The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Kisah Rania



Apartemen Rania di Dallas Texas


Rania tiba di apartemennya menjelang sore hari dan melihat sepupunya bersama dengan tunangannya serta tunangan Rania, tampak heboh nonton pertandingan Rerun Dallas Cowboys dengan Baltimore Ravens.


Botol-botol coke dan air mineral ditambah pizza dan Snack lainnya, terdapat di meja kopi. Apartemen itu tampak berantakan namun ketiga orang itu sangat cuek dan tetap heboh ribut tidak jelas.


Rania menyelipkan kedua jarinya di dalam mulutnya hingga membuat suitan yang melengking berakibat ketiganya menoleh.


"Astagaaaa... Rania, ini tuh bukan New York yang harus cari taksi dengan cara suitan begitu..." kekeh Chris sambil menghampiri gadisnya yang manyun.


"Berantakannya !!!" seru Rania kesal.


"Nanti dibereskan kok Ran" jawab Leonardo sambil tersenyum.


"Beneran ya!" pendelik Rania galak.


"Iya Rania. Macam kamu tidak tahu aku saja. Kan kita sama-sama tidak suka rumah berantakan..." senyum Biana.


Chris menatap lembut Rania sambil tersenyum. "Mandi dulu deh... Kamu bau antiseptik..."


Rania mengeplak bahu Chris. "Dokter ya begini ini Demit !"


Chris mencium bibir Rania lembut. "Iya Bu Dokter..." ucapnya membuat pipi Rania memerah.


"Aku mandi dulu ... Eh meatballs nya masih ada?" tanya Rania sambil berjalan menuju kamarnya.


"Habiiiissss !" seru ketiganya.


Rania menoleh dengan mata terbelalak. "Lha ?! Kalian ituuuuu !"


"Masakan Bia enak sih Ran" jawab Leonardo tanpa dosa.


"Lha aku makan apaaaaa???" teriak Rania kesal. Sudah lapar, makanan dihabiskan. Benar-benar definisi sepupu, calon suami dan ipar minta disuntik valium !


"Sudah aku belikan ini... " Chris menggandeng tangan Rania dan mengajak nya ke meja makan dan tampak sushi porsi besar.



"Aku tahu kamu sangat suka Sushi jadi sebagai rasa bersalah aku menghabiskan Meatballs, aku belikan ini lah..." ucap Chris sambil tersenyum manis.


Mata coklat Rania tampak berbinar-binar. "Jangan ada yang ambil !" teriak Rania ke Leonardo dan Biana.


"Nggaaakkk !!!" balas Leonardo dan Biana dari ruang tengah.


"Awas kalau ada yang ambil ! Aku suntik valium !" ancam Rania membuat ketiga orang disana tertawa.


"Paling kita pada teler" kekeh Chris.


***


Sekarang di ruang tengah sambil menonton pertandingan Dallas Cowboys, Rania meletakkan piring sushinya diatas pangkuannya sambul memakan nya. Chris sampai bingung karena Rania makan banyak, larinya kemana karena badannya langsing terus.


"Kamu itu... Makan sebanyak itu, lari kemana Ran?" tanya Chris.


"Kamu tahu kan pekerjaan di rumah sakit sangat padat dan membuat aku harus gedubrakan? Yah larinya ke energi aku lah. Bisa negereog aku kalau aku tidak makan banyak !" jawab Rania sambil mencocol sushinya di soyu campur wasabi.


"Begitu ya...." gumam Chris.


"Kimi-dachi ( kalian berdua ), kapan mulai mempersiapkan pernikahan?" tanya Rania ke Biana.


"Semua sudah diurus Lenna dan Wedding Organizer. Soal penginapan, sudah dipersiapkan buat keluarga kalian yang aduhai banyaknya... Bisa satu blok sendiri..." jawab Leonardo sambil merangkul Biana.


"Aku jadi penasaran bagaimana acara menikah ala peternakan..." gumam Chris.


"Baju pengantin sudah dapat?" tanya Rania ke Biana.


"Aku nanti dikirimi gaun pengantin yang dipakai mommy dulu dan sedang di modifikasi menjadi selera aku" jawab Biana.


"Wah, pasti disesuaikan dengan badan kamu kan Bia. Secara Tante Nadira kan lebih pendek dari kamu..." timpal Rania.


"Iya memang... Aku kan ikutan Daddy yang jangkung... " jawab Biana yang memiliki tinggi cukup lumayan sebagai seorang gadis.


