The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Rania and Chris Wedding



Hari Pernikahan Rania dan Chris dua Minggu usai final superbowl dimana Dallas Cowboys menjadi juara NFL


Pagi ini Chris dan Rania akan membuat janji sehidup semati dimana temanya sangat Membagongkan bagi semua sepupunya. Gaya santai tapi harus ada style medieval, membuat para wanita datang dengan gaun ala-ala jaman game of thrones.


Bagi Alisha dan Richard yang memang dari keluarga Kerajaan, santai - santai saja tapi yang lain, lebih banyak ngomelnya daripada menikmati kebagongan pasangan Absurd itu.


"Seriously ! Dasar pasangan Demit n Kunti tuh memang aneh-aneh deh !" omel Vicenzo yang datang bersama dengan tunangannya, Iris Oliviera.


"Sudah... Nggak usah ngomel-ngomel mas. Dinikmati saja..." sahut Raiden Park yang kompak bersama Raihanun malah memilih memakai hanbok. "Ini medieval versi Korea jadi nggak boleh protes!"


"Tanganmu dijaga ! Jangan sampai bikin rusak ! Kemarin di mbak Bia, kamu nyaris membuat bebek Bang Leo jadi rica" ucap Yukihiro dingin yang memakai kimono resmi besama dengan kakaknya Hyde Bianchi.


Trio ABC dan The Blairs kompak mengenakan baju India dan baju medieval karena garis darah ayah mereka. Kedelapan orang itu merasa acara pernikahan Rania dan Chris lebih seru daripada Halloween.


"Kita benar-benar macam pesta kostum tapi this is more fun !" seru Diana Blair Zidane dengan wajah sumringah.


"Kamu itu soal pesta kostum pasti fun" ejek Duncan Blair O'Grady.


"Biarin. Wek !" balas Diana sambil menjulurkan lidahnya.


Asher yang memakai kostum ala bangsawan Italia jaman medieval lengkap dengan topi, tersenyum lebar saat melihat kakaknya datang bersama dengan suaminya.


"Kirain nggak datang?" sapa Asher ke Ashley Moretti dan Gavin Ferguson.


"Dan tidak bisa memakai baju ala bangsawan Skotlandia untuk menutupi ini perut aku?" senyum Ashley yang sedang hamil lima bulan. Sebelumnya Ashley dan Gavin sempat terlibat keributan akibat salah paham hingga putri Alessandro Moretti itu pergi meninggalkan Gavin dengan bantuan Benoit Rao. ( Bisa dibaca di The Highlander and The Mafia Daughter ).


"I'm so glad kalian baik-baik lagi" ucap Asher tulus sambil memeluk kakaknya dan menyalami kakak iparnya.


"Yuk siap-siap, acara sudah mau dimulai" ajak Giordano Smith.


"Oke Oom."


***


Semua tamu undangan yang hanya Keluarga dan sahabat dekat, melongo melihat dandanan Chris yang super niat untuk wedding hari ini.


"Benar-benar definisi pasangan paling absurd !" gerutu Hyde Bianchi.


"Tapi pantas kok..." balas Elfesya yang duduk di sebelahnya.


Chris berjalan masih menggunakan kruk dibantu oleh Simba dan Leonardo sebagai best men nya, untuk duduk di kursi depan meja ijab. Tak lama Rania pun keluar dengan gaun putih gading didampingi Blaze Bianchi dan Georgina O'Grady Bianchi.


"Wuuuiiiihhhh... Bajunya mbak Rania keren !" puji Raihanun Park yang dijawab dengan anggukan dari saudara sepupunya yang perempuan.


Setelahnya kedua wanita kesayangan Rania itu mengantarkan ke kursi sebelah Chris dan mencium kening serta pipi dokter bedah tersebut sebelum kembali ke kursi keluarga.


Samuel Prasetyo yang akan bertindak sebagai wali nikah Rania dengan saksi Joey dan Luca Bianchi sedangkan Chris memilih ayahnya sebagai saksinya.


Acara pembacaan ijab kabul berjalan lancar namun semua keluarga Rania hanya bisa tertawa kecil saat mendengar salah satu mas kawinnya adalah piala NFL secara simbolis.


"Astagaaaa naga... Kenapa mas kawinnya makin Membagongkan sih?" gumam Aslan Blair Zidane.



Kang Demit



Mbak Kunti


***


"Kostum kalian itu benar-benar marvelous..." seru Lachlan. "Cocok dengan Demit dan mbak Kunti..."


