
Royale Hospital London Inggris
Alex Darling terbangun dengan kondisi tubuh terasa ngilu dan njarem ( sakit ) semua. Pria itu menoleh ke arah nakas sebelah tempat tidur nya untuk mengambil botol minum air mineralnya. Mata birunya menangkap pemandangan Rania yang tidur menyamping dalam pelukan Chris Armstrong.
Alex tersenyum karena melihat sahabatnya tampak kelelahan namun damai di pelukan pria yang mengaku-ngaku sebagai kekasih dan calon suaminya. Setelah meminum air mineralnya melalui sedotan, Alex pun terlelap lagi apalagi jam tangannya masih menunjukkan pukul lima pagi.
***
Rania terbangun saat mendengar suara rutin setiap pagi di rumah sakit. Matanya melihat seorang suster memeriksa tensi dan kondisi Alex Darling.
"Pagi dok. Maaf mengganggu tidur anda..." ucap suster itu dengan nada tidak enak.
"Tidak apa-apa. Sudah waktunya saya bangun bukan." Perlahan Rania melepaskan pelukan Chris dan turun dari sofa lalu berjalan menuju Alex Darling terbaring. "Bagaimana hasilnya?"
"Tensinya bagus kok dok. 130/70. Oh, ini hasil Rontgen Mr Darling yang semalam sempat diambil karena takut ada yang patah." Suster itu memberikan hasil Rontgen. "Kata dokter Harry, disarankan agar Mr Darling menjalani MRI dan CT scan... Takut ada gegar otak ..."
"Tapi saya pakai helm sus. Dan tidak merasa pusing..." sela Alex Darling.
"Tidak ada salahnya kamu diperiksa... Siapa tahu jadi waras" sahut Rania cuek sambil memeriksa foto Rontgen Alex sementara yang dikatai hanya menatapnya judes.
"Memang selama ini aku kenapa Rania?"
"Rada gila, otakmu miring sedikit..." balas Rania sambil nyegir.
"Kamu menyebalkan..." Alex langsung cemberut mendengar ucapan gadis itu.
"Tidak ada yang patah tapi ada baiknya kita jaga-jaga kan? Kepala kamu kena pukulan?" tanya Rania.
"Kena ... Tapi kamu tahu helmku kan Ran?"
"Helm mu masih berbentuk?"
"Agak pecah sih..."
"Sudah. Jadwalkan untuk melakukan MRI dan CT scan untuk super Intendant Alex Darling hari ini... Saya yang nanggung." Rania meminta suster itu membuatkan jadwal yang dijawab anggukan.
"Baik dok. Permisi." Suster itu pun pergi meninggalkan Rania dan Alex.
"Really? Aku harus diperiksa detail?" Alex Darling menatap sebal ke Rania. "Dengar Rania, aku punya asuransi apalagi aku kan dalam situasi mendesak."
"Aku tahu. Nanti kalau uang asuransinya keluar, kamu kan tinggal ganti ke aku. Beres kan? Sekarang yang penting kamu diperiksa dulu. Oke?"
"Masih saja perhitungan."
"Iyalah. Kan aku bukan badan amal..." sahut Rania cuek sambil berjalan menuju pintu.
"Mau kemana kamu ?" tanya Alex.
"Beli kopi dan sarapan. Mau?"
"Mau lah !"
***
Chris Armstrong terbangun lima belas menit kemudian dan kebingungan mencari Rania yang tidak ada di samping dan pelukannya.
"Lha dimana gadisku?" tanya Chris celingukan.
"Pergi. Beli sarapan" sahut Alex Darling sambil menonton tv yang menyiarkan berita gegeran dan kerusuhan semalam antara pendukung Chelsea dan Arsenal.
Chris menggerakkan leher nya hingga berbunyi lalu merenggangkan tubuhnya dan berdiri melakukan beberapa gerakan olah raga. "Duh pegalnyaaaa ..."
"Kamu pegal, aku nyeri semua" balas Alex.
Chris melihat di televisi dan tampak Alex Darling mengenakan helm membantu polisi Scotland Yard melerai Hooligans. Alex Darling sempat terjatuh dan kena tendang, membuat Chris menoleh ke arah pria itu.
"Apa Rania tahu kamu kena tendang?" tanya Chris.
