The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Leonardo Rossi



Harvard University, Science Faculty, Mathematics Division Lima Tahun Kemudian. Sedikit mundur dari timeline Rania


"Bianaaa!"


Seorang gadis berambut coklat tua panjang dengan wajah judes, menoleh melihat siapa yang memanggil nya.


"Ada apa Professor Bond tapi bukan James Bond" jawab Biana cuek.


Pria berusia sekitar tigapuluhan itu hanya meringis karena namanya adalah Quentin Bond dan hanya Biana yang berani memanggil dirinya seenaknya.


"Bi, kamu tolong gantikan saya memberikan materi dong ke anak-anak pendatang. Mereka mahasiswa dari Dallas University yang mengikuti pertukaran mahasiswa" ucap profesor tampan itu.


"Kenapa harus saya, Prof? Bukankah itu tugas anda ? Dengar, Prof Bond-Bond, saya sudah menggantikan anda dua kali dalam seminggu ini ! Tiga kali berarti strike ! Dan jika anda berani memberikan saya A-... " Biana menyipitkan matanya. "Saya bawa ke dekan. Saya punya banyak bukti, professor."


Quentin Bond terbahak. Satu-satunya mahasiswa program magister yang tidak bisa dia intimidasi adalah Biana Pascal karena selain dia cerdas, dia juga dikenal sangat detail tentang semua hal yang bertentangan dengan prinsipnya.


"Oke... Bia. Aku tetap mengurus mahasiswa Dallas University" ucap Quentin akhirnya karena bukan tidak mungkin Biana akan benar-benar akan melapor ke Dekan.


Apalagi Dekan fakultas matematika Harvard sahabat baik Opa Biana. Hoshi Reeves, Joey Bianchi, Abiyasa O'Grady dan Benjiro Smith adalah sebagian dari keluarga Biana yang memiliki pengaruh di bidang akademik.


"Tapi kamu temani saya masuk ke ruang kuliah."


Biana mendengus kesal. Kalau tidak butuh tanda tangan untuk penelitian dari dosen ganjen ini, nggak bakalan aku temani deh!


Biana McCloud Pascal dikenal sebagai mahasiswa program magister jenius. Lolos Harvard jurusan matematika di usia 14 tahun, membuat dirinya menjadi anggota keluarga klan Pratomo termuda yang masuk Ivy League.


Pedro Pascal dan Nadira McCloud, kedua orang tua Biana, tidak khawatir melepaskan putri tunggalnya ke Cambridge karena Biana memiliki bekal bela diri yang mumpuni hasil didikan Oomnya Sadawira Yustiono, Bayu O'Grady dan Devan McCloud.


Dan terbukti bahwa Biana juga dikenal sangat bar-bar hingga banyak orang yang segan dengan cucu keponakan Joey Bianchi itu. Mengingat siapa keluarga besarnya, orang-orang pun segan dengan Biana membuat gadis itu lebih nyaman dalam menjalani pendidikannya di kampus bergengsi itu.


Kini dua orang itu pun masuk ke dalam ruang kuliah yang sudah ada para mahasiswa yang dikirim dari Dallas University untuk pertukaran selama sebulan.


Biana memperhatikan semua mahasiswa disana yang berjumlah sekitar dua puluh orang dan mata biru keabuannya menatap dengan tatapan datar. Warna mata opa buyutnya, Elang McCloud, diwarisi ke warna mata Biana.


Biana melihat seorang pria berambut agak blonde, menatap nya penuh minat dan di usianya yang hendak 20 tahun, mengingatkan dirinya akan ayahnya sendiri saat ikut kuliah ibunya.


Jadi begini ya rasanya jadi mommy kena gombalan maut ... Biana menatap tajam ke arah pria itu yang hanya menutupi wajahnya dengan tangannya.



Introducing Leonardo Rossi


Biana memasang wajah tidak percaya dengan apa yang dilakukan oleh pria itu. Benar-benar ingin aku lempar pakai sepatuku !


Quentin Bond pun memulai acara kuliah dengan memperkenalkan Biana Pascal sebagai asistennya. Biana pun mengangguk dengan wajah dingin.


Pria yang terus memandangi Biana, memberikan senyumannya ke gadis itu. Namun Biana tetaplah Biana yang super cuek


Masing-masing mahasiswa pun diminta Quentin untuk memperkenalkan dir dan Biana akhirnya mengetahui siapa nama pria yang membuatnya sebal.


Leonardo Rossi. Biana menatap pria itu. Singa gurun. Gayanya saja macam anak band dengan jaket kulit. Gadis itu menyibakkan rambutnya yang tebal dan menàtap ke arah Leonardo.


Mari kita lihat, apa maumu Singa gurun.



Biana Pascal


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️