The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Mas Kawin Simbolis



Tahun Baru


Semalam Lenna tidur bersama dengan Rania dalam satu tenda sedangkan Raul bersama dengan Chris. Rania pun tampak takjub saat semua orang hendak masuk ke dalam tenda, Hercule mengikuti Biana dan Leonardo.


Dan hari ini Lenna bangun bersama dengan Rania menjelang pukul sepuluh pagi. Harum kopi tercium di hidung kedua wanita cantik itu.


"Pagi kak Rania. Selamat hari 1 Januari..." sapa Lenna.


"Pagi Lenna. Ternyata tidur di tenda kemping itu menyenangkan juga. Lumayan refreshing..." Rania merenggangkan kedua tangannya dan meluruskan punggungnya. "Meskipun endingnya punggungku kesel ..."


Lenna cekikikan mendengar Omelan Rania. "Padahal kak Rania biasa di rumah sakit buat jaga ya."


"Hu um. Tapi apa gara-gara si Lassie tidur bareng aku?" Rania mengelus anjing Australian shepherd bewarna putih, abu, coklat dan hitam itu.



"Kak Rania suka anjing?" tanya Lenna sambil mengambil permen mint dan menawarkan pada Rania yang mengambilnya satu.


"Suka banget. Di rumah aku ada anjing pom dan Chihuahua... Sayang karena aku pindah-pindah jadi biar di rumah Opa saja." Perut Rania berbunyi. "Yuk keluar... Aku lapar nih... Sama harus ngopi."


***


Biana terbangun saat hidungnya mencium bau kopi dan daging grilled. Dirinya hendak bangun tapi tangan kekar suaminya masih melingkari pinggang dan perutnya.


"Singa gurun..." bisik Biana.


"Hhmmm..." gumam Leonardo dengan nada mengantuk.


"Bangun, sudah pada uprek di tengah ..." Biana menoleh ke arah suaminya.


"Kan ada Lenna, ada yang lain. Kita begini saja dulu..."


"Bangun dong. Kita nggak kembali ke rumah apa?" Biana menyingkirkan tangan Leonardo dan bangun dari tidurnya. "Morning Hercule..." ucapnya sambil mengelus bebek Mallard yang masih tidur diatas kasurnya. Setelahnya Biana keluar dari tendanya dan melihat Buzz bersama Lenna, Rania, Woody dan pegawai lainnya menyiapkan brunch karena semua bangun kesiangan.


"Baru pada bangun?" sapa Biana sambil mengeratkan ponconya.


"Pagi menjelang siang kak Bia" sapa Lenna dengan wajah ceria.


"Lenna, kopimu" ucap Buzz sambil menyerahkan gelas dari kaleng khas peternakan.


"Terima kasih Buzz" jawab Lenna sambil menerima cangkir kopi itu.


"Singa gurun belum bangun?" tanya Rania sambil menyerahkan gelas berisikan kopi dan sebotol air mineral ke Biana.


"Belum" jawab Biana sambil membuka botol air mineralnya dan menenggaknya. "Habis ini kamu kembali ke kota?"


"Iyalah. Mungkin malam ini kami kembali ke kota" jawab Rania.


Tak lama suara tenda tempat Chris dan Raul tidur terbuka. "Damn... terangnyaaa..." gerutu Chris saat membuka tutup tenda.


"Sudah siang Demit..." sahut Rania.


"Pagi mbak Kunti... Selamat hari 1 Januari..." cengir Chris sambil menghampiri Rania dan mencium pipi gadis itu.


"Kalian jadi menikah bulan Maret?" tanya Lenna.


"Jadi lah" jawab Chris. Buzz memberikan kopi ke pemain Dallas Cowboys itu. "Thanks Buzz."


Raul pun duduk diatas balok kayu yang ada disana dan digunakan sebagai tempat duduk bersebelahan dengan Biana. Pria Italia Inggris itu menyandarkan kepalanya di bahu kakak perempuannya.


"Kamu kenapa Raul? Masih ngantuk?" kekeh Biana yang biasa mendapatkan adik-adiknya sering bersandar kalau masih belum menyatu nyawanya saat kumpul lebaran.


Raul mengangguk. "Masih ngantuk..." gumamnya.


