The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Alex ke Apartemen Rania



Apartemen Rania, Soho London


"Jadi Alex Darling kena hukuman jabatan gara-gara mengijinkan anak buahnya menghajar dua orang itu?" tanya Biana sambil makan malam bersama Rania dan Alisha.


Seperti biasa, ketiga gadis itu berkumpul saat weekend paling tidak sebulan sekali.


"Tapi itu hukuman paling bar-bar mbak" ucap Alisha.


"Biarin! Biar Alex lega. Sebenarnya Alex ingin dia sendiri yang menarik pelatuk ke arah Mary, tapi dia masih ingat posisinya."


"Terus kamu yang mengurus dua orang babak belur itu?" tanya Biana.


"Yup. Benar-benar definisi babak belur yang babak belur."


"Kira-kira mereka akan menuntut Scotland Yard nggak ya?" gumam Alisha.


"Berani nuntut... Aku kasih aconite!" balas Rania judes.


"Astaghfirullah..." Alisha memegang pelipisnya.


"Harusnya begitu Ran. Anggap saja meninggal karena luka-luka yang dideritanya" sahut Biana judes.


"Dan para anggota kepolisian itu pun kena lagi? Sudah bagus mereka cuma tidak dapat gaji tiga bulan, masa harus ditambah lagi?" sahut Rania.


"Kan nggak ketahuan!"


"Mereka semua bisa dituntut pembunuhan nanti Bianaaa..." Rania menatap judes ke sepupunya.


"Jangan ribut, jangan ribut." Alisha menghela nafas panjang melihat dua kakaknya yang kacau itu.


"Lha yang duluan usul kasih aconite siapa?" Biana menoleh ke arah Alisha.


Alisha menggelengkan kepalanya. Usianya memang lebih muda dari kedua kakaknya tapi Alisha jauh lebih kalem dan dewasa karena dididik sebagai putri kerajaan Belgia jadi bisa membawa diri.


"Terus hukuman jabatan si Darling Yuhuuuu itu apaan?" tanya Biana.


"Nggak ada naik pangkat satu tahun dan naik gaji satu tahun."


Biana bersiul. "Duh kasihan... Tapi kalau menurut nya itu worth it, ya harusnya diterima lah..."


"Kayaknya Alex sudah tahu konsekuensinya" ucap Alisha.


"Iyalah..." Suara telepon milik Rania berbunyi membuat dokter itu menoleh.


"Demit !" ucap Biana dan Alisha bersamaan sedangkan Rania hanya mendelik judes.


"Hello Darling..." sapa Rania membuat kedua sepupunya melotot.


"Sha, kenapa nadanya mesra banget ya?" bisik Biana.


"Rada-rada deh." Alisha menatap wajah serius Rania. "Lalu bagaimana dengan nasib si Demit?"


"Apa kamu yakin Rania bakalan terima si Demit?! Yang ada nanti dia bakar menyan melulu ..."


Alisha terkikik. "Mbak Biana dengan Singa Gurun?"


"Wis official tapi yaaa ngunu lah. Tahu sendiri mbak mu satu ini tukang galon..."


"Galau , mbak. Galau bukan galon" balas Alisha.


"Salah sedikit..." Keduanya lalu terdiam saat mendengar ucapan Rania.


"Ya sudah, aku tunggu."


Si Darling mau kemari?


***


Setengah jam kemudian, di meja makan sudah ada Alex Darling yang makan menu makan malam mereka tadi. Biana dan Rania memasak beef stroganoff dan beruntung masih ada sisa satu porsi.



"Kamu itu memang kelaparan atau doyan atau rakus?" tanya Biana sambil menyilangkan tangannya di dada.


"Semua !" jawab Alex Darling cuek. "Ini enak ! Siapa yang memasak?"


"Aku dan Biana" jawab Rania. "Alisha yang membuat mashed potatoes nya."