"Ngomong-ngomong Chris, kenapa kamu tidak langsung menendang saja itu bolanya?" komentar Leonardo saat melihat pertandingan.


"Aku kan Quarter Back, bukan kicker" jawab Chris.


"NGGAK !" hardik Biana dan Rania bersamaan.


"Apartemen Demit itu tinggal gelundung ke sebelah ! Nooohhh kelihatan unitnya ! Nggak ada tidur disini !" bentak Rania galak membuat Leonardo dan Chris terkejut.


"Ya Allah galaknya... " ucap Leonardo sambil memegang dadanya akibat terkejut.


"Begitulah..." senyum Chris. "Jangan bikin perkara dengan seorang gadis yang barusan makan wasabi... Pedas !"


Rania menoleh judes ke arah Chris. "Kamu mau aku kasih wasabi ?"


"No Ran... Aku mau kalau dikasih ciuman..."


CUP!


Rania mencium bibir Chris yang sedetik kemudian langsung berteriak heboh.


"Aduuuhhh ... Wasabi !!!"


Leonardo dan Biana tertawa terbahak-bahak melihat kekacauan pasangan yang berada di sebelahnya.


"Dasar..."


***


Akhirnya dua pria itu pun kembali ke apartemen milik Chris meninggalkan kedua gadis yang tadi menjadi mandor mengawasi acara bersih-bersih apartemen.


"Haaaaahhh... Akhirnya bisa selonjoooorrrr... " gumam Rania sambil meletakkan kakinya di sofa panjang.


"Bagaimana hari ini Ran? Apa ada kasus di rumah sakit?" tanya Biana sambil membuka MacBooknya.


"Kalau aku tidak ingat sumpah dokterku, bisa habis itu perempuan !" umpat Rania.


"Apa maksudmu?" tanya Biana.


"Bisa nggak sih kamu nahan n@fsu kamu? Iya memang s3k5 itu nikmat tapi kamu juga harus mikir organ reproduksi kamu ! Bayangkan Bia, umur 19 tahun sudah punya empat anak !" omel Rania.


"Memang dia mulai hamil usia berapa?" tanya Biana.


"Usia 14 tahun dia sudah hamil jadi kan bisa diperkirakan bahwa setiap tahun dia hamil. Dan usia 13 tahun sudah mengenal s3k5... Ya Allah... Kamu tahu, rahim nya rusak Bia. Baru 19 tahun !" Rania mengusap wajahnya. "Akhirnya dokter obgyn dan aku bersepakat bahwa harus kita angkat..."


"Apakah dia sedang hamil?"


"Iya Bia ! Dia sedang hamil anak kelima tapi tidak berkembang... Dan kamu tahu, empat anak dari dua pria berbeda... Astaghfirullah... Aku dan kamu begitu menjaga diri kita tapi banyak anak gadis disini yang tidak bisa menjaga dirinya... Benar ajaran para tetua kita ... Menjadi wanita itu berat dan harus bersama dengan pria yang tepat untuk bisa menjalani kehidupan pernikahan..." Rania menatap sepupunya serius..


"Kamu benar. Kita memberikan pada pria yang sudah sah menjadi suami itu jauh lebih indah dan ayem dibandingkan kita hidup bebas. Dan aku yakin pasienmu tadi tidak menikah?" Biana menatap Rania.


"Nope lah ! Disini mereka bebas hidup bersama" jawab Rania.


"Bagaimana dengan tunjangan anak?"


"Bukan ranah aku Biana. Ranahku adalah membuat anak itu melek, bahwa what you did, adalah senangnya tidak selama akibat yang kamu tanggung seumur hidup. Kamu kehilangan masa remaja kamu, kamu kehilangan masa sekolah kamu hanya karena ingin merasakan enak-enak..." gumam Rania. "Aku hanya memikirkan kesehatan dia saja.... Anggap saja sekalian steril agar tidak manak terus macam kucing atau kelinci !"


Biana tertawa. "Aku tidak kebayang kalian punya anak, kamu galak dan strict sedangkan Chris sangat bebas, pasti akan kacau..."


"Kamu sendiri dan Singa Gurun?"


"Leo sangat ketat apalagi dengan Lenna. Jadi aku yakin, dia akan menjadi ayah yang sangat protektif dengan anak-anaknya kelak..." jawab Biana.


***


Note


Kasus remaja yang diangkat rahim itu memang terjadi di Ohio Amerika Serikat.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️