The Queen of Different World

The Queen of Different World
An unexplained secret



Tok.. Tok..


Fedrick enggan menoleh ke arah pintu masuk ruang pribadinya. Tanpa bertanya pun, dia telah mengetahui siapa orang yang mengetuk pintu.


Pintu pun terbuka menampilkan seorang pemuda tampan yang dikenal sebagai cerminannya, tidak lain adalah Putranya sendiri. Welliam memasuki ruang pribadi sang Ayah, lalu duduk disalah satu kursi yang telah tersedia disana.


Fedrick menuangkan minuman yang selalu menjadi makanan pokok bangsa Demon, kedalam gelas ramping ditangannya, lalu berjalan dan meletakannya diatas meja tepat dihadapan Putra tunggalnya.


"Kali ini apa yang ingin kau tanyakan?" Ujar Fedrick sembari menyandarkan diri pada kusen jendela besar, memandang keluar Kerajaan Lucifer.


Welliam meraih segelas darah segar itu, lalu meminumnya secara perlahan. "Kedatanganku, untuk menagih janji Ayah mengenai pertarunganmu dengan Katastrofi."


"Semakin lama, kau semakin tidak sabaran."


"Bukankah itu bagus? Aku hanya ingin menyelesaikan masalah yang belum sempat Ayah bereskan, saat ini akulah penguasanya dan aku ingin semua hama seperti Carlitos segera dihabisi. Ayah juga ingin ini segera berakhir, bukan?"


"Hem, baiklah, lebih cepat maka semakin baik pula untuk dunia ini."


Welliam meminum habis darah segar itu, bersiap untuk memasang potongan puzzle masalah yang belum sempat terpecahkan.


"Hari itu......."


•••__.❇{ Flashback }❇.__•••


* 524 Tahun Yang Lalu.


( Hari Dimana Fedrick Mengalahkan Katastrofi )


.


.


“Aku sudah bilang, bahwa akan kucabut keluar jantungmu! Bukan Dewa Alam yang menghukummu tapi aku. Ingatlah dalam tidur panjangmu yang abadi ini!!”


“Tidak! Jangan, sedikit lagi... sedikit lagi aku akan berhasil! Aku ti—ARRGHH!!!!!!”


Dengan kecepatan kilat ribuan busur petir itu menyambar dengan sangat sadis, hingga hampir membuat tsunami yang jauh lebih dahsyat dari Lezzy.


Tubuh Katastrofi mulai hilang bagaikan butiran debu yang berkilau, peperangan singkat yang memakan banyak korban jiwa, membuat matahari melukis awan putih dengan warna jingga.


Cahaya fajarnya yang begitu terang membuat suasana sunyi dan kembali tenang, semua telah berakhir.


Bencana yang di bawa Dewa Malapetaka berhasil Fedrick kalahkan. Ia menatap pemandangan langit dipagi hari seolah pertarungan kelam sekelam malam telah sirna, dan diganti kehidupan baru yang damai oleh matahari.


Fedrcik sudah pada batas kemampuannya, dia sudah tidak bisa lagi menahan rasa sakit yang seakan menyayat seluruh tubuhnya, apa lagi Manna-nya telah habis.


Fedrcik mulai jatuh, saat ke empat sepasang sayapnya telah hilang menjadi bulu-bulu yang berterbangan.


“Apa kita memang harus berpisah Lezzy?"


Pandangan Fedrcik mulai mengkabur seiring dirinya hampir menyentuh tanah, lalu terdengar dengan sangat jelas pekikan kicauan burung legenda Darkness World, terbang menghampiri Fedrick.


“Masih banyak tugas yang harus kau pimpin disini bersama Queen, Yang Mulia Lord Vasilias.”


"Kau....."


.


.


Fedrick berhasil mendarat dengan sangat lembut. Ia bertopang pada pohon yang masih setengah kokoh, mencoba tetap berdiri seraya melihat Luna. Sang To fos tou Fengariou, burung Legenda Darkness World.


Tapi bukan kehadiran Luna yang membuatnya terkejut, melainkan seorang wanita yang baru saja berkata sesuatu kepadanya.


