
"Pergilah ke Neraka, perset*n!!"
Whuss...
DUAR!
BOOM!!!
Sebuah ledakan besar hadir ditengah-tengah kejadian yang begitu menengangkan. Kebulan asap mengebul dengan sangat tebal. Semua diam melihat serangan cepat itu, beberapa saat terjadi keheningan.
Wanita itu menatap lurus dengan wajah datarnya. Para Carlitos yang masih tersisa mencoba menebak-nebak, apakah Great Lady itu berhasil membunuh semua anggota dari musuhnya?
Briant dan Styvn, membuka kedua mata mereka setelah terpejam akibat desiran angin kuat. Mereka tidak mengerti.. tidak ada yang terjadi apa pun pada mereka, apakah serangan itu gagal? Mereka berdua melihat kebelakang sepertinya para pasukannya masih aman-aman saja, meski terluka berat akibat serangan sebelumnya.
"Selama aku masih hidup. Tidak ada yang berhak untuk memerintah ataupun menghukum mati, seluruh rakyatku!"
Mereka semua diam menegang kecuali wanita itu. Loise dan Fivian sangat mengenal sekali dengan suara baritone ini. Mereka berempat melihat kedepan, perlahan asap tebal mulai menghilang memperlihatkan pria gagah tengan berdiri dengan sangat angkuh dihadapan wanita itu.
"Yang Mulia...."
Welliam menahan serangan mematikan dari Great Lady. Hanya dengan satu jari Welliam berhasil menghentikannya, semua yang melihat itu cukup terpaku dia menahannya dengan sangat mudah, seolah sabit kembar itu hanyalah sebuah mainan.
Welliam tersenyum penuh menyindir. Jadi dia sosok yang dikatakan Styvn dan Fivian? Sungguh tidak apa-apanya! Dimata Welliam dia hanyalah makhluk lemah.
Great Lady masih diam menatap Welliam dengan wajah datar dari balik tudung hitamnya. Dia tersenyum puas, saat melihat sang Pangeran Demon berhasil menahan serangannya. Akhirnya dia temukan juga, musuh yang pantas untuk dikatakan rival terkuat.
"Kau orang ke dua setelah dia, yang mampu menahan kekuatan sabit kembarku..."
Welliam tertawa kecil "kuhargai pujianmu."
Selama 5 detik mereka saling berpandangan. Lalu terbesit sebuah rencana di dalam pikiran mereka, Welliam maupun Great Lady saling bertatap tajam, kemudian.
Wush...
Trang!
Brak. Crash!
Mereka saling menyerang secara bersamaan, pergerakan mereka begitu cepat. Beberapa kali Great lady melayangkan sabit kematiannya kearah Welliam, dan beberapa kali juga Welliam mengelaknya dengan mudah. Pertarungan terjadi diantara mereka.
Kuku runcing Welliam teihat sangat kokoh di tiap jemarinya. Ia menyerang tanpa memberi celah kepada Great Lady, serangan sihir maupun cakaran dari Welliam berhasil mengoyak habis tubuh Carlitos dan para Goblin.
Itu bukan salahnya, dia berniat melukai Great Lady tapi wanita itu menghindarinya. Alhasil mereka pun menjadi korban atas kemarahan Welliam. Darah menetes bagaikan cat air yang mekukis paksa tanah, menjadikannya sebagai permadani paling berharga saat dalam pertempuran.
Pertarungan yang memakan cukup banyak waktu, tetap tak mengizinkan bulan untuk menyaksikan aksi keji mereka berdua. Briant dan Styvn ingin membantu, tapi sayang luka yang mereka dapat cukup parah. Bisa dilihat juga beberapa darah mengalir bebas dari tubuh mereka.
Beberapa dentuman dan kilatan dari pola-pola sihir terus menghujani mereka. Daratan tinggi, bergunung curam. Hampir rata dan tak berbentuk akibat ulah mereka!
Mata Iblis Welliam begitu sangat menyeramkan, aura kegelapan meluap seolah ingin mencekik siap saja. Kuku runcingnya beberapa kali membunuh tanpa berbelas kasih, sedangkan Great Lady terus mengimbangi tiap pergerakan dan penyerangan yang Welliam berikan.
