
Keesokan Harinya, Harvard Medical School
Joey Bianchi baru saja duduk diatas kursi kebesaran nya saat ponselnya berbunyi dan tampak panggilan video datang dari cucunya yang sama saja galaknya dengan ibunya.
"Assalamualaikum Rania, cucu kesayangan o..."
"Wa'alaikum salam Opa Jeoffree Fransesco Akandra Bianchi" potong Rania dengan wajah cemberut.
"Waduh, kalau kamu sudah nyebut nama Opa lengkap, pasti ada sesuatu yang serius..." kekeh Joey santai. "Soal Chris?"
"Nah, tuh opa tahu."
"Kenapa? Kamu tidak suka sama Chris? Sudah kamu banting, sudah ciuman, masih belum mau terima?" cengir Joey membuat pipi cucunya memerah.
"Opaaaa... Jangan dijabarkan secara gamblang dong... Kan aku jadi nggak malu... " rengek Rania membuat Joey terbahak.
"Ran, Alisha sudah mau dilamar Richard lho, masa kamu kalah padahal pasangan sudah ada. Chris itu memang sudah melamar kamu via opa dan opa setuju karena kamu kan harus pulang ke Amerika setelah studimu selesai. Kamu kan janji nya begitu ke Opa. Pulang ke New York selesai kuliah ambil bedah..." Joey menatap lembut ke cucunya yang sama saja sifat keras kepalanya mirip dengan dirinya.
"Iya tapi..."
"Kamu nggak suka Demit?" goda Joey membuat Rania terbelalak.
"Opaaaa, kok tahu panggilan aku ke Demit?" seru Rania.
"Chris yang bilang dan Opa sudah kasih tahu artinya" cengir Joey tanpa beban membuat Rania menepuk jidatnya.
"Mati aku ! Bisa di bejek-bejek sama Demit ... " gumam Rania.
"Resiko ditanggung pemberi nama..." cengir Joey. "Ran, kamu tahu nggak. Chris sudah bilang sama Opa kalau sunat maunya sama Opa..."
"Lho kok sama Opa? Harusnya sama aku lah..." celetuk Rania.
"Eh anak satu ini rada - rada deh ! Mbati Kowe ( cari untung kamu )" pendelik Joey.
"Anggap saja hak seorang dokter?" kerling Rania usil.
"Opa nggak percaya sama kamu mau sunat si Armstrong. Bisa ngaco nanti kamunya !" ucap Joey judes membuat Rania terbahak.
"Sekarang si Demit kemana?" tanya Rania. "Bukannya ada libur NFL?"
"Katanya sih mau marah sama kamu..."
Rania melongo. Modyar!
***
Rania tampak termenung di kursi nya karena ucapan Opanya yang mengatakan bahwa Chris sudah tahu arti nama panggilan nya.
Duh... Kok ya dikasih tahu sih? Padahal kan ngefek kalau dibacakan ayat kursi ... Rania memegang pelipisnya. Bakalan ngamuk deh Demit !
Suara ponsel Rania berbunyi dan tampak nama Biana disana.
"Ya Bia?" sapa Rania.
"Kamu sudah selesai praktek? Ditunggu nih di RR's Meal... Fesya mau pamer menu nya yang baru" ucap Biana.
"Kamu sudah ketemu sama keluarga McCloud?" tanya Rania.
"Aku langsung ke RR's Meal Rania, soalnya sudah ada yang ngereog nih ... Dasar Fesya. Mentang-mentang kuliah di culinary, kakaknya jadi kelinci percobaan..." sungut Biana.
Rania terbahak. "Singa gurun ada ?"
"Adalah. Kan dia yang mau ketemu sama Opa Rama dan Oma Astuti di kastil. Baru nanti ketemu Opa Jendra dan Oma Aruna di New York."
"Setengah jam lagi aku ke RR'S Meal. Alisha ada nggak ?"
"Lho mana aku tahu ... Kan Alisha satu rumah sakit sama kamu Ran..."
Rania menepuk jidatnya. "Duh otakku ngelag. Gara - gara ribut sama Opa."
"Apa ? Karena Chris sudah lamar kamu via Opa Joey?" ucap Biana.