Rambutnya yang begitu putih, tubuhnya diselimuti oleh cahaya dengan tanda bulan sabit persis seperti Lezzy, menatap Fedrick dengan senyum lembutnya. Fedrick masih menahan rasa sakit pada racun itu, namun tubuhnya kian melemah.


Wanita itu berjalan kearah Fedrick ia menggerakan pelan jemari lentiknya, lalu siluet cahaya biru mengelilingi Fedrick. Rasanya sejuk dan begitu menenangkan, perlahan rasa sakit pada jantungnya menghilang dan beberapa luka pada tubuhnya juga telah sembuh.


Fedrick nampak terkejut bukankah racun Gravos tak memiliki penawar racun? Bukan, sepertinya wanita ini memiliki kekuatan jauh lebih besar dibandingkan Fedrick.


"Bukankah kau tidak bisa hadir, saat Lezzy tidak menyuruhmu keluar, Luna? Terlebih saat ini Lezzy tidak ada disini."


"Jawab Yang Mulia, saya bisa hadir karena panggilan oleh-nya."


Fedrick melihat kembali kearah wanita jelita itu "Lalu siapakah kau? Aku seperti tidak asing denganmu?"


"Izinkan aku untuk memperkenalkan diri, namaku Selini Thea Crownsiamoer. Aku seorang Dewi Bulan dan juga Vasilissa dunia Imorrtal, senang bisa bertemu denganmu."


Suaranya yang begitu lembut, membuat siapa saja yang mendengarnya akan berfokus pada tiap perkataannya.


Fedrick sangat terkejut dengan pengakuannya, apa dia tidak salah dengar ataukah ini sungguh nyata? Kalau tidak salah nama Selini Thea adalah....


"Apakah kau Ibu kandung Lezzy?"


"Benar Yang Mulia, saya sangat berterimakasih karena anda telah menjaganya selama dia beranjak tumbuh dewasa. Kau menggantikan aku untuk melindunginya, aku bahagia bisa melihat Putriku bebas bersamamu."


Jadi, omongan Olyfia bukan sekedar bualan saja. Tapi Ini aneh...


"Apa yang dilakukan seorang pemimpin dunia para Dewa, di dunia kegelapan? Bukankah para Dewa tidak begitu suka dengan makhluk seperti kami? Bahkan nama Darkness World adalah hal tabu di Imorrtal, tapi pemimpin Dewa malah turun dan menginjakan kakinya ditanah yang hina ini."


"Sudah kuduga, kalian para kaum Lorddark's selalu mengkritik tanpa ada rasa takut, mungkin ini yang membuat para Dewa selalu berselisih dengan kalian sejak dahulu. "


"Katakan kedatanganmu?"


Selini Thea tersenyum, ia suka dengan sikap Fedrick yang mudah membaca situasi. "Baiklah, aku juga tidak bisa berlama-lama disini. Jadi, aku menginginkan sesuatu darimu, Lord."


"Apa itu?"


Selini Thea mengangkat tangannya, lalu pedang hitam yang telah patah menjadi dua bagian, terangkat dan melayang dihadapan Fedrick. Bukankah ini pedang Katastrofi? Fedrick kira dengan membunuh Tuannya maka pedangnya juga akan hancur.


"Aku ingin kau menjaga pedang ini, hingga pemilik yang sebenarnya datang untuk mengambil kembali."


"Jadi, Katastrofi akan kembali?"


"Bukan, pedang ini bukan milik Katastrofi. Dia hanya merampas dari pemilik aslinya, aku mau kau meletakan pedang ini di hutan terlarang, lalu jadikan hutan itu sebagai wilayah kekuasaan Lorddark's."


"Kalau begitu, siapakah pemilik pedang itu? Kapan dia akan datang?"


"Aku tidak bisa mengatakannya. Untuk kehadirannya, biarkan waktu yang menjawab. Karena, kemungkinan dia berkaitan dengan semua masalah yang ada di Darkness World maupun Imorrtal."


Fedrick terlihat memikirkan kembali ucapan sang Dewi Bulan "Baiklah."


