
Seminggu sebelum acara pernikahan Biana dan Leonardo... Ranch Rossi, Dallas Texas
Pedro Pascal dan Nadira McCloud tampak mengagumi bagaimana ranch milik menantunya sudah mulai terlihat penataannya untuk acara pernikahan Biana dan Leonardo.
"Jadi mau disini, Lenna?" tanya Nadira yang berjalan bersama Lenna sebagai ketua panitianya.
"Iya Tante, nanti semuanya disini..." jawab Lenna yang tampak antusias mengurus semua persiapan pernikahan kakak satu-satunya. "Kak Leo mana paham acara kayak gini... "
Nadira tertawa. "Harusnya sama Tante, Lenna. Bukan kamu sendirian..."
"Aku senang kok Tante. Apalagi aku juga sering membantu tetangga kalau ada acara pernikahan."
"Yuk, sekarang sama Tante, kita lihat apa yang menjadi rencana kamu..." Nadira dan Lenna pun mulai melihat - lihat bagaimana planning yang sudah disusun gadis tersebut.
***
Pedro melihat - lihat ranch milik calon menantunya dengan tatapan kagum. Bagaimana seorang anak masih belia, harus bisa dewasa sebelum waktunya untuk mengurus ranch sebesar ini. Chief BAU itu pun berjalan menuju istal, tempat yang kata Biana penuh dengan kuda-kuda pilihan.
"Mr Pascal !" panggil Leonardo yang baru datang dari acara rutin para peternak di balai desa.
"Ah, sudah pulang kamu? Kata Lenna dan Buzz, kamu ada pertemuan?" tanya Pedro menoleh ke arah Leonardo.
"Iya. Pertemuan rutin para pemilik peternakan... Maaf saya tadi tidak sempat menyapa anda saat datang karena sudah berada di mobil" senyum Leonardo sambil bersalaman dengan Pedro.
"Bagaimana peternakan kamu?" Pedro dan Leonardo masuk ke dalam istal.
"Alhamdulillah... Kami mendapatkan profit yang sangat bagus." Leonardo lalu bercerita kondisi peternakan nya dan memperlihatkan grafik pendapatan melalui ponselnya ke Pedro. Kedua pria itu tampak asyik berdiskusi, hingga tidak menyadari bahwa ada sepasang mata biru menatap tidak percaya ke arah mereka.
"Seriously, bicara bisnis di istal?" goda si pemilik mata biru itu.
Pedro dan Leonardo menoleh ke arah suara yang membuat keduanya tersenyum sayang ke orang itu.
"Harusnya ada pingitan ya tapi karena kalian maunya tiga hari sebelum acara, jadi boleh lah ketemu" kekeh Pedro ke arah Biana yang datang menghampiri ayahnya.
"Iyalah Daddy, aku tidak mau lama-lama pingitannya" senyum Biana yang langsung masuk ke dalam pelukan Pedro.
"Sorry, singa gurun... Biana tidak boleh kamu peluk ... Nanti ada waktunya" seringai Pedro dengan nada posesif ke arah calon menantunya.
"Yes Sir. Saya tahu kok..." senyum Leonardo sambil tertawa kecil melihat tunangannya tampak manja ke ayahnya.
"Daddy mau berkuda?" tawar Biana sambil menatap Pedro. "Seru lho..."
Pedro menatap bergantian antara Biana dan Leonardo. "Yuk ! Kenapa tidak. Daddy ingin tahu seperti apa buah langka yang Leo kembangkan..."
Leonardo bersama dengan pegawainya mempersiapkan kuda-kuda yang akan dipakai berkuda Pedro dan Biana. Dan tidak lama ketiganya pun berkuda dengan ditemani beberapa Cowboys pegawai Leonardo dan anjing-anjing gembalanya.
***
Wedding Day ...
Semua anggota keluarga Pratomo tampak berkumpul di halaman ranch yang sudah disulap menjadi tempat acara pernikahan Biana dan Leonardo. Nuansa country western, sangat terasa disana, membuat semua orang menikmati pemandangan musim gugur dengan daun-daun yang bewarna kecoklatan.
Harum masakan khas Thanksgiving pun mulai tercium seperti kalkun panggang dan berbagai macam pie. Leonardo dan Biana memang membuat menu khas Thanksgiving untuk acara mereka.
Para generasi kelima dan keenam yang bisa hadir, asyik mengobrol dengan para pegawai ranch bahkan Pahlevi Hassan dan Gemintang Lexington Rao saling sharing dengan Buzz tentang ranch dan perawatan nya karena Pahlevi memiliki FH Ranch di Kingaroy Queensland Australia dan Gemintang adalah seorang dokter hewan.
