waktu itu, ia memanipulasi bunga Wisteria dengan sihir ilmiah ciptaannya dan semua berjalan lancar.


Syukurlah ...


.


.


Kembali pada posisi Katastrofi yang kian merasa was-was dengan serangan berikutnya. Sungguh, melihat sihir merah dari crystal kematian Darkness World membuatnya gemetaran. Dia yakin, pasti serangan ini akan dapat membunuhnya!


Apalagi, Tahlia telah berhasil dikalahkan!


"KATASTROFI, WAKTUNYA MENGAKHIRI INI SEMUA!!"


--.o0 🍁 0o.--