"Terimakasih.."


"Aku selalu penasaran, apa yang membuatmu membuang Putrimu ke dunia ini, bahkan di usianya yang belum genap satu tahun?"


"Kau salah paham, aku tidak pernah ingin membuang Putriku. Tapi inilah caraku untuk melindungi Lezzy dari hukuman para Dewa. Semua karena kesalahanku dulu dan karena aku tahu Katastrofi akan mengincarnya, aku menyuruh Olyfia untuk membawa Lezzy ke Bumi dan menyerahkannya kepada sanak keluarga Suamiku, karena dia adalah Manusia."


Fedrick mengerti kenapa Dewa murka dengannya dan membuatnya harus mengasingkan Lezzy dari pelukannya. Itu pasti karena dia menentang hukum Alam dan memilih bersama Ayah Lezzy yang tidak lain seorang Manusia.


"Kau tidak tahu, Darkness World masih dalam perlindungan para Dewa. Ada 3 Dewa yang melindungi dunia ini dari Imorrtal, salah satunya adalah Aku. Ke tiga Crystal yang kau ketahui sebagai pelindung, itu diberikan langsung oleh kami. Pemilik pedang dan juga Crystal Ekdikisi Tanatho adalah bagian dari 3 Dewa itu. Tapi kami harus melakukannya secara diam-diam dari para Tetua Agung di Imorrtal. Alexa dan Luna adalah hewan Legenda berasal dari Spirit sihirku, mereka akan selalu terhubung denganku."


"Itu sudah sangat lama, kami melakukannya jauh sebelum ada seorang Lord yang memimpin Darkness World. Dunia ini masih saling berperang antar kaum dan ras."


"Aku tidak perduli, mau kami dilindungi atau pun tidak oleh para Dewa. Kalian tidak punya hak untuk mengatur sistem kehidupan kami, kita bukanlah Sang Pencipta. Tetapi kita adalah makhkuk yang diberikan kehidupan dengan anugrah kekuatan jauh lebih besar dibandingkan Manusia. Darkness World adalah duniaku, aku sendiri yang akan memimpin bawahanku dengan caraku. Tapi aku menghargai dan berterimaksih untuk semua yang kalian lakukan, untuk melindungi dunia ini."


Selini Thea menghela nafas lega "Terimakasih karena kau tetap memilih Lezzy, meski berulang kali kalian harus berpisah."


"Dia Mateku dan selamanya akan tetap seperti itu."


"Fedrick, sebagai Ibu dari Lezzy. Aku ingin kau jangan bertemu denganya dulu."


"Apa maksudmu?"


"Pilihannu untuk membawanya kembali pulang adalah benar, tempat ini masih belum layak untuk Putriku."


Fedrick paham maksudnya "Kalau begitu, kapan aku bisa bertemu dengan Ratu ku?"


" 2 tahun."


Fedrick mendelik tajam " 2 tahun duniaku atau dunia Manusia?"


" Hitungan kalender Manusia."


"Kau ingin aku menunggu selama 20 tahun? Bagaimana jika dia berfikir aku tidak akan kembali?"


"Aku akan menyegel ingatannya bersamamu selama 2 tahun."


"Bagaimana jika dia melupakanku untuk selamanya?"


"Kalian ditakdirkan untuk bersama, ingatannya akan kembali saat kalian memang harus kembali bersama. Aku hanya ingin, kau mengembalikan lagi sistem dunia Darkness World ke sedia kala. Pertarungan kalian hampir menghancurkan seluruh dunia kegelapan, masih banyak Carlitos yang bersembunyi. Hanya 20 tahun, aku ingin kau mengembalikan semua kehidupan disini, setelah itu kau boleh bertemu dengan Lezzy."


Fedrick mengepal kesal tapi yang dikatakannya memang benar "Baiklah, akan kulakukan semua yang kau katakan."


"Terimakasih, kuharap kalian memberikanku cucu yang tampan dan juga cantik. Keturunan Vasilissa dan Vasilias akan menyempurnakan sistem hukum alam, sehingga Imorrtal dan Darkness World dapat berdampingan kembali."


