The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Rania and Chris ... Again



Royale Hospital London


Rania baru saja datang ke rumah sakit ketika suara ponselnya berbunyi. Gadis itu pun mengangkat nya dengan ogah - ogahan.


"Apa demit ?" sapa Rania yang menerima panggilan video dari Chris Armstrong.


"Kamu jaga malam?" tanya Chris yang melihat wajah Rania tampak manyun.


"Itu Tattoo ?" seru Rania saat melihat kemeja Chris yang tidak tertutup rapat.



"Eeeerr yeah. It's an Eagle" jawab Chris sambil menunjukkan tattoo di dada kanannya.


Rania menyipitkan matanya. "Ada berapa tattoo yang kamu punya?"


"Bahu kiri kanan ada, kaki ada, dada kiri ada, tulang rusuk ada..." Chris tampak menghitung sambil melihat tubuhnya.


"Jangan tambah lagi!" ucap Rania tegas.


"Eh ?"


"Aku tidak suka pria bertattoo !"


Chris menatap Rania sambil tersenyum. "Pria bertattoo itu seksih lho Ran. Lihat !" Chris memperlihatkan tattoo di dadanya.


"Itu di bahu dan lengan kamu baru kan?" tanya Rania. "Soalnya waktu aku ke Dallas tahun lalu belum ada !"


"Yeah, ini baru..." cengir Chris. "Aku gabut jadi aku buat tattoo lah. Memang membuat candu..."


Rania menatap sebal. "Sudah ! Aku matikan dulu, harus absen. Dan Chris, kalau kamu masih mau masuk kans, jangan tambah lagi !" Gadis itu mematikan panggilan Chris lalu melakukan absen karena dirinya mendapatkan jadwal jaga malam.


***


"Chris bertattoo?" tanya Biana saat Rania menelponnya. Dokter bedah itu merasa gabut karena sepinya rumah sakit dan tidak ada pasien urgent jadi dia menelepon sepupunya yang di Oxford.


"Yup, di dada kanan ada tattoo burung rajawali atau elang gitu... Terus bahu kanan dan kiri ada... " jawab Rania lewat panggilan video.


"Aku tahu" jawab Biana.


"Kamu tahu? Dari siapa ?" Rania merasa bingung karena Biana nyaris belum pernah bertemu langsung dengan Chris dan hanya via video call.


"Singa Gurun lah! Dia kan juga bertattoo. Jadi ceritanya Singa Gurun dan Demit itu kan satu kampus terus acara fraternity pada mabok dan mereka berdua buat tattoo. Kata Leo, Chris memang membuat beberapa tattoo sih. Apa kamu tahu kalau mereka berdua berteman baik?" jawab Biana.


"Oooohhh... Bagaimana kamu tahu singa gurun bertattoo? Dimana kamu lihat?" Rania memicingkan matanya ke arah sepupunya yang hanya manyun.


"Itu ... "


"Bianaaa! Jangan bilang kamu tidur bareng sama singa gurun !" bentak Rania.


"Technically, Rania, kami memang tidur bersama..." ucap Leonardo yang berada di belakang Biana.


"Biaaaaa !"


"Tidak tidur satu kamar, Rania. Aku di kamarku, koboi cengeng di kamar tamu. Dan kamarku aku kunci !" jawab Biana santai.


"Kenapa harus kamu kunci Bia, kan enak tidur ... Addduuuhhh !" Leonardo mengaduh saat Biana berbalik dan meninju bahunya.


"Tidak perlu tunggu Daddy menodongkan Glocknya ke kepala kamu ! Aku pun bisa melakukannya !" bentak Biana galak.


"Tunggu kalian berdua ! Bagaimana bisa koboi cengeng itu tidur di apartemen kamu? Dia bayar nggak? Rugi lah kalau dia numpang tapi nggak bayar! Kamu harus memperhitungkan biaya Airbnb nya juga Bia.. " celetuk Rania.


