
Royale Hospital London
Alisha menatap judes ke kakaknya yang sering melupakan sumpah dokter nya. Hanya dokter-dokter di keluarganya memang rada melengse semua otaknya.
Tapi Alisha juga nggak heran karena Rania ada yang ditiru. Opanya Joey Bianchi pernah dihukum membersihkan kamar mayat gara-gara menghajar suami pembunuh istri yang mana jenazahnya diautopsi oleh dokter itu.
Omanya, Georgina O'Grady Bianchi, hobinya main bius kalau ada pasiennya saat diperiksa gigi, malah ngereog. Ibunya, Blaze Bianchi, sudah berapa kali menghajar orang yang seenaknya sendiri. Belum adiknya, Rasendriya, yang sama saja. ( Baca The Bianchis ).
Alisha benar-benar gemas dengan kakaknya yang seenaknya. "Mbak, jangan sampai Alex Darling mendengar ucapanmu. Bisa bahaya !"
"Cuma ngomong doang, kagak dilakoni juga... Mungkin..." gumam Rania cuek.
"Mbaaakkk !"
***
Empat Hari Kemudian...
Rania mendengarkan cerita dari Alisha yang sudah memasang CCTV di flat Billy dan rasanya dia sudah ingin suntik sianida dicampur succinylcholine dan bisa black mamba.
"Gimana kalau aku suntik pakai campuran tiga bahan itu?" seringai Rania usai melihat rekaman CCTV di flat Billy Gallagher.
"Nggak sampai lima menit sudah mokat mbak..." jawab Alisha yang semakin gemas dengan kakaknya yang agak psycho.
"Jangan kasih kendor macam Juwita atau Nirmala kalau ketemu si Sirik !"
Alisha menggelengkan kepalanya.
"Kamu berhati-hatilah. Barang bukti ini jangan sampai hilang supaya nanti Alex bisa ada bahan menuntut."
"Iya mbak. Oh, apa mbak tahu, Oom Gabriel dan Tante Garvita mau mengambil Billy menjadi anak angkat mereka. Aku kan cerita sama mommy yang kebetulan sedang bersama Tante Garvita saat berada di Brussels. Dan Lena juga antusias ingin punya adik laki-laki..." ucap Alisha. Lena atau Galena adalah putri Gabriel Luna dan Garvita Schumacher. Gadis bermata biru seperti ibunya, sedang kuliah di fakultas kedokteran Mohammed bin Rashid University of Medical.
"Alhamdulillah... Rejekinya Billy. Di abuse nenek diangkat anak keluarga Emir. Tunggu... Kok jadi kayak judul novel..." gumam Rania sambil mengelus dagunya.
"Ya Allah mbak..." Alisha menggelengkan kepalanya pusing mendengar ucapan Rania yang sama kacaunya dengan Oom Shinichi Park.
***
Royale Hospital London Keesokan Harinya.
Rania menatap tidak percaya siapa pasiennya pagi ini. "Miss Angelie... Apa yang terjadi?" tanya Dokter itu sambil memeriksa kondisi tubuh Billy.
"Dia jatuh Dokter Bianchi... Kata neneknya tersandung tali sepatu" jawab Angelie.
Rania mengerenyitkan dahinya. Tali sepatu? Tapi ini tidak seperti jatuh akibat karena kesandung tali sepatu. "Bawa ke ruang observasi, aku yakin bocah ini gegar otak !" perintah Rania sambil membawa Billy diatas brankar.
***
Rania mendatangi ruang konseling Alisha usai melakukan pemeriksaan dan harus menunggu karena adiknya masih ada klien. Setengah jam kemudian, sesi konseling itu berakhir dan Alisha keluar dari ruangannya. Gadis itu tampak terkejut melihat kakaknya tampak cemas.
"Sha, kamu sudah lihat CCTV yang kamu pasang hari ini?" tanya Rania dengan nada mendesak.
"Belum mbak, aku kan tadi kuliah, terus aku langsung konseling. Buka ponsel pun tak sempat. Ada apa mbak?" Mata coklat Alisha menatap kakaknya bingung.
Rania tidak menjawab tapi langsung menarik tangan adiknya. Salah satu pengawalnya, Jossie mengikuti kedua gadis itu sedangkan Mary tetap berjaga di ruang konseling Alisha.
"Mbak, kita mau kemana?" tanya Alisha merasa kakaknya aneh siang ini.