"Kamu ikut pulang bersama kami kan Raul? Kamu pulang ke Virginia besok?" tanya Rania.


"Ikut pulang" jawab Raul yang kuliah di Virginia Tech sembari mengambil pendidikan sommelier.


"Enak kali kau bersandar sama istriku."


"Lha sebelum sama bang Leo, aku dah sering begini sama mbak Bia" balas Raul cuek membuat Rania dan Lenna tertawa.


"Dasar !" Leonardo pun duduk di sebelah kiri Biana. "Untung adik ipar sendiri. Kalau orang lain... Nggak bakalan selamat !"


Pagi menjelang siang itu mereka semua menikmati hari baru di tahun yang baru dan menjelang sore, semua tenda sudah dibereskan lalu diletakkan dalam bagasi mobil truck yang dibawa semalam.


Keenam orang itu pun kembali naik kuda masing-masing dan berjalan pulang ke rumah induk sambil mengobrol dan bercanda satu sama lain.


***


Sebulan Kemudian... Dallas Cowboys Stadium


Rania menjerit kaget melihat Chris mengalami tubrukan dengan pemain Washington Commanders hingga harus ditandu keluar. Rania memang baru bisa nonton pertandingan tunangannya saat tidak ada jadwal di rumah sakit. Gadis itu berdiri di dekat pintu masuk pemain dengan id card khusus yang diberikan Chris.


Chris tampak mengrenyitkan dahinya pertanda kesakitan. Rania tampak mengikuti Chris yang hendak dibawa ke rumah sakit karena dia dokter disana.


"Apa yang sakit Demit?" tanya Rania sambil memeriksa bersama petugas kesehatan.


"Kakiku sebelah kanan, sayang... Kayaknya ada yang terkilir..." jawab Chris.


Rania memeriksa kaki kanan Chris dan pria itu menjerit kesakitan saat tulang keringnya dipegang gadis itu.


"Sepertinya retak, sayang. Bisa kita lihat nanti kalau sudah di Rontgen..." ucap Rania prihatin.


"Duh, aku tidak bisa ikut superbowl dong..." keluh Chris sambil meletakkan tangannya di dahi.


"Kita lihat dulu saja."


***


Penthouse Joey dan Georgina Bianchi di New York


"Bagaimana Chris harus ditandu ? Pemain Commanders itu memang kurang ajar ! Kan Chris jadi tidak bisa main itu !" omel Joey saat menyaksikan pertandingan Dallas Cowboys v Washington Commanders.


Georgina hanya mengelus punggung Opa Rania itu. "Joey, ingat tensi... Sudah nggak papa. Mungkin memang Chris harus istirahat..."


"Dia tidak bisa main di final nanti !" eyel Joey.


"Kita tunggu saja kabar Rania. Kan tadi kelihatan dia bersama Chris masuk ke ambulans. Sudah, jangan marah-marah..." senyum Georgina yang sudah hapal pria Italia Arab Jepang dan Jawanya itu emosional kalau sudah berurusan dengan olahraga dan tim favoritnya.


"Semoga hanya terkilir ..." ucap Joey sambil melanjutkan acara menonton pertandingan.


***


Di Rumah Sakit


"Ini bukan cuma terkilir Mr Armstrong tapi retak tulang kering kaki kanan anda..." ucap Dokter tulang yang memeriksa hasil Rontgen Chris.


Quarter Back Dallas Cowboys itu pun langsung lemas mendengar nya. "Saya harus istirahat berapa lama?" Chris menggenggam tangan Rania yang setia mendampingi pria itu.


"Minimal tiga bulan..."


"Tiga Bulan ?" seru Chris heboh. "Sayang... Aku tidak bisa ikut final..."


"Yang penting kamu sembuh dulu. Tahun depan kamu bisa menjadi juara lagi" senyum Rania.


"Padahal aku ingin memberikan piala superbowl sebagai mas kawin secara simbolis..." gumam Chris sambil manyun membuat dokter itu dan Rania melongo.


"Mr Armstrong... " kekeh dokter itu geli mendengar mas kawin yang sudah jelas tidak bisa diberikan.


"Kan aku sudah bilang, simbolis."


Rania tertawa. "Yang penting kamu bisa jalan pas menikah, itu sudah bagus..." ucap dokter bedah itu sambil mencium bibir tunangannya.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️