The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Pelan-pelan Leo



Apartemen Rania di Soho London


"Seriously Bia, apalagi alasan kamu sekarang ? Kenapa kamu tidak mau datang ke pertandingan Rodeo aku !" Leonardo menatap tajam ke arah Biana saat mereka usai makan siang dan keduanya berbicara berdua di balkon apartemen Rania.


Rania dan Alisha memberikan kesempatan pada Biana dan Leonardo untuk berbicara berdua sebab tampaknya mereka butuh menyelesaikan masalahnya.


"Dengar singa gurun... Saat kamu pertandingan Rodeo, aku sudah melintasi samudera Atlantik menuju Inggris. Pihak Harvard main tukar dosen matematika antara kampusku dengan Oxford. Aku sudah protes tapi surat resmi dari Oxford memang meminta aku yang datang kemari..."


"Itu alasan kamu?" Leonardo menatap Biana dengan tatapan menyelidik. "Kamu tidak bohong kan Bia ?"


"Astaghfirullah ! Ini buktinya !" Biana menunjukkan surat penunjukkan dirinya menjadi dosen tamu di Oxford dan tiket pesawat yang bertepatan dengan pertandingan Rodeo Leonardo. Dibacanya Biana harus datang hari Senin dan mulai mengajar jadi dia berangkat pada hari Sabtu pagi dari New York.


"Kenapa kamu tidak datang hari Minggu ?" tanya Leonardo setelah membaca semua berkas di ponsel Biana. "Dan kenapa kamu memblokir aku !"


"Hiiihhhh, aku memblokir nomormu karena bakalan seperti ini ! Kamu akan membuat aku terpecah konsentrasi mengajar !" balas Biana. "Kalau aku berangkat hari Minggu, aku akan datang sore di London dan aku akan teler..."


"Biana, apakah kamu meminta terbang ke Inggris?"


"Nooo ! Aku tidak mau kemari ! Aku sudah meminta tidak dikirim tapi mereka, Oxford, memintaku ! Aku berharap aku dikirim ke Princeton atau Maryland atu NYU sekalian ! Aku tidak mau kemari Leo..."


Leonardo memeluk Biana. "I'm sorry membuat kamu gusar...."


"Aku ingin dengan santai di Cambridge, menyelesaikan studiku dan menjadi dosen..." ucap Biana tanpa membalas pelukan Leonardo.


"Bia... Diambil positifnya, kamu akan menjadi dosen yang baik.." Leonardo menatap Biana.


"Berarti, aku tetap fokus dengan studi dan pekerjaan aku ya ?"


Leonardo menatap judes ke arah Biana. "Tidak bisa begitu dong Bia..."


"Apa maksudmu?" Mata biru Biana menatap mata biru Leonardo.


"Aku ingin kamu menjadi istriku dan kamu bisa menjadi dosen di almamater aku di Dallas University. See, win win solution..." cengir Leonardo.


Biana menatap tidak percaya ke arah Leonardo. "Whaaaatttt?"


"Aku sudah memikirkannya Biana. Kamu memang sangat suka menjadi dosen dan aku ingin kamu menjadi istriku... So, aku tidak akan memaksa kamu berkerja di Ranch tapi aku mencari jalan agar kita berdua nyaman... Tapi aku tetap memaksa kamu menjadi istriku... Addduuuhhh !"


Leonardo memegang kakinya yang ditendang Biana.


"Dasar Koboi Cengeng tukang maksa !" bentak Biana. "Nggak gitu ! Kamu menyebalkan !" Gadis itu lalu meninggalkan Leonardo yang masih kesakitan dan masuk ke dalam kamarnya lalu membanting pintu.


Rania dan Alisha yang melihat kejadian itu hanya saling berpandangan.


"Pasti ada ucapannya Koboi Cengeng yang bikin Bia ngamuk..." gumam Rania ke Alisha.


