The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Punya Adik Perempuan



RR's Meal London


Para pengunjung RR's Meal tampak terkejut melihat princess Belgia mengenakan seragam pegawai restauran itu.


"Hallo, saya Alisha ..." senyum princess Belgia itu. "Anda mau pesan apa hari ini?"


"Your... Highness...?" ucap pengunjung itu tergagap. "Tapi ... Mengapa?"


"Well, anggap saja saya sedang tidak ada kesibukan jadi saya membantu Oom saya" jawab Alisha dengan senyum manisnya membuat para tamu terpesona dengan princess yang dikenal humble itu.


"Wah baru kali ini kami dilayani seorang princess..." kekeh wanita tua itu. "Maafkan jika kami tidak sopan. Bolehkah kami berfoto bersama anda Your Highness?"


Alisha pun mengangguk dan mereka pun melakukan wefie ( karena banyak bukan selfie ). Tamu itu pun memesan menu hari ini dan Alisha memberikan pesanan ke dapur.


***


Rania menatap tidak percaya saat melihat siapa yang datang untuk makan di restauran Oomnya.


"Kalian ngapain kemari?" tanya Rania ke Chris Armstrong dan Simba Harrelson.


"Hai. Aku dan Simba ada pertemuan atlet di London. Sayang, ini Simba Harrelson. Simba, Rania Bianchi Prasetyo." Chris berdiri sambil memperkenalkan Rania ke sahabatnya dengan memeluk pinggang gadis itu.


"Halo, aku Simba tapi jangan kamu cari Pumba dan Timon ya" senyum pria berkulit hitam itu berdiri sambil mengulurkan tangannya dan berjabat tangan dengan Rania.


Dokter itu tertawa mendengar joke Simba. "Baru aku mau tanyakan..." Rania menoleh ke arah Chris. "Sejak kapan kalian di London?"


"Kamis kemarin tapi kami ada acara hari Jumat sangat padat jadi aku tidak sempat menghubungi kamu, Ran" jawab Chris.


"Terus kalian kemari?"


"Aku belum sempat mencoba RR's Meal New York dan kemarin aku mencoba memesan tempat disini. Mungkin karena beruntung, akhirnya dapat lah. Dan aku tidak menduga akan bertemu kamu disini, menjadi pelayan" goda Chris.


"Ini gara-gara Oom ku tidak suka melihat aku menganggur jadi dipekerjakan" jawab Rania. "So, kalian berdua mau pesan apa?"


Chris dan Simba yang sudah duduk kembali akhirnya memesan menu of the day. Rania mencatat nya dan pergi meninggalkan Chris dan Simba.


Elfesya yang melihat kakaknya dipeluk seorang pria bertubuh besar dan bertemu dengan pria berkulit hitam juga dengan bertubuh besar, bisa menyimpulkan bahwa yang berambut blonde adalah Chris Armstrong sedangkan satunya adalah teman satu timnya di Dallas Cowboys.


"Chris datang?" tanya Elfesya ke arah Rania yang datang sambil membawakan pesanan pria itu.


"Yup."


"Kok nggak bilang ke mbak?" tanya Alisha yang melihat Chris duduk di sudut restauran bersama dengan rekannya.


"Aku juga baru tahu" jawab Rania cuek.


Ketiga gadis itu bersama dengan pelayan lainnya membantu pesanan dan membawakan makanan. Rania dan Alisha sudah terbiasa karena dulu di New York atau Dubai saat liburan suka membantu di restauran milik keluarga Reeves yang sudah menjadi bagian PRC Group.


Chris memilih menunggu sampai Rania selesai shiftnya sedangkan Simba sudah kembali ke hotel yang hanya berjarak satu blok dari restauran itu.


***


Lima Jam Kemudian...


"Capeeeekkkk..." keluh Rania sambil meninju-ninju pahanya. "Ini lebih capek daripada di ruang operasi !"


Elfesya tertawa melihat wajah manyun kakaknya. Mereka bertiga sekarang berada di ruang kerja Eagle dan tak lama, Biana datang bersama dengan Elane serta dua pelayan yang membawakan makanan ke sana.


"Ayo makan dulu" ajak wanita cantik berhijab itu sambil tersenyum manis.


