The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Rania Samira Bianchi Prasetyo, Will You...



Apartemen Chris Armstrong Dallas Texas


"Elu udah lamar Biana? Serius?" seru Chris Armstrong saat melakukan panggilan video tiga arah bersama dua anggota trio kwek-kwek.


"Sudah dong!" jawab Leonardo jumawa meskipun kalah start dengan Richard Carrington yang sudah melamar Alisha Léopold di Brussels Belgia.


"Sekarang Rania sendirian? Alisha kan sudah pulang ke Brussels..." gumam Chris.


"Sudah sana, ajak pulang tuh mbak Kunti" goda Richard yang tahu dari Alisha kalau pasangan yang jauh dari kata mesra itu punya panggilan anti mainstream.


"Kok tahu kamu soal mbak Kun... Alisha ..." ucap Chris manyun. "Payah tuh Rania. Nama bagus-bagus jadi demit !"


Leonardo dan Richard terbahak. "Bro, kapan sih Rania dan Biana manggil kita beres? Lihat saja, Biana pas aku lamar, dia bilang 'Of course cowboy cengeng'... Seriously !" gerutu Leonardo.


Gantian Chris yang terbahak. "Kayaknya lamaran paling kalem itu kamu ya Rich... Karena kalian berdua bangsawan, jadi tidak bisa seenaknya..."


"Ayo, Chris. Bawa pulang Rania. Kata Alisha sih sudah selesai cuma kemarin ribut sama Alex Darling, entah kasus apa tapi Rania harus jadi saksi di pengadilan. Studinya sudah selesai dan katanya dia harus pulang ke New York kan kalau sudah selesai... " kompor Richard.


"Lu pangeran tukang kompor juga ya..." ejek Leonardo.


"Lho aku ingin saat aku dan Alisha menikah nanti, kalian sudah pada semi resmi. Leo sudah, tinggal kamu lah Chris ..." alibi Richard.


Chris tampak berpikir. "Tampaknya aku harus minta bantuan big boss..."


"Bantuan Tuhan?"


"No, Leo. Opa Joey. Rania kan tidak bisa bilang tidak sama Opa Joey..." seringai Chris.


"Idiiihhhh, dia curang banget !" gelak Leonardo. "Kagak gentle, main belakang dan cari backingan..."


"Rania itu jauh lebih keras kepala daripada Biana, Leo. Harus dikasih gebrakan" jawab Chris kalem.


"Pokoknya aku tidak mau tahu, Chris. Saat aku dan Alisha menikah, kamu sudah memberikan cincin di jari manis Rania !" ucap Richard tegas.


***


London Inggris


Rania pun akhirnya berpamitan kepada semua orang di rumah sakit usai Opanya menyuruhnya pulang. Rania masih berani berdebat dengan kedua orangtuanya tapi kalau opa Mafioso nya sudah bertitah, mending manut ! Bukan apa-apa, Rania lebih takut kalau diancam suruh kasih makan piranha di Tokyo, markas Yakuza.


Ya salam, kalau disuruh kasih makan piranha, kalau suruh nyanyi Nina bobo, apa nggak bakalan tambah kanibal mereka ? Rania menyetir mobilnya ke apartemennya yang sudah dia tinggali selama delapan tahun di London sejak usia 17 tahun.


Rania sudah mengirimkan semua barang-barangnya secara bertahap termasuk alat masak, baju, pernak pernik, dan semuanya yang dia kumpulkan selama delapan tahun. Terakhir, Rania akan menjual mobil Mini Cooper nya yang akan dititipkan di showroom milik keluarga McCloud. Opanya, Rama McCloud akan membantu menjualnya.


Gadis itu keluar dari lift dan melihat Chris Armstrong berdiri disana menunggu dirinya. Pria itu tersenyum dan berjalan ke arah Rania dengan jalan cool, bukan ala India seperti kejadian lalu.


"Halo Kuntiku... " cengir Chris membuat Rania melotot.


"Sialan lu Demit !" umpat Rania sambil menerima pelukan Chris yang lalu mencium pipinya.


"Kangen sama mbak Kunti... "


"Demiiiittttt !!!!"


***


"Apartemen kamu jadi kosong ya?" gumam Chris yang melihat semua barang-barang yang biasa ada, sudah tidak ada. Termasuk foto mereka berenam bersama Elfesya di RR's Meal.


