
Medical City Hospital Dallas Texas
Leonardo dan Biana datang membesuk Chris yang masih manyun karena kakinya harus di gips. Coret-coretan di gips itu membuat Biana tertawa karena banyak ucapan tidak sopan disana yang ditulis para rekan Chris di Dallas Cowboys.
"Bagaimana bisa kamu bertabrakan dengan pemain Washington Commanders itu?" tanya Leonardo.
"Namanya juga aku quarter back..." jawab Chris kalem.
"Rania dimana?" tanya Biana.
"Rania sedang ada operasi jadi dia belum kemari sepagian ini."
"Ya ampun ini gambarnya" kekeh Biana yang menunjuk gambar sesuatu yang tidak senonoh. Leonardo tertawa melihat gambar itu.
"Namanya juga pria, Bia. Tahu sendiri kan kalau di dunia atlet macam apa" senyum Leonardo.
"Ngomong-ngomong, Bia. Kamu sudah hamil belum?" tanya Chris.
Biana hanya tersenyum simpul.
"You're pregnant aren't you?" Seru Chris heboh. "Seriously?"
Biana dan Leonardo hanya tersenyum senang. "Alhamdulillah, jalan enam Minggu" jawab Leonardo "Dan yang paling heboh ya Opanya Bia sama Lenna."
"Whoaaahhh ! Congratulations bro !" Chris bangun dan memeluk Leonardo. "Congratulations Bia." Chris mencium pipi iparnya. "I'm gonna be uncle !"
"Apa yang jadi Uncle?" tanya Rania yang baru datang ke ruangan Chris.
"Biana hamil sayang" ucap Chris senang.
"Ya wajar kalau Biana hamil wong ada suami... WHAAAATTTT? KAMU HAMIL ?" seru Rania heboh. "Oh My God ! Congratulations !" Dokter bedah itu langsung memeluk Biana dan Leonardo bergantian. "Aku bakalan jadi Tante !"
"Aunty, mbak Kunti karena aku menjadi uncle" sahut Chris.
"Tetap Tante, Demit !" balas Rania judes.
"Kalian akan menjadi uncle dan aunty tiga keponakan ke depan..." senyum Leonardo.
"Apa maksudnya?" tanya Rania dan Chris bersamaan.
"Aku, Alisha dan Ashley sama-sama sedang hamil..." jawab Biana heboh.
Rania langsung tepok jidat. "Oh my God... Rombongan bayi... "
***
"Jadi kamu tidak bisa bermain di final superbowl dong..." kekeh Leonardo. "Kabarnya Opa Rania marah-marah kamu cidera."
"Iya. Dokter Joey mengomel panjang lebar saat menelpon aku kemarin. Bukannya support aku segera sembuh malah marah-marah karena aku tidak bisa ikut final ..." sungut Chris sambil manyun membuat Leonardo terbahak.
Mereka berdua sedang menonton pertandingan football sedangkan Biana dan Rania ke kantin untuk membeli makan siang yang akan dibawa ke kamar Chris.
"Apakah kamu bisa jalan buat ucapkan ijab qobul?" goda Leonardo.
"Kalau hanya berjalan dan duduk di kursi sambil ijab macam kamu, bisa lah. Tapi kalau berjalan macam altar dan berdiri lama, aku masih meragukan kondisiku..."
"Lalu apa kalian jadi akan menikah di stadium Dallas Cowboys?"
"Rania tidak mau. Katanya terlalu berlebihan dan akhirnya kami memilih di sebuah gedung yang memang khusus acara pernikahan dekat stadium..."
"Dengar Chris, keluarga Rania memang banyak tapi mengingat stadium AT&T kamu itu sangat lah luas, ya benar kata Rania terlalu berlebih-lebihan..." ucap Leonardo.
"Kan seru aja sih... Tapi karena Rania tidak mau jadinya aku mengalah deh ..."
"Kak Chrrriisss !!!"
Kedua pria itu menoleh dan melihat Lenna datang sambil membawa McDonald's dan langsung meletakkan di meja. Gadis itu tanpa basa-basi, menubruk tubuh Chris. Leonardo hanya menggelengkan kepalanya karena tahu adiknya memang dekat dengan Chris dari jaman dirinya kecil.
