
>^<..•°•..•°•..•°•.oO🌺Oo.•°•..•°•..•°•..>^<
Selama empat hari ini, seluruh staf kerajaan sibuk mengurusi persiapan pernikahan Putra kebanggaan matahari Darkness World. Dan kini, tiba waktunya hari besar yang sangat membahagiakan bagi seluruh penghuni dunia kegelapan.
Selama menjelang pernikahan, Festival Lucifer diadakan dengan sangat meriah di kota Zainthor. Bangsawan atau rakyat biasa, mereka membaur dengan sangat bahagia pada hari besar ini.
Di depan pintu utama Lucifer Kingdom, barisan kereta kuda dari berbagai tamu undangan, berbaris dengan sangat rapih.
Satu demi satu para tamu undangan memasuki Aula Singgasana, sebagai tempat penyelenggara perjanjian suci Putra Mahkota dan Putri Mahkota, disusul dengan acara penobatan bagi kedua mempelai sebagai penerus Penguasa yang baru.
Alunan musik klasik mengalun merdu membuat sebagian kalangan, bercanda tawa sembari menunggu acara resmi dimulai. Sebagian juga ada yang terkagum pada interior wedding begitu memukau.
Sebuah Aula yang selalu terlihat suram berubah menjadi penuh warna bahagia. Beberapa pilar emas bersejajar disisi Alula, karangan bunga Wisteria dengan empat macam warna soft pink, ungu, biru, dan putih.
Menyusun bagaikan tirai-tirai, dilangit aula. Para Fairy terbang bahagia dibawah guguran tiap kelopak bunganya. Tidak hanya itu saja, dinding aula berfariasi dengan ukiran marmer berwarna biru dan silver, membentuk pahatan indah tak ternilai harga keindahannya.
Yang paling membuat semua takjub adalah bendera kebanggan Lucifer Kingdom membentang secara horizontal, dibelakang kursi tahta kekaisaran dengan sangat besar.
Warna biru pekat, sepekat warna samudra, dengan ukiran lambang terbuat dari benang sutra, perak dan emas. Membuat semua tamu undangan begitu takjub dengan interior yang belum pernah mereka lihat.
Lucy tersenyum bahahagia, saat melihat para tamu undangan dari lantai dua. Ini pertama kalinya bagi dia melihat para bangsawan terhormat secara langsung, terakhir kali dia hanya menghadiri pesta yang diadakan Kerajaan Neptuna.
Itupun sudah beberpaa ratus tahun yang lalu, sehingga Lucy masih sangat awam dengan pesta besar seperti ini. Tapi di lain sisi, Lucy melihat seorang pria bersandar pada pilar tak jauh darinya.
Mungkinkah dia tamu undangan?
Karena Lucy berfikir sebagai anggota Kerajaan, yang menjadi tuan rumah. Sebaiknya menyapa pemuda itu, lagi pula bisa menjadi pelajaran untuknya dalam menyambut tamu bangsawan.
Dengan keyakinan besar Lucy menghampiri pemuda itu. Setelan jass berwarna merah dengan paduan hitam dan satu liontin lencena emas, yang terpasang di kerah kemejanya.
Membuat pria itu terlihat sangat menawan, dia yang bersandar pada pilar dengan segelas ramping minuman wine ditangannya. Begitu terlihat sangat berwibawa.
Hanya saja Lucy tidak dapat melihat dengan jelas wajahnya, karena dia berdiri sejajar dengan gorden biru yang menghalau cahaya, belum lagi dengan topeng hitam yang membingkai dimatanya.
Memangnya ini Festival Mask?
"Salam Tuan. Apa yang anda lakukan disini?"
Pria itu melirik Lucy, "Apakah aku tidak boleh berada disini?"
"Em, bu-bukan seperti itu. Hanya saja para tamu undangan lebih banyak membaur dilantai bawah, sedangkan disini begitu sepi."
"Aku bukan bagian dari bangsawan itu, dan juga aku tidak suka berbaur dengan mereka."
Nada baritone yang begitu dingin, begitu terdengar sangat canggung, sepertinya dia tipe pria yang tidak suka di usik waktunya. Pria itu memutarkan pelan minumannya, membuat suasana begitu hening.
Apa seperti ini rasanya menyapa tamu terhormat?
"Kalau boleh saya tahu, anda dari keluarga bangsawan mana?"
Pria itu menghentikan aksinya dalam memutar gelas wine, dia melihat Lucy, lalu melangkah sedikit lebih dekat kearang Lucy.
