The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Alex Bertemu Galena



Kediaman Keluarga McGregor di Chelsea London


"Kalian serius mau adopsi Billy?" tanya Charles McGregor, mantan pembalap F1 yang juga rival iparnya Radhi Blair. ( Baca Love In Race ) Pagi ini keluarga McGregor dan Luna sedang berada di halaman belakang rumah besar itu. Rania pun ikut datang setelah tahu sepupunya dari Dubai datang.


"Jadilah. Apalagi mendengar cerita dari Lena kalau Billy sengaja dibuat jatuh" jawab Gabriel. "Tidak semua anak beruntung mendapatkan perhatian seperti itu dari Alisha."


"Maunya aku tolong semua tapi kan nggak mungkin" jawab Alisha.


"Mbak, kalau pemasangannya tanpa ijin, apakah tidak bermasalah jika diajukan ke pengadilan?" tanya Galena sambil mengepang rambut pirang Eléonore dengan bentuk tidak jelas.


"Siapa juga mau melawan Alisha?! Apa kamu lupa, Lena, Sha kan putri Belgia. Apalagi dapat backing dari Richard. Mau ngelawan Oom Henry dan Oom Sean? Tahu sendiri, Oom Sean paling sensitif kalau sesuatu terjadi sama Tante Zee dan Alisha !" ucap Rania ke Galena.


"Tapi kan posisinya mbak Alisha sebagai konselor Billy, bukan sebagai pengacara atau wali Billy..." eyel Galena.


"Kamu itu anak kedokteran atau anak hukum sih? Mau gabung sama Tante Nadya?" balas Rania judes.


"Asyik gelut !" seru Eléonore, putri bungsu Charles dan Raine.


"Shut it chibi ! ( pendek/kecil - bahasa Jepang )" seru Rania dan Galena bersamaan membuat Alisha tertawa dan Eléonore cemberut ingin menangis.


***


Richard dengan cueknya datang ke rumah keluarga McGregor sembari membawakan pizza ukuran besar yang merupakan favorit Edward dan Eléonore. Dirinya sudah menolak adanya pengawal karena sekarang statusnya bukan putra mahkota lagi tapi tetap saja sang ayah, Raja Henry, masih memberikan pengawal.


Kepala pelayan keluarga McGregor menyambut dengan hormat pangeran tampan itu lalu mengantarkan ke halaman belakang rumah besar milik Charles McGregor dan Raine Blair.


Disana sudah berkumpul keluarga McGregor dan ada anggota keluarga lainnya yang Richard pernah lihat di istana Brussels. Bukankah itu Oom dan Tantenya Alisha? Oom Gabriel dan Tante Garvita?


"Mas Richaarrrddd!" seru Eléonore sambil berlari menghambur ke pangeran itu.


"Hai Richard. Ingat Oom Gabriel dan Tante Garvita?" ucap Raine.


"Ingatlah" senyum Richard sambil menggandeng Eléonore sedangkan tangan satunya membawa tiga kotak pizza. "Apa kabar Oom, Tante?" Pangeran itu meletakkan pizza diatas meja lalu bersalaman dengan Gabriel dan Garvita.


Richard melihat seorang gadis cantik bermata biru seperti Garvita sedang duduk sambil membawa cangkir kopi.


"Galena, mas Richard. Lupa?" kekeh gadis itu.


"Astagaaa! Lena? Kok sudah besar?" kekeh Richard sambil bersalaman dengan putri Garvita dan Gabriel itu.


"Yah, masa aku kecil terus macam Eléonore? Ogah lah! Chibi itu menyusahkan" ejek Galena ke Eléonore yang menatap kakak sepupunya judes.


"Siapa yang chibi!" bentak Eléonore kesal karena dirinya paling kecil dibandingkan kakak-kakak perempuannya yang ada di London hingga jadi bahan ledekan mereka.


"Kamu" cengir cucu Ayrton Schumacher itu dengan wajah usil.


