The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Membahas Billy



Note.


Author tidak akan menceritakan kisah Galena dan Alex Darling lagi disini karena mereka akan ada novel sendiri. Aslinya kan ini novel milik Rania dan Biana tapi menyambung dengan kisah Alisha. Jadi... Langsung di skip ya cerita Lena dan Alex.



Kapan? Ditunggu saja pengumuman lebih lanjut.


***


Oxford University


"Jadi sudah dibawa pergi ke Dubai?" tanya Biana yang melakukan panggilan video dengan Rania.


"Sudah. Semua berkas sudah selesai dan Billy nanti resmi menjadi warga negara Dubai. Tapi kata Oom Gab, mau dibuat dual nationality, UAE dan Inggris untuk mengurus semua aset Billy di London."


"Alhamdulillah. Aku diceritain sama Alisha dan Elle sampai merinding. Untung nggak tewas tuh bocah !" ucap Biana.


"Parah lho B, pendarahan di otak. Untung pakai obat bisa sembuh jadi nggak perlu operasi."


Biana menggelengkan kepalanya. "Padahal itu cucunya lho, Ran. Cucunya!"


"Bia, tidak semua anak beruntung macam kita yang dilahirkan di keluarga bobrok Membagongkan tapi penuh cinta. Billy memang sebelumnya mendapatkan cinta dari kedua orangtuanya tapi hilang akibat situasi dan mendapatkan nenek gayung. Kejadian deh untuk menjadi mesin pencetak uang."


"Aku tetap tidak habis pikir Ran... Kok bisaaa !"


"B, Daddymu kan agen FBI BAU dan kamu sudah terbiasa kena blebek ( doktrin ) soal semua psikologi. Harusnya tidak heran lah..."


"Aku tahu ... Tapi tetap saja..." Suara bel apartemennya berbunyi membuat Biana menoleh. "Sebentar Ran, ada tamu."


"Hati-hati Bia. Macam-macam, hajar saja !"


Biana pun berjalan menuju pintu dan melihat siapa yang datang lalu membuka pintunya. "Hai koboi cengeng..."


"Halo cantik..." Leonardo langsung menarik pinggang Biana dan mencium bibirnya lembut. "Miss you."


"Ayo masuk. Aku sedang ngobrol dengan Rania" ajak Biana dengan wajah sedikit memerah karena pria itu sangat romantis dan lembut.


"Kasus apa? Billy?" tanya Leonardo yang kemudian menutup pintu apartemen sedangkan Biana sudah duduk di kursi kerjanya. Duffle bag nya dia letakkan dekat sofa.


"Kok tahu soal Billy?" tanya Biana bingung.


"Richard yang cerita. Apakah kalian tahu kita sudah friend now?" kekeh Leonardo sambil berdiri di belakang Biana. "Halo Rania."


"What ?! Singa gurun ! Ngapain kamu ke apartemen Biana?" seru Rania heboh.


"Lho, Bia kan sudah selesai di Oxford, dan akan kembali ke Harvard. Jadi aku datang membantu packing lah" jawab Leonardo sambil memeluk Biana dari belakang dan mencium pucuk kepalanya.


"Owalaahhh... Kalian mampir London dulu tidak?" tanya Rania.


"Mampir lah. Kan pesawat via Heathrow..." jawab Biana.


"Kalian jangan macam-macam lho !" ancam Rania.


"Semacam saja kok... " cengir Leonardo dengan wajah usil.


"Paling disuruh nikah sekalian" jawab Leonardo cuek membuat Rania dan Biana mendelik ke pria berbadan besar dan tegap itu.


"Glock mu dimana, Bia?" Rania menatap judes ke Leonardo.


"Ada. Tenang saja." Biana tersenyum sambil mencium pipi Leonardo.


"Oh Tuhanku..." Rania menepuk jidatnya. "Kalian itu...."


"Makanya Ran, segera lulus dan kembali ke New York. Chris menunggu kamu disana" senyum Leonardo. "Serius, Chris sudah banyak belajar soal keyakinan kamu. Hanya sunat yang belum."


Rania menyeringai usil. "Bagaimana kalau aku yang sunat dia?"


Biana dan Leonardo melongo. "Kamu itu antara modus atau apa sih Ran?" pendelik Biana.


"Modus lihat miliknya duluan. Kan aku dokter jadi no problemo kan?"


"Kok kesannya jadi dokter meshum ya" gumam Leonardo membuat Biana terbahak.


"Heeeeiiiii..." seru Rania.


"Bagaimana Billy? Sudah ke Dubai?" tanya Leonardo.


"Siapa yang cerita padamu?" tanya Rania.


"Richard. Katanya princess sampai harus memasang CCTV demi mendapatkan bukti sebelum Billy jatuh" jawab Leonardo.


"Ah aku lupa, kalian sekarang menjadi bestie ya" gumam Rania. "Billy sudah terbang ke Dubai bersama dengan Keluarga Luna. Aku yakin dia bisa menghilangkan rasa traumanya apalagi Lena, adikku, juga calon dokter. Setidaknya, Lena bisa membuat Billy menjadi kuat disana dan pasti penuh dengan cinta..."


"Perhatian dan kasih sayang pasti bisa membuat Billy kuat kembali" ucap Leonardo. "Dan dia bakal menjadi pria yang tangguh."


"Aamiin. Apalagi ada sepupunya disana yang sebaya jadi lebih mudah kan?" jawab Rania.


"Disana ada Ghazanfar Schumacher, anaknya Oom Sendra, ada Nandara anaknya Oom Radhi, ada juga Syahreza anaknya Oom Damian dan ada Keanu anaknya Oom Ken. Saudara cowok nggak kurang-kurang kok." Biana menatap Leonardo.


"Alhamdulillah kalau banyak saudara laki-laki, dan aku yakin sepupu kalian pasti bisa menerima Billy dengan tangan terbuka" senyum Leonardo.


"Absolutely. So, kapan kamu ke London Bia?" tanya Rania.


"Lusa aku ke London setelah selesai packing baju. Aku memang sengaja menyewa apartemen yang sudah ada perabot jadi tidak pusing jika pindahan lagi..." jawab Biana. "Hanya bawa koper dan tas lainnya.


"Aku tunggu kalian di London. Dan kamu singa gurun, jangan ambil kesempatan dalam kesempitan ! Aku sunat kamu nanti !" ancam Rania galak membuat Leonardo terbahak.


"Aku tidak terkejut kalau pasiennya Rania memilih sembuh lebih cepat daripada diamuk dokter galak macam kamu" kekeh Leonardo.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️