"Hu um. Bahkan mau sunat sama Opa... Benar-benar cari sekutu dan dukungannya nggak tanggung-tanggung" gerutu Rania.
***
Rania menuju ruang kerja adiknya yang ternyata sudah kosong tidak ada orang disana. Dokter cantik itu celingukan dan melihat seorang suster lalu memanggil nya.
"Dimana Princess Alisha dan pengawalnya?" tanya Rania.
"Lho sudah pulang Dok. Hari ini klien Princess tidak banyak jadi tadi sudah pulang cepat apalagi dijemput prince Richard" jawab suster itu.
Alamat kalau dijemput Richard, berarti dibawa ke Kensington. "Oh ya sudah. Thanks infonya." Rania pun absen lalu keluar dari rumah sakit dan menuju mobil mini Cooper birunya lalu pergi ke RR'S Meal milik Oomnya Eagle McCloud.
***
RR's Meal London
"Jadi bang Chris baru tahu arti panggilan Demit?" Mata coklat Elfesya menatap mata biru Chris Armstrong dengan tatapan tidak percaya. "Selama ini baru tahu kemarin dari Opa Joey?"
"Jahat kan kakakmu itu ..." ucap Chris mendrama. "Tega sama aku. Padahal aku kurang apa coba, wajah tampan, meyakinkan, gigi bagus, uang ada... Kok tega sih..."
Elfesya cekikikan di dapur mendengar curhatan pria tampan itu. Chris memang datang ke RR'S Meal untuk mencari Elfesya yang kebetulan berada di dapur. Oleh Eagle, Chris diijinkan berada disana.
"Sudah tahu mbak Rania begitu, kok ya masih dikejar" kekeh Elfesya.
"Kamu tidak tahu, Sya, aku jatuh cinta setengah mati sama kakakmu. Cuma dia yang bikin aku hidup lurus ... Meskipun sudah kena tattoo, tapi aku janji sama Rania untuk tidak nambah lagi."
"Jangan bang. Sayang bodinya kena rajam... Keluarga aku bukan tidak anti tattoo tapi kalau bisa, ya janganlah..."
"Keluarga kamu yang punya tattoo siapa saja?" tanya Chris.
"Dulu ada Opa buyut Duncan Blair, opa Arjuna, opa buyut Eiji katanya ada. Kalau paling rekor, Opa Karl. Dua tangannya penuh tattoo... Opa Hoshi ada, Oom Luke ada tapi nggak banyak macam Yakuza pada umumnya... Oh, oom Dante ada, Oom Ale ... Bahkan sering dipanggil manusia Spidol sama Tante Sakura ... " jawab Elfesya sambil mengingat - ingat.
"Leo ada lho Sya."
"Iya. Mbak Bia cerita. Di bahu kanan kan?" senyum Elfesya.
"Yup..."
Keduanya mendengar suara-suara yang menuju dapur dan Rania terkejut saat melihat siapa yang ada disana.
"Demit?" ucapnya bingung. "Ngapain kemari?"
"Tuh kan Sya, manggil aku nggak ada manis-manisnya" adu Chris ke Elfesya yang sudah tertawa. "Kangen kamu lah Rania sayang meskipun calon suamimu ini dipanggil setan..." Chris pun menghampiri Rania dan langsung memeluk pinggang gadis itu. "Mana ada demit cakepnya paripurna begini?"
"Ada. Kamu ... " jawab Rania cuek.
Chris langsung mencium bibir Rania yang membalasnya membuat Elfesya memalingkan wajahnya.
"Kalau mau mesra-mesraan jangan di dapur woi !" seru Elfesya. "Aku masih di bawah umur !"
Chris melepaskan bibirnya dari bibir Rania lalu menoleh ke arah Elfesya. "Sorry but not sorry...." cengirnya.
"Keluar deh pasangan demit dan sundel bolong !" usir Elfesya judes.
"Enak saja bilang aku sundel bolong !" protes Rania.
"Apaan sundel bolong?" tanya Chris bingung.
"Itu setan wanita yang punggungnya bolong" jawab Elfesya.
Reflek Chris Memeriksa punggung Rania. "Nggak bolong kok... Addduuuhhh !"
Rania memukul bahu Chris kesal.
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️