
Dulles International Airport, Washington DC
Biana dan Leonardo akhirnya tiba di Washington DC karena akan mampir ke Maryland untuk menemui Pedro Pascal dan Nadira McCloud. Sebelumnya Leonardo sudah bertemu dengan Rajendra dan Aruna McCloud, opa dan Oma Biana yang sudah pensiun dari RR's Meal New York dan memilih tinggal di kastil McCloud.
Opa dan Oma Biana menyetujui hubungan antara Biana dan Leonardo karena semua yang menjadi persyaratan keluarga klan Pratomo, Leonardo memiliki nya. Rajendra bahkan senang mendapatkan teman diskusi kuda-kuda peliharaan keluarga McCloud apalagi Leonardo sangat suka dengan kuda Arab yang merupakan keturunan dari kuda mas kawin Elang ke Rain dulu.
Dari diskusi itu, Rajendra bisa menilai kenapa cucunya juga menyukai Leonardo karena pria itu sangat cerdas meskipun tidak terlalu suka memperlihatkan. Rajendra bisa melihat bagaimana Pedro kedua di sosok Leonardo hanya bedanya, Leonardo tidak membahayakan nyawa Biana seperti Pedro ke Nadira dulu. ( Baca The Bianchis Chapter Nadira ).
Rajendra pun langsung menghubungi Pedro dan Nadira setelah Biana dan Leonardo pulang ke Amerika Serikat bahwa dirinya setuju hubungan cucunya dengan Cowboy yang juga atlet Rodeo. Tentu saja Pedro dan Nadira hanya bisa diam saat Rajendra memberikan pujian ke Leonardo.
Dan kini, keduanya melihat Pedro Pascal bersama dengan asistennya, Scott Peterson, sudah berada di bandara untuk menjemput Biana dan Leonardo.
"Hai, Daddy... " sapa Biana.
"Bia, kamu pulang bersama Scott. Daddy mau bicara dengan Singa Gurun" ucap Pedro dingin.
Biana menatap ayahnya dan Leonardo bergantian namun akhirnya dia mengangguk lalu pergi bersama dengan pria cupu yang merupakan asisten Pedro.
"Mari agen Peterson, kita pulang" ajak Biana. Scott pun membantu membawakan koper milik Biana dan meninggalkan Pedro bersama dengan Leonardo.
"Nanti kamu jemput saya disini, Scott" ucap Pedro.
"Yes Sir" jawab Scott.
Setelah keduanya pergi, Pedro mengajak Leonardo menuju ke sebuah restauran di bandara. Menggunakan tanda pengenal nya, Perdro pun bebas masuk ke dalam restauran itu.
"Kita makan dulu" ajak Pedro sambil membuka buku menu.
Leonardo pun mengikuti jejak Pedro untuk memesan makanan. Setelahnya pria berdarah Perancis Italia itu menatap tajam pria berdarah Italia, Amerika dan Turki itu.
"So, kamu sudah bertemu dengan Opa dan Omanya Bia?" tanya Pedro.
"Sudah Mr Pascal. Saya sudah bertemu dengan Mr dan Mrs McCloud di kastil."
"Bagaimana tanggapan mereka berdua?" Pedro terdiam saat minuman mereka datang.
"Alhamdulillah baik. Bahkan bersama Mr McCloud, kami banyak membahas soal peternakan dan kuda. Saya sangat salut dengan konsistensi meneruskan keturunan kuda dari opa dan Oma buyut Bia. Garis keturunannya tidak putus dan itu membuat saya jadi ingin memberikan kuda Arab milik saya untuk dikawinkan. Garis champion tetap harus dilestarikan..." jawab Leonardo.
"Kuda itu sudah ada keturunannya di Dubai bahkan keluarga Emir memiliki koleksi kuda Champions banyak" timpal Pedro. "Lalu kalian berbicara apa lagi?"
"Bagaimana perasaan saya ke Biana. Dan saya bersyukur beliau, maksud saya, Mr McCloud adalah orang yang sangat terbuka. Beliau juga ingin tahu apa yang membuat Biana akhirnya mau dengan saya..."
