
Ranch Keluarga Rossi di Dallas Texas
"Jadi beneran kak Bia punya kastil? Macam keluarga ningrat gitu?" tanya Lenna saat Biana membantu mencuci piring.
"Iya. Sebenarnya itu milik keluarga McCloud turun temurun dan saat Opa buyutku, Elang McCloud menikah dengan Oma buyutku Rain Reeves, kastil itu menjadi mas kawin beserta dua kuda Arabian dan Morgan. Terus oleh Opa buyut, kuda - kuda itu di breed dengan kuda-kuda koleksi keluarga kami yang di Dubai..." jawab Biana. "Sampai akhirnya beranak Pinak tapi semuanya memang kuda pilihan. Semua Oom aku yang bergelar Emir jago berkuda bahkan ikutan polo."
"Waaahhh keluarga Kak Bia benar - benar Sultan! Tapi aku suka kak Bia. Nggak jaim !" senyum Lenna. "Tidak macam mantannya kak Leo dulu."
Biana terkejut. "Leo pernah punya pacar?"
Lenna mengangguk. "Waktu High School. Kak Leo suka dengan teman sekelasnya terus diajak kemari... Aku masih kecil waktu itu. Dan bisa-bisanya bilang 'Leo, rumahmu bau ya. Kayak kandang sapi'. Helloooo, namanya juga hidup di peternakan ! Rumah induk ini memang agak jauh dari kandang tapi selalu bersih karena Kak Leo serta aku suka kebersihan. Bau kan terbawa angin dan kami selalu memasang dupa pengharum ruangan. Gayanya itu macam cewek paling cantik dan kaya saja !" omel remaja itu.
"Lalu?"
"Aku bilang sama kak Leo. She's not for you ( dia bukan untukmu ) !"
"Leo bagaimana?"
"Ya sudah... Langsung ditinggal. Maksud aku, kak Leo tidak mengejar lagi."
"Saat kamu tahu kakakmu mengejar aku?"
"Aku mencari tahu soal kak Bia dan ternyata meskipun kak Bia anggota keluarga terpandang, tapi ternyata berbeda jauh. Apa mungkin kak Bia sudah kaya dari lahir?" Mata biru Lenna menatap Biana kepo.
"Tidak semua old money humble Lenna. Hanya saja, kami memang diajarkan dari kecil untuk selalu humble dengan siapa saja kecuali orang jahat. Dan ada alasan di balik itu. Meskipun kita kaya raya, bukan berarti kita semena - mena. Kita cukup menyebalkan dengan saudara sendiri atau macam aku ke kakak mu karena modusnya overload."
"Tapi kak Bia cinta dengan kak Leo kan?"
"Lenna, siapa yang lama-lama tidak jatuh cinta pada kakakmu... Pria yang membantu aku dalam membuat tesis itu menunjukkan bahwa otak dia boleh diperhitungkan. Jujur Lenna, aku tidak suka pria yang hanya memamerkan otot tapi tidak otak. Kakakmu pamer keduanya..." jawab Biana sembari manyun membuat Lenna terbahak.
"Kak Bia sudah lihat bagaimana otot nya kak Leo? Ngiler nggak?" goda Lenna.
Wajah Biana memerah membuat Lenna tertawa geli melihatnya.
"Body nya kak Leo menggoda iman kan? So, apakah kalian sudah tidur bersama?" goda Lenna lagi.
Biana mendelik. "Maaf Lenna, meskipun aku lahir dan besar di Maryland, aku tetap menjaga diriku..."
"Biana mau kasih kalau sudah menikah dengan aku, Lenna" sahut Leonardo sambil meletakkan topi Stenson nya. "Biana bukan cewek macam itu. Jadi jangan kamu sama ratakan dengan teman-teman kamu yang sudah tidak perawan usia belasan."
"Whoah... Aku kagum dengan prinsip kak Biana" ucap Lenna dengan tatapan kagum.
"Itulah mengapa aku jatuh cinta setengah mati dengan Biana karena dia spesial, punya prinsip dan cerdas..." senyum Leonardo sambil memeluk pinggang Biana dan mencium pelipisnya. "So, sudah siap ketemu dengan kawanan bebek... Addduuuhhh !!!"
Biana menyikut perut Leonardo sebal.