Chris dan Rania hanya tersenyum mendengar ucapan adiknya. "Kamu pasti pulang belakangan nanti kan?"


"Iyalah ! Kata bang Leo, ada tempat yang bisa aku selidiki tingkat keseramannya."


Rania memegang pelipisnya, merasa lelah mendengar kehebohan adiknya yang memiliki kemampuan indera keenam. "Kamu jangan bilang macam-macam ke Lenna, adiknya Leo. Dia anaknya penakut!"


***


Ketiga bumil tampak duduk bersama sembari menikmati makanan yang disediakan. Memiliki usia kehamilan yang hampir bersamaan, membuat ketiganya sama-sama mengalami fase ingin makan aneh-aneh.


"Aku kemarin dimarahi sama Richard karena menghabiskan banyak mashed potatoes... Padahal kan keinginan si bayi, bukan maunya aku ..." gerutu Alisha yang pagi ini mengenakan gaun merah lengkap dengan aksesoris seorang princess sembari mengelus perutnya yang membuncit.



Alisha Léopold Carrington


"Aku malah dimarahi Rania gara-gara makan junk food. Tapi yang namanya ngidam, mau gimana? Besok kalau dia hamil, baru tahu deh !" timpal Biana.


"Kamu dan Gavin sudah bisa menyelesaikan masalah kalian kan?" tanya Alisha ke Ashley.


"Alhamdulillah sudah. Kami hanya salah paham dan saat itu aku tidak ngeh kalau gegara hormon hamil, mampu membuat orang mood swing hingga tidak bisa berpikir jernih..." senyum Ashley sambil melihat suaminya yang sedang mengobrol bersama pangeran Richard dan pangeran Arsyanendra.


Entah feeling atau bagaimana, kedua pria yang hendak menjadi calon ayah itu menoleh ke arah istri masing-masing lalu memberikan senyum manis ke keduanya. Arsyanendra yang melihat bagaimana iparnya tampak bucin ke adik-adiknya, hanya tertawa kecil.


"Yuhuuuu para bumilku" seru Rania yang datang ke meja tiga sepupunya.


"Hai.. Duh gaunmu cantik sangat. Pesan dimana?" tanya Biana.


"Aku menemukan di toko vintage dan menurutku keren punya jadi aku ambil dan permak dikit... Voilaaaa sudah jadi ..." senyum Rania.


"Tapi cakep kok..." ucap Ashley.


Ting ! Ting ! Ting !


Vicenzo Bianchi memukul gelasnya dengan bagian belakang sendok kecil. "Sorry semuanya... Aku hendak membuat pengumuman."


Semua tamu undangan pun menatap putra Dante Mancini dan Leia Bianchi itu. "Pengumuman apa Vic?" tanya Luke.


"Malam nanti tidak ada acara malam pertama seperti tradisi turun temurun... Bersyukurlah Leonardo kemarin selamat..." cengir Vicenzo yang membuat sepupunya tertawa. "Karena musim NFL sudah selesai untuk istirahat menunggu musim berikutnya, aku dan mas Arsya sudah membooking stadium AT&T milik Dallas Cowboys. Malam ini, kita para pria, akan mengadakan pertandingan american football antara generasi ketujuh melawan generasi keenam."


"AAAPPAAA???" seru semua orang disana sedangkan Vicenzo dan Arsyanendra hanya nyengir.


***


AT&T Stadium markas Dallas Cowboys


Para keluarga besar klan Pratomo tampak menikmati acara pertandingan american football antara generasi keenam dan ketujuh ditambah dengan para pemain Dallas Cowboys ikut membantu.


Para wanita dan generasi kelima heboh melihat para generasi keenam dan ketujuh sudah memakai seragam pertandingan football dimana generasi ketujuh memakai seragam Dallas Cowboys menghormati Chris Armstrong yang belum bisa bermain karena kakinya masih belum sembuh. Para anggota keluarga duduk di bangku penonton yang berada di depan lapangan persis.


"Oke boys. Kita memang sudah tuwir tapi jangan kalah sama anak-anak kita !" ucap Bayu dengan wajah serius.


"Pokoknya have fun go mad kan?" tanya Radeva.


"Yes !"


Wasit pun membunyikan peluit tanda pertandingan hendak dimulai. Kedua tim sudah saling berhadapan hingga akhirnya Simba memberikan kode ke timnya yang di Dallas Cowboys untuk bersiap melempar bola.



"Here we go !" seru Arsyanendra.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️