The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Kemping di Malam Tahun Baru



Ranch Rossi Dallas Texas


Keenam orang itu pun berkuda menuju bukit yang masih wilayah tanah milik Leonardo dan Lenna Rossi. Dua ekor anjing Australian shepherd yang merupakan anjing gembala Leonardo, ikut bersama mereka. Di belakang ada Thomas, salah satu pegawai Leonardo, membawakan semua barang bawaan dengan truck nya.


Raul sangat menikmati acara ini apalagi dia naik kuda breed Morgan bernama Black Beauty karena memang bewarna hitam semua bulunya.



"Kamu keren lho diatas si Blacky" komentar Lenna yang berada di sebelah Raul.


"Apakah aku mirip Emir?" kerling putra Alexis Accardi dan Raveena Dewanata.


"Nope. Kamu mirip Flynn Ryder nya Rapunzel."


Raul terbahak. "Aku kira aku malah mirip Gastonnya Beauty and the Beast yang kartun."


"Naaahhhh, Gaston badannya besar dan wajahnya lebih menyebalkan daripada kamu" senyum Lenna.


Raul melirik pergelangan tangan kiri Lenna yang terdapat jam Hublot nya. "So, kamu akan masuk kuliah kapan?"


"Sama kan sama kamu... Tanggal 4."


Rania dan Chris menoleh kearah Lenna dan Raul yang asyik mengobrol di belakang mereka.


"Adikmu serius sama Lenna?" tanya Chris.


"Entah. Aku juga tidak tahu sejak kapan Raul dekat dengan Lenna" jawab Rania.


"Well, kalau mereka jodoh, kenapa tidak. Toh, tidak perlu discreening macam aku dan Leonardo dulu..." senyum Chris.


"Belum tahu aja kalau Raul udah mode reog" kekeh Rania.


"Kayaknya semua keluarga kamu modelnya tukang reog semua..."


"Helloooo... Apa kamu nggak, Demit?" potong Rania judes.


"Aku kan ketularan kamu reognya" balas Chris sama judesnya.


"Idiiihhhh, tuduhan tidak mendasar !"


"Lha memang itu kenyataannya..."


Leonardo dan Biana yang berada di depan pasangan Chris dan Rania, hanya menghela nafas. "Kapan sih mereka akurnya?" gumam Biana.


***


Rania dan Biana tampak heboh melihat pemandangan dari atas bukit yang memperlihatkan pemandangan indah apalagi musim dingin ini beberapa tempat ditutupi oleh salju.


"Waaaaahhhh sudah dipasang tendanya!" seru Lenna melihat ada beberapa tenda disana.


"Sudah dong Lenna" ucap Buzz yang terkejut melihat ada Raul disana. Kenapa lagi manusia Italiano itu datang kemari?


"Chris nanti kamu satu tenda sama Raul ya. Lenna sama Rania" ucap Leonardo sambil turun dari kudanya.


"Lha aku nggak satu tenda sama Rania?" protes Chris.


"NGGAK !" teriak Leonardo, Biana dan Rania galak.


"Astagaaaa..." Chris memegang dadanya saking terkejutnya.


***


Raul berkumpul dengan para pria termasuk pegawai Leonardo. Mereka pun asyik memanggang daging Asado yang banyak porsinya sedangkan Biana, Rania dan Lenna menyiapkan semua side dish yang sudah disiapkan sebelumnya.


"Wuuuiiiihhhh memang beda ya cucu chef terkenal itu kalau masak" seringai Chris saat melihat - lihat makanan yang disiapkan. "Kalau nggak bisa masak, bakal diragukan kamu cucu Rajendra McCloud."


"Oh iya kak Bia kan cucunya Rajendra McCloud. Terus kak Bia nanti pegang RR's Meal?" tanya Lenna.


"Nggak Len, aku nggak bakat mengelola restauran. Paling sepupu ku yang di London yang pegang nanti" jawab Biana.


"Yup. Dia memang ingin jadi chef kok" jawab Biana. "Makanya aku tidak tertarik mengelola bisnis restauran kami sebab Fesya jauh lebih paham..." senyum Biana.


"Kalian itu apa nggak pernah rebutan perusahaan?" tanya Lenna lagi. Mengingat dulu keluarga ibunya nyaris mau mengambil peternakan mereka tapi akhirnya Leonardo berhasil menang di pengadilan.