"Airbnb? Bayar?" Leonardo menatap Rania dari layar MacBook Biana.


"Kepikiran ya kamu buat argumentasi dan perhitungan seperti itu!" sungut Leonardo kesal.


"Pintar kan aku?" balas Rania penuh kemenangan. "Ingat Bia, tagih dia £4,500 sebelum dia pulang !"


Leonardo langsung menutup MacBook Biana dan meninggalkan Rania yang tertawa terbahak-bahak.


***


Apartemen Biana di Oxford Inggris


"Seriously?! Kamu apa akan menagih aku sebesar itu?" Leonardo menatap Biana yang tersenyum geli karena sepupunya memang suka kacau pola pikirnya.


"Idenya tidak jelek, lho singa gurun. Dan dia benar, kamu tinggal disini, makan, minum, mandi, bertapa dan pemakaian WiFi juga harus diperhitungkan..." Biana memegang dagunya dengan gaya tampak sedang berpikir.


"Bianaaa..." Leonardo menatap dengan memelas ke arah gadisnya yang memasang wajah usil.


"Jangan lupa ditransfer ya Leo. Nanti aku beri nomor rekening nya" cengir Biana sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya.


Leonardo menatap kepergian gadis itu dan mendengar suara pintu kamar dikunci. Leonardo tersenyum karena dirinya sangat senang Biana akhirnya mau menerima dirinya setelah sekian lama Leonardo berusaha meyakinkan gadis itu.


Sekarang, tinggal meyakinkan orang tua Biana beserta Opa dan Omanya yang dikenal sulit ditaklukan.


***


Lapangan Latihan Dallas Cowboys


Chris duduk di bangku pemain dengan wajah tidak bersemangat, membuat Simba hanya menatapnya sambil menggelengkan kepalanya.


"Rania lagi?" goda Simba.


"Siapa lagi Simba. Gadis itu memang susah ditaklukkan..." gumam Chris.


"Kalau susah, kenapa kamu tidak mencari gadis lain yang mudah takluk padamu?" tanya Simba sambil duduk di sebelah Chris.


"Karena aku hanya mau Rania, Simba. Kamu tahu kan rasanya selalu ingin bersama orang yang kamu tahu bahwa dia jodoh aku? Aku tidak mau dengan gadis lain, Dude. She's the only one."


"Alasannya? Jangan bilang karena dia dari keluarga terpandang dan kamu ada udang di balik karang..." ucap Simba yang tahu siapa keluarga besar Rania. "Mereka saja bisa obrak Abrik Hongkong apalagi cuma kamu yang macam kutu. Sekali pites, tinggal nama kau."


Chris menoleh ke arah Simba judes. "Bukan soal latar belakang keluarga Rania yang aku incar, aku hanya ingin Rania. Dia gadis yang limited edition dan jujur jiwa egoku terusik karena aku tidak bisa... ralat belum bisa menaklukkan dia. Tapi aku suka gadis keras kepala karena berarti dia bukan cewek gampangan... Berbeda dengan gadis-gadis yang datang di acara pesta kita..."


"Apakah kamu bersikap seperti biksu itu karena Rania?" tanya Simba. Semenjak Rania pindah ke London, dan Chris sempat kacau setelah pulang dari sana, Simba melihat sahabatnya memilih untuk tidak ikut pesta semalam suntuk. Bahkan dia memilih tidur cepat dibandingkan ikut acara setiap usai pertandingan.


"Aku tidak hanya berjanji dengan Rania tapi juga dengan Opanya, dokter Joey Bianchi."


"Why? Memang ada apa?" tanya Simba.


"Dokter Joey Bianchi lah yang memberikan surat rekomendasi bea siswa aku di Dallas University. Dia lah yang mensupport aku dan saat dia tahu aku tetap mengejar cucunya selama ini, dia memberikan ultimatum rubah pola hidup aku atau tidak bertemu Rania sama sekali. Dan aku memilih Rania" senyum Chris.


Simba pun maklum.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️