
Royale Hospital London
Alex Darling menatap Rania yang hanya tersenyum smirk. "Please Rania, apakah ada Empang piranha di London? Kalau ada, ijinkan aku mengirimkan b@jingan itu."
"Sebenarnya tidak ada Alex..."
Bahu Alex Darling pun melorot. "Duh padahal aku berharap lho Ran..."
"Dengar, Darling. Apakah kamu memiliki hubungan baik dengan jaksa penuntut umum yang kejam?"
"Maksudnya?"
"Penjara paling menyeramkan di London apa?"
"HMP Belmarsh" jawab Alex Darling.
"Bagaimana jika... kamu bekerja sama dengan jaksa penuntut umum membuat dia masuk ke dalam penjara itu. Terus kamu buat rumor dan berita soal Nicholas... Biarkan hukum rimba di penjara berlaku. Tidak perlu kamu lemparkan ke Empang. Apakah ada narapidana yang kamu kenal dan paling benci pria banci?"
"Ada... Rania... " seringai Alex Darling lalu memeluk Rania dan mencium pipi gadis itu. "That's so brilliant ! Jadi aku tidak perlu berdarah kan tangannya?"
"Exactly... " senyum licik muncul di wajah dokter itu.
"You're so mafia ... "
"Hei, aku kan cucu mafia. Masih meragukan?"
***
Alex Darling bertindak cepat dan dalam waktu enam bulan, kasus itu pun akhirnya diputuskan Nicholas bersalah dan dikirim ke penjara HMP Belmarsh selama 25 tahun. Alex pun mulai melemparkan rumor dalam penjara melalui narapidana yang dia jebloskan hingga suatu hari, Alex mendapatkan berita yang membuatnya tersenyum lebar hingga David sedikit merinding melihat boss nya.
***
Markas Scotland Yard London Tiga Bulan Kemudian
"Dia luka parah? Bagaimana bisa?" tanya Alex Darling dengan nada sok prihatin membuat David menaikkan sebelah alisnya.
"Dibawa kemana? ... Siapa dokternya?" Alex menatap David yang bingung. "Jangan biarkan dokter Bianchi memegang pasien itu tanpa seijin dan pengawasan saya... Bukan... Karena saya tidak yakin dokter Bianchi tidak melakukan kebiri ke Nicholas ..." gelak Alex Darling.
Mata coklat David James melotot dengan sempurna mendengar nama dokter Bianchi hendak melakukan kebiri ke Nicholas. Meskipun semua orang yang terlibat kasus itu ingin membuatnya kapok, tapi mendengar Rania hendak menghukumnya dengan lebih sadis, tiba-tiba rasanya David memegang miliknya.
Aku tahu Rania Bianchi adalah cucu mafia Bianchi Italia tapi ... For God's sake ! Tidak harus diperjelas juga ! - batin David James.
"Oke, aku segera ke rumah sakit... " Alex mematikan ponselnya dan menatap David yang duduk di kubikel nya.
"David !" panggil Alex.
"Yes boss?"
"Kita ke rumah sakit Royale."
David menghela nafas panjang.
***
Royale Hospital London
Rania menatap tubuh Nicholas yang penuh dengan berbagai macam luka baik pukulan dan tusukan benda tajam yang dia tahu berasal dari sikat gigi yang diasah hingga runcing. Dokter sebelumnya sudah mengobati dengan baik tapi shiftnya sudah berganti ke dirinya.
"Dokter Bianchi, disuruh menunggu super Intendant Alex Darling sebelum anda melakukan tindakan... " ucap suster Amy ke Rania yang masih bersedekap di depan tempat tidur Nicholas.
"Kenapa?"
"Cih ! Dasar tukang ngadu !" umpat Rania.
"Dokter Bianchi, saya tahu anda dan Super Intendant Darling kesal dengan kelakuan pria ini tapi... Kalau anda beneran serius melakukan kebiri... " Amy menatap horor ke dokter yang menjadi atasannya itu.
"Cuma buang biji doang kok..." sahut Rania cuek.
"Dokter Bianchi, pleaseee... Jangan berbuat aneh-aneh deh..." cegah Amy yang tidak mau Rania terkena hukuman profesi dan sumpah dokter.
"Iya iyaaaa... Dih, kamu tuh Am... Nggak bisa diajak sadis sedikit !" gerutu Rania.
"Dokter Bianchi... Nggak begitu konsep nya..." Amy harus mengelus dadanya karena melihat wajah Rania yang cemberut. Aku tahu anda keturunan mafia, dok tapi ya nggak gitu deh !
"Raniaaaaa !!!" panggil Alex Darling yang datang sedikit berlari ke arah Rania dan Amy di ruang IGD.
"What?" balas Rania cuek.
"Belum kamu kebiri kan?" tanya Alex Darling membuat David James menepuk jidatnya.
"Nyaris..."
Amy dan David James melotot mendengar jawaban Rania.
Alex Darling memeriksa Nicholas yang masih dalam kondisi pingsan akibat obat bius dari dokter jaga sebelum Rania. "Parah juga ini" gumam pria itu.
"Dokter sebelum aku sudah menghandle karena masih shiftnya. Kalau aku sih... Bodo amat !" ucap Rania dingin.
"Dokter Bianchiii... " desis Suster Amy yang gemas dengan dokternya.
"Memang ada apa Lex?" tanya David. Tadi sepanjang perjalanan, Alex memang tidak membicarakan apa pun padanya membuat David sangat penasaran.
"Nicholas diserang di penjara saat acara rekreasi di lapangan" jawab Alex. "Para narapidana disana selain tidak suka dengan sikap songongnya, juga benci karena anaknya sendiri sampai melihat Nicholas menghabisi nyawa ibunya."
"Bahkan dipenjara pun dia masih bisa sombong?" tanya Rania. "Wah benar-benar salah si Chesney ngobatin si Nicholas. Harusnya dibiarkan saja."
"Dokter Bianchiii !" teriak David James dan Suster Amy bersamaan.
"Apaan sih ! Berisik kalian berdua !" balas Rania sambil mengorek kupingnya berlagak gatal mendengar protes kedua nya.
"Ada berapa luka tusukan Ran?" tanya Alex.
Rania membaca data pasien yang sudah dibuat dokter Chesney. "Luka tusukan ada sekitar sepuluh di bahu, punggung dan torso. Semuanya tidak fatal tapi lebih mirip macam warning supaya Nicholas tidak macam-macam lagi. Yang parah adalah luka pukulan yang membuat rahang retak, iga retak dan banyak memar di sekujur tubuh."
"Biar dia tahu bagaimana rasanya dipukuli" ucap Alex dingin.
"Dia baru segitu, Linnet apa kabar Alex ? Sampai merenggang nyawa pula" sahut Rania.
Alex mengangguk. "Kita tunggu sampai dia bangun."
"Jadi dikebiri?"
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️