"Mbak Bia kan sensitif. sebenarnya... Menurut mbak Rania, apakah mereka sudah pacaran?" Alisha menoleh ke arah Rania.


"Biar mbak panggil Biana. Anak dua itu memang Membagongkan !" Rania berjalan menuju kamar Biana sedangkan Alisha menghampiri Leonardo yang sedikit mengerenyitkan alisnya karena kena tendang Biana.


"Leo..." panggil Alisha.


"Yes princess..." jawab Leonardo.


"Ayo, duduk ... Maafkan kakakkku..." senyum Alisha yang membuat Leonardo terkesima dengan aura ningrat dari putri Belgia itu.


"Apakah Bia marah ?"


Leonardo duduk di sofa dan berhadapan dengan Alisha. Diakuinya putri Sean Léopold di hadapannya jauh lebih muda dari Biana dan Rania tapi sikap dan pembawaan nya terlihat lebih dewasa daripada kedua kakaknya yang serampangan dan brutal.


"Well, sedikit memaksa sih..." ucap Leonardo tertahan.


"Leo, mbak Bia itu tidak suka jika terlalu dipaksa. Biarkan semuanya mengalir dan aku yakin sebenarnya mbak Bia juga ada perasaan padamu tapi masih terlalu tebal temboknya. Cobalah kikis sedikit demi sedikit, dan insyaallah akan jebol juga pertahanan nya" ucap Alisha tenang.


"Benarkah princess?"


Alisha mengangguk. "Kedua kakakku itu di permukaan saja yang tampaknya acuh tak acuh, cuek dan tidak memperdulikan pria yang mendekati nya tapi sebenarnya dalam hatinya, mereka salut padamu dan Chris Armstrong yang super ngeyel serta berani menemui para ayah dan opa mereka."


Leonardo tersenyum tipis. "Kalau aku tidak ngeyel dan keras kepala, maka akan sulit menaklukkan Biana yang juga sama-sama keras kepala."


"Maaf jika kami selalu keras kepala dan itu sudah keturunan " senyum Alisha.


"Apakah anda juga, princess ?"


"Oh yeah. Aku juga sama keras kepalanya dengan mbak Rania dan mbak Biana."


***


Kamar Biana


"Bia, Leo itu sudah ngalah lho... sudah memikirkan ke depan. Dia tahu kamu tidak mau di Ranch, dia tahu kamu suka jadi dosen, So, dia memikirkan bagaimana kamu ke depannya demi bersamanya..." Rania berusaha membujuk Biana untuk keluar kamar.


"Tapi Rania... Dia sudah menemui Daddy !"


"Lha Chris apa kabar ?" balas Rania. "Chris si demit itu menemui Opa ! Jika Chris menemui Opa dimana Opa adalah fans berat Dallas Cowboys dan Demit, apa artinya? Wassalam ..."


"Kok wassalam?" Biana menatap Rania bingung.


"Wassalam kebebasan aku lah ! Karena Opa ingin aku bersama demit ! Apa ya kudu aku santet biar tidak mempengaruhi Opa?" gumam Rania membuat Biana tertawa.


"Mau kamu santet apa ?"


"Santet biar nggak mau sama aku..."


"Rania, wong Singa Gurun dan Demit itu macam satu pabrik. Mereka tipe pria yang tidak mudah mundur begitu saja. Mereka itu macam kalau sudah suka dan jatuh cinta sama kita, apapun dilakoni... " ucap Biana.


"Kalau begitu, kamu keluar deh... Biarkan waktu yang membuktikan bagaimana koboi Cengeng dan Demit itu ke kita. Karena jika memang duo setan alas itu jodoh kita, meh piyeee. So far Oom Gio tidak menemukan yang jelek sih dari kedua kutu air itu..."


Biana cekikikan. "Kamu sudah ketularan Oom Shin, kasih nama aneh - aneh."


"Lha apa kamu nggak?" balas Rania.


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️