The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Aku Maafkan



Apartemen Rania di Soho London


Rania mencoba menghubungi Biana tapi tidak diangkat oleh sepupunya itu. Rania melihat jam dan menepuk jidatnya, karena baru tersadar kalau di Cambridge Massachusetts, sudah malam.


"Kamu tuh payah deh ! Kan sudah malam juga Bambaaaanngggg..." gerutu Rania. "Telepon besok aja deh."


Rania pun mematikan ponselnya dan memilih untuk memasak untuk sarapan. Menurut rencana Rania akan berangkat ke Dallas Texas esok karena tiket sudah dikirim oleh Chris. Rania menghubungi Biana untuk memberitahukan bahwa dia akan mampir ke New York usai dari Dallas.


Kedua orangtuanya pun sudah tahu kalau dirinya terbang ke Texas dan mereka akan berkumpul setelah Rania menyelesaikan urusannya dengan pemain Dallas Cowboys itu.


***


Cambridge Massachusetts


Biana melihat ponselnya dan sudah ada banyak pesan disana baik dari Leonardo dan Rania. Gadis itu baru sadar jika dia tertidur di balkon semalaman. Biana merasa badannya terasa pegal karena tidur bukan di tempat tidurnya yang empuk. Gadis itu lalu menggerakkan tubuh dan lehernya untuk menghilangkan rasa pegal sambil berjalan ke dapur untuk membuat kopi.


Ketika Biana hendak membuat sandwich, dirinya mendengar suara gedebuk di depan pintu apartemen nya. Biana lalu mengambil penggorengan yang hendak membuat scramble eggs sebagai senjata. Gadis itu pun menuju pintu apartemennya dan mencoba mengintip dari lubang pintu.


"Nggak ada siapa-siapa..." gumam Biana. Gadis itu lalu memeriksa dari monitor intercom dan melihat ada seseorang bersandar di depan pintu. Tangan kiri Biana lalu membuka gagang pintu sedangkan tangan kanannya memegang penggorengan bersiap memukul siapa pun yang bersandar.


Gadis itu lalu membuka pintunya dengan cepat dan tampak sosok itu terjatuh kejengkang ke belakang pintu masuk apartemen Biana.


"Aduuuuhhhh... " ucap sosok itu membuat Biana mengurungkan niat untuk memukul sosok itu.


"LEO ?" seru Biana.


"Halo Biana... Maaf aku sudah membuatmu... Apa yang akan kamu lakukan dengan penggorengan itu?" Mata biru Leonardo melotot sempura melihat penggorengan yang nyaris memukul kepalanya.


"Ngetok kepala kamu singa gurun ! What the hell kamu lakukan di depan pintu apartemen aku ?" Bentak Biana.


"Meminta maaf padamu Bia..." ucap Leonardo sembari berdiri. "Aku sungguh - sungguh minta maaf Bia karena sudah membuat kamu tidak nyaman... Aku yang bersalah disini Bia..."


"Sudah?" ucap Biana sinis. "Pidato pagi-pagi nya sudah?"


"Pidato pagi... What? Aku serius sayang, serius meminta maaf padamu..."


"Sudah aku maafkan dan sekarang, aku minta kamu pergi !"


"Pergi atau kepalamu benjol?" ancam Biana.


"Bia..."


Biana mendorong tubuh Leonardo keluar dari Apartemennya tanpa memperhatikan bahwa pipi kiri pria itu tampak bengkak dan membiru.


"Bia... "


BLAM !


Biana membanting pintu di hadapan Leonardo membuat pria itu termangu disana.


"Bia..." Leonardo menyentuh pintu apartemen Biana. "Aku ... Baiklah sayang... Maafkan aku sekali lagi dan aku sekalian pamit pulang kembali ke Texas... Love you Biana..." Leonardo menatap pintu itu dengan wajah sendu lalu kemudian pergi meninggalkan apartemen Biana.


Gadis itu melihat dari layar intercom nya lalu memejamkan matanya saat melihat Leonardo pergi. Sungguh Biana tidak tahu apa yang dia rasakan sekarang tapi hati kecil nya tersentuh dengan permintaan maaf dari Leonardo.


Aku maafkan kamu, Singa Gurun tapi untuk sekarang aku sedang tidak mau melihat mu.


Biana mengunci pintu apartemennya dan kembali melanjutkan acara membuat sarapannya yang sempat tertunda. Suara ponselnya membuat gadis itu mengangkatnya.


"Ya Rania? Kamu jadi ke Texas?" sapa Biana sambil tersenyum.


"Jadi lah ... Demit sudah beliin tiket pesawat ke Texas tapi kembali ke London, open date. Soalnya aku mau ke New York ."


"Semoga kita bisa bertemu ya."


***


Yuhuuuu Up Malam


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️