The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Bertemu Di Dallas



Apartemen Rania di Dallas Texas


Rania menjadi mandor ke ketiga pria bertubuh besar itu dengan gayanya yang slengean membuat Raphael bingung kenapa Chris bisa tergila-gila dengan gadis urakan itu.


"Ini cewek yang kamu bela-belain terbang ke London tiap ada libur terus kamu lamar di stadium?" tanya Raphael tidak percaya.


"Yup!" cengir Chris.


"Apakah kamu yakin dia beneran dokter?" tanya Raphael lagi.


"Mau aku buktikan?" Tantang Rania yang langsung masuk ke kamarnya dan mengambil tas dokternya. "Mau aku bedah apamu?" Gadis itu langsung memakai sarung tangan bedah, mengeluarkan valium dan succinylcholine, membuka koleksi scapelnya di atas meja dapur. "Tidurkan dia di lantai Chris ! Aku sunat dia !"


Raphael menatap horor ke Rania. "Seriously?"


Chris dan Simba tertawa terbahak-bahak melihat wajah pucat pria berdarah latin itu.


"Kamu itu jangan pernah memancing gadisku untuk melakukan hal-hal yang dia suka..." Chris mendekati Raphael. "Kalau tidak mau milikmu yang berharga lenyap dari tubuhmu."


Raphael menggelengkan kepalanya. "Kalian berdua pasangan gila !"


Chris hanya tersenyum smirk.



Yang tahu gadisnya tidak pernah main-main


***


Ranch Rossi Dallas Texas


Lenna dan Leonardo tampak semangat melihat hasil kebun mereka yang mulai panen raya. Bahkan Lenna dengan cueknya melakukan panggilan video ke Biana.


"Ada apa Lenna?" tanya Biana yang tampak habis mandi dan hanya mengenakan tank top hitam dan celana jeans.


"Kak Biaaaa... Ada yang cari..." Lenna menunjukkan layar ponsel ke Hercule Poirot. "Ayo Hercule bilang halo ke kak Bia..."


"Kweeeeekkkk... "


Biana tertawa keras. "Si Hercule dimana itu?"


"Diatas sadel sama aku. Kami sedang berkuda, kak. Anteng dia kalau diajak berkuda dan lihat kak... Kita panen rayaaaa !" seru Lenna sambil memperlihatkan panen apel, plum, pawpaw dan banyak buah lainnya membuat Biana takjub.


"Waaaaahhhh banyak ya Lenna?" seru Biana.


"Halo cantik..." sapa Leonardo yang melihat tunangannya di ponsel adiknya.


"Hai Cowboy cengeng ... Panen ya?" senyum Biana.


"Alhamdulillah..." Leonardo menjejerkan kudanya dengan kuda Lenna. "Kamu kapan ke Dallas?"


"Sepertinya dua minggu lagi ke Dallas. Lagipula aku sudah janji dengan Rania akan tinggal bersama sampai aku dan kamu menikah baru aku pindah ke ranch..." jawab Biana.


"Rania membeli apartemen?" Leonardo mengambil ponsel Lenna.


"Nggak, dia menyewa selama enam bulan karena kan Februari akan menikah dengan Chris jadi pas masa sewanya selesai..." jawab Biana. "Lagipula kalau dia membeli apartemen, tidak masalah. Uangnya banyak."


Leonardo tersenyum. "Miss you Bia..."


"Aku lebih kangen Spots..." cengir Biana membuat Lenna yang mendengar, terbahak.


"Seriously Bia !" ucap Leonardo Sambil manyun.


Biana hanya tersenyum manis sedangkan Leonardo menatapnya judes.


***


Dallas Dua Minggu Kemudian


Chris melongo saat mendatangi apartemen Rania tapi yang membuka pintunya adalah Biana.


"Bia? Kok kamu disini ?" tanya Chris bingung apalagi dia baru pulang dari pertandingan di beberapa negara bagian. Rania memang tidak bisa ikut karena kesibukannya di rumah sakit.


"Aku tinggal disini sementara sambil menunggu jadwal pernikahan. Apalagi aku sudah mendapatkan jadwal melakukan kuliah Minggu depan..." jawab Biana. "Yuk masuk. Aku baru saja membuat Meatballs dan mashed potatoes ala Ikea."


Chris pun masuk dan duduk manis di sofa.


