
Royale Hospital London
Rania ikut sibuk membantu semua orang di IGD meskipun bukan jadwalnya. Chris Armstrong masih menemani Alex Darling sambil menunggu kamar untuk rawat inap anggota Scotland Yard itu.
"Super Intendant Alex Darling, anda sudah mendapatkan kamar untuk dirawat" ucap Suster Amy.
"Oh thanks God ! Aku tidak betah mendengar erangan dan teriak kesakitan... Mending aku mendengar teriakkan untuk menerjang lawan !" ucap Chris penuh kelegaan.
Alex Darling menggelengkan kepalanya tanda sebal dengan ucapan pria yang mengaku kekasih sahabatnya.
"Aku akan temani this man, suster" ucap Chris sambil menepuk bahu Alex keras.
"Arrrgggghhhh ! It hurts you jerk !" umpat Alex Darling dengan wajah kesakitan dan galak.
"Oops. Sorry..." cengir Chris tanpa berdosa.
"Brengseeekkk kau !" Alex pun dipindah ke ruang rawat inap VIP dengan brankar nya didorong oleh Suster Amy. "Kok saya di ruang VIP suster?"
"Dokter Bianchi yang memintanya. Katanya jangan khawatir, ditanggung semua olehnya" jawab Suster Amy.
"Whoah ! Gadisku orang baik banget ya..." celetuk Chris Armstrong. "Oh aku pacarnya dokter Bianchi, by the way." Pria bermata biru itu tersenyum ke arah suster Amy.
"Tapi Sir. Kata dokter Bianchi, pacarnya pria paruh baya dan berambut hitam... Serta orang Asia. Saya pernah ditunjukkan fotonya ..." jawab Suster Amy cuek.
"Haaaaahhh?" Mata biru Chris melotot sempurna. "Siapa ?"
Suster Amy hanya mengedikkan bahunya.
"Awas kau Rania ...." gumam Chris gemas.
Alex Darling hanya tertawa geli melihat atlet American Football Dallas Cowboys itu uring-uringan.
***
Ruang Rawat Inap Alex Darling
Alex Darling merasa nyaman setelah dipindahkan ke ruang rawat inap. Sama dengan Chris, sebenarnya dirinya juga tidak nyaman berada di IGD dengan keributan disana.
"So, apa kamu yakin Rania akan menerima kamu?" tanya Alex Darling sambil memakan Jell-O.
"Yakin. 100 persen !" jawab Chris. "Oh kamu mau McDonald's? Atau makanan apa? Aku lihat ada McDonald's dekat sini buka 24 jam. Jujur aku lapar ..."
"Are sure mate?" Alex Darling menatap bingung ke Chris. "Kamu mau beli McDonald's?"
"So what? Yang penting makan kan? Lagipula, kantin rumah sakit baru buka jam delapan pagi sedangkan sekarang baru jam satu malam. Dude, aku lapar. Just wait here. Sekalian aku juga mau membelikan fried chicken dan French Fries buat Rania."
"Terserah kamu lads. Oh aku ingin burger."
"Consider it's done !" Chris pun keluar dari kamar rawat inap Alex Darling.
***
Satu jam kemudian Alex dan Chris sedang menikmati burger, fried chicken dan French fries beserta coke.
"Apakah kamu sering menghadapi Hooligans?" tanya Chris sambil memakan burgernya.
"Sejujurnya baru kali ini terjadi kerusuhan, Chris. Sudah cukup lama tidak terjadi gegeran antara supporter sepak bola..." jawab Alex yang mencocol kentang goreng ke saus sambal. "So, apa yang membuat kamu jatuh cinta dengan Rania?"
"Percaya atau tidak, aku jatuh cinta saat dia membanting mantanku waktu SMA. See, dulu ada cewek anak salah satu orang kaya di New York dan dia merasa sebagai the most lah. Rania masuk dengan gaya slengean nya dan tanpa sengaja dia ribut denganku. Dan mantanku itu tidak terima lalu berusaha membully Rania..."
Alex Darling tertawa smirk. "Rania kok dilawan. Dia itu hanya takut ke ibunya."
"Itulah. Rania dibully tapi akhirnya malah mantanku itu dibanting olehnya diatas meja panjang tempat para siswa makan siang di cafetaria. Seriously, Rania jaman SMA sangat kurus tapi tenaga nya ... Ckckck..." Chris tersenyum saat mengingat pertama kali melihat aksi Rania.