"Jika hanya memberikan cucu kepadamu, aku sudah pasti sanggup melakukannya. Tapi aku sendiri tidak bisa memastikan apakah mereka mampu merubah hukum alam ini."


"Suatu hari nanti, Lezzy akan membuat buku dari kisah kalian. Buku itu yang akan mengajarkan bagaimana menjadi seorang Penguasa, yang mampu memimpin semua makhluk yang berbeda jenis dan ras. Saat itu, mereka akan memiliki garis takdir kisah masing-masing untuk menjadi seorang penguasa sejati. Kalian hanya perlu mendukungnya."


Fedrick tersenyum smrik "Aku akan menantikan hari itu."


"Sampai bertemu dilain waktu, Vasilias Fedrick."


Selini Thea berubah menjadi rusa putih yang bersinar, kemudian berlari hingga menjadi siluet cahaya biru.


"Luna dan Alexa, bawa pedang ini ke hutan terlarang. Aku ingin kalian membuat benteng sihir untuk menyimpan benda ini. Mulai hari ini hutan terlarang akan menjadi Altar Suci bagi leluhur Lorddark's. Dan atas namaku, aku memberikan nama pada daerah itu sebagai Lorddark's Zone."


Luna dan Alexa merubah diri menjadi dua bola cahaya berwarna emas dan perak, membawa pedang hitam itu ke wilayah Lorddark's Zone.


Luka pada Fedrick masih belum sepenuhnya sembuh. Dia masih berjalan sedikit tertatih, namun saat ia melangkah tiba-tiba saja hadir puluhan kupu-kupu emas. Fedrick memasang kewaspadaannya, seraya menajamkan kembali mata Iblisnya.


"Ini menyebalkan, dia bergerak tanpa sepengetahuan ku. Dasar bodoh! Harusnya kau mengimuti rencanaku, Katastrofi!"


Fedrick menatap tajam, pada sosok berjubah hitam yang hadir dari sekumpulan kupu-kupu emas. Dari postur tubuh dan suaranya saja, Fedrick sudah tahu bahwa dia seorang wanita hanya saja dia tidak bisa mendeteksi hawa wanita itu, dia bukan berasal dari rakyatnya. Lalu siapakah dia?


Wanita itu berbalik menatap Fedrick dari balik jubah hitamnya. "Ho.., tidak kusangka aku bisa bertemu dengan pemimpin Darkness World. Makhluk hina dari kaum Demon!"


"Siapa kau? Apa kau bawahan Katastrofi?!"


"Aku bawahannya? Jangan membuat lelucon Lord, itu tidak lucu. Aku lah pemimpin Carlitos yang sebenarnya, sedangkan Katastrofi adalah mainanku. Kau boleh memanggilku dengan sebutan, Great Lady." Ujar wanita itu dengan sangat sombong.


Dia pemimpin yang asli, sedangkan Katastrofi adalah pionnya. Jika Katastrofi adalah Dewa lalu bagaimana dengan wanita ini? Sepertinya dia memiliki kekuatan besar, aku tidak bisa bertindak gegabah karena ini bisa membahayakanku dan juga duniaku.


"Kau tidak perlu takut, aku tidak akan menyerangmu. Maksudku belum saatnya, saat ini tidak ada yang menang atau pun kalah. Tidak bisa juga dikatakan kita seimbang, pertarungan ini tidak dapat ku akui. Anggap saja ini salam perkenalan untuk mendeklarisi peperangan kepadamu."


Nada bicara wanita itu yang begitu dingin serta egois membuat Fedrick berdelik benci. Wanita itu membuka lebar kedua tangannya.


"Άνοδος!"


(bangkitlah)


Saat wanita itu berkata dengan bahasa yang tidak bisa Fedrick pahami, tiba-tiba seluruh kupu-kupu emas itu berubah menjadi berwarna merah. Mereka berkumpul menjadi satu, lalu membentuk sesuatu yang membuat Fedrick sangat penasaran.


"Apa?!"