Welliam menghentakan tanah membuat guncangan dahsyat, yang mampu menyeret paksa semua yang ada di daratan.
Retakan besar terukir membuat tanah saling membelah diri. Great Lady membuat sihir hitam, beberapa bola api tercipta lalu menyerang Welliam. Melihat serangan dari musuhnya, Welliam tersenyum semirk. Dia menangkis semua bola api itu dan saat bola api terakhir, Welliam menggenggam sihir api itu lalu menghancurkannya menjadi partikel cahaya.
"CIH!"
Great Lady memutar-mutarkan sabit kembarnya. Lalu kembali menyerang Welliam dengan kekuatan penuh. Welliam pun sedikit merenggakan otot pada lehernya, sebelum kemudian ikut menyerang sosok yang dipandang sebagai Pemimpin Carlitos!
Gerakan yang begitu cepat semakin memperpendek jarak diantara mereka. Wanita itu berpijak pada pola sihir, lalu memutarkan tubuhnya bersiap memenggal kepala Welliam dengan sabit kematiannya. Sedangkan Welliam melapisi diri dengan sihir pelindung, lalu menyalurkan sekuat tenaga ke ujung kuku tajamnya. Ia ingin sekali merobek jiwa wanita itu, hingga tanpabsisa!
Trang!
DUAR!!
Ledakan besar terjadi saat kedua kekuatan dahsyat mereka saling membentur. Welliam maupun Great Lady terseret kebelakang dengan jarak yang cukup jauh. Pohon-pohon cemara disekitaran hutan, telah tumbang tak menyisihkan sedikitpun benih yang masih tumbuh kokoh.
Tapi Welliam sendiri tidak tahu asal-usulnya. Kisah Katastrofi sebagai pemeran jahat di dalam dongeng Ibunya pun bukan bagian dari Dunia ini.
Latas datang dari manakah mereka?
"Apa yang kau inginkan? Melihat dari semua data tentang rencana kalian. Kau sepertinya tidak tertarik menjadi penguasa di Dunia ini?"
Great Lady itu cukup terkejut tak lama kemudian dia pun tersenyum "Seperti yang dirumorkan. Kau pangeran yang sangat jenius, tapi aku tidak handal dalam memberikan hadiah. Bagaimana jika penghargaannya adalah kepalamu sendiri?"
"Begitukah? Aku pun tak berniat mendapatlan hadiah dari makhluk sampah sepertimu!"
"Sepertinya kau punya cara bicara yang buruk sebagai calon penguasa, Yang Mulia."
"Kenapa? Aku tidak perlu berlaku sopan kepadamu, bahkan kau pun tidak akan pernah di terima dimana pun tempatnya. Karena sampah sepertimu tak perlu di hargai!"
Senyum manis di wajah Great Lady kembali memudar, wajahnya terlihat sangat tersinggung dengan kata-kata Welliam. Yah dia benci saat semua orang bersikap tak menghargai dirinya, alasan dia berbuat seperti itu juga karena sebuah latar belakang yang sama. Secara garis besar dunia Imorrtal maupun Darkness World tidak akan pernah menganggapnya ada, apalagi menghargai dirinya sebagai seseorang yang dibutuhkan.
Argh! Dia benci sangat membenci mereka yang berkata seperti itu. Akan lebih baik jika orang dengan mulut busuk seperti itu di habisis saja. Jangan lupa dia salah satu bagian dari Imorrtal, dengan kata lain dia juga seorang Dewi yang cukup terpandang di dunia para Dewa.
"Aku membenci semua keturunan Lorddark's maupun Selini Thea!"
Gumamnya dalam lirih kebenciannya. Welliam mengerutkan dahinya saat mendengar ucapannya yang sangat kecil, meski begitu indranya mampu mendengarnya dengan sangat jelas.
Angin berhembus sangat kencang, jubah hitamnya berkibar dengan kasar. Sekilas Welliam bisa melihat wajah sosok itu meski samar, dan hal yang sangat membuat Welliam terkejut adalah sepasang mata hijau bagaikan permata yang terlihat seperti mata kucing yang tengah murka!