"Aku tinggal mengantarkan mobilku ke showroom Opa lalu pulang ke New York. Ngomong-ngomong kamu tidak apa-apa kita tidur diatas kasur tanpa seprai?" tanya Rania. "Atau kamu mau tidur di kantong tidur macam kemping?"


"Bagaimana kalau di kantong tidur terus kita makan marshmellow dicelupkan di hot Choco sambil memandang bintang?" tawar Chris. "Summer kali ini terasa agak panas di London."


"Seru juga... "


Dan malam itu, Chris dan Rania tidur di dalam kantong tidur sambil menatap langit dari balkon apartemen yang pintunya sudah dibuka lebar. Keduanya banyak bercerita tentang masing-masing kegiatan mereka dan tanpa sadar, mereka tidur sambil bergenggaman tangan hingga pagi.


***


Rania melongo saat tahu mereka mendarat di Dallas Forth Worth Airport bukannya ke JFK Airport. Chris memang datang dengan pesawat Bianchi yang dipinjam nya dari Joey Bianchi.


"Kok kesini?" tanya Rania yang bingung melihat mereka mendarat di Dallas.


"Kita ke AT&T stadium dulu. Kamu belum pernah melihat stadion tempat aku selalu bertanding kan?" Chris menyerahkan jersey Dallas Cowboys ke Rania. "Pakai ini Rania. Tidak lama kok, aku hanya mengajak kamu jalan-jalan sebentar. Habis ini kita ke New York."


Rania menyipitkan matanya. "Are you sure?"


"Positive !" jawab Chris yakin.


Rania menuju kamar mandi pesawat dan mengganti kaosnya menjadi Jersey Dallas Cowboys dan ternyata Chris juga memakai pakaian yang sama.


Keduanya keluar dan di pintu keluar VIP sudah ada mobil Escalade disana. Chris mengajak Rania masuk dan mereka menuju AT&T Stadium markas Dallas Cowboys.


***



Rania tiba di stadium kebanggaan tim Dallas Cowboys dan Chris menggandeng tangannya untuk masuk ke dalam stadion megah itu.


"Whoaaahhhh... Tidak kalah dengan Old Trafford, Stamford Bridge, Emirates ..." gumam Rania membandingkan dengan stadion sepak bola yang ada di Inggris dan dia datangi.


"Makanya kamu jangan kelamaan tinggal di Inggris. Banyak stadium yang lebih keren daripada disana" senyum Chris sambil membawa Rania ke tengah lapangan.


Gadis itu melihat ke sekelilingnya dan dirinya bisa merasakan aura saat para penonton heboh ketika pertandingan berlangsung. Atmosfer yang sama saat dirinya menonton pertandingan sepak bola antara Manchester United dengan lawan-lawannya, apalagi sepupunya, Atreya O'Grady putra Shane O'Grady dan Apsarini Neville sudah masuk Manchester United Academy di usianya ke enam tahun.


"Ya ampun, ada untung nya aku pacaran sama Demit... Bisa ada di tengah-tengah stadion..." Rania berbalik dan melihat ada tulisan di layar score.


Rania Samira Bianchi Prasetyo...


Will You Marry Me... ?


Rania melongo melihat tulisan di layar papan score dan layar banner. "Chris ! Apa-apaan?" seru gadis itu bingung.


"Rania, Kuntiku... "


"Haaaaahhh?" Rania terkejut melihat Chris berlutut satu kaki sambil menunjukkan cincin berlian di dalam kotak. "Demiiiittttt ! Kamu ngapain?"


"Rania Samira Bianchi Prasetyo... Will you marry me, Demitmu ... Seumur hidup mu? Sampai akhir hayat terus kita jadi demit dan Kunti bersama..." cengir Chris membuat Rania tertawa terbahak-bahak sampai menangis.


"Astaghfirullah... Ini lamaran ala Halloween... " gelak Rania sambil mengusap air matanya. "Of course Demit ! Kita akan menjadi hantu bersama... "


Chris terbahak. "We're really absurd..." kekeh Chris sambil memasangkan cincin di jari manis Rania.


"We are... " jawab Rania.


"She said YES !" seru Chris dan tak lama suara riuh terdengar di stadion itu. Para rekan Chris tampak heboh bertepuk tangan ke pasangan kacau itu. Mereka bersorak-sorai saat Chris mencium Rania di tengah-tengah lapangan dan Simba menyiapkan dokumentasi untuk mengabadikan moment-moment indah itu.



Yang acara lamarannya absurd


***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️