"Rania pulang jam berapa?" tanya Chris sambil mengambil ponselnya.


"Nope. Simba ke tempat ceweknya" jawab Chris.


Biana pun berjalan menuju pintu apartemennya dan membukanya. Wajah gadis itu tampak terkejut saat melihat siapa yang datang.


"Singa gurun !" seru Biana sambil tertawa senang.


"Halo cantik..." Leonardo mencium bibir Biana lembut dan memeluk gadis itu.


"Halo ganteng..." balas Biana.


"Kalian mau mesra-mesraan sampai kapan di pintu?" tegur Chris sambil manyun.


"Hai Chris. Oh aku nginap di apartemen mu ya, daripada aku ke hotel"cengir Leonardo membuat Chris menggelengkan kepalanya.


"Sudah kuduga... " gumam Chris sebal.


Biana dan Leonardo tertawa melihat wajah manyun kekasih Rania itu. Leonardo lalu duduk di sofa, bersebelahan dengan Chris.


"Kalian cuci tangan dulu ! Kita makan sebentar lagi. Rania sedang ada operasi jadi sore banget pulangnya" perintah Biana.


"Yes ma'am" jawab dua pria tampan itu.


Biana pun menyiapkan makan siang untuk para pria-pria sedangkan Leonardo dan Chris saling berpandangan.


"Kamu mau berapa hari di sini? Maksudku kan kota ke Ranch mu hanya dua jam perjalanan mobil..." tanya Chris ke Leonardo.


"Mungkin sekitar tiga empat hari sebab aku juga harus mengurus beberapa urusan keuangan di bank dan mencari cincin nikah buat kami. Jujur aku belum mencari nya bersama Bia..." senyum Leonardo.


"Bagaimana peternakan? Profit memuaskan?"


"Alhamdulillah... Bisa memberikan sedikit bonus buat para pegawai dan tambahan tabungan untuk dana cadangan..." jawab Leonardo. "Kamu tahu sendiri kan bagaimana cuaca Texas sering moody."


"Ah iya. Belum kalau ada tornado atau musim salju ekstrim..." gumam Chris.


"Exactly. Jadi aku harus memiliki dana cadangan jika terjadi sesuatu termasuk asuransi peternakan... Dan man, preminya saja bisa membuat aku membeli sebuah BMW terbaru" kekeh Leonardo.


"Kamu tidak bertanding Rodeo lagi?"


"Nope. Aku sudah bilang pada Bia, bertanding Rodeo kalau ingin, bukan seperti dulu. Mungkin karena dulu aku fokus mendapatkan uang demi peternakan tapi sekarang aku sudah menemukan formulanya hingga pendapatan kami stabil dan Alhamdulillah berlebih." Leonardo melihat Biana tampak repot langsung berdiri dan menghampiri gadisnya. "Need help beautiful?"


"Boleh sayang. Bawa itu kompor induksi nya. Biar tetap hangat Meatballs nya" senyum Biana sambil mencium pipi Leonardo.


Chris melihat pemandangan uwu di depannya, merasa iri. Mbak Kunti... Segera pulang dooonggg ! Aku sebal melihat kedua orang yang sok mesra tanpa memikirkan perasaanku....


***


Sementara itu di rumah sakit ...


"Haaattssyyiiinnnggg !" Rania yang sedang menulis laporan operasi, bersin dengan keras membuat asistennya suster Catherine menatap nya bingung.


"Flu dok?" tanya Suster Catherine.


"Nggak. Ini sepertinya bukan flu atau alergi ..." gumam Rania sambil mengusap hidungnya. "Seperti ada yang bicarakan aku..."


"Mungkin dokter Bianchi dirindukan Chris Armstrong... Kan kemarin menang lagi Dallas Cowboys... " komentar Suster Catherine.


"Iya tapi sayang aku tidak bisa nonton karena pekerjaan kita yang aduhai..." senyum Rania sambil menyerahkan berkas laporan ke adminstrasi rumah sakit. Suara notifikasi ponselnya berbunyi dan Rania mengambil ponselnya.


Wajah dokter cantik itu tampak manyun saat melihat foto di layar ponselnya. Tampak Chris, Biana dan Leonardo asyik makan meatballs dan mashed potatoes.


📩 Demit : Segera pulang, mbak Kunti. Kalau nggak, kita habiskan.


Rania manyun. "Dasar Demit njelehi!"


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️