"Jadi kamu menganggap saya tidak terbuka sama kamu?" Pedro menatap tajam ke pria di hadapannya. Duh jadi ingat jaman aku dulu disidang Daddy dan Opa Arjuna. Ternyata begini rasanya punya anak perempuan mau diminta oleh seorang pria yang datang dengan membawa keyakinan bakalan membuat anak gadisku bahagia.
"Saya bisa paham kenapa anda seperti membangun benteng pertahanan, Mr Pascal. Sebab anda tidak mau kehilangan Biana karena mau sampai kapan pun, anak perempuan akan selalu menjadi Daddy's little girl. Hal yang sama juga saya rasakan pada adik saya, Lenna. Ada rasa khawatir apakah suaminya nanti akan membahagiakan dirinya atau tidak ..." Papar Leonardo.
"Mungkin boleh dibilang, kami rata-rata pria yang sangat menjunjung tinggi martabat wanita. Bahkan anak-anak dididik untuk tidak melawan ibu mereka jadi kamu bisa tahu kan mengapa saya sangat ketat soal pasangan Biana? Karena saya tidak mau kecolongan, Leo. Saya tidak mau di tengah jalan kalian ada apa-apa. Okelah selama pacaran kalian baik-baik saja tapi dalam pernikahan, semua yang jelek-jelek itu pasti keluar dan sering membuat shock" ucap Pedro.
Leonardo tersenyum. "Oom Pedro, boleh saya manggil begitu?"
"Saya sudah bilang pada Bia. Jika suatu hari saya, insyaallah tidak, melukai dan menyakiti hati Bia entah apapun... Saya sudah siap jika Oom Pedro sendiri yang menghabisi saya." Leonardo menatap tegas ke Pedro.
"Lalu... Apa kata Bia?"
"Dengar Singa Gurun, tidak perlu membawa daddyku. Kalau kamu kurang ajar sama aku, kamu akan aku hajar duluan baru setelahnya, aku serahkan kamu ke Daddy !" jawab Leonardo menirukan ucapan Biana.
Pedro Pascal terbahak. "Sangat khas Bia."
"Itulah mengapa saya jatuh cinta pada putri anda Oom. Gadis yang punya prinsip, bukan tipe lembek tapi tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Intinya, Bia adalah paket komplit."
"My daughter is so special kan?" senyum Pedro.
"Yes she is. Dan saya akan selalu menghormati, mencintai dan menyayangi putri anda Oom. Jadi apakah saya diterima menjadi calon mantu?" Mata biru Leonardo menatap penuh harap ke Pedro.
"Sebenarnya agak berat karena kamu lebih sering menjadi atlet Rodeo..."
"Kalau sudah menikah, saya akan pensiun. Saya akan lebih fokus dengan keluarga kecil saya, Oom. Apalagi Bia sudah mau pindah ke Dallas University jika kami menikah nanti..." potong Leonardo.
Pedro tersenyum.
"Apakah ada yang salah Oom?" tanya Leonardo bingung dengan perubahan wajah chief BAU FBI itu.
"Tidak, aku seperti Napak tilas... Dulu Nadira juga sudah merencanakan untuk mengajar di NYU tapi aku dipindahkan ke Quantico. Akhirnya Nadira merubah semua rencananya... Dan sekarang, Biana mengalami hal yang sama. Bukankah itu seperti melihat flashback?"
Leonardo mengangguk. "Anda benar Oom. Hanya bedanya, Biana akan menjadi istri rancher dan cowboy bukan agen FBI..."
"Jangan suruh Biana mengurus ternak kamu !"
"Memang kenapa Oom?"
"Aku beritahukan suatu rahasia. Biana takut dengan bebek.... Waktu kecil saat kami berlibur ke Indonesia dan berada di Indramayu, Biana sempat dikejar bebek. Hasilnya dia tercebur ke dalam sawah dengan wajah penuh lumpur dan menangis kencang...." kekeh Pedro. "Dia baru berusia tujuh atau delapan tahun waktu itu. Dan Arsyanendra lah yang menolong adiknya meskipun bajunya juga jadi penuh lumpur."
Leonardo tertawa membayangkan Biana kecil dikejar bebek hingga masuk ke sawah.
"Tenang Oom. Nanti akan aku ajarkan Bia berani menghadapi bebek di peternakan aku..."
***
Yuhuuuu Up Sore Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️