The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Biarkan Lenna Memilih



Malam Tahun Baru


Suara kembang api terdengar dari bukit mereka berada dan langit pun dipenuhi dengan warna warni seperti bintang raksasa.


Semua orang tampak ikut terhanyut dengan suasana tahun baru yang berbeda. Biasanya mereka merayakan entah di rumah sakit, di klub atau pun di peternakan tapi kali ini di bukit, kemping bersama orang-orang yang sangat mereka sayangi dan hormati.


Buzz melirik ke arah Lenna yang sibuk bermain ponselnya untuk membalas pesan dari para teman-temannya. Gadis itu memilih dekat dengan Raul yang hanya melirik ke arah ponsel Lenna.


Astaga ! Lenna mengijinkan pria Italia itu melihat ponselnya? Buzz tidak habis pikir karena dirinya tidak diijinkan Lenna melihat ponselnya tapi ini? Buzz merasa cemburu melihat bagaimana dekatnya Lenna dan Raul.


Sejak kapan mereka dekat? Buzz pun menghampiri kedua orang yang sedang tertawa melihat CCTV dari rumah induk yang memperlihatkan Hercule Poirot berteriak-teriak mencari Leonardo.


"Kita kok lupa bawa Hercule ya?" kekeh Lenna.


"Apa nggak bakalan ngereog disini?" senyum Raul membuat Lenna tertawa.


"Iya juga sih... "


"Sedang lihat apa Lenna?" tanya Buzz sambil duduk di sebelah gadis itu sedangkan Raul hanya menatap pria berusia diatas 25 tahun itu sambil tersenyum ramah.


"Aku lupa bawa Hercule. Dia pasti takut sendirian di rumah dengar suara petasan..." jawab Lenna.


"Mau aku bawa kemari? Kan ada mobil truck. Kita ambil Hercule" tawar Buzz.


"Are you sure?" tanya Lenna.


"Kamu mau kemana Buzz?" tanya Leonardo melihat ketiga orang itu tampak heboh sendiri.


"Aku mau ambil Hercule, boss. Dia sendirian di rumah dan takut petasan" jawab Buzz.


"Yuk, kamu sama aku saja Buzz. Sekalian aku ambil ada barang ketinggalan di rumah." Leonardo pun mencium pipi Biana dan berjalan menuju mobil truck yang memang tadi dibawa untuk besok membawa perlengkapan dan peralatan kemping serta memasak pulang ke rumah induk.


Buzz tidak bisa berkata-kata karena Bossnya sendiri yang mengajak nya. Padahal aku maunya sama Lenna berduaan di mobil...


***


Leonardo membawa Hercule ke dalam tas khusus dan membawa beberapa barang lainnya yang tadi tertinggal. Kemudian mereka kembali ke bukit sedangkan beberapa pekerja yang tidak ikut, memilih berjaga jaga di peternakan karena biasanya malam tahun Baru ada orang mabuk nyasar.


"Tidak ada yang tertinggal lagi Boss?" tanya Buzz.


"Nope. Kita kembali ke bukit dan menikmati hingga tengah malam setelahnya kita istirahat, Buzz" jawab Leonardo.


"Baik Boss."


Keduanya pun masuk kedalam mobil pickup atay truck biasa disebut di Amerika. Buzz menyetir sedangkan Leonardo menoleh ke arah salah satu tangan kanannya.


"Kamu naksir Lenna ya?" tanya Leonardo membuat Buzz mengerem mendadak mobilnya hingga membua Leonardo terhuyung ke depan.


Leonardo reflek memegang pegangan mobil dan membentak Buzz sebal. "Are you f***ing idiiot ! Hampir saja aku patah leher !"


"So... Sorry, Boss..." ucap Buzz tergagap.


Leonardo menggelengkan kepalanya. "Kalau kamu memang naksir Lenna, lakukan dengan gentleman. Saingan kamu adalah Raul Accardi, adik ipar aku. Dan jika Lenna menolak kamu, janganlah kamu sakit hati... Karena yang namanya perasaan, tidak bisa dipaksakan Buzz..."