"Kamu bawain aku burger? Kentang goreng? Ayam goreng?" Chris menatap penuh harap.
"Junk Food?" Rania melotot ke Lenna.
"Sekali-kali kak Rania, biar ramai ini."
"Aku pengen ayam goreng nya..." gumam Biana dengan tampang ngiler.
"Lha, bumil ngidam fried chicken?! Jangan banyak-banyak lho Bia" ucap Rania.
"Iya. Tapi ini gawan bayi, gimana?" cengir Biana.
"Ayo kak Bia. Udah aku siapkan..." Lenna menyiapkan piring kertas dan dua buah fried chicken disana. Tanpa basa basi, Biana segera cuci tangan di wastafel dan langsung menyerbu ayam goreng khas McDonald's.
"Hhhmmm... Ya ampun ini enak bangeeettt !" gumam Biana dengan mulut penuh.
"Astagaaaa... Macam nggak pernah makan fried chicken saja sih..." kekeh Chris melihat bumil itu tampak semangat 45.
Rania menggelengkan kepalanya melihat Biana tampak heboh makan fried chicken. "Lho Lenna, kamu nggak kuliah?"
"Sudah selesai dan langsung kemari. Apalagi kak Leo dan kak Bia bilang mau jenguk kak Chris."
"I see. Yuk kita makan siang." Rania dan Lenna menyiapkan makanan yang dibelinya tadi di cafetaria bersamaan dengan burger, ayam dan kentang dari McDonald's.
Siang itu, kelima orang yang menjadi saudara itu tampak ramai mengobrol dan bercanda apalagi pada bertaruh anak Biana, Ashley dan Alisha jenis kelaminnya apa.
***
Menjelang malam, Leonardo, Biana dan Lenna kembali ke peternakan sebab besok Lenna tidak ada kuliah. Rania berpamitan ke Chris untuk pulang ke apartemennya sebentar dan berjanji akan datang sebelum jam sepuluh malam.
Chris pun tinggal sendirian di kamar setengah mengantuk ketika melihat ada seseorang di depan pintu kamarnya. Tak lama terdengar suara ketukan yang dipersilahkan Chris untuk membuka pintunya.
Betapa terkejutnya Chris saat tahu siapa yang datang ke kamarnya.
***
Rania kembali ke rumah sakit lalu berjalan menuju kamar Chris opname dan mendengar suara-suara di dalam kamar itu, membuat dirinya bingung.
Siapa yang bersama Demit?! Teman-temannya pada datang kah? Tadi rasanya aku tidak bakar menyan deh....
Rania pun membuka pintu dan terkejut melihat siapa yang datang.
"Opa?? Oma ?? Kapan kalian datang?" seru Rania sambil menghampiri Joey dan Georgina Bianchi. Gadis itu langsung memeluk kedua pria dan wanita paruh baya yang masih sehat tersebut.
"Tadi menjelang jam tujuh. Tampaknya Opa selisih jalan sama kamu..." senyum Joey sambil mencium pelipis cucu perempuannya. "Ini si Demit kenapa jadi begini? Masa Demit kalah sama pemain Commanders? Sampai sekarang, Opa masih tidak terima !"
Rania memutar matanya dengan perasaan sebal lalu duduk di sebelah Chris sambil memegang tangan Tunangan nya.
"Begitulah kalau Opa sangat fanatik dengan olahraga dan ndilalahnya kamu adalah atlet favoritnya.. Wis Bubrah !" sungut Rania yang sudah hapal dengan sifat Joey Bianchi.
"Kan Opa jadi tidak bisa melihat cucu menantu main di final superbowl, Raniaaaaa..." sahut Joey.
"Tidak hanya anda saja dokter Bianchi yang kecewa... Aku juga" balas Chris.
"Kalau begitu, kita nangis berjamaah... " Joey dan Chris saling berpelukan lalu berlagak nangis drama.
Rania hanya bisa memegang pelipisnya, begitu juga Georgina.
"Oh ya Tuhan... Kalian itu benar-benar deh !"
***
Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️