Rania tidak menjawab tapi langsung membawa adiknya ke sebuah ruang rawat dan Alisha terkejut melihat Billy tergeletak diatas brankar.
"Bi...billy? Apa yang terjadi mbak?" Alisha bergegas menghampiri bocah malang itu. Ada gips di kaki kanannya, begitu juga di tangan kirinya. Wajah bocah tampan itu tampak pucat.
"Jatuh dari tangga apartemen. Diagnosa, gegar otak ringan, dislokasi pergelangan tangan, kaki kanan retak."
"Siapa yang membawanya kemari?" tanya Alisha sembari mengelus rambut Billy.
"Angelie."
"Dimana si nenek?"
"Sedang memberikan keterangan ke Scotland Yard."
"Keterangan awal?"
"Katanya Billy tersandung tali sepatunya hingga jatuh dari tangga. Si nenek tidak sempat menangkap nya dengan alasan kalah cepat."
Rania terkejut. "You've got be kidding me!"
"Karena semalam, si nenek menyumpahi Billy agar mati."
Rania melongo.
***
Alisha meminta Jossie untuk mengambil MacBook nya yang berada di ruang konseling nya, sementara dirinya menemani Billy yang masih terlelap.
Rania yang memeriksa kondisi bocah itu bisa melihat wajah adiknya seperti hendak memakan orang. Alisha memang dikenal gadis yang lemah lembut di publik, aslinya dia sangat brutal tapi terpaksa harus ditahan selama ini.
"Your highness, ini MacBook anda." Jossie menyerahkan kepada Alisha.
"Thanks Jossie." Alisha menerima MacBook nya lalu duduk di sofa dan mulai membuka folder CCTV tempat flat Billy dan neneknya tinggal. Rania pun mengikuti adiknya dan duduk di sebelahnya.
"Coba dari semalam Sha" pinta Rania.
Alisha pun memutar rekaman CCTV dari semalam yang dilihatnya bersama dengan Raine dan Eléonore. Gadis itu harus menabahkan telinganya mendengar umpatan kakak perempuannya saat melihat bagaimana nenek Billy menyumpahi cucunya.
"Rasanya pengen aku racun pakai aconite. Cukup 2.0mg bakalan koit tanpa jejak!" omel Rania gemas.
"Mbak, tanaman aconite cuma ada di dataran tinggi India, Nepal, Himalaya, Jepang dan China."
"Minta sama Hyde tho! Gampang!" balas Rania galak.
"Astaghfirullah! Mas Hyde memilih lempar ke Empang lah..." kekeh Alisha.
"Kayaknya lebih seru kalau diracun" seringai Rania.
Alisha hanya menggelengkan kepalanya lalu keduanya serius menatap rekaman CCTV dan setelahnya mereka sama-sama terkejut.
Billy jatuh bukan karena menginjak tali sepatunya tapi si nenek mendorongnya dengan tongkat hockey yang hendak dibuang.
"Ini percobaan pembunuhan!" geram Rania. "Biar aku telepon Scotland Yard!"
"Tapi mbak, ini rekaman kan didapat saat aku sengaja memasangnya tanpa ijin..."
"Alisha! Apa kamu lupa kamu itu siapa? Kamu adalah princess Belgia dan konselor Billy! Wajar jika kamu memasang CCTV itu karena hendak mencari tahu kenapa klien kamu harus mendapatkan konseling!"
Alisha menatap kakaknya. "Iya sih... "
"Percaya sama mbak. Alex Darling harus tahu!" Rania mengambil ponselnya. "Halo, Darling. Bisa ke rumah sakit ku?"
***
Kediaman Keluarga Gabriel Luna dan Garvita Schumacher, Dubai UAE
"Billy jatuh?" seru seorang gadis bermata biru yang besar. "Jatuh dari tangga? Kok bisa? Apa didorong sama nenek lampir ?"
"Iya, Lena. Ini mbak lagi merawatnya. Kamu mau kesini?" tawar Rania.
"Tentu saja. Akan aku buat bejek-bejek nenek lampir itu !" ucap Galena Al Jordan Schumacher Luna.
"Antri ! Aku lagi buat formula aconite campur succinylcholine ini !" sahut Rania dari seberang telepon.
Galena terbahak.
***
Introducing Galena Al Jordan Schumacher Luna
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️