
Rumah David dan Mary, TKP kasus penusukan David
Alex Darling harus menarik nafas panjang berulang karena kejadian semalam berkelebat di mata dan otaknya. Bagaimana dirinya mencoba menyelamatkan David bersama dengan petugas EMT yang datang.
"Are you okay Super Intendant Alex?" tanya Julian, salah satu anak buahnya.
"No Jul, aku teringat kejadian semalam." Alex mengusap wajahnya kasar. "Ayo kita bekerja!"
Julian mengikuti Bossnya dan masuk dengan menggunakan sarung sepatu khusus untuk melindungi sepatu mereka berdua untuk tidak mengkontaminasi TKP.
"Riri, bagaimana?" tanya Alex Darling ke Riri, ketua tim CSI disana.
"Darling, aku menemukan sesuatu. Sebuah flashdisk yang disembunyikan di dalam kotak cereal. Siapa yang mau menyembunyikan hal semacam itu? Suspicious ( mencurigakan ) huh?" ucap Riri yang berkulit hitam itu.
"Pinjam iPad atau... Tunggu. Jules, ambil laptop David di mobilnya. Dia meninggalkan di jok belakang dalam tas gym nya" ucap Alex ke Julian.
"Baik boss." Julian pun menuju garasi untuk mengambil laptop milik David.
"Kamar David sudah diproses belum Riri?" tanya Alex.
"Belum Darling. Aku masih berkutat di sini hingga ruang tamu."
Alex mengangguk lalu menuju lantai dua ke kamar utama David dan Mary. Tidak ada yang aneh disana dan Alex mulai membongkar satu persatu laci dan lemari pakaian mereka.
Alex melihat sebuah document keeper dan mulai mengambilnya. Terdapat semua berkas-berkas pribadi milik David dan Mary, seperti surat nikah, akta kelahiran, surat tanah atas nama David, Dan Alex menemukan sebuah polis asuransi milik David yang mana Mary akan mendapatkan asuransi sebesar £400,000 jika David meninggal dalam kondisi apapun.
Tunggu, David meninggal di rumah sakit, bukan saat bertugas. Dalam kondisi apapun? Alex mengacak rambutnya. Memang pekerjaan sebagai polisi itu adalah pekerjaan beresiko tinggi dan para ahli waris berhak mendapatkan asuransi jika suami atau istri meninggal dalam tugas. Tapi ini kan...
"Super Intendant Darling" panggil Julian. "Riri mendapatkan sesuatu."
Alex menoleh dan melihat Julian bersama Riri berada di pintu kamar.
"Apa yang kalian dapat?" tanya Alex yang duduk diatas karpet sambil membongkar document keeper.
"Ini Darling."
Riri memperlihatkan rekaman yang ada di flashdisk itu.
"Jadi aku harus membunuhnya?"
"Dengarkan dulu semua" pinta Riri.
"Jika aku membunuh David, apakah kamu bisa membebaskan aku dengan alasan kejiwaan? Jujur aku lelah berpura-pura menjadi orang depresi tapi demi mendapatkan semua harta David, aku harus lakukan."
"Mary berbicara dengan siapa? Bagaimana bisa ada rekaman ini?" tanya Alex.
"Boss, David dan Mary baru setahun menikah. Ingat tidak mereka hanya tiga bulan pacaran dan langsung menikah tanpa kita bisa mencari tahu siapa Mary sebenarnya" ucap Julian.
"Dan David waktu minta ijin menikah karena tidak tega melihat Mary yang seperti depresi dan menikahinya, aku sudah bilang kalau dia membuang diri sendiri. Tapi David is David yang selalu ingin menjadi pahlawan dan..." Alex Darling tercekat.
"Darling, biar aku analisis semuanya dulu dan hasilnya akan aku beritahu secepatnya" ucap Riri.
"Thanks Riri. Aku tunggu secepatnya. Oh, analisa semua yang ada di flashdisk itu."
"On it Darling" senyum Riri yang kemudian berdiri dan berjalan meninggalkan kamar itu.
"Boss. Apakah soal asuransi?" tanya Julian yang melihat adanya polis asuransi di lantai.
"Tampaknya tidak. Tapi aku yakin ada sesuatu di balik semua itu!" ucap Alex Darling geram.
"Saya akan membantu anda untuk bisa memecahkan kasus ini Boss. Apalagi korbannya adalah salah satu dari kita semua, anggota Scotland Yard" jawab Julian.
Alex Darling menatap Julian. "Good Jules ! Aku ingin tahu apa alasan Mary membunuh David!"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Sorry pendek karena aku juga masih agak migren
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️