
RR's Meal London
"Enak saja bilang punggungku bolong !" hardik Rania kesal.
"Lho kata Fesya, sundel bolong punggungnya bolong..." jawab Chris polos.
"Iya nanti minta makan meatballs atau satay 200 mangkok sama 200 tusuk, bang. Sudah gitu makanannya keluar dari punggungnya" sahut Elfesya cuek sambil menghiasi cake banana nya membuat Chris melongo.
"Seriously?" tanya Chris dengan wajah tidak percaya ada film horor sekonyol itu.
"Tonton saja kalau tidak percaya ... " jawab Elfesya cuek.
Chris menatap Rania. "Beneran? Ada film begitu?"
"Ada. Kamu mau nonton versi klasik atau reboot?" cengir Rania. "Tapi kalau kamu nggak bisa tidur, tanggung penonton."
Chris menggelengkan kepalanya. "No, thank you. Aku tidak mau nonton film yang tujuannya menakuti-nakuti. Film itu harusnya menghibur, membuat semangat, bukan membuat ketakutan."
Elfesya meletakkan pisau bengkok kue nya lalu menatap Chris dari balik meja persiapannya. "Bang, kamu itu rupanya penakut ya?" goda Elfesya.
Yang dibilang penakut
Chris cemberut menatap gadis remaja itu. "Aku nggak penakut !"
"Kalau nggak tho Demit..." Rania memeluk pinggang Chris. "Nanti malam kita nonton di apartemen aku. Bagaimana?"
"Kalau aku tidak bisa tidur... Boleh tidur sama kamu? ... Addduuuhhh !" Chris memegang pinggangnya yang dicubit Rania. Gadis itu lalu keluar dari dapur dengan wajah judes.
"Lho kan wajar Ran... Daripada aku nightmare, teriak-teriak..." ucap Chris membuat Elfesya cekikikan melihat pasangan yang jauh dari kata mesra.
Terkadang Elfesya bingung, dua kakak perempuannya itu suka tidak bisa diprediksi. Kadang bisa mesra tapi kok selebihnya kebanyakan menistakan pasangan masing-masing.
"Kalian itu sebenarnya saling cinta dan sayang nggak sih? Isinya kok Membagongkan... Mesra jauh, kdrt dekat" kekeh Elfesya.
"Dengar, Fesya. Justru ini seninya. Kalau yang namanya pacaran lempeng-lempeng aja itu juga membosankan. Kalau kita sering ribut unfaedah, itu yang bikin kangen..." senyum Chris. "Rania, tawaran kamu masih berlaku kan?" Pria bermata biru itu lalu keluar dapur menyusul gadisnya meninggalkan Elfesya yang hanya bisa menghela nafas panjang, pusing dengan kekacauan di dapurnya.
***
Ruang VIP RR's Meal
Rania masuk ke dalam ruang VIP kecil dan melihat Biana bersama Leonardo tampak asyik melihat sesuatu di iPad nya.
"Kalian ngapain?" tanya Rania sambil duduk di kursi depan keduanya.
"Lihat Lennah dan Woody membantu dokter hewan proses kelahiran sapi Red Angusnya" jawab Biana. "Agak sunsang ini, Ran."
Rania bangkit dari kursinya lalu menghampiri Biana dan berdiri di belakangnya. "Pakai rantai?"
"Iya lah Ran. Kalau nggak kan susah. Beda lah sama bayi manusia... " jawab Leonardo.
"Itulah kenapa aku tidak tertarik ambil spesialisasi obgyn. Paling nggak tega lihat beginian..." celetuk Rania.
Suara pintu terbuka membuat ketiga orang itu mendongak lalu kembali ke layar iPad.
"Kalian nonton apa? Film porno ya?" goda Chris.
"Iya, film porno pakai banget !" balas Biana cuek.
Chris pun bergegas berdiri di belakang Leonardo. "What the heck is that ( apaan tuh )!" seru Chris.
"Sapiku melahirkan, Chris" jawab Leonardo.
"Kandang sapi pun kamu pasang CCTV?" celetuk Chris.
"Hei, sapi-sapi aku itu sapi pilihan dan mahal semua itu. Jadi wajar lah aku menjaga aset aku, Chris" jawab Leonardo judes.
"Hei, aku kan mana paham harga sapi. Yang penting bisa makan steak dan Wagyu.... Addduuuhhh !" Chris memegang kepalanya yang kena keplak Rania.