Wajah Eléonore sudah memerah menahan tangis tapi Richard langsung menepuk kepalanya pelan. "Nanti kan Elle akan tumbuh jadi gadis cantik macam kakak-kakak mu..."


Eléonore menatap Richard sayang. "Hanya mas Richard yang sayangnya tulus sama Elle!"


Edward hanya menggelengkan kepalanya sebal mendengar ocehan adiknya yang manja.


"Alisha, katanya Chief Superintendent Alex Darling mau kemari?" tanya Raine untuk membuat suasana kondusif lagi.


"Iya Tante. Katanya mau membahas kasus Billy" jawab Alisha.


"Billy jadi kalian adopsi?" tanya Richard yang sudah mengetahui bahwa pemerintah memaksa nenek Durham untuk melepaskan hak asuh Billy hingga anak itu menjadi anak negara tapi keluarga Luna memang sudah mengajukan untuk membawa Billy ke Dubai.


"Jadi, Your Highness" jawab Gabriel.


"Oom Gab, please. Panggil Richard saja" senyum pangeran itu.


"Maaf your highness, Mr McGregor, ada chief Superintendent Alex Darling" suara kepala pelayan memotong pembicaraan keluarga itu.


"Suruh masuk, Albert" perintah Charles.


Tak lama seorang pria mengenakan kemeja biru dan celana jeans datang ke halaman belakang. Alex Darling terkejut melihat banyaknya anggota keluarga Alisha disana. Mata tajamnya menatap ke gadis yang mengenakan pakaian senada dengannya.


Siapa gadis itu?


***


Alex Darling tersenyum ke arah keluarga Sultan dan kerajaan itu dengan percaya diri. Dirinya membungkuk hormat ke arah Richard dan Alisha yang berdiri menyambut chief polisi Scotland Yard itu.


"Chief Superintendent Alex Darling" sapa Richard sembari mengulurkan tangannya.


"Your Highness" sapa Alex menyambut jabatan tangan Richard. "My Lady."


"Selamat datang Alex" sambut Charles McGregor yang saling berjabat tangan dengan Alex lalu disambung dengan Rania, Raine, Gabriel, Garvita dan Galena. Alex terpesona dengan mata biru Galena yang sangat biru.


"Maaf jika saya mengganggu waktu weekend kalian semua" senyum Alex setelah semuanya duduk kembali.


"Santai saja" sahut Richard. "Pizza?"


Alex melongo. Jadi rumor Pangeran Richard adalah pangeran humble itu benar. Alex jarang berhubungan dengan keluarga kerajaan karena dirinya bertugas di bagian homicide atau pembunuhan jadi jika ada acara kerajaan, nyaris tidak pernah mengawal mereka.


Edward dan Eléonore hanya memerhatikan pria yang tampak kebingungan itu.


"Ambil pizzamu, chief."


Alex menatap gadis berambut coklat panjang itu yang dengan cueknya menaikkan satu kakinya di sofa sambil menyesap kopinya. "Ba...baik." Pria itu mengambil sepotong pizza dan mulai memakannya. Tak lama para pelayan membawakan sekotak es batu, gelas dan Beberapa botol coke.


"So, bagaimana hasilnya?" tanya Alisha tidak sabar.


"Jadi Mrs Durham itu sudah membuat asuransi dengan atas nama Billy Gallagher enam bulan lalu. Dan nilai polisnya adalah £250,000 jika Billy meninggal."


Galena melotot. "What! Sekarang dimana nenek gayung itu? Aku cincang dia!"


"Lenaaaa" tegur Gabriel yang sudah cukup pusing dengan jiwa bar-bar putrinya. Ya benar Oma Sabine sudah tiada, tapi nggak nurun juga sifatnya ke Galena. Gabriel dan Garvita sampai pusing saat masih sekolah harus datang ke ruang kepala sekolah Beberapa kali karena Galena sering berkelahi meskipun demi kebaikan membela temannya yang dibully.


"Terus?" Galena menatap Alex serius dan penuh minat.