"Ngapain rebutan? Wong setiap bulan kami dapat hasilnya. Kami dididik untuk tidak saling iri bahkan saling mendukung satu sama lain" jawab Rania. "Jika ada yang mampu, ya Monggo. Tapi kalau macam aku atau Biana yang lebih memilih menjadi dokter dan dosen, tidak masalah. Yang penting kejar passion kamu dan nikmati lah."


Lenna menatap Chris. "Iyakah?"


"Yup. Mereka nggak ada yang rebutan kekuasaan ataypun perusahaan...Serius itu Len. Aku kan kenal Rania sejak SMA dan selama itu aku tidak pernah mendengar mereka gegeran. Yang ada mereka saling menistakan satu sama lain. Kalau itu mereka sangat fasih !" jawab Chris.


"Aku senang kak Leo mendapatkan istri dari keluarga yang sangat respek satu sama lain tapi tidak menyangka bakalan bobrok plus absurd... " gelak Lenna.


"Bobrok itu wajib ... Menistakan apa lagi..." senyum Rania.


***


Menjelang pukul tujuh malam, semua orang sudah mendapatkan porsi makan malam masing-masing berupa daging Asado lengkap dengan saus chimicurri, mashed potatoes, potatoes wedges, sayuran kukus, dan jagung bakar.


Selain itu masih ada side dish berupa hotdog, marshmellow yang sudah disiapkan untuk s'more serta minuman coklat panas, selain wine yang dibawa oleh Raul. Ketiga pasangan itu menikmati pemandangan bintang-bintang yang ada di langit. Dengan jarang nya ada bangunan tinggi atau pun lampu, membuat langit pun lebih tampak jelas bintangnya.



"Kita tidak ada yang bawa kembang api?" tanya Rania.


"Kembang api ada tapi petasan tidak bawa sebab dilarang kak Leo. Takut terjadi kebakaran karena tidak tahu akan jatuh dimana ..." jawab Lenna yang membuka tas punggungnya dan mengambil kembang api.


"Kamu nggak takut kan Bia?" tanya Leonardo sambil memeluk istrinya dari belakang.


"Takut apa? Kan banyak orang disini jadi aku tidak perlu khawatir bukan?" senyum Biana sambil membalas pelukan Leonardo.


"Untung tidak ada Lachlan disini. Bisa ribut deh kita" kekeh Rania yang diikuti tawa Raul dan Biana.


"Memang kenapa Miss Bianchi?" tanya Woody.


"Well, sepupuku itu punya kelemahan apa kelebihan ya... Eniwaaiiii, dia punya kemampuan bisa melihat makhluk halus. Macam ghost whisperer begitu. Namanya Lachlan tapi biasa dipanggil L" jawab Rania.


"Serius?" seru para pegawai Leonardo dan Lenna.


"Serius. Dia bisa nih lagi ngobrol begini tiba-tiba menoleh dan ngobrol dengan yang lain. Kadangkala dengan bahasa yang kita tidak paham ... " gelak Rania.


Lenna menatap ke Raul. "Benarkah itu? Kok waktu kak Bia menikah, dia tidak ada tanda-tanda begitu?"


"Karena kita melarang nya untuk bilang ABCD soal apa yang dia lihat di ranch. Bukan apa-apa Lenna, L terkadang tidak bisa mengontrol kemampuannya karena baginya, itu hal yang biasa" jawab Raul.


Lenna beringsut ke arah Raul. "Jangan sampai ya Raul, aku berduaan dengan sepupumu itu !! Aku bisa menjerit ketakutan kalau tiba-tiba L bilang ada hantu !"


Leonardo terbahak. "Lenna memang penakut kalau soal hantu. Selama dia tidak tahu apapun, aman tapi kalau ada yang bilang ada sesuatu, dia bisa lama tidak mau datang ke area itu."


Raul menggenggam tangan Lenna. "Tenang saja, kalau L macam-macam, aku tinggal keplak kepalanya."


"Aaahhh... So sweet..." cengir Lenna.


"Ngomong-ngomong dibelakang kamu ada... "


"RAAAUULLL !!!" teriak Lenna sambil mengeplak pria itu.


***


Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa gaaaeeessss


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️