Fedrick terkejut melihat kupu-kupu itu berubah menjadi Katastrofi yang masih tak sadarkan diri. Bukan kah sudah sangat jelas dia mengalahkannya, bagaimana bisa? Apa wanita ini yang membangkitkannya?!


"Kau pikir, aku akan diam saja saat kau berhasil membunuh mainanku? Tidak ada yang bisa membunuhnya, jika bukan aku sendiri ahahahhahaha! Usahamu sia-sia, Lord."


"Kau wanita kepar*t! Apa yang kalian inginkan?"


Wanita itu mengerutkan dahinya " Kau terlalu berani untuk ukuran seorang Lord. Hem.., ternyata kau bukan keturunan Ardsekar, ya? Ah, aku lupa dia mati sebelum memiliki anak. Kalau begitu hanya ada satu kemungkinan, apa kau Putra Kellid Gluan Lorddark's? Aku yakin dia pasti menggantikan Ardsekar sebagai Lord, setelah kematian Kakak nya."


"Aku bukan Putranya, tapi dia adalah Kakek ku."


"Kakek? Ahahahha.., ternyata sudah terjadi generasi kedudukan ya. Hem, sepertinya aku terlalu banyak bersantai. Biarlah, toh kalian pasti akan mati juga."


Fedrick tertegun dengan perkataannya, ada beberapa hal yang terjadi saat kedudukan Lord Ardsekar, tapi tidak ada yang tahu kejadian sebenarnya. Sial! Siapa dia sebenarnya?


"Tapi sebelum itu, aku perlu waktu untuk mengembalikan kondisi si bodoh ini! Jadi, aku akan kembali dengan Carlitos yang baru. Saat aku menunjukan diri, saat itu juga akan menjadi penentuan siapa yang menang dan kalah diantara kita, Yang Mulia Lord. Kuharap kalian tidak mati dengan mudah ditanganku, karena aku masih butuh hiburan.."


Angin berhembus kencang, wanita itu dan juga Katastrofi berubah menjadi ribuan kupu-kupu emas, lalu menghilang.


Fedrick menggeram kesal dengan sangat murka. Ini masih belum berakhir, mungkinkah ini yang dimaksud sang Selini Thea. Fedrick kian bersemangat menunggu kedatangan wanita itu, untuk melihat akhir dari ini semua.


"Beraninya dia, menantangku!"


•••__.❇{ 🍁 }❇.__•••


Fedrick menceritakan semua tentang pertemuannya dengan Great Lady, kepada Welliam. Tapi tidak mengenai Seleni Thea, karena menurutnya itu tidak perlu diketahui oleh Welliam.


"Aku kira Katastrofi adalah pemeran antagonisnya, tapi sebuah kejutan datang diakhir kisahku. Dia tak lebih dari sebuah boneka yang tak berperan, Pemimpin Carlitos hadir dihari yang kukira akan menjadi klimaks dari masalah Darkness World. Perang yang dipicu oleh Katastrofi tak sesuai dengan rencana wanita itu, musuhmu jauh lebih berat Welliam."


"Cih, jadi dia benar-benar menepati janjinya untuk datang kembali. Lalu bagaimana dengan Katastrofi, kami tidak menemukan tanda-tanda kehadirannya."


"Ingatlah Welliam, taktik lawan tidak pernah lepas dari strategi permainan catur. Kau tidak akan pernah mengekuarkan pion Ratumu, sebelum semua pion yang lain telah di keluarkan. Dia pasti akan mengekuarkannya diwaktu yang tepat."


Welliam berdiri disebelah Ayahnya, memandang keluar jendela dan melihat aktivitas para prajurit yang masih berlatih, di Camp perlatihan.


"Aku pasti akan mengakhiri semuanya."


Welliam menatap Putra kebanggaannya. Mungkin yang dimaksud Dewi Bulan adalah Welliam yang akan merubah sistem tata alam, yang begitu kejam ini. Dan membuat dunia jauh lebih makmur.


"Hari itu akhirnya tiba juga."


Fedrick tersenyum bangga, lalu kembali melihat keluar jendela lagi.


--.o🍁o.--