"Jadi saat Rania dan my Lady memberikan rekaman CCTV itu, saya segera menyelidiki motif dan latar belakang kenapa Mrs Durham melakukan hal itu karena uang asuransi kedua orang tua Billy jika digabungkan sekitar £150,000 dan itu sudah tinggal £20,000 an hanya dalam waktu kurang dari setahun. Rupanya Mrs Durham membuat polis asuransi di perusahaan yang sama dengan asuransi kedua orangtuanya Billy."


"Makanya dia membuat polis asuransi atas nama Billy dengan nominal wow supaya bisa mendapatkan uang lagi... Tapi masa perusahaan asuransi tidak memeriksa bahwa Billy masih dibawah umur?" Richard menatap Alex dengan wajah bingung.


"Rupanya agen asuransi nya itu bekerja sama dengan Mrs Durham dengan iming-iming, uang bayaran" jawab Alex.


Alisha, Rania, Raine dan Garvita saling berpandangan.


"Berapa tuntutan yang kamu ajukan, Lex?" tanya Gabriel.


"Banyak" gelak Alex. "Penggelapan dana pemerintah, penipuan, penganiayaan anak, percobaan pembunuhan dan banyak daftarnya."


"Hukumannya?" tanya Charles.


"Minimal 30 tahun penjara."


"Bagus lah! Mampus saja di penjara!" sahut Galena judes.


Alex tersenyum ke arah gadis yang tampaknya sama saja dengan Rania kelakuannya. Memang cocok jadi adiknya dokter brutal itu.


"Lenaaaa..." kali ini Garvita yang menegur putrinya.


Galena hanya mendengus pelan lalu mengambil pizzanya.


"Mbak Lena sama ma mbak Rania. Kalau ngomong judes!" celetuk Eléonore.


"Ya wajar lah chibi, kan mbak Lena adiknya mbak Rania. Sama-sama anak kedokteran pula. Kalau nggak mirip, nanti diragukan. Macam kamu, chibi. Kapan tingginya?" goda Galena yang sukses membuat Eléonore langsung menangis.


"Dasar cengeng ! Baru digoda begitu saja mewek !" ejek Rania.


Alex dan Edward hanya menggelengkan kepalanya sedangkan Garvita memarahi putrinya dan Raine memeluk Eléonore yang memang manja.


"Selamat datang di kerusuhan" kekeh Richard.


"Saya sudah tahu, Your Highness. Kan saya dulu satu Tim debat dengan Rania di kampus" senyum Alex.


"Berarti kamu sudah sangat paham kan bagaimana keluarga dokter bar-bar satu itu?"


"Sangat paham, Your Highness."


Richard dan Alisha saling berpandangan sambil tersenyum.


"Maaf Mr Luna, apa benar anda hendak mengadopsi Billy Gallagher ?" tanya Alex ke Gabriel.


"Benar. Karena bagi saya, Billy tidak pantas tinggal bersama dengan nenek macam itu" jawab Gabriel.


"Sekarang Billy bersama siapa di rumah sakit?" tanya Garvita ke Alex.


"Bersama dengan nyonya Angelie Jha, tetangganya yang merupakan orang pertama membuka bagaimana kehidupan Billy sebenarnya. Dan my Lady lah yang memasang CCTV meskipun tujuan utamanya untuk mencari bukti buat diserahkan ke child service, siapa sangka menjadi bukti krusial saat terjadinya percobaan pembunuhan pada Billy" jawab Alex.


"Bagaimana kalau kita siang ini ke rumah sakit untuk menengok Billy? Sebelum kita mulai acara pengajuan proses adopsi?" Tanya Garvita ke suami dan putrinya.


"Boleh mom" jawab Galena antusias ingin melihat calon adik angkatnya. Sudah tidak sabar gadis itu untuk membuat Billy menjadi anak yang berani. Kalau perlu dibuat bar-bar macam dirinya.


"Saya temani nanti, Mr dan Mrs Luna" sahut Alex. "Karena Billy kan posisinya masih sebagai saksi dan korban."


"Baiklah."


***


Yuhuuuu Up Malam Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️