The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Rumah Impian Rania dan Chris



Ranch Rossi, Dallas Texas


Lenna menatap kecut ke arah pie nya yang gosong dan menjadi semi arang. Raul hanya menatap kasihan ke pie itu sedangkan Alano sudah tertawa terbahak-bahak melihat wajah kusut iparnya.


"Bagaimana bisa kamu manggang pie gosong? Memang tidak kamu timer?" gelak Alano yang mendapatkan bombastic side eye dari gadis berambut pirang itu.


"Shut it benteng !" hardik Lenna sambil membuang pie itu.


Alano semakin terbahak karena panggilannya diplesetkan dengan namanya. "Benteng Alamo, Lenna. Namaku Alano" gelak putra Antonio Bianchi dan Savrinadeya McCloud itu.


Note


Pertempuran Alamo (23 Februari – 6 Maret 1836) adalah titik penting pada Revolusi Texas. Pasukan Meksiko berkekuatan 3000 orang prajurit di bawah pimpinan Jenderal Antonio López de Santa Anna melancarkan serangan dan pengepungan selama 13 hari terhadap Benteng Alamo di San Antonio de Béxar, Texas. Setelah 13 hari dikepung, akhirnya benteng tua tersebut pun jatuh ke tangan Meksiko. 187 orang pejuang Texas, termasuk dua orang pemimpinnya, Davy Crockett dan Kolonel Jim Bowie, pun ikut tewas. Kekejaman Santa Anna selama pertempuran membuat banyak orang Texas bergabung dengan tentara Texas. Tentara Texas akhirnya dapat mengalahkan tentara Meksiko dalam pertempuran San Jacinto tanggal 21 April 1836, yang mengakhiri revolusi dan memerdekakan Republik Texas dari Meksiko.


Sumber Wikipedia


"Biarin !" balas Lenna galak.


"Sudah, sudah... Kita langsung ke tempat api unggun saja. Soal pie, anggap saja bukan keberuntungan kamu hari ini" senyum Raul lembut.


Lenna masih memajukan bibirnya. "Menyebalkan !"


***


Leonardo dan Biana melihat wajah Lenna tampak mendung dengan dikawal Alano dan Raul, merasa ada sesuatu disana.


"Len, mana pie nya?" tanya Leonardo yang bingung adiknya tidak membawa pie daging andalannya.


"Sudah jadi arang" sahut Alano sambil tertawa mengejek dan membuat Lenna memukul bahunya.


"Kok bisa?" tanya Biana.


"Buktinya bisa" jawab Lenna kecut.


Leonardo dan Biana saling berpandangan. Ada yang gak beres namun keduanya tidak mau memaksa Lenna bercerita lebih lanjut karena tahu gadis itu masih manyun kwadrat.


Malam itu semua keluarga besar Biana berkumpul sambil menikmati acara api unggun, barbeque, s'more dan berbagai kegiatan lainnya khas country karena besok mereka semua akan kembali ke negara masing-masing.


***


Medical City Hospital Dallas Texas, Sebulan Kemudian


Rania baru saja mengoperasi seorang wanita yang mengalami sesak nafas berat yang ternyata akibat dari silikon yang dipasang di dalam dadanya. Gadis cantik itu tidak habis pikir bagaimana bahan ginuk-ginuk yang berbahaya itu sangat ingin dimasukkan demi dada yang bulat macam semangka.


"Berapa ukuran dadanya saat pakai silikon?" tanya Dokter Stanley saat Rania masih melihat dua silikon di atas Trey aluminium yang tadi dia keluarkan.


"38 cup D."


"Setelah dikeluarkan?"


"34 cup A. Sebenarnya apa sih yang dicari punya dada besar apalagi yang abnormal, banyak bahayanya. Macam kasus wanita itu, jantung dan paru-parunya tidak bisa bekerja dengan normal dan tulang punggungnya juga bermasalah... " gerutu Rania.