Sudah cukup. Wanita itu begitu sangat marah, dia akan menunjukan sedikit kekuatannya sebagai seorang Dewi. Kedua tangannya terangkat, menyibak jubahnya lalu membuka lebar tangannya. Angin bertambah kencang bagaikan desiran topan.
Fivian mencoba membuat sihir penghalang untuk melindungi pasukan, dan Tetua serta Loise. Sedangkan Welliam masih berdiri dengan sangat gagah. Kali ini apa yang ingin dia lakukan?
"καταστρέψτε το !"
Ia kembali ngucapkan mantranya. Sebuah bahasa yang belum pernah Welliam dengar, mata Welliam kembali berkilat saat dirasa ada sesuatu hal yang aneh pada kondisi disini.
Secara bergantian, kupu-kupu emas hadir dalam jumlah banyak. Tumpukan mayat dari pihak Carlitos maupun prajurit Lucifer Kingdom, mereka berubah menjadi butiran kupu-kupu emas lalu berkumpul menjadi satu. Welliam sedikit heran dia rubah jasad mereka menjadi jutaan serangga.
"Τελειώστε τα"
Jutaan kupu-kupu emas itu berubah menajdi warna merah darah. Mereka terbang secara berkelompok membentuk gelombang tsunami bersekala besar. Mereka menyelimuti kelompok Carlitos dan para Goblin, seolah memakan habis tubuh mereka. suara teriakan terdengar dengan sangat mengerikan.
Welliam tidak menyangka dia membunuh bawahannya sendiri. Wanita itu tetap diam sembari menatap tajam kearah lawannya. Dia tidak perduli lagi dengan Carlitos, mereka hanya pion dan bonekanya lalu apa hak mereka untuk menuntut keadilan kepadanya. Sepertinya Katastrofi berhasil menipu mereka, padahal Katastrofi sendiri ingin memanfaatkan mereka untuk membantunya menajdi Lord di dunia kegelapan ini. Dia tersenyum sinis, benar-benar kaum rendahan!
Kupu-kupu itu bergerak cepat menuju Welliam dan para bawahannya. Jumlahnya semakin banyak setiap mereka memakan Carlitos hingga menyisihkan tulang belulang. Welliam mengeluarkan sihir perlindungannya, untuk menahan kupu-kupu itu agar tidak terbang lebih dekat lagi.
Kretak!
Sihir pelindung yang di buat Welliam retak dan hampir hancur, Welliam mencoba menahannya tapi tekanan dari kupu-kupu itu begitu kuat. Ia melirik wanita itu, sepertinya dia masih memiliki kekuatan jauh lebih besar lagi. Welliam tidak akan takut tapi dia bersemangat jika lawannya mengeluarkan semua kekuatannya.
Tak bisa, sihir Welliam mualai kehilangan keseimbangan hingga membuat penghalang itu dalam kondisi buruk. Retakan semakin terukir dengan sangat besar, Welliam mengeratkan rahangnya.
PRANG!!
Kupu-kupu itu berhasil mengjancurkan sihir pelindung milik Welliam, gerekan mereka begitu sangat cepat dan benar-benar sudah haus akan sebuah darah.
"Kalian tak pantas hidup! Dimana kalian sembunyikan pedang Katastrofi. Biarkan aku memilikinya kembali, lalu aku akan melakukan renovasi terhadap sistem alam kejam ini!!"
Wanita itu bereriak histeris, kesabarannya telah habis. Dia tidak perlu menyembunyikannya lagi, semua harus segera diselesaikan hingga titik penghabisan. Hanya saja mereka, bangsa Demon dan keturunan Selini Thea selalu saja menyusahkannya!
"JADI CEPATLAH MATI! AHAHAHAHA!!"
Kupu-kupu mengelilingi mereka semua, perlahan lahan terbang semakin menghipit ruang gerak. Beberapa prajurit Lucifer Kingdom telah banyak mati meninggalkan tulang berlumuran darah. Briant, Styvn, dan Loise, Fivian tak bisa menghunakan kekuatan mereka. Kekuatan wanita keji itu begitu sangat menggetarkan hati! Haruskah mereka berakhir di sini dengan begitu saja?
--.o🍁o.--