The Cowboy Who Loves Me

The Cowboy Who Loves Me
Persiapan Malam Tahun Baru



Ranch Rossi Dallas Texas


Biana dan Leonardo menyambut kedatangan Chris dan Rania ke ranch mereka untuk merayakan malam tahun baru dengan wajah bahagia. Begitu juga Lenna yang senang peternakan semakin ramai. Kini mereka berlima berada di dapur untuk menikmati pie daging buatan Lenna --yang tidak gosong macam arang-- dengan minuman hangat karena musim dingin di Texas sangat menusuk.


Rania menatap ke arah sudut dapur dimana ada seekor bebek Mallard tampak asyik terlelap apalagi dekat dengan kompor tungku jadul rumah peternakan itu yang sudah diganti menjadi perapian jika musim dingin.


"Masih hidup si Hercule? Interesting... Kirain sudah ke surga bebek ..." celetuk Rania judes membuat Leonardo mendelik sebal.


"Masih hidup lah Rania ! Enak saja doain Hercule mati !" balas Leonardo.


"Mengingat dia begitu Julid dengan Bia, aku sangat takjub si Culcul masih punya nyawa cadangan. Memang ya, orang baik pasti matinya cepet, bebek jahat bin Julid matinya lama..." gumam Rania membuat Lenna terbahak.


"Kak Raniaaaaa... Janganlah begitu. Hercule sekarang sudah jinak kok. Kalau kami usai makan malam, pasti duduk di pangkuan kak Bia. Serius..." gelak Lenna.


Rania menatap sepupunya. "Lu jampi-jampi pakai apa dia bisa berubah jadi Gaban?"


"Aku bakar Sage di dekat dia. Aku bilang 'kalau kamu tidak mau anteng, aku panggil Dendeng buat tendang kamu...' dan itu aku lakukan setiap hari ... Yah macam doktrin dengan Voodoo..." jawab Biana cuek membuat Lenna semakin tertawa keras.


"Ya Allah, aku ingin punya kakak perempuan tapi kenapa aku dikasihnya langsung random begini" kekeh Lenna.


"Semoga kamu nggak ikutan random Lenna. Cukup bikin pusing tahu nggak..." sahut Chris.


"Aaahhh, Demit... Kok elu bener sih?" goda Rania sambil memeluk lengan Chris mesra.


"Jadi kalian nanti akan tinggal dimana setelah menikah?" tanya Biana ke arah Rania dan Chris. "Apartemen nya Chris atau Rania."


"Neither" jawab Rania dan Chris kompak.


"Lalu?" tanya Leonardo.


"Chris sudah membeli rumah dekat danau. Dan aku sangat suka dengan rumahnya itu. Kemarin kami baru saja memasukkan perabotan setelah direnovasi..." jawab Rania semangat.


"Alhamdulillah kalau kalian sudah dapat rumah" senyum Biana.


"So, acara kita ngapain nih?" tanya Chris.


"Bagaimana kalau kita berkuda dan kemping di area bukit tanahku? Kita rayakan tahun Baru disana sambil membuat api unggun?" tawar Leonardo. "Aku sudah minta ke Buzz dan Woody membuat asado."


"Wuuuiiiihhhh asado ! Sip ! Aku suka dengan ide itu. Apalagi pegawai kalian kan beberapa ada Gaucho kan? Pasti otentik deh bumbu nya ..." seru Rania yang memang sangat suka perdagingan. "Kalau perlu, si Culcul jadikan rica sekalian..." Rania melirik usil ke Hercule Poirot yang terbangun.


"RANIAAAAA!"


***


Keesokan Paginya


Lenna sedang menyiapkan kuda-kuda untuk dipakai berkuda dirinya dan semua anggota keluarganya. Rania dan Biana sibuk membuat bebagai macam camilan dan makanan pendamping untuk asado yang sedang dibuat oleh Buzz dan Woody.


Asado adalah teknik memotong daging, yang dimasak pada penggorengan (parrilla) atau api terbuka. Asado cukup populer di wilayah Pampa, Amerika Selatan, dan merupakan makanan tradisional Argentina, Chili, Uruguay, dan Paraguay. Asado juga merupakan makanan di Filipina dan berbeda dengan versi Amerika Selatan. Daging sapi yang dipakai hanya diberikan garam sebagai bumbunya dan nanti usai matang, memakan nya dengan saus chimicurri yang terbuat dari perterseli cincang, oregano, bawang putih, bawang merah dan cabai.


