The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Batal Jadi Rica



Gemintang memeriksa kondisi Hercule Poirot diatas meja dapur dengan peralatan kedokteran milik Rania yang selalu dibawanya kemana-mana. Dokter Hewan itu tidak membawa tas dokternya karena merasa tidak diperlukan. Tapi dia salah.


"Kamu apain, Raiden?" tanya Gemintang yang memeriksa dengan teliti. Dokter hewan itu tampak tidak kesulitan meskipun mengenakan gaun pesta.


"Nggak sengaja ketendang aku..." jawab Raiden dengan wajah memelas ingin menangis karena tahu Hercule Poirot adalah kesayangan kakak iparnya walaupun para kakak-kakaknya bilang itu hukum karma buat si bebek judes.


Gemintang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum karena tahu keponakannya satu ini ajaib. "Tante kira cuma tanganmu yang biang perusak, tapi kakimu juga ternyata."


Rania menatap geli ke Hercule. "Kapokmu kapan? Dasar bebek kendil !"


"Bebek tengil, Rania" ralat Gemintang. "Oh, perutnya memar tapi so far aku pegang tidak apa-apa... Ada pain klller Ran?"


"Ada Tante..." Rania menyiapkan semuanya dan Gemintang mengukur nya lalu mulai menyuntikkan pain killer dan sedikit steroid.


Tak lama dokter hewan langganan ranch Rossi pun datang dan berdiskusi dengan Gemintang. Keduanya sepakat membawa Hercule ke klinik hewan sesegera mungkin. Gemintang dengan ditemani suaminya Raj , Buzz dan putranya Ben, ikut ke klinik.


Raiden tampak sedih dan menyesal, memangis di pelukan kakak sepupunya Rania Prasetyo.


***


"Bukan salah kamu" ucap ayah Raiden, Shinichi Park. "Salah bebeknya parkir disitu dan salah kakimu matanya ketutup sepatu jadi nggak kelihatan..."


Valentino dan Arkananta mendelik ke arah anggota trio kampret dengan perasaan sebal karena dengan santainya Shinichi bilang begitu.


"Tapi appa..." Raiden menatap ayahnya dengan wajah sedih.


"Minta maaf sama bang Leo n Lenna sana... " Shinichi menepuk bahu putranya yang akhirnya mengangguk dan berjalan menuju tempat Leonardo bersama Biana sedang mengobrol.


"Anakmu benar-benar deh Kungkang..." kekeh Valentino.


"Namanya juga musibah gaeeesss..." jawab Shinichi santai.


***


"Are you okay?" tanya Kaivan Reeves sambil menghampiri Raiden.


"Kagak Van. Aku nyaris membunuh bebek kesayangan bang Leo..." jawab Raiden sambil menunduk. Keduanya berjalan menghampiri Leonardo. "Bang Leo... "


Leonardo menoleh ke arah Raiden lalu menghampiri remaja itu. "Sudah nggak papa. Kamu nggak usah merasa guilty feeling, namanya juga musibah..." ucap Leonardo sambil menepuk bahu Raiden.


"Anggap saja hukum karma..." timpal Alsaki Baskara yang sedang duduk sambil menikmati daging kalkun. "Siapa suruh nyatek tangan mbak Bia."


"Emang ada pakai hukum karma?" tanya Pangeran Avaro of Belgium yang mendapatkan mood booster kalau kumpul dengan para saudaranya.


"Lha buktinya... Nggak pakai lama, terbalas deh jengkolnya Mbak Bia... Lebih brutal lagi" balas Alsaki.


"Astaghfirullah.... " kekeh Pangeran Arsyanendra yang sedang menggendong putranya, Akira.


Sengaja Arsya dan Violet datang ke acara pernikahan Biana dan Leonardo karena mereka belum pernah ke Dallas. Sekalian liburan di State dan menikmati nuansa country di Amerika.


"Doakan saja Hercule selamat jadi kamu tidak mendapatkan gelar the killer of Hercule Poirot... Malah jadi plot twist novel Agatha Christie..." timpal Kaivan sambil makan mashed potatoes nya.


Raiden semakin tampak bersalah dan nyaris nangis brutal kalau saja telepon dari Benoit Rao tidak menyelamatkan dirinya.


"Tunggu, Bang Ben telepon" potong Raiden yang langsung mengangkat dan meloud speaker. "Ya Bang BenBen..."


"Hercule baik-baik saja. Dia bebek keras kepala tapi memang harus diopname karena ada tulangnya yang retak. So far, dia belum bisa jadi hidangan bebek rica..." jawab Ben santai membuat Leonardo mendelik.


"Beeeennn !" hardik Leonardo yang mendengar karena di loud speaker oleh Raiden.


Semua saudara Biana terbahak mendengar ucapan mahasiswa kedokteran di sebuah kampus di Jerman.


"Kacau deh kalian" gumam pangeran Richard Carrington yang masih berhak memakai gelar Pangeran tapi kekuasaannya dibatasi di Inggris. Namun pangeran itu mana perduli dan lebih memilih melakukan kegiatan amal bersama dengan istrinya Alisha of Belgium.


***


Menjelang malam, Leonardo dan Biana mengajak para keluarganya untuk menari line Cowboys. Dengan iringan biola, banjo, harmonika dan pianika dari para pegawainya, semua orang berdansa di tempat yang sudah disiapkan.


Cowboy dance adalah salah satu tradisi para koboi untuk merayakan sesuatu entah pernikahan, panen atau apapun yang berhubungan dengan kebahagiaan. Tentu saja suara riuh canda tawa terdengar di ranch itu dan terakhirnya, Leonardo mencium bibir Biana lembut di tengah - tengah arena menari itu dan mendapatkan sorak Sorai para keluarganya.


Para tamu undangan dan semua anggota keluarga tampak larut dengan kebahagiaan di hari Thanksgiving ini. Perayaan yang sangat berbeda dibandingkan tahun lalu, karena tahun ini diisi dengan penuh drama yang Membagongkan dan membuat semua orang terhibur akan hal itu.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️