"Dibanting?" Alex Darling menatap Chris. "Serius?"
Alex Darling melongo. "Whoah ! Pantas saat kuliah dia dengan santainya berkelahi dengan salah seorang mahasiswa yang mencuri tugasnya..."
Giliran Chris yang melongo. "What? Tugas apa?"
"Kamu tahu kan mahasiswa kedokteran itu pasti ada laporan tugas visite pasien yang nantinya akan dibuat acuan kuisioner secara lisan. Nah, saat itu Rania menangani kasus pasien gagal ginjal. Seharusnya sudah waktunya dialisis ( cuci darah ) tapi pasien itu ngotot tidak mau karena merasa ginjalnya baik-baik saja. Kebetulan temannya mendapatkan pasien yang hampir sama dengan Rania tapi dia belum menyelesaikan tugas laporannya. Lalu dia berusaha mencuri iPad Rania untuk mendapatkan tugasnya."
"Bagaimana kamu tahu?" tanya Chris.
"Karena aku berada disana untuk menarik Rania yang brutal menghajar temannya itu" kekeh Alex Darling. "Aku yang mahasiswa hukum tingkat akhir, harus menarik mahasiswi kedokteran yang macam macan ngamuk!"
Chris terbahak. "Jadi temannya ini mau mengganti semua data dengan nama pasiennya?"
"Exactly ! Siapa yang tidak ngamuk ?" senyum Alex Darling.
"Absolutely. Dan dia berurusan dengan orang yang salah. It's Rania, cucu mafia yang masih ada hubungan kekerabatan dengan Yakuza. Dia dididik dari kecil cukup kuat dan keras."
"Kamu juga tahu Rania cucu mafia dan berhubungan dengan Yakuza?" tanya Alex Darling.
"Dengar Dude, sebelum kamu bertemu dengan Rania, aku duluan yang sudah mengenal nya." Chris menatap Alex Darling judes.
Alex tertawa. "Yeah Lads, kamu yang mengenalnya terlebih dahulu."
"Dan aku bersyukur mata Rania coklat."
Alex Darling semakin terbahak namun setelahnya dirinya mengerenyitkan alisnya karena merasa sakit. "Damn, Dude ! Jangan buat aku tertawa ! Masih sakit ini!"
***
Rania berjalan gontai ke arah ruang rawat inap Alex Darling dan menatap tidak percaya jika Chris dan Alex tidur di kamar itu. Chris tidur di sofa sedangkan Alex di brankar nya. Rania melihat ada bekas-bekas bungkusan burger dan French fries.
Gadis itu menggelengkan kepalanya. "Boys always be boys. Joroknyaaaa!" omel Rania sambil membersihkan semuanya dan memasukkan ke dalam tong sampah.
Usai membersihkan semua sampah, Rania melihat satu bingkisan McDonald's yang masih utuh. Gadis itu tersenyum melihat tulisan di sana.
For Rania Only
Gadis itu membukanya dan melihat ada beberapa fried chicken dan French fries serta mencari coke nya yang di dalam kulkas.
Rania memakan semua makanan yang tersedia lalu melihat dua pria yang terlelap nyenyak. "Sejak kapan mereka akur? Tunggu, apakah Demit kesambet oleh penghuni rumah sakit? Eh ... Penghuni rumah sakit itu kan termasuk aku kan? Oh my God, Rania kamu harus tidur ! Otakmu sudah kacau !"
Putri Blaze Bianchi itu melihat sekelilingnya dan Chris membuka mata nya. "Kamu mau pulang?" tanya pria itu dengan suara serak.
"Aku terlalu ngantuk..." jawab Rania jujur.
Chris menggeserkan tubuhnya. "Tidur dulu Ran. Sofa ini cukup luas kok. Sini..." Pria itu menepuk sisi kosong sofa.
Rania yang sudah super mengantuk pun berjalan mendekati Chris. "Tidur Chris! Tidak macam-macam."
"Tidur. Nggak macam-macam" senyum Chris.
Rania merebahkan tubuhnya dan Chris langsung memeluknya. "Good night, Rania" bisik Chris sambil mencium pelipis gadis itu.
"Night..." Rania pun memejamkan matanya.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa gaaaeeessss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️