The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Di Rumah Baru ( END )



AT&T Stadium Markas Dallas Cowboys


Pertandingan american football antara generasi keenam dan ketujuh, dimenangkan oleh generasi ketujuh dengan poin 22-16. Chris pun langsung ikutan heboh melihat ipar-iparnya menang dan nyaris ikut loncat-loncat senang kalau saja Rania tidak memperingatkan suaminya.


Usai pertandingan, semua anggota tim Dallas Cowboys dan keluarga besar klan Pratomo yang hadir di acara pernikahan Chris dan Rania berfoto bersama lalu menikmati acara makan malam berupa makanan khas Amerika seperti burger, hotdog, barbeque dan pizza lengkap dengan soda dan sparkling water selain air mineral banyak.


Semua orang tampak menikmati acara terutama Joey Bianchi, Pedro Pascal, Omar Zidane, Bayu O'Grady, Radeva Dewanata dan Leonardo Rossi yang memang penggemar American Football, asyik mengobrol dengan para pemain Dallas Cowboys.


Acara berlangsung hingga pukul sembilan malam dan semua orang pun kembali ke hotel masing-masing bagi para anggota keluarga Pratomo sedangkan Rania dan Chris, memilih untuk pulang ke rumah baru mereka.


***


Rumah Chris dan Rania di Dallas



"Alhamdulillah sampai rumah..." ucap Rania yang sudah berganti pakaian santai sebelum pergi ke stadium. "Bagaimana dengan kakimu?"


Chris hanya nyengir. "Senut - senut lagi..."


Rania hanya bisa manyun. "Kamu sih ngeyel di kasih tahu !"


"Habis aku ikut excited tapi kesal nggak bisa gabung..." jawab Chris sambil berjalan masuk kamar utama dengan kruk.


"Dasar. Dah aku bantu lihat kondisi kakimu."


***


Chris dan Rania tidur diatas tempat tidur baru mereka yang sudah ditata seminggu sebelum menikah. Keduanya masih nyalang menatap langit - langit kamar dan hanya mendengar suara nafas masing-masing.


"Rania..."


"Yes Chris?"


"Aku ... Kita... Bagaimana kalau..." Chris menoleh ke arah Rania yang juga menatap dirinya.


"Kamu mau sekarang? Tapi kakimu?"


"Hei, yang sakit kakiku, adik kecilku baik-baik saja bahkan semangat karena menunggu lama..." cengir Chris yang dijawab ciuman panas dari Rania yang kemudian merubah posisinya menjadi diatas suaminya.


"Tidak bisa gaya misionaris... Gaya lain banyak kan?" seringai Rania sambil membuka gaun tidur nya dan memamerkan asetnya yang kencang.


"Damn Rania ! Kamu benar-benar... " Chris pun merubah posisinya menjadi duduk dan keduanya saling berpelukan dan berciuman panas hingga dokter bedah itu merasakan milik suaminya sudah dalam kondisi sempurna.


Chris membalikkan tubuh istrinya menjadi terlentang diatas kasur tanpa memperdulikan gipsnya. Rania tersenyum saat Chris melepaskan boxernya dan perlahan gadis itu merasakan milik suaminya mulai masuk ke dalam dirinya.


Rania menggigit bibirnya saat selaput di dalam dirinya ditembus milik suaminya hingga Chris harus berhenti sejenak. "Are you okay?"


"Setidaknya masih sakit kena pisau scapel sih..." jawab Rania.


Chris tertawa mendengar perbandingan yang sangat kacau ala istrinya. Pria itu lalu mencium panas Rania sambil menggerakkan pinggulnya dan istrinya mulai menikmati permainan ber*cinta suaminya.


Malam menjelang subuh itu, Rania dan Chris akhirnya bisa unboxing tanpa ada gangguan dari pasukan sirkus keluarga besarnya.


***


"Aduuuhhh... Kakiku senut-senut !" keluh Chris keesokan harinya sembari mengelus-elus gipsnya.


"Siapa suruh ngeyel pakai gaya aneh-aneh?" omel Rania yang menyiapkan sarapan. "Aduuuhhh, rasanya kok nggak nyaman sih?" Gadis itu tampak tidak enak jalannya.


"Namanya juga dipera*wani ... " cengir Chris. "Ran, ini sarapan atau brunch?"


"Brunch !" balas Rania. Keduanya memang bangun kesiangan karena semalam menikmati acara berdua setelah sembilan tahun bersama.


"Kamu cuti berapa hari?" tanya Chris.


"Bisa berduaan di rumah dong ... " senyum Chris yang duduk di kursi bar balik meja bar yang berhadapan dengan kompor tempat Rania memasak pasta dan membuat saus jamur.


"Lha memang mau kemana ? Keluarga aku pada punya acara sendiri sendiri di Dallas. Kita memang memberitahukan alamat rumah ini dan jika mereka mau datang..."


TING TONG !


Suara bel rumah membuat Rania dan Chris menatap satu sama lain lalu wanita itu melihat dari layar intercom di dapur. Tampak keluarganya datang bertamu sembari membawa makanan.


"Biar aku yang bukakan pintunya" senyum Chris sambil menggunakan kruk nya.


"Tolong ya sayang, ini nanti gosong..." ucap Rania yang sedang mengaduk saus jamur.


Chris pun membuka pintu rumah dan tersenyum lebar ke keluarga istrinya. "Welcome to our house ... Mari silahkan masuk..."


Keluarga Bianchi yang datang, langsung suka dengan rumah pilihan pasangan itu. Joey dan Samuel malah langsung mengajak Chris untuk memancing di danau sebelah rumah. Rasendriya, adik Rania, memilih untuk stay di rumah daripada bosan menunggu dapat ikan.


***


"Bukannya ngobrol di rumah, malah pergi mancing?" omel Georgina sambil menata meja bersama dengan Blaze dan Rania usai mereka makan siang bersama.


"Biarin saja mommy. Untung Chris sedia joran lengkap" senyum Blaze.


"Tapi Bee..."


"Biarin saja Oma. Tahu sendiri kan Opa semenjak pensiun jadi gabutan orangnya" celetuk Rase yang juga seorang dokter.


"Terkadang Opamu ingin kembali berpraktek tapi kan kalau sudah kecapekan, ngerowengnya itu lho..." ucap Georgina yang sudah hapal keabsurdan suaminya selama lima puluhan tahun ini.


"Biarin saja Oma, biar sehat" bela Rania.


"Nah tuh!" sahut Rase.


Tak lama terdengar suara-suara dari pintu belakang dan tampak ketiga pria itu datang dengan wajah sumringah.


"Dapat ikannya?" tanya Georgina.


"Dapat lah! Tahu nggak, ternyata isinya barramundi !" jawab Joey senang sambil pamer ikan kakap putih atau barramundi dalam cooler.


"Wuuuiiiihhhh..." seru Rase dan Blaze melihat banyaknya barramundi yang ditangkap. "Bisa kita buat dengan saus lemon !"


Rania menghampiri suaminya yang langsung memeluk pinggangnya. "Senang?"


"Senang sekali. Aku ada teman memancing..." jawab Chris.


"Kalian memang pintar cari rumah. Jadi kalau opa bosan di New York, Opa ke Dallas saja ya buat memancing. Wong tinggal gelinding..." celetuk Joey cuek membuat Chris dan Rania melongo.


Oh my God, Opaaaaa...


***END***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaa


Chris - Rania serta Leonardo - Biana end ya.


Terima kasih atas semua dukungan, komentar dan semua like.


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️