"Duh Tante, aku sudah lapar ini" keluh Rania yang langsung mengambil nampan itu bersama Elfefsya.


"Terimakasih" ucap Alisha lembut. Kedua pelayan itu mengangguk hormat ke arah Alisha dan semua orang disana.


"Oom Eagle sukanya gitu. Ada keponakannya nganggur aja, langsung disuruh kerja" omel Rania sambil makan.


"Tapi seru lho mbak" kekeh Alisha.


"Iya tapi tetap saja. Maksud hati mau liburan, malah kerja."


Suara ketukan di pintu membuat semua orang menoleh dan Elfesya membuka pintu.


"Ada apa Tina?" tanya Elfesya.


Elfesya melihat Chris berdiri di atas tangga dan tersenyum. "Oke Tina. Terimakasih." Tina pun turun dari lantai dua dan Elfesya tersenyum ke arah Chris.


"Halo, kamu Chris Armstrong kan?" sapa Elfesya sambil turun menghampiri pria Amerika itu.


"Yes. Rania ada?" senyum Chris sambil bersalaman dengan Elfesya.


"Ada. Ayo masuk." Gadis ABG itu pun mengajak Chris masuk ke dalam ruangan Eagle.


Chris pun mengikuti Elfesya dan disana sudah ada empat wanita yang menatap ke arahnya.


"Chris Armstrong, perkenalkan ini mommyku, Elane McCloud..." Elfesya memperkenalkan Chris ke Elane. Chris mengulurkan tangannya tapi Elane mengatupkan tangannya membuat pria itu paham apalagi wanita itu mengenakan hijab.


"Ah, maafkan saya Mrs McCloud" ucap Chris sambil mengatupkan kedua tangannya.


"It's okay. Kamu cari Rania kan? Tuuuuhhh lagi makan" senyum Elane sambil menunjuk ke arah Rania yang masih makan dengan cueknya.


"Apa demit?" tanya Rania dengan mulut penuh.


"Astaghfirullah, Rania... Kok manggil nya begitu sih!" tegur Elane ke arah Rania dengan nada lembut.


"Tidak apa-apa Mrs McCloud. Itu panggilan sayang Rania ke saya..." jawab Chris santai tapi membuat Biana dan Elfesya terbahak.


"Chris ... Apa kamu tahu..." Alisha melirik ke arah kakaknya yang memberi kan kode untuk tidak memberitahukan pada Chris.


"Ya ampun kalian berdua itu ... Tante turun dulu ya. Mau lihat apakah sudah selesai semua atau belum." Elane pun turun untuk menemui suaminya.


Chris mengangguk ke arah keempat gadis yang sedang makan.


"Duduk Chris" pinta Biana saat melihat pria itu masih berdiri. Chris pun menghampiri meja panjang itu dan duduk di sebelah Rania.


"Kamu tuh kalau makan pelan-pelan kenapa sih?" tegur Chris sambil tertawa melihat Rania makan macam terburu-buru.


"Kebiasaan di rumah sakit" jawab Rania cuek.


"Jadi kamu di London dalam rangka apa?" tanya Biana.


"Ada pertemuan para atlet seluruh cabang dan dunia. Aku dan Simba terpilih karena Dallas Cowboys juara dunia NFL tahun lalu jadi kita yang datang."


"Kamu datang sama siapa tadi?" tanya Alisha.


"Datang sama Simba."


"Simba? The Lion King?" seru ketiga gadis itu heboh kecuali Rania yang sudah tahu namanya tadi.


"Heeeeiiiii, dia sama-sama quarter back seperti aku" kekeh Chris.


"Kayaknya yang salah adalah ortunya yang kasih nama Simba..." gumam Elfesya.


"Atau ortunya fans The Lion King... Yang kartun, bukan live actionnya" ucap Biana.


"Bisa jadi tapi Simba kan memang artinya Singa dalam bahasa di Afrika" sahut Alisha.


"Berarti kan pas?" celetuk Elfesya.


"Yep karena dia quarter back, dia terbiasa menerjang semua" jawab Chris. "Whoah, baru kali ini aku berasa punya banyak adik perempuan..."


Rania melirik Chris. "Bagaimana rasanya punya adik perempuan?"


"Manly" jawab Chris.


"Whaaaatttt?" seru semua gadis disana.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️