"Jangan bilang Rania... "
"Damn it Alex ! Itu ulu hati kamu yang kena !" Chris pun bergegas membuka kaos Alex dan melihat memar di perut polisi itu.
"Ini apa-apaan buka - bukaan? Mau saingan six pack?"
Alex dan Chris menoleh ke arah suara. Tampak Rania berdiri disana dengan tatapan aneh.
Rania meletakkan roti dan kopi di atas meja dan mendekati Alex. "Kenapa tak cakaaappp!!!" bentak Rania kesal dengan bahasa Malaysia.
"Haaaaahhh?" Alex dan Chris melongo.
"Kenapa nggak bilang cumiii ! Ayo aku periksa kamu !" Rania langsung meminta bagian USG untuk memeriksa internal Alex.
***
Chris menunggu di kamar rawat inap Alex sambil memainkan ponselnya, meminta Simba datang ke rumah sakit membawakan duffle bag nya untuk mandi dan berganti pakaian.
Pria itu tampak manyun dan tak lama dia melihat wajah yang sangat familiar lalu tersenyum senang.
"Princess !" panggil Chris ke Alisha yang melewati kamar Alex.
"Chris? Kemana mbak Rania?" tanya Alisha yang harus datang ke rumah sakit untuk membantu konseling anak-anak yang terkena imbas kerusuhan semalam.
"Ruang observasi bersama si Darling. Rupanya dia menahan sakit ulu hatinya yang kena tendang..." jawab Chris.
"Dasar Alex... Oh aku urus kerjaan dulu ya. Nanti kalau selesai, aku mampir sini." Alisha pun pamit ke Chris.
"Semangat princess!" support Chris membuat putri Belgia itu tersenyum.
Tak lama Simba pun datang membawakan duffle bag milik Chris. "Bro, kita pulang malam ini ke Dallas lho. Memang ada apa kamu sampai ke rumah sakit? Bukannya kamu semalam di restauran milik Oomnya Rania?"
"Memang tapi ada sesuatu dan semalaman aku terdampar disini. Thanks Bro. Aku mandi dulu." Chris pun masuk ke dalam kamar mandi meninggalkan Simba di kamar itu.
***
Ruang Observasi
"So far tidak ada komplikasi, gegar otak maupun kemiringan tengkorak, dokter Bianchi." Dokter Harry menatap judes ke anak didiknya yang suka seenaknya ke Alex Darling.
"Ya siapa tahu..." sahut Rania acuh membuat Alex Darling gemas ke sahabatnya itu.
"Kalian berdua, bisa nggak akur sebentar?" Dokter Harry sudah cukup pusing dengan mereka berdua apalagi jika ada kejadian yang berhubungan dengan kejahatan, entah kenapa selalu Rania yang membantu Alex Darling. Dan biasa nya diselingi dengan keributan unfaedah.
"Nggak !" ucap Rania dan Alex Darling bersamaan.
"Benar-benar deh kalian itu. Mr Darling, anda harus opname sehari ini, besok pagi boleh pulang" ucap dokter Harry. "Suster, bawa kembali polisi satu ini ke kamarnya."
***
Simba sedang bermain ponsel saat melihat Alex Darling berjalan pelan dengan memegang tiang infus. Wajah pria itu memang tidak terlihat babak belur tapi Simba bisa melihat biru-biru di tangannya yang memakai baju pasien.
"Simba?" Rania menatap pria berkulit hitam itu bingung. "Ngapain kamu kesini?"
"Membawakan tas buat tuan Armstrong" jawab Simba sambil tersenyum. "Halo aku Simba the lion king..." sapa pria itu ke Alex Darling.
"Alex Darling..." balas Alex.
"Oh kamu yang membuat Chris uring-uringan? Katanya Rania memanggil pria dengan panggilan Darling. Rupanya nama belakang mu memang Darling?" kekeh Simba.
"Ya begitulah... Sering membuat banyak orang salah paham" jawab Alex sambil naik ke atas brankarnya dengan dibantu suster dan Rania.
"What happened to you man?" tanya Simba perhatian.
"Anggap saja menunaikan tugas sebagai polisi" jawab Alex.
Tak lama suara kunci pintu kamar mandi terdengar dan Chris Armstrong keluar dengan wajah segar.
"Well? Apakah gegar otak?" tanya Chris sambil nyengir.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️