"Kamu tuh memang definisi ngomong duluan mikir belakangan !" hardik Rania. "Teman macam apa kamu ?"
"Memangnya kamu nggak?! Kamu itu sama saja, Rania sayang. Dan itu membuktikan bahwa kita itu cocok dan berjodoh" cengir Chris membuat Biana dan Leonardo yang duduk bersebelahan, hanya saling berpandangan mendengar keributan di belakang mereka.
"Heeeeiiiii, memangnya aku dan demit komplain mendengar kalian juga sama saja suka ribut tidak jelas?" protes Rania yang mendengar ucapan Leonardo.
"Tapi benar yang diucapkan oleh sundel bolong ini !" timpal Chris membuat Biana menoleh ke arah belakang pasangan yang tidak jelas itu.
"What? Darimana kamu tahu soal sundel bolong, Chris?" tanya Biana bingung.
"Fesya yang cerita soal Sundel bolong. Pas kan, aku demit, Rania sundel bolong..." cengir Chris tanpa dosa membuat Rania memukul gemas punggung pria bermata biru itu.
"Ya Allah, nggak ada manis-manisnya kalian itu" gerutu Biana sambil memegang pelipisnya yang kemudian Leonardo merangkul bahu gadisnya.
"Memang sejak kapan mereka manis macam kita, Bia?" senyum Leonardo.
"Halah ! Kalian manis kan juga baru-baru saja!" hardik Rania.
"Justru karena kita sudah manis, makanya jadi mesra dan itu jauh lebih menyenangkan, Rania" balas Leonardo santai.
"Yaaayyyy ! Alhamdulillah !" seru Lenna saat melihat anak sapi itu bisa dikeluarkan. Gadis yang wajahnya mirip dengan Leonardo itu dengan sigap memberikan air hangat untuk membersihkan tubuhnya.
Keempat orang itu melihat bagaimana anak sapi itu mulai belajar berdiri dan berjalan pelan menuju induknya.
"Dia harus mendapatkan kolostrum pertama untuk imunisasi awal sistem kekebalan tubuh" ucap Rania.
"Oooohhh he's so cute" gumam Biana.
"Kalau kamu menikah denganku, pemandangan itu akan bakalan kamu lihat setiap hari" rayu Leonardo sambil mencium pipi Biana bertepatan dengan Elfesya yang datang ke ruang VIP itu sambil membawakan cake kreasinya terbaru.
"Oh my God... Kalian itu..." senyum remaja cantik yang mirip dengan sang ibu, Elane McCloud. "Setidaknya mbak Bia dan Bang Singa masih mending daripada pasangan Horor di belakang."
"Apa maksudmu pasangan horor?" pendelik Rania.
"Kalian itu, pasangan demit dan mbak Kunti..." jawab Elfesya kalem. "Yuk dicoba cake buatan aku."
"Dasar adik lucknut !" umpat Rania sebal.
***
Apartemen Rania di Soho London
Chris benar-benar memenuhi janjinya untuk nonton bareng film Horor Suzanna dan Rania menyetel dua versi yang klasik dan Reboot.
Pria itu pun langsung mengkeret saat melihat bagaimana Suzanna datang ke tukang sate. Mana Rania sengaja mematikan semua lampunya dan menyalakan lampu kecil hingga suasana remang-remang dan horor sangat terasa.
"Bang... Beli satenya bang... 200 tusuk..." ucap Rania menirukan suara Suzanna sedangkan Chris sibuk membaca translate di layar.
"Raaaannn... Jangan ikutan dong... Horor tahu !" rengek Chris sambil memeluk bantal.
Mata Chris terbelalak saat sate-sate itu keluar dari punggung bolong Suzanna. "Ya Allah Raaaannn, ini film apaaaa???"
Rania cekikikan senang melihat Chris ketakutan.
"Welcome to film horor Indonesia. Dimana film horor Amerika kalah njelehi dibandingkan film buatan negara eyang buyutku" cengir Rania.
"Ran, nanti malam aku ditemani tidur ya? Please?" rengek Chris.
"No ! Kamu sudah gedhe ! Tidur sendiri !"
"Raaaannn... Masa kamu tega sih?"
"Jangan meragukan aku, Rania Bianchi Prasetyo, si ratu tega ... Hahahahahaha" gelak Rania menirukan suara tawa ala mbak Kunti membuat Chris manyun.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️