Meski tidak terlalu jelas, tapi Lucy bisa melihat kedua mata pria itu berwarna merah pekat. Tak sekelam mata Demon atau pun seklabu mata Vampire, justru ini pertama kalinya dia melihat mata merah seindah permata ruby.
Aneh, Lucy tidak dapat merasakan aura ras dari ciri khas pemuda itu. Apa karena dia tak terlalu paham dengan kalangan klan bangsawan?
Pria itu meletakan gelas wine-nya diatas pagar pembatas lantai dua, kemudia kembali melihat Lucy.
"Aku hanya tamu tak diundang, yang ingin menyaksikan acara resmi dari teman lamaku."
Tamu tak diundang? Apa dia teman Kak Welliam?
"Ka--"
"Putri Lucy, huft.., akhirnya saya menemukan anda." Ucap pelayan kerajaan Lucifer.
"Ada apa?"
"Sudah waktunya, Ratu ingin anda bersiap juga."
"Baikalah,"
Lucy kembali melihat pria itu, "saya permisi dulu, maaf mengganggu waktu anda."
Tanp menjawab, pria itu hanya menatap kepergian Lucy. Saat itu juga hadir seorang pria disebelah pemuda itu.
"Tuan, apakah anda berencana untuk menyapanya?"
"Tidak, setelah acara resepsi, kita kembali."
"Anda tidak ingin melihat penobatanya?"
"Tidak."
"Lalu bagaimama kita melaporkannya, kepada beliau?"
"Laporkan saja apa yang kau lihat. Lagipula, tidak akan ada yang melihat penobatannya sebagai Ratu!"
"Ee?"
--.o☘o.--
Sejak tadi Aletha terus menggenggam jemarinya sembari menghela nafas. Entah mengapa diri ini begiru sangat deg-degan, tidak biasanya dia segugup ini.
Apa karena hari ini adalah hari besarnya, jujur ia tidak menyangka selama kehidupan abadnya, dia bisa juga merasakan yang namanya hari pernikahan. Oky, ini sangat menegangkan.
Sudah berkali-kali Fivian merapikan hiasan dirambut Aletha, karena sejak tadi, Aletha terus berjalan. Dari sana kemari, dari kemari kesana, dari situ kesini, dari kesini kesitu. Terus berulang-ulang, sampai Fivian menggelengkan kepalanya.
Tidak biasanya dia melihat Putri Aletha segelisah ini. Tapi, ini begitu sangat lucu melihat seorang Aletha Wisteria bisa merasakan gugup.
"Oh, lihat ini, kau begitu sangat cantik Kakak Ipar." Lucy memasuki kamar Aletha.
"Apa ini tidak berlebihan?"
"Apanya yang berlebihan, kak?"
"Maksudku, gaun pengantin ini rasanya tidak cocok jika aku yang memakainya. Aku ta-takut ti--"
"Tidak serasi dengan Kak Welliam?"
Aletha mengalihkan wajahnya mencoba menyembunyikan rona merah dipipi porselinya.
Tapi justru tingkah Aletha ini membuat Lucy dan Fivian gemas, jarang sekali melihat Aletha menunjukan sikap malunya. Mungkin ini yang membuatnya gelisah, fikir Fivian.
"Ya ampun, kenapa Kakak berfikir seperti itu, sekarang kemari," Lucy membimbing Aletha untuk berhadapan dengan cermin besar.
"Lihat baik-baik diri kakak, bukankah sangat cocok dan begitu sangat cantik? Apakah Kak Welliam akan menolak dengan penampilan jelitamu ini, hm?"
Aletha menatap lekat pantulan dirinya pada cermin dihadapannya. Gaun pernikahan berwarna putih berpaduan dengan warna silver dan biru. Beberapa permata kercil terangkai di pundak yang terekspos indah.
Rambut putih silvernya, dibiarkan tergerai dan sedikit bergelombang. Tak banyak hiasan pada rambutnya, hanya rangkaian bunga mawar berwarna sama persis dengan matanya, disisi rendah kanan dan kiri pada rambut sutranya.
Tak lupa tudung putih panjang berukir cantik disetiap sudutnya, yang menggantung bersamaan dengan riasan rambutnya. Aletha sendiri begitu kagum dengan hasil jerih payah Fivian dalam mendandaninya.
"Apakah, secantik itu?"
"Tentu saja, bahkan Licy tidak sabar ingin melihat wajah bodoh kakak, karena terpesona dengan kecantikan kak Aletha."
"Kau jadi semakin pintar berbicara, ya."
"Hehe.."
