
Apartemen Rania di Soho London
Alex Darling pun pulang menjelang jam sepuluh malam meninggalkan ketiga gadis yang masih melek asyik mengobrol di ruang tengah.
"Ran, apa kamu tidak ada perasaan sedikit pun sama Alex?" tanya Biana sambil makan ice cream favoritnya.
"Sama Darling? Nope. Alex Darling sudah terang-terangan bilang hanya menganggap aku adik, teman debat tapi tidak tertarik sama aku karena mataku tidak biru."
"Hah? Seleranya yang bermata biru?" Alisha menatap kakaknya. "Baru kali ini aku dengar cowok punya kriteria secara fisik punya mata biru."
"Tapi Sha, ada lho cowok yang punya kriteria tersendiri macam harus rambutnya blonde dan mata biru macam Barbie atau rambut Brunette dengan mata hijau..." celetuk Biana.
"Bagaimana dengan koboi cengeng?" tanya Rania.
"Koboi cengeng itu sama dengan demit mu. Fisik tidak spesifik tapi yang dilihat sifat dan bar-barnya kita. Apalagi kita-kita ini punya sesuatu yang membuat para pria tertantang untuk bisa membuat kita termehek-mehek..." jawab Biana.
"Mbak, apakah menurut mbak, Leonardo bisa menghadapi Opa Jendra dan Oom Pedro?" tanya Alisha.
"Kan singa gurun sudah melewati fase kena todong Glock sama Daddy. Jadi tinggal lolos dari hadangan spatula, wajan, panci dan pisau dari Opa..." sahut Biana cuek membuat Rania dan Alisha melengos.
"Aku takutnya dikasih ujian masak sama Opa Jendra... Tahu sendiri kan Opa kalau sudah keluar aura chef nya ... Kita yang cucunya saja kena omel !" Rania menatap horor ke kedua saudara sepupunya.
"Mbak, bagaimana dengan Chris ? Sudah dapat lampu Hijau dari Opa Joey, tapi apakah dapat lampu Hijau dari Oom Samuel dan Tante Blaze?" tanya Alisha.
"Biar itu resiko ditanggung penumpang sama demit lah ! Siapa suruh ngejar-ngejar aku selama... Hampir delapan tahun? Amazing..." gumam Rania surprise.
"Nah lho, berarti Demit dan Singa Gurun begitu kekeuh sama kita, Ran" ucap Biana. "Sejujurnya, mereka itu perlu diacungi jempol lho ! Biasanya pria itu kalau sudah kena tolak, ya sudah balik kanan grak maju jalan. Tapi kayaknya berbeda dengan dua orang itu..."
"Kata mommy, rata-rata pria yang naksir ke gadis - gadis keluarga Pratomo, semuanya Bonek alias bondo Nekad."
"Macam Oom Sean dan Tante Zee kan?" senyum Rania.
"Hu um. Macam Oom Sammy dan Tante Bee. Oom Dante dan Tante Leia..."
"Eh Sha, si Vicenzo ngapain ke Tokyo?! Liburan apa?" tanya Rania.
"Mana aku tahu mbak. Biarin aja lah. Mereka urusan cowok, kita urusan cewek."
"Iya ya. So, besok kita kemana nih? Ke rumah si drama queen?" Rania menatap Biana dan Alisha.
"Ke rumah Oom Charlie dan Tante Raine? Aku ketemu Edward sih gak papa tapi si Elle ... Addduuuhhh! Tobat deh ! Gara-gara Oom Charlie terlalu manjain sih saking senangnya dapat anak perempuan..." gerutu Biana.
"Apalagi Eléonore itu sudah terang-terangan bilang kalau bakalan sama Richard..." gelak Rania. "Padahal Richard sudah suka sama Alisha dari kecil. Wis kacau tenan..."
"Kalau aku rasa sih manjanya Elle masih mending daripada yang aku tangani mbak. Elle masih punya takut sama Tante Raine, sedangkan kasus yang aku tangani, dia benar-benar sok princess! Bahkan ibunya sendiri ngalah lho..." Alisha merasa gemas melihat anak kecil yang gayanya lebih sok princess daripada dirinya yang benar-benar princess.