***
London, Inggris. Markas Scotland Yard
Rania meletakkan jari telunjuk nya di telinga seolah mengeluarkan semua kotoran disana membuat Alex Darling kesal. Pria yang terpaksa harus memotong jatah cutinya karena banyaknya kasus padahal dirinya belum puas di Dubai, tampak sebal dengan sahabatnya.
Alex yang baru datang seminggu, sudah mendapatkan laporan bahwa seorang anak mengalami trauma akibat kena lempar semua serangga dan hewan menjijikkan. Dan entah kenapa, Alex langsung merasa Rania lah biang keroknya. Apalagi ada CCTV lalu lintas yang memperlihatkan mobil Rania berada di daerah sekitar lokasi kejadian.
"Raniaaaaa..." desis Alex Darling kesal karena misi nembak Galena harus tertunda.
"Apaan sih Darling? Datang-datang dari Dubai malah marah-marah. Kamu batal terjun dari Burj Khalifa?" balas Rania cuek.
"Ini kamu kan?" Alex menunjukkan foto bagian belakang mobil mini Cooper Rania. "Hanya mobilmu yang punya warna biru custom di London Raya !"
"Lha aku lewat sana pun dicurigai? Apa kamu tahu, daerah sana itu ada pasar loak yang menjual banyak buku bagus-bagus" timpal Rania.
Alex mengusap wajahnya gemas. "Aduh Tuhanku... Kok bisa sih punya sahabat seperti ini..."
"Buktinya bisa" sahut Rania.
"Aku sudah bilang, aku ke pasar loak dan jalannya pasti lewat sana ! Kalau kamu tidak percaya, tanya Alisha !" jawab Rania tegas.
"Your Highness? Kamu dengan Princess Alisha?" Alex menatap Rania tidak percaya.
"Iya aku sama Alisha. Sana tanya kalau tidak percaya !"
Alex berjalan mondar mandir.
"Sebenarnya apa yang terjadi Lex? Kenapa aku dipanggil kemari padahal aku ada jadwal operasi jam lima sore."
Alex memicingkan matanya. "Yakin kamu tidak tahu apapun?"
"Lha demi semua makhluk di Bikini Bottom... Aku tidak tahu !" jawab Rania polos.
Alex menceritakan ada anak yang mendapatkan lemparan hewan-hewan menjijikkan sedangkan Rania hanya manggut-manggut. ( Baca Kings and Queens ).
"Hukum karma mungkin" celetuk Rania sambil melihat kukunya. "Oh ya Allah, ternyata telingaku kotor. Lihat ! Ada jelinya !" ujarnya sambil menunjukkan telunjuknya yang kotor.
"Raniaaaaa ! Dokter kok Jorok ih !" hardik Alex Darling kesal.
Rania hanya mengedikkan bahunya.
***
Ranch Rossi di Dallas Texas
Biana menatap kaum kwek-kwek saudaranya Donald Duck, Daisy Duck serta Huwey Duwey and Luwey tampak ramai di kandangnya.
"Ayo masuk..." ajak Leonardo. "Kita kasih makan."
Biana sudah memakai sepatu bootnya namun kakinya enggan melangkah masuk ke dalam kandang khusus unggas satu familia dengan Daffy Duck.
"Nggak ah..." Wajah Biana memucat melihat pasukan geyal geyol berkeliaran di kandangnya.
"Bia, nggak papa... Ada aku..." Leonardo menggandeng tangan Bia lalu tangan satunya membuka pagar. Biana langsung mematung disana namun Leonardo memeluknya agar gadis itu tidak panik.
"Leoooo..." bisik Biana saat melihat seekor bebek mendekati nya dan Leonardo bisa merasakan tubuh gadisnya gemetaran
"No Hercule Poirot, kamu tidak boleh dekat - dekat Biana !" hardik Leonardo ke bebek berbulu coklat dan hijau yang dikenal nama Mallard Duck.
"Hercule Poirot?" Biana menatap wajah Leonardo bingung.
"Dia alpha disini, boleh dibilang kepala sukunya. Dan dia sangat kepo. Yuk Bia, ada anak angsa baru menetas." Leonardo memeluk Biana masuk ke dalam ruang inkubator.
Dan benar kata Leonardo, Hercule Poirot sangat kepo.
***
Introducing Lenna Rossi
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️