Tok..tok..tok..
"Kami segera kesana," balas Lucy kepada pelayan barusan.
Lucy dan Fivian membantu menarik dengan lembut tudung putih yang akan menutupi wajah jelita Aletha. Fivian memberikan karangan bunga Wisteria yang telah dirangkai sedemikian indahnya, kepada Aletha.
"Mari lewat sini, Putri Aletha."
Aletha tertawa kecil melihat tingkah Lucy, setidaknya ia bisa sedikit mengurangi rasa gugupnya.
.
.
Di posisi Welliam.
Kemeja dongker terbalut jass biru pekat, bercelana putih, mengimbangi warna tema dari interior yang mendominan warna putih silver dan biru samudra.
Tak lupa lencena ke agungannya sebagai seorang pemimpin, menggantung dengan sangat gagah dipakaiannya. Ditambah mahkota penguasa yang terpasang dengan sangat agung dikepalanya, menambah karismanya sebagai seorang kaisar.
Welliam membenarkan sedikit pin pada pergelangan jass-nya, lalu kembali berdiri tegap menunghu waktunya untuk memasuki altar suci.
"Paduka, Welliam Cornelis Lorddarks. Memasuki Altar Suci!" Tegas ajudan yang melantangkan suaranya.
Pintu putih berlapis emas dihadapannya perlahan terbuka, menampilkan isi aula yang sangat megah. Welliam membuka kedua matanya, menunjukan mata biru sepekat lautan yang memancarkan aura sosok pemimpin.
Ia berjalan dengan sangat berwibawa, diatas karpet merah yang membentang lurus menuju kursi tahta tertinggi. Dengan mengabaikan tatapan para wanita bangsawan, yang melihatnya dengan penuh terkesima pada wajah tampannya.
Welliam menaiki anak tangga menuju barisan lantai ke dua dari aula singgasana, kemudian berhenti. Ia membalikan badannya menunggu pasangannya untuk berdiri bersama di altar suci ini.
"Yang Mulia, Putri Aletha Wisteria. Memasuki Altar Suci!"
Tak lama setelah Welliam masuki aula ini, kini giliran Aletha yang sudah siap untuk mendampingi Welliam.
Pintu itu kembali terbuka, semua tamu undangan mengarahkan pandangan kearah Aletha dengan rasa penasaran.
Karena kehadiran dan sosoknya begitu sangat dirahasiakan oleh pihak kerajaan Lucifer. Sehingha banyak yang mencoba menebak seperti apa wajah jelitanya yang sering digosipkan sangat cantik, terutama bagi kaum hawa.
Lucy dan Fivian berjalan beberapa langkah dihadapan Aletha, lalu mereka harus berhenti ditengah perjalanan sembari menunduk hormat. Membiarkan pengantin wanita berjalan sendiri menuju tangga singgasana.
Setiap langkah Aletha, menjatuhkan tiap kelopak bunga Wisteria yang ada di langit aula, paduan warna Wisteria begitu kontras dan serasi dengan keanggunan Aletha saat ini.
Sedangkan Welliam hanya bisa diam terpesona dengan Aletha, walau wajah itu tertutupi tudung pengantin. Tapi Welliam sudah sangat yakin, bahwa pengantinnya begitu sangat cantik.
Welliam melangkah turun untuk menjemput Aletha, ia mengulurkan tangannya. Aletha tersenyum dan menggapai tangan kekar hangat Welliam lalu berjalan bersama menaiki tangga menuju altar suci.
Alberd yang saat ini berposisi sebagai ketua para Tetua, berdiri dihadapan mereka sebagai pemandu upacara pernikahan. Aletha mengeratkan genggamannya pada lengan Welliam, dirinya benar-benar sudah sangat gugup.
Seketika suasana menjadi sunyi menunggu momen yang paling ditunggu disetiap upacara pernikahan.
"Pada abad ke-25 dunia Darkness World. Paduka, Yang Mulia Welliam Cornelis Lorddark's. Sebagai Tetua Darkness World, Saya Alberd Fan Wild bertanya, apakah Paduka bersedia menerima Yang Mulia Putri Aletha sebagai Istri anda?"
"Aku sang Matahari Darkness World, bersedia menerima Putri Aletha, Mateku. Sebagai pendamping hidupku!"
"Yang Mulia, Putri Aletha Wisteria. Apakah anda bersedia menerima Paduka Welliam sebagai Suami anda?"
"Saya, sebagai calon Rembulan, dunia Darkness World. Bersedia menerima Yang Mulia sebagai Suami yang mendampingi hidupku."