Alex Darling mengangguk hormat ke Alisha. "Suatu kehormatan bagi saya merasakan masakan your highness..."


"Hanya mashed potatoes saja kok" jawab Alisha manis. "Bagaimana perasaan kamu? Sudah lega?"


Alex Darling tersenyum ke arah Alisha. "Much better, your highness... Setidaknya amarah kami yang di Scotland Yard sudah tersampaikan."


"Memangnya kamu mau buat Alex nggak kena hukuman? Mau pakai pengaruh Richard?" tanya Biana.


"Nope. Aku yakin Alex juga tidak mau Richard intervensi apalagi dia putra mahkota. Dan Richard sendiri juga menolak mentah-mentah apalagi tahu ada sesuatu di balik semua itu." Alisha menatap ke semua orang.


"Jangan Your Highness, persoalan ini jangan sampai membawa pangeran Richard. Cukup biar saya yang terlibat dan bertanggung jawab" mohon Alex. Dia tidak mau kalau sampai soal ini ke telinga pangeran Inggris yang notabene adalah sahabat ketiga gadis di apartemen itu.


"Tapi Richard tahu kasus itu dan Oom Henry tampak tidak suka dengan cara perusahaan kontraktor itu main menghalalkan segala cara" ucap Alisha.


"Begini saja, kalau Oom Henry ikut campur akan berarti dari beliau sendiri bukan dari kamu, Sha. Richard juga nggak tanya - tanya sama kamu kan?" sahut Rania.


"Lagian Sha, itu urusannya internal walikota London dan kepala Scotland Yard. Soal perusahaan itu nanti dituntut karena terbukti... Ya urusannya mereka" timpal Biana. "Asal nggak minta Opa Travis atau Oom Nelson jadi pengacara mereka saja !"


"Duh kalau sampai The Blairs yang turun tangan, bisa bebas mereka..." gumam Alex Darling.


"Kita lihat saja nanti..." Rania menatap ke arah teman kuliahnya dulu.


***


Biana dan Alisha sedang sibuk menerima telepon dari pria masing-masing sedangkan Rania dan Alex Darling duduk di kursi malas balkon apartemennya.


"Bagaimana hubungan kamu dengan Chris ?" tanya Alex sambil menikmati kopi hitamnya.


"Masih maju mundur syantik..." jawab Rania mengambang.


"Hah?" Alex Darling menatap Rania bingung. "Apa itu?"


"Belum jelas hilalnya."


"Kamu ngomong apa sih Ran?" kekeh Alex sambil menyesap kopinya.


"Masih belum yakin aku..."


Alex meletakkan mug kopinya dan menatap serius ke Rania. "Dengar, aku tahu Chris sayang padamu dan dia serius. Berikanlah dia kesempatan, Ran. Kalian memang bukan pasangan mesra macam Princess Alisha dan Prince Richard."


Rania menoleh ke arah Alex. "Alisha dan Richard?"


"Bukankah tampak jelas ? Prince Richard menyukai princess Alisha. Dan princess Alisha ada perasaan yang sama hanya saja dia menutupi nya. Kamu tahu sendiri kan, keyakinan princess Alisha berbeda dengan Prince Richard dan aku yakin, masing-masing akan tetap bersikukuh dengan keyakinannya kecuali salah satu ada yang mengalah..." senyum Alex.


"Whoah ! Aku tidak tahu bisa mengamati sampai sejauh itu..."


"Hei, aku kan detektif. Jadi paham lah..." Alex Darling membenarkan duduknya. "Kembali ke soal Chris. Aku yakin dia tidak akan menyerah sampai kamu mau dengannya dan aku lihat dia serius padamu..."


Rania mengerjap-ngerjap kan matanya. "Do you think so ( kamu berpikir demikian )?"


"Yup. So, jika Chris datang lagi ... Terima sajalah. Jangan kamu kutuk dengan rapalan Harry Potter ..."


Rania terbahak. "Aku bacakan ayat kursi saja!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️