"Belum pernah dikasih ujian mental kayaknya tuh Sha !" ucap Biana.
"Lha gimana mbak. Aku berusaha memberikan pengertian bahwa perilakunya akan menyulitkan dirinya saat dewasa nanti, tapi dinamika dan lingkungan di rumah nya tetap mendukungnya seperti itu. Rasanya aku ingin kirim ke ranch nya Oom Pahlevi biar tahu rasanya kerja keras !" Alisha berusaha mengeluarkan uneg-unegnya.
"Apakah dia tahu kamu princess Belgia?" tanya Rania.
"Nope. Aku memang tidak memberitahukan... Bahkan ibunya juga tidak menyadari aku siapa."
"Soalnya kamu itu super humble, Sha. Jadi orang merasa santai dan tidak menyadari kamu siapa" kekeh Biana.
"Dan itulah yang dicari Richard. Bukan gadis yang silau dengan harta dan kekayaan serta kekuasaan" sambung Rania. "Kamu memang ada ambisi menjadi ratu Inggris?"
Alisha menggelengkan kepalanya. "Aku lebih suka bekerja di rumah sakit."
"Nah kan ! Yakin aku kalau Richard lebih memilih Alisha dibandingkan jadi raja Inggris." Rania mengangguk yakin.
"Sebab Bia, Richard bakalan jadi raja Inggris asalkan mendapatkan pasangan yang mau pindah keyakinan Anglo Saxon padahal Alisha juga tidak bakalan mau pindah. Jadi salah satu harus mengalah dan taruhan, Richard pasti memilih Alisha dengan resiko dia mundur dari list putra mahkota dan calon raja Inggris menggantikan Oom Henry."
Alisha terkesiap. "Masa Richard berani melakukan hal sedrastis itu?"
"Alisha sayang, seperti yang kita bilang tadi. Para pria yang suka sama kita pasti akan melakukan apa saja. Dan Richard akan memilih kebahagiaan nya bersama kamu. Dia tidak akan mau hidup tanpa kamu karena baginya kamu adalah pasangan yang dia inginkan untuk mendampingi seumur hidup!" Rania menatap serius ke Alisha.
Putri Sean dan Zinnia Léopold itu tampak tercenung. ( Baca Kings and Queens ).
***
Pagi ini ketiga gadis itu memilih untuk ke restauran RR's Meal guna menemui Eagle dan Elane. Ketiga gadis itu memang rencananya hendak ke Chelsea, ke kediaman keluarga McGregor tapi ternyata mereka sekeluarga sedang ke Dubai ada acara bersama keluarga Emir Blair. Akhirnya mereka memilih ke keluarga McCloud.
"Haaaaiiii !" seru seorang gadis ABG dengan wajah khas campuran bule dan asia. Gadis dengan mata coklat bulat dan rambut coklat tua itu langsung menghampiri ketiga gadis yang baru datang.
"Fesya ! Ngapain kamu disini?" tanya Rania sambil memeluk adik sepupunya.
"Bantu eomma lah ! Kan aku masih liburan jadi ke dapur" gelak Elfesya McCloud, putri Eagle dan Elane.
"Oom Eagle dan Tante Elane ada?" tanya Biana.
"Ada. Ayo ke dapur" ajak Elfesya yang biasa dipanggil Fesya.
Keempatnya pun menuju dapur dimana Eagle sedang sibuk melakukan persiapan sedangkan Elane membuat pastry seperti biasa.
"Aaaahhh syukurlah kalian bertiga datang !" seru Eagle bahagia.
Rania, Biana dan Alisha menatap curiga ke Eagle.
"Perasaanku kok nggak enak ya" gumam Biana.
"Dengar, hari ini bakalan banyak tamu jadi Oom kekurangan tenaga... Kalian bantu Oom ya."
"Di dapur ?" tanya Biana.
"Yang di dapur Biana, Rania dan Alisha membantu mencatat pesanan. Oke ?" Eagle pun sibuk kembali.
Alisha tertawa kecil. "Meskipun status aku putri Belgia, tapi kalau sudah kumpul tetap jadi Alisha."
"Tenang mbak, aku bantu nanti" senyum Elfesya.
***
Elfesya akan ada novelnya sendiri.
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️