"Dengan ini, kalian telah menajdi sepasang Mentari dan Rembulan yang resmi bagi Darkness World. Pimpinlah dunia ini dengan cahaya keagungan kalian, Yang Mulia."
Sorak tepuk tangan terdengar meriah, acara selanjutnya adalah yang paling penting dihari besar ini. Dimana mereka berdua akan diangkat sebagai penguasa yang baru.
Sehingha para tamu dari kalangan bangsawan, akan segera mengetahui wajah asli dari Permaisuri, Pangeran Demon kebanggaan kerajaan.
Welliam hendak membuka tudung pengantin yang menutupi wajah jelita Istrinya, hanya saja ia menghentikan aksinya karena mengingat rencananya mengenai penobatan Aletha.
Welliam menurunkan kembali tangannya, lalu memberikan kecupan lembut di kening yang terhalau oleh tudung putih itu. Kemudian berbisik manis di telinga Aletha.
"Tunggu aku di kediaman kita, masih ada yang ingin kuselesaikan disini."
Kalimat sederhana itu cukup membuat Aletha berdebar, untunglah wajah merahnya tidak terlihat jelas karena tertutup tudung pengantin.
Welliam melirik sang Ibu. Mendapatkan isyarat dari Welliam membuat Lezzy bangun dari kursinya, lalu berjalan menghampiri Aletha di ikuti Lucy yang akan membantu Lezzy.
Mereka menuntun Aletha kesebuah ruangan yang telah tersedia, disisi barat aula singgasana.
Melihat Queen Alicia membawa pergi Permaisuri, membuat semua orang menatap bingung.
Bukankah bila pengantin wanitanya dibawa pergi, itu berarti penobatan Ratu tak ada? Atau Putri Aletha hanya menjadi selir? Banyak pendapat negatif pada fikiran tamu undangan.
Welliam melirik sinis melihat wajah bingung dari rakyatnya, dia membalikan badan lalu meraih sesuatu pada nampan emas yang dibawa Styvn.
Dengan penuh karisma, Welliam mengenakan jubah kebangsawanannya sebagai seorang Lord. Jubah kekaisaran itu berkibar dengan sangat keren ditubuhnya, membuat semua menatap kagum kearah Welliam.
Ia berjalan menaiki anak tangga kemudia duduk di kursi penguasa dengan sangat angkuh, pancaran mata tajamnya menjerat semua yang melihat keagungannya.
Ada apa ini? Pengantin wanita dibawa pergi, kini pengantin pria menduduki singgasana Lord sebelum penobatannya. Tidak kah sikapnya itu sungguh tak sopan kepada Lord Fedrick?
Briant berdiri ditengah podium acara, sembari membawa gulungan emas berupa pengumuman yang mungkin akan mengejutkan seluruh penghuni Darkness World.
"Pada abad ke-21, Yang Mulia Pangeran Welliam, diangkat secara resmi oleh Lord Fedrick sebagai penerus tahta selanjutnya. Selama 400 tahun ini, kejayaan Darkness World yang kalian agungkan adalah hasil dibawah kepemimpinan, Paduka Welliam!"
Lantang suara Briant, begitu mengejutkan semua rakyat yang ada di dalam aula singgasana.
"Dan, pada hari, saya Briant Ston Ware. Sebagai Tetua Darkness World, menyampaikan dan menyatakan setegas mungkin kepada seluruh rakyat Kerajaan Lucifer. Berlututlah! Berikan salam hormat kalian kepada, Yang Mulia Lord, Welliam Cornelis Lorddark's!!"
DEG!
--.o🍁o.--
Hai apa kabar!
Udah lama Author tidak menyapa, kali ini ada kuis dari Author, Lho😚
Pertanyaannya juga mudah kok, jika kakian teliti dengan ceritanya. Uwu😍
"Siapakah gelar Dewi Aletha Wisteria?"
A. Dewi Kejujuran
B. Dewi Kebijaksanaan
C. Dewi Kehidupan
D. Dewi Alam
E. Dewi Kecerdasan dan Strategis
F. Dewi Pertahanan dan Kekuatan
G. Dewi Perang dan Keadilan
H. Dewi Hakim Kehidupan
Bagi pembaca pertama yang berhasil menjawab dengan benar, ada hadiah dari Author. Poin sebesar 1500😚
Kita buat seru-seruan yuk🤗 pemenang akan diumumkan di chapter minggu depan, hari Senin.
Jaga kesehatan kalian dan selalu mengutamakan kebersihan!
#Dirumahaja!!