Bisa dibilang Asado adalah sistem grill yang lama hingga 12 jam pemanggangan diatas api kecil menjurus sedang dan teknik ini sudah lama dipakai para koboi atau Gaucho Amerika Selatan untuk makan mereka saat menggembalakan ternak yang butuh waktu berhari-hari.


Lenna masih memasang pelana di Spots ketika melihat sebuah mobil masuk ke dalam halaman ranch nya. Jika masuk hingga ke belakang, berarti adalah keluarga, atau orang dekat keluarga Rossi.


Tak lama, penumpangnya pun turun sambil membawa duffle bag dan berjalan menuju Lenna yang masih berada di halaman istal sedangkan mobil itu pun pergi kembali ke jalan raya.


"Kalian mau kemana? Kenapa kuda-kudanya dikeluarkan?" tanya pria itu sambil mendekati pagar kayu istal.


"Mau berkuda ke bukit. Lho kamu kok kemari? Kirain ke New York?" tanya Lenna ke pria itu.


Lenna cekikikan. "Kamu tahu, saat kak Bia kasih tahu arti nya Demit dan Mbak Kunti, aku hanya bisa mengelus dada. Ya Allah, nggak ada nama yang lebih bagus apa panggilannya..."


"Mereka memang Absurd. So, kapan kalian akan berangkat ke bukit? Acara apa sih Len?"


"Merayakan malam tahun baru dengan makan Asado" jawab Lenna. "Kami berkuda Kesana."


"Nice. Aku bawakan wine dari keluarga Bianchi nih. Cocok diminum dengan daging Asado..."


"Raul? Ngapain kamu kesini?"


Raul pun menoleh dan melihat dua kakak perempuannya sedang menyiapkan banyak makanan di meja teras belakang. Pria tampan itu pun berjalan menghampiri kedua kakak perempuannya.


"Aku gabut jadi tidak masalah kan ikutan nimbrung disini. Oh, aku bawakan wine dari keluarga Bianchi" jawab Raul Accardi yang juga seorang sommelier sambil mencium pipi kedua wanita itu.


"Nice. Lho kamu nggak balik ke Turin?" tanya Rania.


"Tanggung. Tanggal 4 aku sudah masuk kuliah meskipun sudah skripsi tapi ada beberapa mata kuliah yang aku ambil buat tambah kredit. Dan aku malas ke New York jadi kesini saja lah..." senyum Raul.


"Ya udah. Nanti ikut saja. Berarti kantong tidurnya tambah lagi deh..." gumam Biana yang masuk ke dalam rumah.


"Mbak..." panggil Raul ke Rania.


"Hmmm..."


"Aku dengar katanya Mas Demit mau Adain acara pernikahan di stadium Dallas Cowboys."


Rania menghentikan pekerjaannya memasukkan kentang kukus yang sudah dibumbui. "Siapa yang bilang?"


"Rase."


"Rase tahu dari siapa?" Rania menatap adiknya yang lebih jangkung darinya.


"Rase tahu dari Opa Joey. Katanya may something different... Jadi acara pernikahan di stadium..."


Rania memegang pelipisnya. "Iya benar keluarga kita macam satu kelurahan tapi nggak gitu juga malah kawinan di stadium ! Memangnya aku mau buat konser disana? Kita nikah bukan main sirkus !"


"Entah... Lha rencananya memang mau disini kan?" senyum Raul yang geli melihat kakaknya emosi.


"Iya memang mau di Dallas tapi itu terlalu over acting ah ! Mending nikah di mesjid, selesai !" gerutu Rania sebal karena tidak mau acaranya ramai sangat. "Kalau benar si Demit bikin acara itu... Aku bakarin menyan biar bener!"


Raul terbahak.


***


Gaeeesss, novel Rania dan Biana sebentar lagi end. Insyaallah gantinya nanti Galena dan Alex Darling. Oh, novel itu nanti ada tiga cerita ya. Galena dan Alex, Raul dan Lenna sama Alano dan Aaliyah, putrinya Dahir Saab dan Betty Leigh. Ditunggu ya.



***


Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa


Thank you for reading and support author


Don't forget to like vote and gift


Tararengkyu ❤️🙂❤️