"Tidak semua wanita punya dada yang bagus seperti milikmu, dokter Bianchi, proposional..." celetuk dokter Stanley.


"Dok ! Pelecehan !" hardik Rania.


"Hei, I'm g@y dan tidak tertarik dengan wanita tapi aku sangat mengagumi kaum wanita. Aku disini mengatakan bahwa kamu memiliki tubuh yang proporsional hingga bisa membuat wanita pun iri padamu" balas Dokter Stanley.


"Haaaiissshhh !" gerutu Rania merasa sebal.


"Dokter Bianchi, pasien sudah mulai sadar..." lapor suster.


"Good. Setidaknya setelah ini aku harap dia kapok pakai silikon !" ucap Rania judes.


***



Rania Bianchi Prasetyo


"Hai darling" sapa Chris yang berdiri menyambut kekasihnya lalu memberikan ciuman di pipi gadis itu.


"Hai, sayang" balas Rania dan dirinya mulai duduk saat Chris menarik kursi dengan cara gentleman. Setelahnya Chris duduk di hadapan Rania dengan wajah sumringah.



Chris Armstrong


"Eh demit, kenapa mukamu macam dapat lotere?" tanya Rania


"Aku memang dapat lotere..." senyum Chris. "Kamu tahu, aku sudah mengincar sebuah rumah di daerah Suburban Dallas. Aku mengajukan untuk membelinya dan berencana untuk tinggal bersama kamu disana usai menikah nanti... Tapi sayangnya, saat aku ajukan permohonan minat membeli, sudah ada pembeli lain yang mengajukan harga ..."


"And then?" Keduanya terdiam saat seorang pelayan datang dan menanyakan pesanan mereka. Usai memesan makanan, Rania menatap Chris dengan tatapan kepo. "Lanjut!"


"Jadi aku sudah patah hati ceritanya... Aku antara ikhlas tidak ikhlas sih kalau rumah itu tidak menjadi milik kita." Chris memperlihatkan sebuah rumah dengan cat putih dan pagar kayu bewarna putih juga.



"Ini dekat danau?" tanya Rania yang juga langsung jatuh cinta dengan rumah cantik itu.


"Yup. Ada dermaga kecil juga buat kita memancing ikan... Kamu suka dengan rumahnya kan?" Chris tersenyum saat melihat mata berbinar Rania saat melihat rumah idamannya.


"Lalu? Kamu tidak berhasil mendapatkan rumah ini?" Rania menatap Chris penasaran.


"On contrary, aku berhasil mendapatkan rumah itu, Rania. Calon pembeli sebelumnya ternyata memiliki track record jelek dalam kreditnya dan akhirnya, kita yang mendapatkan rumah itu. Bagaimana...?" Chris memandang tunangannya.


"Serius kamu sudah ambil nih rumah?" Rania memastikan lagi.


Chris memperlihatkan bukti transaksi jual beli rumah itu. "Sudah dong Rania sayang dan satu yang jelas. Lokasinya dekat dengan aku latihan dan kamu bekerja..."


Rania tampak senang mendengar bahwa Chris berhasil mendapatkan rumah itu. "Akhirnya kita tinggal di rumah, bukan di apartemen... Sejujurnya aku lebih nyaman tinggal di rumah karena bisa membuat taman bunga, diatas tanah dan lebih aman menurut ku."


"Karena kamu acrophobia ( takut ketinggian )?" goda Chris.


"Texas adalah daerah yang sering ada angin kencang dan Twister jadi aku merasa insecure dan memiliki high anxiety" jawab Rania.


"Rania, kamu terlalu over thinking..."


"Nope, aku realistis..." jawab Rania cuek.


"So, malam tahun baru... Bagaimana kita menginap di ranch nya singa gurun?" ajak Chris. "Kita menikmati acara makan - makan disana?"


"Sure ... Why not." Rania tersenyum manis.


***


Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️