Para klan Pratomo mengakui bahwa Leonardo memang bekerja keras demi ranch miliknya dan mereka sangat menghargai semua jerih payahnya.
***
Kamar Pengantin Biana
"Ya ampun cantiknya..." puji para saudara sepupu Biana. Gadis itu memang mengenakan gaun pengantin yang dulu dipakai Nadira menikah dengan Pedro tapi sudah dia modifikasi.
Biana McCloud Pascal
Biana cemberut mendengar ucapan asal sepupunya. "Biar flawless, cumiii !"
"Iya lah mbak Rania. Senangnya bikin manyun calon manten !" celetuk Galena.
"Eh kamu sama si Alex Darling gimana?" tanya Rania dan Biana kepo.
"None of your business !" sahut Galena sambil manyun.
"Ashley datang kah?" tanya Charusmita yang mencari sepupunya yang menikah terlebih dulu dibandingkan Biana.
Pernikahan mendadak Ashley dan Gavin Ferguson, sempat membuat ramai keluarga karena tanpa ijin keluarga Moretti dan Park. Alessandro dan Hideo sampai harus datang ke Skotlandia demi Ashley.
"Kayaknya nggak deh..." sahut Elfesya McCloud.
"Kacau tuh Gavin. Cari musuh ya kok Oom Ale sama Opa. Golek molo !" timpal Raihanun.
"Katanya klan Ferguson sampai menodongkan pistol ke Oom Ale dan Opa Hideo?" tanya Charusmita.
"Hu um. Tapi tahu sendiri kan mereka bodo amat ! Malah Mas Asher, mas Raul dan Mas Ben yang ikutan nodong Glock masing-masing..." sahut Raihanun.
"Ampun deh..." gumam Alisha dan Violet yang hanya mendengar kekacauan keluarga mereka.
"Yakin deh pasti Ashley pergi dari Gavin... Bagaimana pun Ashley pasti milih Oom Ale" timpal Elfesya. "Kan mereka gegeran tanah buat bisnis di Skotlandia."
"Harusnya Ashley sama pangeran Louis tapi mereka juga tidak bisa karena berhadapan dengan satu negara lagi setelah mas Richard mundur dari calon raja...." timpal Diana Blair Zidane.
"Udah yuk... Hari ini acaranya Biana dan Singa Gurun... Soal Ashley, kita urus setelah acaranya Biana selesai. Okay?" Rania menatap adik-adiknya.
"Sayang, semua sudah siap" panggil Nadira ke Biana. "Ya ampun cantiknya anak mommy. Ayo semua. Kita ke tempat acara." Nadira menatap ke semua keponakannya.
Biana menghampiri ibunya dan keduanya berjalan menuju tempat ijab dengan diikuti oleh para saudara - saudaranya.
Semua orang sudah duduk di kursi yang disiapkan dan mereka semua melihat bagaimana cantiknya Biana dengan gaun pengantin.
Leonardo yang berdiri menunggu Biana, tampak terpesona melihat betapa cantiknya calon istrinya. Arsyanendra, Richard dan Chris Armstrong yang menjadi best men nya, tertawa geli melihat cowboy satu itu melongo.
"Sabar singa gurun" kekeh Arsyanendra ke calon iparnya.
"Biana cantik sekali, your highness..." bisik Leonardo.
"Adikku kan memang cantik !" balas Arsyanendra jumawa membuat Richard dan Chris tersenyum.
Leonardo Rossi
Biana pun tiba di tempat ijab dan semuanya pun duduk di kursi yang sudah disiapkan. Berbeda dengan acara klan Pratomo lainnya, Biana dan Leonardo menyiapkan Bridesmaids dan best men yang merupakan orang-orang penting.
Violet, Alisha dan Rania duduk bersebelahan dengan Arsyanendra, Richard dan Chris untuk mengikuti jalannya acara ijab. Pedro Pascal sebagai wali nikah dengan didampingi imam mesjid Texas. Saksi dari keluarga Biana adalah Opanya Rajendra McCloud dan Rama McCloud sedangkan dari Leonardo, dia memilih Buzz dan Woody, dua pegawai setianya.
Acara pengucapan ijab kabul berjalan lancar dan saatnya acara tukar cincin. Semua orang tampak heboh dan gemas ketika Lenna datang sambil menggendong bebek Mallard peliharaan Leonardo yang memakai tas imut di punggungnya.
Leonardo mengambil cincin dari tas Hercule dan mulai memasang ke jari manis Biana, begitu juga sebaliknya. Ketika Leonardo mencium bibir Biana, hanya ada satu yang protes dengan suara marah.
"KWEEEEEKKKK !!!"
Dan Hercule Poirot langsung loncat dan menyosor tangan Biana yang menjerit kesakitan.
"HERCULE !"
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️