"Sejak kapan?" tanya Leonardo setelah Buzz menjalankan mobilnya lagi.


"Sejak Lenna high school. Tapi saya tidak memiliki keberanian mengungkapkan karena Lenna kepada siapa saja sama perlakuan nya... "


"Kalau memang kamu suka dengan seorang gadis, kejarlah... Bagaimana hasil akhirnya, itu semua tergantung perasaan gadis yang kamu kejar..." ucap Leonardo. "Aku mengejar Bia lama lho ... Kamu tahu sendiri kan. Chris bahkan dari SMA dan hampir sembilan tahun ngejar Rania. Intinya adalah sabar dan yakin ..."


"Apakah Lenna suka dengan Raul?"


"Ya, Lenna suka dengan Raul. Tapi namanya jodoh, kita tidak ada yang tahu. Macam Ashley, adik Biana dan Rania. Sudah pacaran dengan Louis tapi menikah nya dengan Gavin. Padahal dengan Louis juga cukup lama juga pacarannya. Intinya, kita tidak tahu kemana Tuhan menentukan hidup kita dan sebelum kita mendapatkan jawabannya, kita harus berjuang. Jika jawabannya tidak sesuai dengan harapan dan doa kita, janganlah menghujat Tuhan karena Dia tahu apa yang terbaik untuk umat-Nya ... " tutur Leonardo panjang lebar.


"Apakah kans aku dan Lenna besar?""


"Buzz, aku tahu siapa dirimu dan tidak setahun dua tahun tapi hampir sepuluh tahun kamu bekerja disini jadi aku sangat tahu bagaimana sifat kamu. Kans kamu dan Raul di Lenna itu 50-50. Semuanya tergantung Lenna, mana yang menurutnya cocok dengan perasaannya..."


Mobil truck itu tiba di bawah bukit dan keduanya pun turun sambil membawa Hercule dan barang-barang yang lupa dibawa sebelumnya. Leonardo pun berjalan mendekati Biana yang asyik mengobrol dengan sepupu dan iparnya serta para pegawai yang ikut.


Leonardo segera melepaskan Hercule dari dalam tas dan bebek manja itu langsung duduk di pangkuan Biana membuat Rania melongo tidak percaya.


"Oh my God... Kok bisa sih Culcul tukang Julid yang nyaris jadi rica, nempel sama kamu macam kucing?" tanya Rania bingung sambil mengelus anjing gembala Lenna.


"Gara-garanya setelah dari klinik kan Hercule aku letakkan di rumah induk. Biana lah yang menyuapi Hercule setiap makan sebelum bisa makan sendiri. Eh habis itu malah makin lengket..." senyum Leonardo.


"Dengar Culcul ! Makanya jangan suudzon jadi bebek ! Masih selamat nyawamu tidak melayang saat kena tendang Dendeng ! Emak mu yang baru ini kan baik tho ternyata!" omel Rania sambil menatap judes ke Hercule Poirot yang kemudian membalas dengan teriakan khas dirinya.


"KWEKKK !"


"Apaan Kwek Kwek !" balas Rania galak membuat semua orang tertawa melihat dokter cantik itu ribut unfaedah dengan seekor bebek.


"Ya ampun Ran, nggak orang nggak bebek... Kenapa selalu kamu ajak debat sih..." kekeh Chris sambil merangkul bahu Rania.


"Gemas tahu !" balas Rania.


"Eh semua ... Sudah mau masuk detik-detik pergantian tahun baru... " seru Woody.


"Here we go ... 5...4...3...2...1 ... HAPPY NEW YEAR !!!" seru semua orang yang disambut dengan pijaran kembang api di langit.


Leonardo mencium bibir Biana, begitu juga dengan Chris dan Rania. Lenna tersenyum melihat kedua kakak iparnya saling berciuman dan saling mencintai satu sama lain, membuatnya senang.


"Happy New Year Lenna" ucap Raul sambil merangkul bahu gadis itu dan Lenna pun tidak menolak. Buzz melihat itu pun merasa sebal.


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️